Business Analyst adalah: Jenis dan 8 Cara Melakukannya

Tujuan setiap perusahaan adalah menawarkan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna. Meskipun demikian, mungkin terdapat perbedaan perspektif mengenai kebutuhan pengguna antara perusahaan dan pengguna itu sendiri.

Pemanfaatan teknologi dan data dalam bisnis akan membantu perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat, serta mengembangkan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Nah, untuk permintaan pekerjaan data dan bisnis sendiri saat ini telah meningkat di berbagai perusahaan, termasuk business analyst.

Business analyst adalah untuk menjembatani kesenjangan antara TI dan bisnis menggunakan analitik data untuk menilai proses, menentukan persyaratan, dan memberikan rekomendasi dan laporan berbasis data kepada eksekutif dan pemangku kepentingan.

Jika Anda ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik, maka penting bagi Anda memahami jenis lainnya yang termasuk dari business analyst, bagaimana cara melakukannya, serta mengetahui apa saja tugas dari seorang business analyst. Yuk simak artikel ini!

Business Analyst Adalah

International Institute of Business Analyst mendefinisikan analisis bisnis sebagai metode untuk mengimplementasikan dan mengawasi perubahan di dalam organisasi, terlepas dari status laba atau industrinya.

Sudah tau belum bahwa, salah satu jenis business analyst yaitu dengan analisis SWOT.

Analisis SWOT merupakan alat yang dapat membantu Anda untuk menganalisis apa yang terbaik yang akan dilakukan perusahaan Anda saat ini, dan menyusun strategi sukses untuk masa depan.

Bagi Anda yang memiliki pengalaman dalam memulai bisnis mulai dari 0 mungkin sudah tidak asing lagi dengan analisis SWOT.

SWOT sendiri singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats, sehingga analisis SWOT adalah teknik untuk menilai keempat aspek bisnis Anda ini.

Berbagai jenis analisis bisnis tersedia untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda.

Proses analisis bisnis melibatkan identifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dalam organisasi atau perusahaan dan mengembangkan solusi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan.

Kemudian, analisis bisnis sendiri termasuk proses penting yang dilakukan oleh organisasi dan perusahaan untuk memeriksa secara menyeluruh semua aspek operasi mereka dan mengembangkan strategi dengan tujuan pengembangan.

Tujuan utama dari analisis bisnis adalah untuk menilai efektivitas strategi dalam memenuhi tujuan bisnis.

Pengertian Business Analyst

Apa Saja yang Termasuk Analisis Bisnis?

Terdapat beberapa jenis business analyst lainnya, seperti BPM, SWOT, MOST, CATWOE, PESTLE, dan Six Hats Thinking. Metode-metode perencanaan ini dapat diterapkan secara luas di berbagai industri dan proyek.

Strategi ini dapat membantu mempertahankan kesuksesan perusahaan atau organisasi Anda dalam jangka panjang, mulai dari meningkatkan efisiensi hingga menyelaraskannya tujuan perusahaan.

Nah, berikut ini jenis-jenis dari analisis bisnis (business analyst), dlansir dari sumber mind manager:

1. Business Process Modeling (BPM)

Teknik ini, juga dikenal sebagai pemetaan proses bisnis, menciptakan representasi visual dari prosedur yang akan digunakan oleh perusahaan.

Melalui proses visualisasi, tim dan analis dapat mengamati masalah potensial dan menunjukkan area yang mungkin kurang efisien.

Dengan menerapkan strategi untuk mengatasi kekurangan yang teridentifikasi ini, model ini dapat diuji untuk membantu Anda dalam menentukan dampaknya terhadap proses yang akan ditargetkan, serta potensi hambatan yang mungkin timbul di area lain.

Nah, adapun langkah-langkah dari jenis BPM ini:

  • Perencanaan strategis – Mulailah dengan meneliti dan memahami proses dan masalah yang akan Anda selesaikan. Temukan semua yang terlibat sebelum membuat model Anda.
  • Analisis Model Bisnis – Kembangkan model, seperti pemetaan pikiran, bagan alur, atau pembuatan diagram dari proses bisnis dengan informasi yang diperoleh pada langkah pertama. Analisis visual ini dan gunakan untuk memandu strategi Anda.
  • Tentukan dan rancang prosesnya – Buatlah solusi yang Anda butuhkan dan terapkan pada model.
    Analisis Teknis ini bertujuan untuk solusi bisnis yang kompleks, kemudian gunakan visualisasi Anda untuk menganalisis dan meningkatkan solusi.

Contoh analisis bisnis: BPM

Jika sebuah perusahaan mengubah cara mereka menghasilkan produk tertentu, teknik ini dapat membantu mereka memahami bagaimana cara menyesuaikan elemen tersebut agar dapat memengaruhi orang lain.

Seperti halnya pada teori, mereka dapat menggunakan aliran visual untuk menunjukkan dengan tepat hambatan dan area perbaikan.

Business Process Modeling

2. Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT)

Teknik ini melibatkan identifikasi empat elemen, yaitu faktor internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan faktor eksternal (Ancaman dan Peluang).

Jenis analisis bisnis yang paling populer ini adalah SWOT, karena SWOT mendorong pengambilan keputusan di setiap bidang bisnis.

Adapun langkah-langkah dari jenis SWOT ini:

  • Kekuatan (Strengths) – Proses, sumber daya, dan faktor lain apa yang memberi kita keunggulan dibandingkan pesaing?
  • Kelemahan (Weaknesses) – Apa yang menghambat kita untuk berbuat lebih baik dan berkembang?
  • Peluang (Opportunities) – Apa yang terjadi di luar bisnis yang dapat kita gunakan untuk keuntungan kita?
  • Ancaman (Threats) – Faktor eksternal apa yang dapat membatasi atau merusak kesuksesan kita?

Contoh analisis bisnis: SWOT

Anda dapat menerapkan teknik ini pada ulasan kinerja, dengan menggunakan informasi yang Anda peroleh untuk membantu karyawan melakukan peningkatan dan merayakan kekuatan.

3. Mission, Objectives, Strategies, and Tactics (MOST)

Jika Anda ingin memastikan perusahaan Anda mempertahankan tujuan utamanya melalui setiap keputusan dan transisi,

Jenis MOST ini adalah taktik terbaik yang bisa Anda gunakan. Dengan menganalisis bisnis Anda berdasarkan elemen-elemen berikut, Anda dapat mengubah tujuan gambaran besar menjadi tindakan yang dapat dicapai.

Nah, berikut elemen-elemen MOST yang perlu Anda ketahui:

  • Misi – Tujuan menyeluruh Anda yang menentukan semua yang Anda lakukan.
  • Tujuan – Sasaran yang diperlukan untuk mencapai misi Anda.
  • Strategi – Apa yang perlu Anda lakukan untuk mencapai tujuan Anda.
  • Taktik – Bagaimana setiap orang dalam organisasi dapat menjalankan strategi Anda.

Adapun langkah-langkah dari jenis MOST, yaitu:

Mulai dari atas ke bawah, tentukan keempat elemen ini untuk bisnis Anda. Kemudian, gunakan untuk membuat proses yang memprioritaskan tujuan utama Anda di seluruh organisasi.

Contoh analisis bisnis: MOST

Saat melakukan rebranding perusahaan, teknik MOST membantu Anda menemukan dan menyempurnakan inti organisasi Anda. Anda dapat menyelaraskan kembali proses, produk, dan upaya pemasaran untuk mencerminkan tujuan Anda dengan lebih akurat.

Jika perusahaan Anda menyimpang dari nilai-nilai utama ini atau beralih ke yang baru, MOST akan membantu Anda mendefinisikan pandangan dan tujuan Anda dengan jelas.

4. Customers, Actors, Transformation, Worldview, Owner, Environmental constraints (CATWOE)

Sudut pandang pemangku kepentingan individu Anda memengaruhi tujuan dan proses Anda. Setiap perubahan juga memengaruhi semua pemangku kepentingan Anda.

Dengan CATWOE, Anda dapat memahami bagaimana tindakan apa pun memengaruhi organisasi, pelanggan, kepemimpinan, dan lainnya.

Adapun langkah-langkah dari jenis CATWOE, tapi teknik ini harus digunakan pada awal proyek atau proses menyusun strategi. Mulailah dengan mendefinisikan pihak-pihak ini dan ajukan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Customers –Siapa yang diuntungkan dari pekerjaan dan produk Anda? Bagaimana solusi atau masalah yang diusulkan untuk memengaruhi mereka.
  • Actors – Siapa yang terlibat langsung dalam proses ini? Bagaimana mereka akan mempengaruhinya?
  • Transformation – Apa perubahan utama yang akan terjadi dengan menerapkan solusi atau prosedur baru ini?
  • Worldview – Bagaimana perubahan ini akan memengaruhi misi dan gambaran besar organisasi?
  • Owner– Siapa yang bertanggung jawab atas sistem yang terpengaruh dan bagaimana hubungannya dengan itu?
  • Environmental constraints – Pada setiap tingkat, batasan apa yang memengaruhi solusi?

Setelah Anda memiliki jawaban ini, gunakan untuk memandu strategi dan solusi akhir Anda.

Contoh analisis bisnis: CATWOE

Jika perusahaan pengembang ingin membangun pusat perbelanjaan baru, mereka dapat menggunakan teknik ini untuk memahami dampaknya terhadap perusahaan, pelanggan masa depan mereka, dan orang-orang yang tinggal di komunitas sekitar.

Jenis CATWOE

Keputusan dan perubahan tidak dibuat dalam ruang hampa. PESTLE mengidentifikasi faktor-faktor luar yang akan memengaruhi keputusan yang dibuat dalam suatu organisasi, serta bagaimana perubahan perusahaan akan memengaruhi faktor lainnya.

Teknik ini memungkinkan bisnis Anda untuk merencanakan potensi ancaman yang mungkin berkembang dan menyusun strategi untuk meraih peluang baru.

Adapun langkah-langkah dari jenis PESTLE, yaitu

  • Politik – Bagaimana kebijakan, prakarsa, dan dukungan keuangan pemerintah memengaruhi bisnis Anda dan solusi yang Anda usulkan?
  • Ekonomis – Apa saja iklim ekonomi dan bagaimana dampaknya terhadap Anda?
  • Sosial – Bagaimana tren dan sikap Anda terkait populasi, media, budaya, gaya hidup, dan pendidikan yang memengaruhi bisnis Anda?
  • Teknologi – Berapa tingkat perkembangan teknologi, khususnya untuk informasi dan komunikasi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap perubahan Anda?
  • Hukum – Apakah peraturan lokal dan nasional serta standar ketenagakerjaan memengaruhi pekerjaan Anda? Bagaimana solusinya?
  • Lingkungan – Apakah faktor cuaca, polusi, limbah, dan daur ulang menjadi perhatian organisasi Anda? Laluu, apa dampaknya?

Gunakan informasi ini untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman dan peluang yang mungkin memengaruhi performa berkelanjutan bisnis Anda.

Contoh analisis bisnis: PESTLE

Saat menggunakan teknik SWOT untuk mengevaluasi arah dan masa depan perusahaan Anda, Anda dapat menggunakan PESTLE untuk mengembangkan dan menganalisis setiap elemen proses.

Hal ini akan membantu Anda menciptakan pemahaman yang lebih rinci tentang bisnis Anda, terutama mengenai ancaman dan peluang.

6. Six Thinking Hats

Seringkali, tim kekurangan sudut pandang yang cukup beragam untuk menemukan dan memahami masalah yang menghalangi mereka untuk mencapai kesuksesan penuh.

Dengan teknik Six Thinking Hats, Anda dapat menggunakan berbagai cara berpikir untuk mengungkap perspektif baru. Menggunakan wawasan baru ini selama sesi curah pendapat dapat mengasah ide tim Anda untuk hasil yang lebih baik.

Contoh analisis bisnis: Six Thinking Hats

Lain kali jika Anda merasa proyek Anda membutuhkan pandangan baru, kumpulkan tim Anda untuk sesi curah pendapat Six Thinking Hats. Anda akan dapat melihat pekerjaan Anda dalam cahaya baru dan menemukan cara untuk meningkatkan.

Tidak ada teknik yang “benar” untuk analisis bisnis.

Manfaatkan taktik-taktik ini sesuai dengan tujuan Anda, dan pertimbangkan untuk menggabungkannya untuk mengatasi masalah tertentu. Dengan melihat perusahaan Anda dari berbagai perspektif, Anda dapat mengidentifikasi resolusi yang paling menguntungkan.

Kenapa Perlu Dilakukan Business Analyst?

Pentingnya melakukan analisis bisnis bagi sebuah perusahaan. berikut alasannya:

1. Untuk Menentukan Persyaratan Proyek

Selama tahap awal proyek, analis bisnis berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan utama untuk memahami persyaratan bisnis secara komprehensif dan menetapkan visi dan tujuan proyek.

Analisis bisnis melibatkan pengumpulan masukan dan umpan balik dari para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan.

Nah, untuk kegiatan yang umum dilakukan meliputi:

  • Wawancara baik sacara individu maupun kelompok mengenai kekhawatiran para pemangku kepentingan.
  • Mengelola survei.
  • Memeriksa dokumen.
  • Prototyping.
Untuk Menentukan Persyaratan Proyek

2. Menghubungkan dan Memfasilitasi Komunikasi Antara Berbagai Pemangku Kepentingan

Tanggung jawab penting seorang analis bisnis adalah meningkatkan komunikasi dengan menjadi penghubung antara pemangku kepentingan dan tim pengembangan.

Seorang analis bisnis memastikan bahwa persyaratan pemangku kepentingan diterjemahkan untuk developer dan mengkomunikasikan kekhawatiran atau potensi masalah kepada pemangku kepentingan mengenai proyek tersebut.

3. Penerapan dan Pengujian Sebuah Proyek

Analisis bisnis adalah komponen penting dalam implementasi proyek, terutama ketika melibatkan pengembangan dan pengujian.

Selama fase pengembangan, solusi perangkat lunak harus dipersiapkan dan diimplementasikan untuk memenuhi persyaratan bisnis.

Setelah itu, analis bisnis akan berkolaborasi dengan tim penguji untuk menilai kemajuan perangkat lunak yang sedang dibuat.

4. Menjadi Pertimbangan Strategi Perusahaan

Analisis bisnis juga mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, termasuk unsur politik, sosial, teknologi, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi strategi organisasi.

Tujuannya adalah untuk memprediksi hasil potensial yang dihasilkan dari perubahan strategi perusahaan. Jika perlu, modifikasi pada tingkat proyek yang akan diperlukan.

Ketika teknologi berubah di pasar, strategi pengembangan produk harus beradaptasi, dan tujuan proyek mungkin perlu disesuaikan agar selaras dengan perubahan ini. Sudah tau kan analisis bisnis ini sangat penting bagi perusahaan.

Untuk memberikan kejelasan, berikut ini terdapat ilustrasi pelaksanaan analisis bisnis:

Pada perusahaan ritel sendiri akan dihitung harga jual untuk beberapa produk.

Nah, business analyst sendiri bertugas menganalisis kumpulan data agar bisa menentukan kisaran harga yang optimal bagi pelanggan dan membeli produk.

Setelah menyelesaikan analisis bisnis melalui metode machine learning, analis bisnis melanjutkan untuk membuat penawaran kepada pelanggan dan mendistribusikan kupon untuk meningkatkan minat pelanggan dalam melakukan pembelian.

Bagaimana Cara Melakukan Business Analyst yang Sukses?

Terdapat 8 cara yang harus Anda ikuti untuk business analyst yang sukses, yaitu sebagai berikut:

1. Berorientasi dengan Baik

Dalam beberapa kasus, analis mungkin akan terlibat setelah proyek dimulai. Untuk memastikan orientasi yang tepat, sangat penting untuk menyediakan waktu yang cukup bagi analis.

Mengumpulkan informasi dasar mengenai ruang lingkup, persyaratan, dan tujuan bisnis sangat penting sebelum melanjutkan dengan analisis lebih lanjut.

Adapun tugas-tugas yang harus menajadi fokus utama dalam cara ini yaitu:

  • Menguraikan dan mengklarifikasi peran Anda sebagai business analyst
  • Menentukan siapa sebenarnya pemangku kepentingan utama
  • Menciptakan pemahaman yang jelas tentang proyek dan riwayat proyek
  • Memahami sistem dan proses yang ada di tempat

2. Identifikasi Tujuan Utama Bisnis

Sebagian besar proses analisis bisnis dimulai dengan menentukan ruang lingkup. Sangat penting untuk memahami kebutuhan keseluruhan bisnis sebelum menentukan ruang lingkup proyek yang sebenarnya.

Adapun tanggung jawab yang harus Anda lakukan dalam cara ini :

  • Mengidentifikasi ekspektasi pemangku kepentingan utama
  • Menggabungkan setiap harapan yang saling bertentangan dan menciptakan pemahaman bersama tentang tujuan
  • Pastikan bahwa semua tujuan bisnis jelas dan dapat dicapai
  • Memastikan tujuan bisnis menetapkan tahapan untuk menentukan ruang lingkup dengan sukses
Identifikasi Tujuan Utama Bisnis

3. Tentukan Ruang Lingkup

Sangat penting untuk mendefinisikan pernyataan yang lengkap dan jelas sebagai ruang lingkup. Cakupan ini akan menjadi konsep utama ke depan, membantu tim memahami dan menyadari dengan tepat apa yang dibutuhkan bisnis.

Penting untuk diperhatikan bahwa ruang lingkup bukanlah rencana implementasi, ini hanyalah panduan yang merinci semua langkah proses analisis bisnis.

Tanggung jawab utama dalam tahap ini yaitu:

  • Tentukan metode solusi yang membantu Anda menemukan sifat dan tingkat perubahan teknologi dan proses yang harus dilakukan
  • Buat draf pernyataan yang jelas tentang ruang lingkup Anda dan tinjau dengan para pemangku kepentingan
  • Konfirmasi kasus bisnis

4. Buat Rencana Bisnis Anda

Rencana bisnis bertujuan untuk membantu memberikan kejelasan pada keseluruhan proses analisis bisnis. Rencana ini harus menjawab beberapa pertanyaan.

Nah, adapun tanggung jawab dalam fase ini yaitu:

  • Memilih bentuk yang paling tepat dari kiriman
  • Menentukan daftar kiriman tertentu, yang mencakup ruang lingkup dan mengidentifikasi pemangku kepentingan
  • Membuat garis waktu untuk menyelesaikan kiriman tersebut

5. Tentukan dan Detailkan Persyaratan

Penting untuk memiliki persyaratan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. Persyaratan terperinci akan membantu menyediakan tim implementasi dengan semua informasi yang mereka butuhkan untuk menemukan solusi yang dapat digunakan.

Tanggung jawab utama dalam tahap ini adalah:

  • Mengumpulkan dan menyusun informasi
  • Menganalisis informasi dan menggunakannya untuk membuat draf pertama
  • Meninjau dan memvalidasi kiriman ditetapkan
  • Ajukan pertanyaan untuk mengisi kekosongan

6. Mendukung Pelaksanaan Teknis

Tim implementasi teknis bertanggung jawab untuk membangun, menyesuaikan, dan menerapkan perangkat lunak pada suatu proyek. Untuk tugas mereka yaitu:

  • Menilai dan meninjau solusi akhir
  • Memperbarui dokumen persyaratan
  • Bekerja dengan profesional jaminan kualitas, memastikan mereka mengetahui pentingnya persyaratan teknis
  • Mengelola perubahan kebutuhan
  • Memimpin pengujian penerimaan pengguna jika memungkinkan

7. Membantu Perusahaan Menerapkan Solusi

Langkah terakhir ini sangat penting untuk mendukung bisnis. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua anggota siap menerima setiap perubahan.

Adapun cara untuk melakukannya pada tahap ini yaitu:

  • Menganalisis dan mengembangkan dokumentasi prosedur bisnis sementara, menyatakan perubahan apa yang harus dilakukan
  • Melatih pengguna akhir, memastikan mereka memahami semua proses dan perubahan prosedur
    Bekerja sama dengan pengguna bisnis
Membantu Perusahaan Menerapkan Solusi

8. Nilai-Nilai yang Diciptakan oleh Solusi

Proses ini melibatkan beberapa langkah dan mencakup diskusi mengenai detail spesifik dan hasil bisnis secara keseluruhan.

Hubungan ini dibangun saat masalah dipecahkan dan perubahan dilakukan. Sangat penting untuk berhenti dan menilai nilai yang diciptakan oleh solusi.

Tanggung jawab utama dalam langkah ini yaitu:

  • Mengevaluasi kemajuan aktual
  • Menginformasikan sponsor proyek, tim dan anggota lain dari perusahaan hasil
  • Mengusulkan tindak lanjut

Tanggung Jawab dan Deskripsi Pekerjaan

Peran analis bisnis sendiri melibatkan peningkatan efisiensi dan penguatan proses bisnis, serta berkolaborasi dengan kolega di berbagai tingkat organisasi agar dapat mengumpulkan wawasan dan membantu dalam implementasi modifikasi.

Nah, berikut ini kami akan menjelaskan berbagai macam tanggung jawab atau deskripsi dari seorang business analyst:

1. Membuat Analisis Bisnis

Menganalisis bisnis bisa menjadi tugas yang menakutkan, tetapi ini adalah bagian penting untuk mencapai kesuksesan. Untuk memulainya, Anda perlu memahami tujuan dan sasaran perusahaan.

Apa yang ingin dicapai oleh perusahaan, dan langkah apa yang mereka ambil untuk mencapainya? Setelah Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang visi perusahaan, Anda dapat mulai melihat angka-angka.

Analisis keuangan adalah komponen penting dari setiap analisis bisnis. Anda perlu memahami aliran pendapatan, pengeluaran, dan margin keuntungan perusahaan.

Hal ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kesehatan keuangan perusahaan dan membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Aspek penting lainnya dari analisis bisnis adalah memahami pasar. Apa yang dilakukan pesaing perusahaan, dan bagaimana mereka membedakan diri mereka sendiri?

Tren apa yang membentuk industri, dan bagaimana perusahaan dapat tetap menjadi yang terdepan? Memahami pasar adalah kunci untuk mengembangkan strategi bisnis yang sukses.

Terakhir, Anda perlu melihat operasi internal perusahaan. Apakah ada inefisiensi atau hambatan yang menghambat produktivitas?

Apakah karyawan dilatih dan dimotivasi dengan baik? Apakah perusahaan menggunakan teknologi dan alat terbaru untuk merampingkan proses? Ini semua adalah pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab untuk memastikan perusahaan beroperasi pada efisiensi puncak.

Intinya, analisis bisnis adalah proses yang kompleks yang membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang tujuan, keuangan, pasar, dan operasi internal perusahaan.

Dengan melakukan pendekatan holistik terhadap analisis, Anda dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi yang akan membuat perusahaan sukses.

2. Mengidentifikasi Kebutuhan Bisnis

Mengidentifikasi kebutuhan bisnis Anda sangat penting untuk keberhasilannya. Penting untuk memahami apa yang dibutuhkan bisnis Anda agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

Salah satu cara untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis Anda adalah dengan melakukan analisis menyeluruh terhadap operasi Anda saat ini. Hal ini termasuk memeriksa keuangan, proses, dan personel Anda.

Metode lainnya adalah dengan mengumpulkan umpan balik dari karyawan dan pelanggan Anda. Mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang area yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan.

Penting juga untuk selalu mengikuti perkembangan tren dan kemajuan industri. Hal ini dapat membantu Anda mengidentifikasi kebutuhan dan peluang yang muncul untuk pertumbuhan.

Setelah Anda mengidentifikasi kebutuhan bisnis Anda, penting untuk memprioritaskan kebutuhan tersebut berdasarkan dampaknya terhadap operasi dan tujuan Anda secara keseluruhan.

Mengatasi kebutuhan yang paling penting terlebih dahulu dapat membantu memastikan bahwa bisnis Anda tetap kompetitif dan sukses.

Ingat, mengidentifikasi kebutuhan bisnis Anda adalah proses yang berkelanjutan. Hal ini membutuhkan pemantauan dan penyesuaian yang konstan untuk tetap menjadi yang terdepan. Namun dengan melakukan hal tersebut, Anda dapat memposisikan bisnis Anda untuk kesuksesan jangka panjang.

3. Merancang Solusi Teknologi

Sebagai seorang analis bisnis, tanggung jawab utama Anda adalah merancang solusi teknologi yang memenuhi kebutuhan organisasi Anda.

Hal ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang proses bisnis dan sistem yang ada, serta kemampuan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Peran Anda harus melibatkan pengumpulan persyaratan dari para pemangku kepentingan dan menerjemahkannya ke dalam spesifikasi fungsional untuk tim pengembangan. Anda harus memastikan bahwa solusi tersebut selaras dengan strategi dan tujuan bisnis secara keseluruhan.

Komunikasi dan kolaborasi yang efektif dengan tim dan departemen yang berbeda sangat penting dalam proses ini.

Anda harus dapat menjembatani kesenjangan antara bisnis dan teknologi, dan memfasilitasi diskusi untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.

Setelah solusi dirancang, Anda juga harus memastikan bahwa solusi tersebut diimplementasikan dengan benar dan memenuhi hasil yang diinginkan.

Hal ini melibatkan pengujian dan jaminan kualitas, serta memberikan dukungan dan pelatihan kepada pengguna.

Sebagai seorang analis bisnis, Anda juga bertanggung jawab untuk selalu mengikuti perkembangan tren dan kemajuan teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi peluang baru untuk inovasi dan peningkatan dalam organisasi.

Merancang Solusi Teknologi

4. Membuat Anggaran dan Ekspektasi

Sebagai seorang analis bisnis, salah satu tanggung jawab utama Anda adalah membuat anggaran dan ekspektasi. Hal ini melibatkan analisis data keuangan, memperkirakan tren masa depan, dan membuat keputusan yang tepat tentang alokasi sumber daya.

Penting untuk memiliki pemahaman menyeluruh tentang tujuan dan sasaran perusahaan untuk membuat anggaran dan ekspektasi yang akurat. Hal ini membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan di seluruh organisasi.

Selain membuat anggaran dan ekspektasi, penting juga untuk memantau dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan. Kemudian, Anda juga akan membutuhkan analisis data keuangan dan tren pasar yang berkelanjutan, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan keadaan yang berubah.

Sebagai seorang analis bisnis, Anda akan memainkan peran penting dalam memastikan kesuksesan finansial perusahaan. Dengan membuat anggaran dan ekspektasi yang realistis, serta memantaunya dengan cermat, Anda membantu memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif dan efisien.

5. Memonitoring

Sebagai seorang analis bisnis, tanggung jawab utama Anda adalah memantau dan menganalisis proses dan sistem bisnis. Anda perlu mengidentifikasi area di mana perbaikan dapat dilakukan, dan membuat rekomendasi untuk perubahan yang akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Tugas Anda adalah mengumpulkan dan menganalisis data, dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk membuat laporan yang dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan yang tepat.

Anda juga harus mampu mengomunikasikan data yang kompleks dengan cara yang mudah dipahami, dan menyajikan temuan Anda dengan cara yang jelas dan ringkas.

Kemudian, juga mampu bekerja sama dengan anggota tim bisnis lainnya, termasuk manajer proyek, pengembang, dan pemangku kepentingan, serta membangun dan memelihara hubungan, dan mampu bekerja secara kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama.

Selain kemampuan analisis, Anda juga harus memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat. Anda harus mampu mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi yang efektif dan efisien. Anda harus mampu berpikir kreatif dan mampu beradaptasi dengan keadaan yang berubah-ubah.

Terakhir, sebagai seorang analis bisnis, Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses dan sistem bisnis berjalan dengan lancar dan efisien. Tak hanya itu, Anda dapat bekerja secara mandiri, tetapi juga bertanggung jawab kepada tim dan bisnis secara keseluruhan.

6. Mengembangkan Rencana Pengujian

Mengembangkan rencana pengujian adalah tanggung jawab penting seorang analis bisnis. Rencana ini menguraikan proses pengujian dan memastikan bahwa produk berfungsi penuh sebelum dirilis.

Rencana pengujian mencakup tujuan pengujian, ruang lingkup pengujian, pendekatan pengujian, lingkungan pengujian, jadwal pengujian, sumber daya pengujian, dan hasil pengujian.

Sangat penting untuk memastikan bahwa rencana pengujian bersifat komprehensif dan selaras dengan persyaratan proyek. Analis bisnis harus bekerja sama dengan tim pengembangan untuk memastikan bahwa rencana pengujian memenuhi kebutuhan produk.

Selain itu, analis bisnis harus memperbarui rencana pengujian sesuai kebutuhan selama proses pengembangan dan memastikan bahwa rencana tersebut dikomunikasikan secara efektif kepada semua pemangku kepentingan.

Mengembangkan rencana pengujian yang menyeluruh dan dikomunikasikan dengan baik sangat penting untuk keberhasilan proyek pengembangan produk. Analis bisnis memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang diinginkan.

7. Mengevaluasi Rencana dan Program

Sebagai seorang analis bisnis, tanggung jawab utama Anda adalah mengevaluasi rencana dan program. Hal ini melibatkan analisis data, mengidentifikasi tren, dan memberikan wawasan untuk membantu para pengambil keputusan membuat pilihan yang tepat.

Untuk melakukan hal ini secara efektif, Anda harus memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat dan mampu menganalisis informasi yang kompleks.

Anda juga harus merasa nyaman bekerja dengan para pemangku kepentingan di semua tingkat organisasi dan mampu mengkomunikasikan temuan Anda dengan jelas dan ringkas.

Peran Anda sebagai analis bisnis adalah membantu organisasi membuat keputusan yang tepat yang selaras dengan tujuan dan sasarannya. Hal ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan operasinya, serta kemampuan untuk mengidentifikasi peluang untuk perbaikan.

Anda mungkin bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan proses baru yang akan mendorong organisasi ke depan. Karena adanya hal ini membutuhkan sebuah pemahaman yang kuat tentang bisnis dan industri tempat organisasi tersebut beroperasi.

Mengevaluasi Rencana dan Program

8. Closing

Menyelesaikan kesepakatan bisnis adalah tonggak penting bagi seorang analis bisnis yang sukses. Hal ini membutuhkan kombinasi keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman.

Nah, dalam kesepakatan bisnis Anda harus memiliki keterampilan komunikasi yang sangat baik. Anda harus dapat menjelaskan ketentuan kesepakatan dengan jelas dan ringkas kepada semua pihak yang terlibat.

Kemudian, mampu bernegosiasi secara efektif. Hal ini melibatkan pemahaman akan kebutuhan dan motivasi kedua belah pihak dan menemukan solusi yang memuaskan semua pihak.

Selain kemampuan komunikasi dan negosiasi, Anda harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang industri dan pasar. Karena akan mencakup pengetahuan tentang tren, peraturan, dan pesaing.

Tak hanya itu, Anda harus mampu menganalisis data dan membuat keputusan yang tepat. Hal ini melibatkan pengumpulan dan analisis informasi, mengidentifikasi pola, dan membuat rekomendasi berdasarkan temuan Anda.

Terakhir, Anda harus mampu menutup kesepakatan. Hal ini mencakup penyelesaian persyaratan perjanjian, memastikan semua persyaratan hukum terpenuhi, dan mengamankan pendanaan yang diperlukan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai business analyst dan proses dalam melakukan analis bisnis. Dengan begitu akan membantu perusahaan untuk mengambil keputusan.

Business analyst adalah

Business analyst digunakan sebagai metode untuk mengimplementasikan dan mengawasi perubahan di dalam organisasi, terlepas dari status laba atau industrinya.

Tugas business analyst adalah

1. Membuat Analisis Bisnis
2. Mengidentifikasi Kebutuhan Bisnis
3. Merancang Solusi Teknologi
4. Membuat Anggaran dan Ekspektasi
5. Memonitoring
6. Mengembangkan Rencana Pengujian
7. Mengevaluasi Rencana dan Program
8. Closing

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like