apa itu DNS

Apa Itu DNS? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya 

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Anda bisa mengakses sebuah situs web hanya dengan mengetikkan namanya di browser Anda?

Nah, hal ini dikarenakan adanya teknologi di balik layar yang disebut DNS, singkatan dari Domain Name System.

Apa itu DNS sebenarnya?

DNS seperti buku alamat untuk internet, memetakan nama domain ke alamat IP, yang merupakan alamat numerik yang digunakan komputer untuk mengidentifikasi satu sama lain.

Lalu, apa itu domain itu sendiri?

Domain mengacu pada nama situs web yang diikuti dengan ekstensi seperti .com atau .co.id, yang dimasukkan ke dalam alamat browser untuk bisa mengakses situs web.

Dengan adanya DNS ini, memungkinkan Anda untuk dengan mudah menavigasi internet tanpa harus mengingat serangkaian angka untuk setiap situs web yang ingin Anda kunjungi.

Untuk itu yuk simak lebih jelasnya mengenai DNS!

Apa Itu DNS?

Semua komputer di Internet, dari ponsel pintar atau laptop hingga server yang menyajikan konten untuk situs web ritel besar, akan menemukan dan berkomunikasi satu sama lain menggunakan angka.

Nah, angka-angka ini dikenal sebagai alamat IP. Saat Anda membuka browser web dan membuka situs web, Anda tidak perlu mengingat dan memasukkan nomor yang panjang.

Sebagai gantinya, Anda dapat memasukkan nama domain seperti example.com dan tetap berada di tempat yang tepat.

Menurut wikipedia, sistem Nama Domain (DNS) adalah sistem penamaan yang digunakan di Internet dan jaringan IP lainnya, yang bersifat hirarkis dan terdistribusi.

Ini menghubungkan berbagai bagian data ke nama domain, yang merupakan pengidentifikasi unik untuk entitas yang sesuai.

Yang paling unik disini adalah menerjemahkan nama domain yang mudah diingat ke alamat IP numerik untuk menemukan dan mengidentifikasi layanan dan perangkat komputer dengan protokol jaringan yang mendasarinya.

Proses DNS ini sangat penting untuk berfungsinya internet. Tanpa DNS, menjelajahi web akan membuat frustasi dan mustahil.

DNS juga menyediakan tingkat keamanan dengan bertindak sebagai semacam buku telepon untuk internet. DNS membantu mencegah serangan phishing dengan memastikan bahwa situs web yang Anda kunjungi adalah situs web yang memang ingin Anda kunjungi.

Intinya, DNS adalah bagian mendasar dari infrastruktur internet yang sangat penting untuk operasi dan keamanannya.

Fungsi DNS

Sistem Nama Domain (DNS) adalah komponen penting dari infrastruktur internet. DNS berfungsi sebagai buku telepon untuk internet, menerjemahkan nama domain yang dapat dibaca manusia (seperti google.com atau facebook.com) ke dalam alamat IP yang dapat dimengerti oleh komputer.

Tanpa DNS, kita harus mengingat deretan angka yang panjang untuk mengakses situs web dan sumber daya online lainnya. DNS membuat internet lebih mudah digunakan dan diakses.

Ketika Anda mengetikkan nama domain di peramban web Anda, komputer Anda mengirimkan permintaan ke server DNS untuk mencari alamat IP yang sesuai.

Setelah alamat IP dikembalikan, komputer Anda dapat mengirimkan permintaan ke alamat IP tersebut untuk mengakses situs web atau sumber daya.

DNS adalah sistem terdistribusi, yang berarti ada banyak server DNS di seluruh dunia yang bekerja sama untuk menyediakan layanan yang andal dan efisien.

Ketika server DNS menerima permintaan yang tidak dapat dijawabnya, server tersebut akan meneruskan permintaan tersebut ke server DNS lain hingga jawabannya ditemukan.

Nah, ada berbagai fungsi lainnya dari DNS yang harus Anda ketahui, yuk simak!

1. Melakukan Pencarian Alamat Host yang Digunakan Untuk Memenuhi Permintaan Klien

Fungsi utamanya disini adalah membantu perangkat menemukan alamat host untuk permintaan klien.

Ketika perangkat perlu mengakses situs web atau sumber daya jaringan lainnya, perangkat akan mengirimkan permintaan ke server DNS, meminta alamat IP yang terkait dengan nama domain yang dimaksud.

Server DNS kemudian mencari informasi yang diminta dalam basis data dan mengembalikan alamat IP ke perangkat, sehingga perangkat dapat tersambung ke sumber daya yang diinginkan.

Tanpa DNS, perangkat harus mengingat dan memasukkan alamat IP secara manual untuk setiap situs web dan sumber daya yang ingin mereka akses, sehingga internet menjadi kurang ramah pengguna dan mudah diakses.

Melakukan Pencarian Alamat Host

2. Mengamankan Aktivitas Transfer Data

DNS memainkan peran penting dalam mengamankan transfer data antara perangkat dan jaringan yang berbeda.

Sistem DNS memainkan peran penting dalam fungsi internet dengan menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

Dengan menyediakan infrastruktur DNS yang aman, organisasi dapat melindungi dari berbagai ancaman keamanan siber, seperti spoofing, phishing, dan serangan malware.

DNSSEC adalah protokol yang menambahkan lapisan keamanan tambahan pada DNS dengan menandatangani catatan secara digital. Hal ini memastikan bahwa informasi DNS belum dirusak atau dimodifikasi selama proses transfer.

Selain itu, pemfilteran DNS merupakan teknik lain yang dapat digunakan untuk memblokir lalu lintas yang tidak diinginkan dan mencegah akses ke situs web berbahaya.

Dengan menggunakan pemfilteran DNS, organisasi dapat membatasi akses ke konten berbahaya, sehingga mengurangi risiko serangan dan pembobolan data.

3. Informasi URL Akan Diproses dengan Alamat IP

Sistem Nama Domain (DNS) adalah komponen penting dari internet yang bertanggung jawab untuk memproses informasi URL dan menerjemahkannya ke dalam alamat IP yang sesuai.

Ini adalah fungsi penting yang memungkinkan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain dan memungkinkan pengguna untuk mengakses situs web dan sumber daya online.

Tanpa DNS, kita harus menghafal deretan angka yang panjang, yang dikenal sebagai alamat IP, untuk mengakses situs web atau layanan online.

Namun berkat DNS, kita cukup mengetikkan URL yang dapat dibaca manusia, seperti www.google.com, dan komputer kita akan secara otomatis menerjemahkannya menjadi alamat IP yang sesuai.

4. Memastikan Akses yang Nyaman ke Situs Web Bagi Pengguna

Fungsi selanjutnya adalah memudahkan pengguna untuk mengakses situs web.

Ketika Anda mengetikkan alamat situs web, yang juga dikenal sebagai URL, komputer Anda mengirimkan permintaan ke server DNS untuk menerjemahkan URL tersebut ke dalam alamat IP.

Alamat IP adalah serangkaian angka yang mengidentifikasi server tempat situs web dihosting.

Server DNS kemudian mengirimkan kembali alamat IP ke komputer Anda, dan komputer Anda menggunakan informasi tersebut untuk terhubung ke server dan mengakses situs web.

Seluruh proses ini terjadi hampir seketika, membuatnya mulus bagi pengguna.

Tanpa DNS, pengguna harus menghafal alamat IP untuk setiap situs web yang ingin mereka kunjungi.

DNS membuat internet jauh lebih ramah pengguna dengan menyederhanakan proses mengakses situs web dan membuatnya lebih mudah untuk menavigasi lanskap web yang luas.

5. Memfasilitasi Pengiriman Email

Memfasilitasi pengiriman email adalah proses kompleks yang sangat bergantung pada fungsionalitas Domain Name System (DNS). DNS berfungsi sebagai tulang punggung internet, menyediakan sarana untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

Dalam hal pengiriman email, DNS bertanggung jawab untuk menyediakan informasi yang diperlukan agar server email dapat berkomunikasi satu sama lain.

Informasi ini termasuk catatan MX, yang menunjukkan server mana yang bertanggung jawab untuk menerima email atas nama domain tertentu, serta catatan A dan catatan PTR, yang membantu memastikan bahwa email dikirim dan diterima dari sumber yang sah.

Catatan-catatan ini disimpan di server DNS di seluruh internet dan digunakan oleh server email untuk memfasilitasi pertukaran pesan. Tanpa DNS, pengiriman email hampir tidak mungkin dilakukan.

Meskipun proses pengiriman email mungkin terlihat sederhana di permukaan, namun sebenarnya proses ini bergantung pada sistem pemeriksaan dan keseimbangan yang kompleks untuk mencegah spam dan aktivitas berbahaya lainnya.

DNS memainkan peran penting dalam proses ini, memungkinkan server email untuk memverifikasi identitas pengirim dan penerima dan memastikan bahwa pesan dikirim dan diterima dengan aman.

Dengan terus berkembangnya email sebagai sarana komunikasi utama, pentingnya DNS dalam memfasilitasi pengiriman email tidak bisa dilebih-lebihkan.

Memfasilitasi Pengiriman Email

Kelebihan DNS

Ada berbagai keuntungan dari DNS yaitu:

1. Dapat Meningkatkan Kecepatan Pemuatan Situs Web

Dengan menyimpan informasi DNS secara lokal, server DNS dapat merespons permintaan dengan lebih cepat dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengakses situs web.

Hal ini sangat penting untuk situs web dengan volume trafik tinggi, karena dapat mengurangi beban pada server dan meningkatkan kinerja situs web secara keseluruhan.

2. Dapat Meningkatkan Keamanan

Keuntungan lain dari DNS adalah dapat meningkatkan keamanan.

Server DNS memiliki kemampuan untuk mencegah pengguna mengakses situs web yang diketahui berbahaya, sehingga mengurangi risiko serangan malware dan phishing.

Dengan menggunakan solusi keamanan berbasis DNS, organisasi dapat memperkuat postur keamanan mereka secara keseluruhan dan mengurangi risiko serangan siber.

3. Konfigurasi Jaringan yang Lebih Fleksibel

DNS juga memungkinkan konfigurasi jaringan yang lebih fleksibel. Dengan menggunakan DNS, administrator dapat menetapkan beberapa alamat IP ke satu nama domain, sehingga lebih mudah untuk mengelola infrastruktur jaringan yang kompleks.

Hal ini bisa sangat berguna bagi organisasi besar dengan banyak lokasi atau server.

4. Keandalan dan Redundansi yang Lebih Besar

Selain itu, DNS dapat memberikan keandalan dan redundansi yang lebih besar.

Dengan menggunakan beberapa server DNS dan mengonfigurasikannya untuk menyediakan cadangan satu sama lain, organisasi dapat memastikan bahwa situs web dan aplikasi mereka tetap dapat diakses meskipun terjadi kegagalan atau pemadaman server.

Hal ini sangat penting bagi bisnis yang sangat bergantung pada keberadaan online mereka.

Intinya, DNS memberikan sejumlah manfaat yang menjadikannya komponen penting dari infrastruktur internet.

Dengan meningkatkan kinerja situs web, meningkatkan keamanan, memungkinkan konfigurasi jaringan yang lebih fleksibel, dan memberikan keandalan dan redundansi yang lebih besar, DNS membantu memastikan bahwa kita dapat menjelajahi internet dengan aman dan efisien.

Kekurangan Menggunakan DNS Server

Mengandalkan hanya pada server DNS untuk mengakses internet dapat menimbulkan potensi kerugian. Hal ini dapat membuat Anda rentan terhadap serangan siber dan meningkatkan eksposur Anda terhadap ancaman keamanan.

Menggunakan server DNS juga dapat mengakibatkan kecepatan internet yang lebih lambat karena kepadatan jaringan. Hal ini dapat menyebabkan jeda waktu yang membuat frustasi dan penurunan produktivitas.

Selain itu, server DNS dapat mengalami downtime atau kelebihan beban, yang menyebabkan masalah koneksi dan gangguan pada akses internet Anda.

Kerugian lain dari mengandalkan server DNS adalah terbatasnya kontrol atas pengalaman internet Anda.

Anda mungkin dibatasi dalam situs web dan konten yang dapat Anda akses, karena beberapa server DNS memblokir domain atau konten tertentu yang dianggap tidak pantas atau berbahaya.

Selain itu, menggunakan server DNS dapat menimbulkan masalah privasi karena aktivitas internet Anda dicatat dan dipantau, dan data pribadi Anda dapat dijual kepada pengiklan pihak ketiga tanpa persetujuan Anda.

Meskipun server DNS bisa jadi nyaman, penting untuk mempertimbangkan potensi kekurangannya dan menimbangnya dengan manfaatnya sebelum hanya mengandalkan metode ini untuk mengakses internet.

Bagian-Bagian DNS

DNS beroperasi dengan mencocokkan nama komponen URL dengan komponen alamat IP yang sesuai, karena kedua elemen ini saling bergantung.

DNS terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, masing-masing dengan fungsi spesifiknya sendiri.

1. Recursive Resolver

Recursive Resolver ini termasuk bagian dari sistem Domain Name System (DNS) yang bekerja untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

Dalam DNS, Recursive Resolver bertanggung jawab untuk menyelesaikan pertanyaan DNS dengan meminta informasi dari server DNS lainnya sampai informasi yang dibutuhkan ditemukan atau sebuah kesalahan ditemukan.

Sebuah Recursive Resolver terdiri dari beberapa komponen, termasuk resolver cache dan hostname resolver.

Resolver cache berfungsi untuk menyimpan informasi DNS yang telah diambil sebelumnya. Hostname resolver bertanggung jawab untuk menerjemahkan nama domain ke alamat IP.

Menurut niagahoster cara kerja dari bagian DNS ini yaitu jika pengguna memasukkan URL dan tidak ada hasil yang valid yang ditemukan dalam cache, sistem akan melanjutkan untuk mencari informasi dalam cache penyedia layanan internet (ISP).

Jadi, recursive resolver sangatlah penting dalam menjaga stabilitas dan keandalan internet.

Dengan berfungsi sebagai lapisan antarmuka antara pengguna dan server DNS, Recursive Resolver mampu mengoptimalkan waktu akses ke nama domain dan menjamin kecepatan dan akurasi dalam pengambilan informasi DNS.

2. Root Server

Di jantung internet terdapat Root Server. Ini adalah komponen penting yang membantu memastikan bahwa informasi yang kita akses secara online akurat dan dapat diandalkan.

Root Server pada dasarnya adalah buku telepon internet. Root Server menyimpan informasi penting yang mengarahkan trafik online kita ke tujuan yang benar.

Menurut sumber dari root-servers.org bahwa sistem server root ini terdiri dari 1718 instans yang dioperasikan oleh 12 operator server root independen.

Totalnya ada 13 root name server yang dioperasikan oleh 12 organisasi independen.

Tanpa adanya sistem yang sangat penting ini, kita akan kesulitan mengakses situs web dan informasi yang kita andalkan setiap hari.

Namun, Root Server lebih dari sekadar alat teknis. Root Server juga merupakan komunitas global para ahli yang bekerja tanpa lelah untuk memelihara dan meningkatkan sistem.

Orang-orang yang berdedikasi ini datang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan demi kepentingan semua orang.

Root Server adalah aspek vital dari infrastruktur digital kami, dan kami berhutang keberhasilan yang berkelanjutan atas kerja keras dan dedikasi mereka yang memeliharanya.

3. TLD Server

Server TLD adalah komponen penting dari infrastruktur internet. TLD adalah singkatan dari Top-Level Domain, yang merupakan level tertinggi dalam hierarki sistem nama domain.

Server ini bertanggung jawab untuk menangani permintaan nama domain, seperti “.com” atau “.org”. Saat pengguna memasukkan alamat situs web, server TLD adalah titik kontak pertama.

Server TLD kemudian mengarahkan peramban web pengguna ke server yang sesuai yang menghosting situs web. Proses ini terjadi dalam hitungan mikrodetik, sehingga tampak mulus bagi pengguna.

Server TLD memainkan peran penting dalam fungsionalitas internet. Tanpanya, kita tidak akan dapat mengakses situs web dengan mudah atau efisien.

Seiring dengan bertambahnya jumlah situs web dan pengguna internet, pentingnya server TLD juga meningkat. Sangat penting bahwa server ini tetap andal dan efisien untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan internet yang berkelanjutan.

4. Authoritative Name Server

Bagian DNS seperti Authoritative Name Server ini merupakan server DNS yang menyimpan informasi domain yang tepat.

Fungsi utama dari server ini adalah memberikan informasi tentang alamat IP dari domain yang terkait.

Ketika pengguna memasukkan nama domain pada browser, server DNS authoritative akan memberikan alamat IP yang sesuai dengan domain tersebut.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses situs web yang diinginkan tanpa harus tahu alamat IP setiap situs.

Authoritative Name Server juga bertanggung jawab untuk menyimpan informasi tentang subdomain dari suatu domain serta semua rekam jejak (record) DNS terkait dengan domain tersebut.

Dengan demikian, server ini memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan dari sistem DNS secara keseluruhan.

Cara Kerja DNS

Perlu diketahui, bahwa proses DNS ini melibatkan permintaan informasi.

Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah ini termasuk rekursi DNS, server nama root, server nama TLD, dan server nama otoritatif.

cara kerja DNS

Berikut ini penjelasannya!

Request DNS Query

Apakah Anda perlu meminta kueri DNS? Apa itu Kueri DNS itu?

Kueri DNS adalah prosedur yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

Hal ini diperlukan agar komputer dapat berkomunikasi satu sama lain di internet.

Untuk membuat permintaan DNS, Anda perlu mengirim permintaan ke server DNS. Permintaan ini berisi nama domain yang ingin Anda terjemahkan dan meminta server untuk memberikan alamat IP yang sesuai.

Ada beberapa cara untuk meminta permintaan DNS, tergantung pada sistem operasi yang Anda gunakan.

Secara umum, Anda bisa menggunakan alat bantu baris perintah seperti nslookup atau dig, atau Anda bisa menggunakan antarmuka grafis seperti Network Utility pada Mac atau tab Network Connections pada Windows.

Untuk meminta permintaan DNS, cukup masukkan nama domain yang ingin Anda terjemahkan dan tunggu server merespons dengan alamat IP yang sesuai.

Jika Anda mengalami masalah dengan permintaan DNS, ada beberapa langkah pemecahan masalah yang dapat Anda lakukan, seperti memeriksa koneksi jaringan Anda atau mencoba server DNS yang berbeda. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda tidak yakin atau jika masalah terus berlanjut.

Recursive query

Recursive query adalah sebuah teknik dalam pengambilan data di dalam sistem basis data. Teknik ini memungkinkan untuk mengekstrak data yang kompleks dan terorganisir secara hierarkis dalam sebuah tabel.

Bahwasannya, DNS Resolver harus memberikan jawaban berdasarkan nama host yang diberikan oleh pengguna.

Ada dua kemungkinan hasil yang mungkin terjadi: DNS akan mencari informasi yang diperlukan dengan menanyakan ke Root Server atau Authoritative Name Server. Lalu, browser akan memberitahukan kepadapengguna tentang kesalahan karena tidak ditemukannya informasi.

Iterative query

Iterative query adalah teknik pencarian informasi yang melibatkan beberapa langkah pemrosesan data. Dalam iterative query, Anda meluncurkan query pertama, menginspeksi outputnya, membentuk query baru, dan mengulangi proses sampai Anda mencapai hasil yang tepat.

Iterative query umum digunakan dalam analisis data, terutama ketika Anda tidak yakin dengan data yang tersedia atau ingin memperbaiki output dari query sebelumnya.

Teknik ini memungkinkan Anda untuk melakukan eksplorasi data secara mendalam dan menemukan pola yang mungkin terlewatkan dalam query sebelumnya.

Namun, Anda harus berhati-hati saat menggunakan iterative query, karena dapat memakan waktu dan sumber daya. Sangat penting untuk merencanakan dan memprioritaskan query Anda, serta memantau bagaimana pemrosesan data Anda berjalan untuk menghindari kelebihan biaya atau kesalahan.

Non-recursive query

Non-recursive query adalah salah satu jenis query yang digunakan dalam pemrograman komputer. Dalam non-recursive query, data tidak dipanggil kembali atau diulang secara terus menerus.

Sebaliknya, data hanya dilakukan sekali, dan setelah itu hasil query disimpan untuk digunakan dalam pengolahan data berikutnya.

Non-recursive query sangat efisien dan dapat meningkatkan kecepatan sistem secara keseluruhan.

Karena, pada saat melakukan proses pengambilan informasi Anda tidak perlu mencari di Root Server atau Authoritative Name Server, yang mana datanya sudah di-cache.

Selain itu juga, terlihat dalam sistem yang mengolah jumlah data yang sangat besar, seperti basis data terdistribusi atau data warehousing.

Dalam non-recursive query, setiap baris data hanya diproses satu kali sehingga mengurangi beban kerja sistem secara keseluruhan.

Dalam situasi seperti database yang berisi jutaan entri, menggunakan non-recursive query sangat penting untuk memastikan efisiensi dan kinerja yang optimal.

DNS Recursor / DNS Recursive Resolver

DNS Recursor atau DNS Recursive Resolver adalah komponen penting dalam internet. Komponen ini merupakan tulang punggung bagaimana nama domain diterjemahkan menjadi alamat IP.

Ketika Anda mengetikkan URL pada peramban web, DNS Recursor bertanggung jawab untuk menanyakan server nama domain yang sesuai untuk menemukan alamat IP yang sesuai.

Tanpa DNS Recursor, proses mengunjungi situs web tidak mungkin dilakukan atau sangat lambat. Ini seperti menggunakan peta untuk menemukan jalan di kota baru, Anda membutuhkan pemandu yang mengetahui daerah tersebut dan dapat membantu Anda menavigasi ke tujuan yang tepat.

DNS Recursor adalah pemandu untuk internet. Aplikasi ini membantu perangkat Anda menemukan alamat IP situs web yang tepat dengan cepat dan efisien, sehingga Anda dapat mengakses informasi yang dibutuhkan.

Root Name Server

Root Name Server adalah tulang punggung internet. Server ini berfungsi sebagai penghubung penting antara penyedia layanan internet dan sistem nama domain.

Root Name Server bertanggung jawab untuk menjawab permintaan nama domain yang belum di-cache oleh server lain. Hal ini dilakukan dengan menyediakan daftar server nama otoritatif untuk domain tingkat atas yang sesuai.

Proses ini sangat penting untuk berfungsinya internet seperti yang kita ketahui. Tanpa Root Name Server, tidak akan ada cara untuk menavigasi jaringan situs web dan sumber daya online yang luas yang membentuk internet.

Setiap Root Name Server ditandai dengan huruf dari A hingga M dan didistribusikan ke seluruh dunia untuk memastikan redundansi dan keandalan.

Server-server ini dikelola oleh berbagai organisasi dan beroperasi menggunakan routing anycast untuk meningkatkan kinerja.

Meskipun Root Name Server adalah komponen penting dari infrastruktur internet, namun sering kali dianggap remeh. Namun, tanpa layanan vitalnya, internet yang kita kenal tidak akan berfungsi secara efektif.

Jadi, lain kali saat Anda mengetikkan alamat situs web, ingatlah bahwa Root Name Server bekerja keras di belakang layar untuk membuat semuanya menjadi mungkin.

Root Name Server

TLD Name Server

Server nama TLD adalah komponen penting dari infrastruktur internet.

Server ini membantu menerjemahkan nama domain yang bisa dibaca manusia menjadi alamat IP yang bisa dibaca mesin. Tanpa server nama TLD, kita harus menghafal deretan angka yang panjang dan bukannya nama domain yang mudah diingat.

Namun, server nama TLD lebih dari sekadar menyediakan layanan terjemahan. Mereka juga bertanggung jawab untuk memelihara direktori semua nama domain yang terdaftar di bawah TLD tertentu.

Informasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengguna internet dapat mengakses situs web yang ingin mereka kunjungi.

Server nama TLD beroperasi dalam skala global dan didistribusikan ke seluruh dunia. Hal ini memastikan bahwa pengguna internet dapat mengakses situs web dengan cepat dan efisien, di mana pun lokasinya.

Sifat terdistribusi dari server nama TLD juga meningkatkan keandalan dan ketahanan infrastruktur internet.

Mempertahankan tingkat kinerja dan waktu aktif yang tinggi sangat penting untuk server nama TLD. Bahkan downtime beberapa detik saja bisa menyebabkan gangguan yang signifikan pada layanan internet.

Karena itu, server nama TLD dirancang agar sangat aman dan tangguh, dengan kemampuan redundansi dan failover bawaan.

Server nama TLD adalah komponen penting dari infrastruktur internet, dan kepentingannya akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Seiring dengan semakin banyaknya perangkat dan layanan yang terhubung ke internet, permintaan akan layanan resolusi nama yang andal dan efisien hanya akan meningkat.

Authoritative Name Server

Server nama otoritatif adalah bagian penting dari Sistem Nama Domain (DNS). Server ini memberikan informasi pasti tentang nama dan informasi alamat untuk situs web dan perangkat lain yang terhubung ke Internet.

Setiap catatan DNS menghubungkan domain atau nama host ke alamat IP yang sesuai, yang memungkinkan pengguna di seluruh dunia menemukan alamat internet dengan cepat.

Ketika server menyimpan informasi tentang domain tingkat atas yang membentuk web, server ini disebut sebagai server nama otoritatif.

Server nama otoritatif harus menyediakan data yang akurat untuk memastikan kelancaran operasi di seluruh internet.

Server ini juga harus selalu diperbarui dan merespons dengan cepat untuk setiap permintaan pencarian, sebuah proses yang dikenal sebagai resolusi dan untuk meminimalkan latensi.

Konfigurasi yang tepat untuk server nama otoritatif sangat penting untuk kinerja dan keandalan sistem yang ingin mengakses DNS.

Misalnya, saat mengonfigurasi catatan DNS situs web Anda, Anda perlu mengonfigurasi kunci SSH dengan kredensial autentikasi tepercaya sebelum membuat perubahan.

Banyak penyedia hosting menawarkan versi gratis atau berbayar dari layanan server nama otoritatif yang dilengkapi dengan praktik terbaik yang direkomendasikan oleh para profesional keamanan.

Hal ini memungkinkan pemilik situs web dan operator jaringan untuk mengontrol pengaturan DNS mereka dengan lebih baik tanpa mengorbankan keamanan untuk menghemat biaya atau waktu dalam mengelola komponen infrastruktur yang sangat penting.

Organisasi dan individu juga dapat mengelola server nama otoritatif mereka sendiri, meskipun hal ini membutuhkan pemahaman yang kuat tentang protokol, proses, dan alat bantu yang diperlukan seperti perangkat lunak BIND untuk menjalankannya dengan baik di lingkungan internal dengan aman.

Struktur DNS Server

Pemahaman tentang struktur server DNS sangat penting untuk memahami cara kerja DNS.

Menurut sumber exabytes, bahwa server DNS memiliki dua bagian: Hirarki DNS, zona, dan rekaman DNS.

Hirarki DNS memainkan peran penting dalam fungsi server DNS dan pengambilan informasi.Lalu, zona dan record dalam DNS memainkan peran penting dalam menentukan transmisi data.

Adapun, Hirarki DNS terdiri dari berbagai macam server, seperti server root, server TLD, dan DNS otoritatif.

Server root DNS bertanggung jawab untuk mengelola domain tingkat atas (top-level domain/TLD), termasuk .com, .org, .net, dan lainnya.

Server TLD DNS bertugas mengawasi domain yang berada di bawah setiap TLD, misalnya pada situs example.com, example.org, dan lainnya.

Server otoritatif DNS bertanggung jawab untuk mengelola informasi terkait domain, termasuk alamat IP dan MX record.

Zona dan record DNS menggunakan berbagai jenis record, termasuk A record yang menunjukkan alamat IP nama domain, dan MX record yang menunjukkan server email yang digunakan oleh domain.

CNAME record digunakan di DNS untuk menunjukkan nama alias domain. Selain itu juga, ada jenis record lainnya yaitu NS record, PTR record, dan lain sebagainya

Untuk menggunakan server DNS secara efektif, sangat penting untuk memahami strukturnya dan bagaimana informasi diteruskan.

Oleh karena itu, untuk memahami fungsi server DNS sepenuhnya, diperlukan pemahaman yang komprehensif tentang strukturnya.

Bagaimana Cara Setting DNS Domain?

Menyiapkan domain DNS mungkin terlihat seperti tugas yang menakutkan, tetapi sebenarnya cukup sederhana. Langkah pertama adalah memilih nama domain yang relevan dengan situs web atau bisnis Anda.

Selanjutnya, Anda perlu memilih registrar domain dan membeli nama domain yang Anda pilih. Setelah Anda selesai melakukannya, Anda harus menyiapkan pengaturan DNS dengan host web Anda.

Untuk melakukannya, Anda harus masuk ke panel kontrol hosting web Anda dan mencari pengaturan DNS. Dari sana, Anda perlu memasukkan informasi DNS yang disediakan oleh registrar domain Anda.

Ini biasanya mencakup alamat-alamat server nama untuk domain Anda, yang digunakan untuk mengarahkan lalu lintas ke situs web Anda. Setelah Anda memasukkan informasi ini, diperlukan waktu hingga 24 jam agar domain DNS Anda dapat disebarkan sepenuhnya.

Penting untuk selalu memperbarui pengaturan DNS Anda, karena dapat memengaruhi kinerja dan keamanan situs web Anda.

Meninjau dan memperbarui pengaturan DNS Anda secara teratur dapat membantu memastikan bahwa situs web Anda tetap dapat diakses dan aman.

Secara keseluruhan, menyiapkan domain DNS adalah langkah penting dalam membangun kehadiran online Anda.

Dengan sedikit riset dan usaha, Anda bisa memastikan bahwa situs web Anda mudah ditemukan dan dapat diakses oleh audiens target Anda.

Bagaimana Cara Setting DNS Domain

Jenis-Jenis DNS Records

DNS record dibuat dan disimpan di server DNS, hal ini dikenal sebagai File Zona. File ini berisi informasi penting tentang domain dan nama host.

Untuk membantu server DNS dalam mengarahkan kueri secara akurat, berikut berbagai jenis DNS record yang sering digunakan:

A (Address) Record

Tujuan dari nama host record adalah untuk mengaitkan Nama Domain yang Memenuhi Syarat (FQDN) dengan alamat IPv4, yang berfungsi sebagai alat konversi dari nama domain ke alamat IP.

AAAA (Quad A)

Jenis yang mencatat informasi nama host dan alamat IPv6.

CNAME

Canonical name ini merujuk pada domain atau subdomain, bukan alamat IP.CNAME adalah alat yang umum digunakan untuk mengarahkan domain atau subdomain ke alamat IP.

ANAME

Jenis record ini berfungsi untuk menentukan root domain untuk nama host atau nama domain yang memenuhi syarat.

SOA (Start of Authority)

SOA dapat ditemukan di awal file zona DNS dan berisi detail tentang domain yang terhubung ke server. Selain itu, SOA dapat merujuk pada Server Nama Resmi.

NS (Name Server)

Server nama ini berfungsi untuk mengaitkan nama domain dengan daftar server DNS yang benar.

MX (Mail Exchange)

Record server email digunakan untuk mengidentifikasi server SMTP yang bertanggung jawab untuk mengirim email dalam domain.

TXT (Text)

DNS menyimpan informasi tekstual yang digunakan untuk autentikasi email dan situs web dari sumber eksternal, serta verifikasi domain di dalam tools seperti search console.

SRV (Service)

DNS record berisi seperti prioritas, nama, bobot, port, poin, dan TTL. SRV ini memfasilitasi perutean layanan seperti pesan instan dan VoIP ke lokasi host dan port yang berbeda.

PTR (Pointer)

PTR, juga dikenal sebagai RDNS atau reverse DNS, berbeda dengan A record, PTR ini mengaitkan alamat IP dengan domain atau nama host.

CERT Record

Jenis ini memiliki fitur untuk menyimpan sertifikat keamanan.

Contoh DNS

Nah, sekarang Anda sudah memiliki pengetahuan mengenai pengertian, fungsi dan cara kerjanya.

Selain DNS default, ada layanan DNS lainnya yang menyediakan kecepatan lebih tinggi.

Untuk memudahkan Anda memilih, kami telah memberikan rekomendasi DNS tercepat. Mari kita lihat daftar berikut ini:

Nah, ada berbagai opsi DNS yang direkomendasikan untuk membantu Anda dalam menentukan pilihan. Yuk simak berikut ini!

1. DNS Google

Google menawarkan layanan DNS dengan kemampuan kecepatan tinggi.

Google Public DNS memiliki waktu respons 28,76 milidetik dan waktu aktif 99,98%.

Layanan DNS ini banyak digunakan secara global dan tersedia secara gratis, serta dipromosikan oleh Google.

2. Cloudflare DNS

Layanan DNS Cloudflare memiliki waktu respons 13,88 milidetik dan waktu aktif 99,96%, yang lebih unggul daripada Google Public DNS.

Cloudflare DNS ini menyediakan berbagai layanan seperti kecepatan tinggi, proteksi dari serangan DDoS, firewall, manajemen bot, dan juga VPN.

3. OpenDNS

OpenDNS merupakan layanan DNS yang cepat dan andal, dengan waktu respons 22,73 milidetik dan waktu aktif 99,87%.

OpenDNS menawarkan proteksi peramban yang komprehensif, mirip dengan Cloudflare. Dilaporkan telah memblokir 7 juta domain berbahaya dan merupakan pilihan populer di kalangan perusahaan-perusahaan besar.

Nah, itu dia penjelasan dari DNS. dengan begitu Anda akan lebih paham untuk menerjemahkan alamat domain Anda dengan baik dan benar.I

Similar Posts