Apa Itu Subdomain? Arti, Fungsi, Jenis, Beserta Contohnya

Domain adalah alamat utama situs web, seperti www.example.com. Namun, tahukah Anda bahwa ada juga subdomain? Apa itu subdomain?

Subdomain pada dasarnya adalah domain “anak” yang merupakan bagian dari domain utama.

Seperti halnya pada www, subdomain mungkin memiliki awalan yang berbeda, seperti blog.example.com atau shop.example.com.

Subdomain berguna untuk mengatur konten situs web atau membuat setiap bagian dari situs website Anda secara berbeda dengan fitur atau merek yang unik.

Kemudian, memahami subdomain juga dapat membantu Anda menavigasi dan mengoptimalkan pengalaman menjelajah dengan lebih baik.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai subdomain yuk simak berikut!

Apa itu Subdomain?

Hubspot menjelaskan bahwa nama subdomain adalah informasi tambahan yang ditambahkan di awal nama domain situs web.

Situs web dapat menggunakan fitur ini untuk mengkategorikan dan mengelola konten untuk tujuan yang berbeda, seperti blog atau toko online, secara terpisah dari situs web lainnya.

Jika domain utamanya adalah “example.com”, subdomain dapat menyertakan “blog.example.com” atau “store.example.com”.

Setiap subdomain dapat memiliki konten dan fungsinya sendiri yang unik, namun tetap terhubung ke domain utama.

Subdomain juga dapat digunakan untuk membuat versi bahasa yang berbeda dari situs web Anda atau untuk menetapkan subdomain tertentu ke departemen atau fungsi yang berbeda dalam bisnis Anda.

Menyiapkan subdomain biasanya dilakukan melalui penyedia hosting situs web Anda atau melalui pendaftar domain Anda. Setelah dibuat, Anda bisa mengelola konten dan fungsionalitas setiap subdomain secara terpisah dari domain utama.

Intinya, subdomain ini menawarkan peningkatan fleksibilitas dan pengaturan untuk situs web Anda, sehingga lebih mudah dinavigasi oleh pengunjung dan dikelola oleh Anda.

Kapan Harus Menggunakan Subdomain?

Bahwasannya, menggunakan subdomain ini dapat menjadi keputusan strategis dalam mengatur dan mengelola situs web Anda. Inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan penggunaan subdomain.

Lalu, kapan Anda harus menggunakan subdomain?

1. Membagi Target Market

Menggunakan subdomain untuk menargetkan pasar yang berbeda dapat menjadi strategi yang efektif.

Dengan membuat subdomain terpisah untuk setiap pasar, Anda dapat menyesuaikan pesan dan penawaran agar lebih memenuhi kebutuhan segmen pelanggan tertentu.

Hal ini dapat membantu Anda menjangkau audiens yang lebih besar dan mengarahkan lebih banyak lalu lintas bertarget ke situs web Anda.

Namun, penting untuk merencanakan dan melaksanakan strategi subdomain dengan hati-hati untuk memastikan bahwa strategi tersebut selaras dengan tujuan dan sasaran bisnis Anda secara keseluruhan.

Membagi Target Market

2. Meningkatkan UX dari Berbagai Jenis Perangkat

Membuat subdomain untuk jenis perangkat yang berbeda dapat sangat meningkatkan pengalaman pengguna (UX).

Dengan mengatur konten secara khusus untuk perangkat seluler, desktop, atau tablet, Anda dapat memastikan bahwa pengguna mendapatkan pengalaman yang lancar yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Saat pengguna mengunjungi situs web Anda di perangkat seluler, mereka akan secara otomatis dialihkan ke subdomain seluler, yang tata letak dan desainnya dioptimalkan untuk layar yang lebih kecil.

Hal ini memudahkan mereka untuk menavigasi dan berinteraksi dengan situs Anda.

Demikian pula, pengguna desktop akan diarahkan ke subdomain desktop, di mana mereka dapat memanfaatkan fitur-fitur yang lebih cocok untuk layar yang lebih besar.

Dengan memberikan pengalaman yang disesuaikan untuk setiap jenis perangkat, Anda dapat meningkatkan kegunaan dan meningkatkan keterlibatan pengguna.

3. Melakukan A/B Testing

Menggunakan subdomain saat pengujian A/B dapat menjadi metode yang berharga untuk menguji berbagai versi situs web atau halaman web.

Dengan membuat subdomain terpisah untuk setiap versi, Anda dapat dengan mudah membandingkan kinerja dan mengumpulkan data tentang perilaku pengguna.

Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan data dan mengoptimalkan situs web Anda untuk hasil yang lebih baik.

Kemudian, adanya subdomain ini, Anda dapat menguji berbagai tata letak, elemen desain, atau bahkan versi situs web yang sama sekali berbeda, sambil tetap mempertahankan pengalaman pengguna yang mulus.

Fungsi Subdomain

Memperkenalkan konsep fungsi subdomain.Untuk memahami fungsi subdomain, penting untuk terlebih dahulu memahami apa itu subdomain.

Subdomain dianggap sebagai subdivisi atau subbagian dari domain yang lebih besar.Subdomain memungkinkan Anda membuat alamat web unik yang terpisah dari domain utama.

Namun, mengapa Anda ingin menggunakan subdomain? Subdomain memiliki beberapa fungsi yang dapat menguntungkan situs web atau keberadaan online Anda.

Adapun beberapa fungsi dari subdomain, berikut:

1. Memisahkan Bagian Web site

Subdomain memainkan peran penting dalam membagi berbagai bagian situs web. Subdomain membantu mengatur dan mengkategorikan konten, sehingga memudahkan pengguna untuk menavigasi dan menemukan apa yang mereka cari.

Dengan menggunakan subdomain, pemilik situs web dapat membuat bagian yang berbeda untuk tujuan atau departemen yang berbeda dalam situs mereka.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki subdomain untuk blog mereka, subdomain lain untuk toko e-commerce, dan subdomain lain untuk portal dukungan pelanggan.

Setiap subdomain dapat memiliki desain, fungsionalitas, dan konten yang unik, yang disesuaikan secara khusus dengan tujuan yang diinginkan.

Memisahkan bagian-bagian dari situs web menggunakan subdomain tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam hal manajemen dan skalabilitas.

Hal ini memungkinkan pemilik situs web untuk melakukan pembaruan dan perubahan pada bagian tertentu tanpa mempengaruhi keseluruhan situs.

Selain itu, subdomain dapat meningkatkan upaya pengoptimalan mesin pencari (SEO), karena mesin pencari memperlakukan subdomain sebagai entitas yang terpisah dan dapat mengindeksnya satu per satu.

Memisahkan Bagian Web site

2. Melakukan Uji Website Baru

Pengujian adalah bagian penting dalam membangun situs web yang sukses. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi masalah atau area yang perlu diperbaiki sebelum situs Anda ditayangkan.

Melakukan pengujian situs web baru dapat membantu Anda memastikan bahwa situs Anda ramah pengguna, fungsional, dan memenuhi kebutuhan audiens Anda.

Saat melakukan pengujian, penting untuk memiliki tujuan yang jelas. Apa yang ingin Anda capai dengan pengujian tersebut?

Apakah Anda ingin mengidentifikasi masalah kegunaan, menguji fungsionalitas situs, atau mengumpulkan umpan balik dari pengguna? Memiliki tujuan yang jelas akan membantu Anda menyusun pengujian dan memanfaatkan waktu serta sumber daya yang ada.

Ada beberapa jenis pengujian yang dapat Anda lakukan, tergantung pada tujuan Anda. Pengujian kegunaan melibatkan pengamatan terhadap pengguna saat mereka menjelajahi situs web Anda dan mengidentifikasi masalah atau tantangan yang mereka hadapi.

Pengujian fungsional berfokus untuk memastikan bahwa semua fitur dan fungsi situs Anda bekerja dengan benar.

Pengujian umpan balik melibatkan pengumpulan umpan balik dari pengguna untuk memahami pemikiran dan pendapat mereka tentang situs web Anda.

Pengujian fungsional sering kali melibatkan alat pengujian otomatis yang dapat mensimulasikan tindakan pengguna dan memeriksa kesalahan atau bug. Pengujian umpan balik dapat dilakukan melalui survei, wawancara, atau sesi pengujian pengguna.

Setelah Anda melakukan pengujian, sangat penting untuk menganalisis hasilnya dan mengambil tindakan berdasarkan temuan. Identifikasi masalah atau area yang perlu diperbaiki dan prioritaskan berdasarkan dampak dan kelayakannya.

Lakukan perubahan yang diperlukan pada situs web Anda dan lakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan bahwa masalah tersebut telah teratasi.

Ingat, pengujian adalah proses yang berkelanjutan. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan situs web Anda, penting untuk terus melakukan pengujian untuk memastikan bahwa situs web Anda tetap ramah pengguna, fungsional, dan memenuhi kebutuhan audiens Anda.

Dengan menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk melakukan pengujian situs web baru, Anda dapat meningkatkan kinerja dan kesuksesan situs web Anda secara keseluruhan.

3. Membuat Website dengan Versi Mobile

Membuat situs web dengan versi seluler sangat penting dalam lanskap digital saat ini. Subdomain adalah alat yang ampuh yang memungkinkan Anda untuk mengoptimalkan situs web Anda untuk pengguna seluler.

Dengan membuat subdomain terpisah khusus untuk perangkat seluler, Anda dapat memastikan bahwa situs Anda dapat diakses dan ramah pengguna di ponsel pintar dan tablet.

Fungsi subdomain adalah untuk memberikan pengalaman penjelajahan yang lancar dan dioptimalkan untuk pengguna seluler.

Dengan meningkatnya jumlah orang yang mengakses internet melalui perangkat seluler mereka, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Selain itu, menggunakan subdomain, Anda dapat mendesain dan mengembangkan versi seluler situs web Anda yang secara khusus disesuaikan dengan layar yang lebih kecil dan antarmuka sentuh pada perangkat seluler.

Subdomain memungkinkan Anda untuk membuat versi ramah seluler yang terpisah dari situs web Anda tanpa memengaruhi fungsionalitas dan desain situs web utama Anda.

Subdomain menyediakan ruang khusus untuk mengimplementasikan desain responsif, fitur khusus seluler, dan navigasi yang efisien.

Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan bahwa situs web Anda mudah diakses dan dinavigasi di perangkat seluler.

4. Membuat Situs Web dalam Bahasa yang Berbeda

Membuat situs web dalam bahasa lain adalah cara yang ampuh untuk memperluas kehadiran online Anda.

Dengan menawarkan konten dalam berbagai bahasa, Anda dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan terhubung dengan orang-orang dari berbagai budaya dan latar belakang.

Namun, bagaimana cara membuat situs web dalam bahasa lain?

Dimulai dengan memilih subdomain yang tepat.Karena, pada dasarnya subdomain ditambahkan ke nama domain utama untuk membuat bagian yang berbeda pada situs web.

Misalnya, jika domain utama Anda adalah “example.com”, Anda dapat membuat subdomain seperti “es.example.com” untuk konten berbahasa Spanyol.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengatur dan mengelola situs web multibahasa secara efektif.

Setelah Anda menyiapkan subdomain, Anda bisa mulai membangun situs web dalam bahasa lain. Hal ini melibatkan penerjemahan konten Anda, termasuk teks, gambar, dan media lainnya, ke dalam bahasa yang diinginkan.

Penting untuk diingat bahwa membuat situs web dalam bahasa lain bukan hanya tentang menerjemahkan kata-kata. Anda juga perlu mempertimbangkan nuansa budaya dan menyesuaikan konten Anda agar sesuai dengan target audiens Anda.

Selain menerjemahkan konten Anda, Anda juga harus mengoptimalkan situs web Anda untuk mesin pencari dalam bahasa target.

Hal ini termasuk menggunakan kata kunci yang relevan, meta tag, dan teknik SEO lainnya untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat situs web Anda dalam hasil pencarian.

Membuat situs web dalam bahasa lain bisa menjadi proses yang rumit, tetapi dengan pendekatan dan alat yang tepat, ini bisa menjadi upaya yang bermanfaat.

Jadi, jika Anda ingin memperluas kehadiran online dan terhubung dengan audiens global, pertimbangkan untuk membuat situs web dalam bahasa lain menggunakan subdomain.

Dengan demikian, Anda bisa membuka peluang baru dan membawa kehadiran online Anda ke tingkat yang lebih tinggi.

5. Menawarkan Produk dan Layanan yang Unik

Subdomain ibarat cabang-cabang pohon yang terpisah, masing-masing menawarkan produk dan layanan yang unik.

Subdomain menyediakan cara untuk mengatur dan mengelompokkan berbagai aspek situs web, sehingga memudahkan pengguna untuk menavigasi dan menemukan apa yang mereka cari.

Dengan membuat subdomain, bisnis dapat menargetkan audiens tertentu dan memenuhi kebutuhan spesifik mereka.

Setiap subdomain dapat memiliki branding dan desain yang berbeda, sehingga menciptakan pengalaman yang mulus dan personal bagi pengguna.

Misalnya, pengecer pakaian mungkin memiliki subdomain untuk pakaian wanita, subdomain lainnya untuk pakaian pria, dan subdomain lainnya untuk pakaian anak-anak.

Hal ini memungkinkan mereka untuk memamerkan lini produk yang berbeda dan menyesuaikan penawaran mereka untuk setiap demografi tertentu.

Selain itu, subdomain juga dapat digunakan untuk menyediakan layanan yang berbeda dalam industri yang sama.

Misalnya, situs web perjalanan mungkin memiliki subdomain untuk pemesanan penerbangan, subdomain lain untuk pemesanan hotel, dan subdomain lain untuk pemesanan penyewaan mobil.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengakses dan memanfaatkan layanan spesifik yang mereka butuhkan.

menawarkan produk

6. Membuat Desain yang Unik

Tujuan dari subdomain adalah untuk membuat desain yang berbeda dan individual. Dengan menggunakan subdomain, Anda dapat menyesuaikan berbagai bagian situs web dengan tata letak, warna, dan konten yang unik.

Hal ini memungkinkan Anda menciptakan pengalaman merek yang kohesif sekaligus menawarkan variasi dan fleksibilitas.

Subdomain dapat digunakan untuk membuat halaman terpisah untuk produk atau layanan yang berbeda, atau untuk membuat bagian yang berbeda untuk audiens atau wilayah yang berbeda.

Dengan subdomain, Anda memiliki kebebasan untuk mendesain dan menyesuaikan setiap bagian situs web Anda untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi spesifik audiens target Anda.

7. Meningkatkan Pengaturan Situs Web

Subdomain memiliki peran penting dalam meningkatkan organisasi situs web. Dengan membuat bagian yang berbeda dalam situs web, subdomain memungkinkan kategorisasi dan navigasi yang lebih baik.

Setiap subdomain dapat didedikasikan untuk topik atau fungsi tertentu, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan informasi yang relevan.

Selain itu, subdomain dapat membantu meningkatkan pengoptimalan mesin pencari dengan memberikan sinyal yang jelas kepada mesin pencari tentang konten dan tujuan setiap bagian.

Dengan situs web yang terorganisir dengan baik, pengguna dapat dengan cepat menemukan informasi yang mereka butuhkan, sehingga menghasilkan pengalaman yang lebih efisien dan ramah pengguna.

Apa Kelebihan Subdomain?

Subdomain menawarkan beberapa keuntungan dalam hal mengatur dan mengelola situs web Anda. Berikut beberapa kelebihan subdomain yang akan Anda dapatkan:

1. Tidak Mengeluarkan Biaya Tambahan

Subdomain menawarkan berbagai manfaat. Salah satu keuntungannya adalah tidak ada biaya tambahan. Saat Anda membuat subdomain, Anda dapat memperluas kemampuan situs web Anda tanpa memerlukan sumber daya keuangan tambahan.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengatur dan mengelola berbagai bagian atau fungsi situs Anda secara efisien, tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Dengan memanfaatkan subdomain, Anda dapat meningkatkan kehadiran online Anda dan memberikan pengalaman pengguna yang mulus, sekaligus tetap sesuai dengan anggaran Anda.

2. Nama Subdomain Bisa Disesuaikan

Menggunakan subdomain memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah kemampuan untuk menyesuaikan nama subdomain.

Hal ini memungkinkan Anda membuat identitas yang berbeda dan unik untuk setiap subdomain dalam situs web Anda.

Menyesuaikan nama subdomain dapat membantu dalam branding dan memudahkan pengunjung untuk mengingat dan mengakses bagian atau fungsi tertentu di situs Anda.

Memiliki nama subdomain yang disesuaikan juga memberikan fleksibilitas dan pengaturan, karena Anda dapat menyesuaikan subdomain untuk mencerminkan tujuan atau kontennya.

3. Fitur-Fiturnya yang Diberikan Memiliki Kesamaan dengan Domain Utama

Subdomain menawarkan fitur yang serupa dengan domain utama, sehingga memberikan beberapa keuntungan.

Dengan menggunakan subdomain, Anda dapat membuat situs web terpisah dengan konten dan desainnya sendiri, namun tetap mendapatkan manfaat dari otoritas dan visibilitas domain utama.

Hal ini memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens tertentu atau menawarkan produk atau layanan yang berbeda tanpa mengorbankan keseluruhan merek dan reputasi domain utama.

Subdomain juga memudahkan pengaturan dan pengelolaan berbagai bagian atau cabang situs web.

Perbedaan Subdomain dan Subdirektori

Bahwasannya untuk mengatur situs web, Anda memiliki dua pilihan yang tersedia yaitu subdomain dan subdirektori.

Keduanya memiliki tujuan untuk membagi konten Anda ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan utama.

Subdomain seperti situs web terpisah di dalam domain utama Anda. Subdomain memiliki URL uniknya sendiri dan dapat diperlakukan sebagai entitas independen.

Misalnya, jika situs web utama Anda adalah example.com, subdomain dapat berupa blog.example.com.

Selain itu, subdirektori adalah folder yang terletak di dalam domain utama.Subdirektori ditambahkan ke URL utama dan membantu mengatur konten Anda. Misalnya, jika situs web utama Anda adalah example.com, subdirektori dapat berupa example.com/blog.

Menurut sumber dari seo.london, bahwa subdirektori bisa dimanfaatkan di dunia blog, karena mesin telusur ini membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan blog Anda jika Anda menempatkannya di subdomain.

Ketika berbicara tentang subdirektori, mesin pencari menganggap subdomain sebagai entitas yang berbeda. Meskipun mereka merayapi situs web Anda, mereka mungkin tidak akan menemukan blog Anda kecuali Anda memberikan tautan.

Membuat blog di dalam subdirektori adalah cara yang paling efektif untuk memastikan perayapan dan pengindeksan yang lebih cepat.

Lalu, apa bedanya? Subdomain paling baik digunakan saat Anda memiliki bagian berbeda dari situs web yang memerlukan branding atau fungsionalitas terpisah.

Subdomain dapat berguna untuk membuat versi bahasa yang berbeda dari situs Anda atau untuk meng-hosting blog terpisah.

Sebaliknya, subdirektori berguna untuk mengatur konten dalam satu situs web.

Subdirektori dapat membantu SEO dengan mengkonsolidasikan semua konten Anda dalam satu domain. Subdirektori juga memudahkan pengguna untuk menavigasi situs Anda dan memahami strukturnya.

Intinya, subdomain seperti situs web yang terpisah, sedangkan subdirektori adalah folder di dalam situs web utama Anda. Pilihan di antara keduanya tergantung pada kebutuhan dan tujuan spesifik Anda.

Perbedaan Subdomain dan Subdirektori

Perbedaan Subdomain, Add-on Domain, dan Parked Domain

Subdomain, Add-on Domain, dan Parked Domain merupakan cara yang berbeda untuk mengatur dan mengelola situs web Anda.

Setiap opsi memiliki tujuan yang unik dan memahami perbedaannya dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat untuk kehadiran online Anda.

Ssuai penjelasan diatas, bahwa subdomain ini seperti situs web terpisah di dalam situs web utama Anda. Subdomain memungkinkan Anda membuat bagian atau kategori baru di bawah domain utama.

Sebagai contoh, jika domain utama Anda adalah “example.com”, Anda dapat membuat subdomain seperti “blog.example.com” atau “shop.example.com”.

Subdomain biasanya digunakan untuk mengatur berbagai bagian situs web atau membuat situs web terpisah dengan konten uniknya sendiri.

Di sisi lain, Add-on Domains seperti situs web terpisah dengan nama domainnya sendiri, tetapi di-host di bawah akun hosting utama Anda. Artinya, Anda bisa memiliki beberapa situs web dengan nama domain berbeda, semuanya dikelola dari satu akun hosting.

Misalnya, jika domain utama Anda adalah “example.com”, Anda dapat menambahkan domain tambahan seperti “anotherexample.com”.

Add-on Domain berguna saat Anda ingin memiliki beberapa situs web tetapi tidak ingin membayar akun hosting terpisah untuk masing-masing situs web.

Sebaliknya, Parked Domains adalah domain tambahan yang mengarah ke situs web utama Anda.

Domain ini tidak memiliki konten unik atau bagian yang terpisah. Sebaliknya, ketika seseorang mengunjungi domain yang diparkir, mereka akan diarahkan ke situs web utama Anda.

Hal ini dapat berguna jika Anda memiliki beberapa nama domain yang ingin diarahkan ke satu situs web.

Misalnya, jika Anda memiliki “example.com” sebagai domain utama dan “example.net” sebagai domain yang diparkir, siapa pun yang mengunjungi “example.net” akan secara otomatis dialihkan ke “example.com.”

Intinya, Subdomain digunakan untuk membuat bagian atau situs web terpisah di dalam domain utama Anda, Add-on Domain memungkinkan Anda meng-host beberapa situs web dengan nama domain berbeda dalam satu akun hosting, dan Parked Domain merupakan nama domain tambahan yang mengarahkan ke situs web utama Anda.

Memahami perbedaan ini dapat membantu Anda memilih opsi yang tepat untuk kebutuhan situs web Anda.

Apa Saja Jenis Subdomain?

Subdomain dapat digunakan sebagai alat bantu yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsionalitas dan pengaturan situs web Anda.

Berikut, ada beberapa jenis subdomain yang bisa Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik Anda:

1. Subdomain blog: Jika situs web Anda memiliki bagian blog, Anda dapat membuat subdomain terpisah untuk blog Anda.Hal ini dapat membantu pengunjung dalam menavigasi ke blog Anda dan juga dapat berkontribusi pada tujuan SEO.

2. Subdomain toko: Jika Anda memiliki toko online, membuat subdomain untuk toko Anda dapat membantu dalam pengorganisasian dan memudahkan pelanggan untuk menemukan dan menelusuri produk Anda.

3. Subdomain bahasa: Jika Anda memiliki situs web multibahasa, Anda dapat membuat subdomain untuk setiap bahasa. Hal ini dapat membantu pelokalan dan dapat meningkatkan pengalaman pengguna bagi pengunjung yang berbicara dalam berbagai bahasa.

4. Menguji subdomain: Jika Anda ingin menguji fitur baru atau perubahan pada situs web Anda, membuat subdomain khusus untuk pengujian dapat berguna. Dengan cara ini, Anda dapat melakukan perubahan dan bereksperimen tanpa mempengaruhi situs web utama Anda.

5. Subdomain seluler: Jika Anda memiliki versi seluler yang terpisah dari situs web Anda, Anda dapat membuat subdomain khusus untuk pengguna seluler. Hal ini dapat mengoptimalkan pengalaman pengguna untuk pengunjung seluler dan membuat situs web Anda lebih mudah diakses di perangkat seluler.

6. Promo: Jenis subdomain ini dapat digunakan untuk menampilkan promosi di situs web Anda, membuatnya lebih eksklusif dan membantu pengunjung dengan mudah menemukan informasi tentang promosi yang tersedia.

7. Katalog:Jika Anda memiliki halaman katalog produk dan ingin meningkatkan skor SEO, pertimbangkan untuk menggunakan jenis subdomain ini.Penting untuk menyertakan kata kunci yang relevan dan sesuai dalam informasi selengkap mungkin.

8. Events: Subdomain “Event” biasanya digunakan untuk berbagi informasi tentang acara yang akan datang atau yang sedang berlangsung, biasanya dimiliki oleh merek atau komunitas.

Pilihan jenis subdomain tertentu akan bervariasi berdasarkan kebutuhan dan tujuan situs web Anda.

Contoh Subdomain

Dalam dunia situs web, subdomain memainkan peran penting dalam mengatur dan mengelompokkan konten.

Berikut ini, ada beberapa contoh subdomain yang pernah kamu akses.

Google Image

URL untuk Google Images terdiri dari domain google.com, subdomain images.google.com, dan ekstensi domain .com.Situs ini berfokus pada koleksi gambar Google.

google image

Youtube Music

YouTube menyediakan berbagai layanan, termasuk YouTube Kids, YouTube Music, YouTube Creator Studio, YouTube TV, YouTube Go, dan lainnya, sama seperti Google.

Contoh gambar di atas menunjukkan bahwa musik youtube menyertakan domain youtube.com dan subdomain https://music.youtube.com/.

Developer Facebook

Situs pengembang Facebook juga akan membahas topik-topik pengembang di platform Facebook, sementara situs ini berfungsi sebagai wadah bagi para pengembang untuk terhubung satu sama lain.

Domain situs ini adalah facebook.com dan subdomainnya adalah https://developers.facebook.com/.

Nah, itu dia penjelasan mengenai subdomain. Semoga bermanfaat!

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like