cara mengelola keuangan usaha

21 Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Efektif

Mengelola keuangan usaha bukanlah tugas yang mudah, apalagi dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat. Namun, jangan khawatir! Dalam artikel ini, kita akan membahas 21 cara mengelola keuangan usaha yang efektif agar bisnismu tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat.

Cara Mengelola Keuangan Usaha

Nah, sebelum Anda memahami cara mengelola keuangan usaha, Anda harus paham perbedaan antara mengatur keuangan perusahaan dan keuangan pribadi. Apa saja? Mulai dari tujuan keuangan, alokasi dana, dan laporan keuangan. 

Adapun cara untuk mengelola keuangan usaha, yuk simak!

1. Menetapkan Anggaran yang Realistis

Sebuah bisnis tanpa anggaran adalah seperti perahu tanpa kemudi. Tanpa arah yang jelas, bisnismu bisa berlayar ke mana saja tanpa tujuan yang pasti. Mulailah dengan menetapkan anggaran yang realistis.

Menetapkan anggaran yang realistis dalam mengelola keuangan bisnis merupakan langkah yang sangat penting karena:

  • Perencanaan yang Terarah: Anggaran yang realistis membantu dalam perencanaan keuangan yang lebih terarah dan efisien. Dengan menetapkan anggaran yang sesuai dengan kondisi aktual bisnis, Anda dapat merencanakan pengeluaran dan investasi dengan lebih tepat.
  • Pengendalian Keuangan: Anggaran yang realistis membantu dalam pengendalian keuangan karena memungkinkan pemantauan yang lebih baik terhadap pengeluaran dan pemasukan. Ini membantu mencegah pemborosan dan memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
  • Evaluasi Kinerja: Dengan mengukur kinerja keuangan berdasarkan anggaran yang realistis, Anda dapat mengevaluasi seberapa baik bisnis Anda mencapai target keuangan yang telah ditetapkan. Hal ini memungkinkan identifikasi area-area di mana perbaikan diperlukan.
  • Perencanaan Pertumbuhan: Anggaran yang realistis memainkan peran penting dalam merencanakan pertumbuhan bisnis. Dengan anggaran yang akurat, Anda dapat menentukan dana yang diperlukan untuk ekspansi atau diversifikasi usaha Anda.
  • Pemantauan Kesehatan Keuangan: Anggaran yang realistis membantu dalam memantau kesehatan keuangan bisnis secara berkala. Ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan sesuai dengan kondisi pasar atau keadaan internal perusahaan.

Dengan demikian, menetapkan anggaran yang realistis membantu dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih efektif, menjaga keseimbangan keuangan, dan merencanakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pertanyaannya, apa saja biaya yang harus dikeluarkan untuk berbagai keperluan bisnis ini?

menurut sumber, ada beberapa biaya dalam bisnis yang perlu diketahui yaitu Biaya Produksi, Biaya Administrasi, Biaya Penjualan, Biaya Distribusi, Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Operasional, Biaya Tetap, Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, Biaya Peluang, Biaya Hangus, dan Biaya Terkendali.

Adapun contoh: Jika Anda memiliki toko online, anggaran untuk pemasaran online bisa menjadi kunci sukses. Selain itu, pastikan juga untuk menganggarkan pengeluaran operasional dan gaji karyawan dengan matang.

2. Menerapkan Sistem Pencatatan yang Efisien

“Saya punya catatan di kepala saya” mungkin tidak cukup ketika bicara soal bisnis. Menerapkan sistem pencatatan keuangan yang efisien sangat penting. Seiring bisnismu tumbuh, jumlah transaksi juga akan meningkat. Gunakan perangkat lunak atau aplikasi keuangan untuk membantu memudahkan pencatatan.

Tapi sebelumnya Anda harus teliti terlebih dahulu software akuntansinya. Anda harus menggunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Ada banyak pilihan, mulai dari software berbasis cloud hingga yang diinstal di server lokal.

Tak hanya itu, Anda harus mengatur sistem pencatatan transaksi, dengan menentukan bagaimana transaksi akan dicatat, baik itu secara manual atau menggunakan sistem otomatis. Pastikan setiap transaksi terdokumentasi dengan jelas.

 Kemudian, jika Anda memiliki karyawan, sebelumnya lakukan pelatihan kepada karyawan yang bertanggung jawab atas pencatatan agar mereka memahami cara menggunakan sistem pencatatan secara efisien.

Terakhir, Anda bisa memantau sistem pencatatan secara berkala untuk memastikan efisiensi dan akurasi. Evaluasi apakah sistem tersebut memenuhi kebutuhan bisnis Anda atau perlu disesuaikan.

3. Memahami Arus Kas

Arus kas adalah nadi keuangan bisnismu. Pahami dengan jelas bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnismu. Ini tidak hanya membantu kamu melihat kondisi keuangan saat ini tetapi juga merencanakan langkah-langkah ke depan.

Contoh: Jika bisnismu adalah restoran, pemahaman yang baik tentang arus kas akan membantu dalam merencanakan persediaan makanan dan mengelola pembelian bahan baku.

4. Membangun Cadangan Keuangan

Di dunia bisnis, kadang-kadang badai finansial bisa datang tanpa diduga. Bangun cadangan keuangan yang cukup untuk melindungi bisnismu dari goncangan tak terduga. Selalu tanyakan pada dirimu sendiri, “Apa rencanaku jika pendapatan tiba-tiba menurun?”

Nah, Anda harus mecari solusi jika mengalami penurunan atau bangkrut pada usaha Anda. Berikut ini ada beberapa solusi untuk bisnis Anda jika mengalami penurunan/bangkrut : 

Mulai dari Anda harus memotong anggaran yang tidak perlu, jangan gengsi untuk meminta bantuan, lalu pikirkan untuk melunasi utang per hari (jika memiliki hutang), terakhir Anda harus terus berinovasi.

5. Mengoptimalkan Pajak

Pajak adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan bisnis. Tetapi, tahu kah kamu bahwa ada banyak cara legal untuk mengoptimalkan pajak bisnismu? Manfaatkan insentif pajak dan temukan celah legal untuk mengurangi beban pajak tanpa melanggar hukum.

Dalam hal mengelola keuangan bisnis dan mengoptimalkan pajak, sangat penting untuk memiliki rasa percaya diri dan keyakinan.

Dengan memiliki keyakinan yang kuat terhadap strategi keuangan dan teknik perencanaan pajak Anda, Anda dapat membuat keputusan yang tepat yang akan menguntungkan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Selain itu, dengan percaya diri Anda dapat berkomunikasi secara efektif dengan penasihat keuangan dan profesional pajak, sehingga Anda berada di jalur yang benar menuju kesuksesan finansial.

Contoh: Pemanfaatan potongan pajak untuk bisnis kecil atau start-up adalah salah satu contoh cara cerdas mengelola keuangan. Pastikan untuk selalu konsultasi dengan seorang profesional pajak.

6. Membagi Keuangan Bisnis dan Pribadi

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan pengusaha adalah mencampuradukkan keuangan bisnis dan pribadi. Pisahkan rekening bank dan kartu kredit untuk bisnis dan pribadi. Ini akan membantu menjaga keteraturan dan transparansi keuangan.

Memisahkan keuangan bisnis dan pribadi Anda adalah cara yang cerdas dan efektif untuk mengelola keuangan bisnis Anda. Dengan memisahkan kedua aspek ini, Anda dapat dengan mudah melacak pengeluaran dan pemasukan bisnis Anda tanpa kebingungan atau tumpang tindih.

Pemisahan ini memungkinkan pengorganisasian yang lebih baik dan kejelasan dalam hal pengajuan pajak dan pelaporan keuangan.

Selain itu, memisahkan keuangan bisnis dan pribadi membantu Anda menetapkan batas yang jelas antara aset pribadi dan aset bisnis, sehingga mengurangi potensi risiko hukum atau keuangan.

Intinya, memisahkan keuangan bisnis dan pribadi Anda adalah langkah praktis dan penting dalam mengelola kesehatan keuangan bisnis Anda secara efektif.

Menerapkan sistem di mana Anda memiliki rekening bank terpisah untuk keuangan bisnis dan pribadi Anda adalah aspek penting dalam membagi keuangan Anda.

Pemisahan ini memastikan bahwa transaksi bisnis Anda tidak tercampur dengan pengeluaran pribadi Anda, sehingga lebih mudah untuk memantau dan menganalisis kinerja keuangan bisnis Anda.

Hal ini juga menyederhanakan tugas-tugas pembukuan dan akuntansi, karena Anda dapat dengan mudah merekonsiliasi laporan bank bisnis Anda dan melacak pengeluaran bisnis Anda tanpa ada transaksi pribadi yang menghalangi.

Memiliki rekening bank terpisah untuk bisnis dan keuangan pribadi Anda adalah langkah mendasar untuk menjaga kejelasan dan kontrol keuangan. 

Adapun keuntungan yang bisa diraih pebisnis menggunakan rekening yang memang ditujukan untuk kepentingan bisnis yaitu untuk memisahkan aset, dapat melihat kondisi bisnis secara lebih mudah, proses transaksi keuangan bisnis menjadi lebih praktis, memudahkan urusan penghitungan pajak, serta meningkatkan kredibilitas perusahaan.

Membagi Keuangan Bisnis dan Pribadi

7. Memilih Partner Keuangan yang Tepat

Memilih mitra keuangan yang tepat untuk mengelola keuangan bisnis sangat penting untuk kesuksesan. Mitra yang andal dan berpengetahuan luas dapat memberikan wawasan dan panduan yang berharga untuk membantu membuat keputusan keuangan yang tepat.

Mereka juga dapat membantu dalam penganggaran, peramalan, dan mengelola arus kas secara efektif.

Selain itu, mitra keuangan tepercaya dapat memberikan akses ke berbagai sumber daya dan alat keuangan, seperti pinjaman, jalur kredit, dan peluang investasi, untuk mendukung pertumbuhan dan perluasan bisnis.

Tak hanya itu memilih bank atau lembaga keuangan sebagai mitra bisnismu, pilihlah dengan bijak. Bandingkan suku bunga, biaya layanan, dan berbagai fasilitas yang ditawarkan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk meneliti dan mengevaluasi calon mitra keuangan secara menyeluruh untuk memastikan mereka selaras dengan tujuan dan nilai bisnis.

8. Mengelola Persediaan dengan Efisien

Persediaan yang berlebihan bisa menjadi beban keuangan. Di sisi lain, persediaan yang kurang bisa membuatmu kehilangan pelanggan. Temukan keseimbangan yang tepat dan terapkan metode manajemen persediaan yang efisien.

Contoh: Jika bisnismu adalah toko baju, sistem manajemen persediaan yang baik dapat membantu menghindari overstock atau kehabisan stok saat musim penjualan.

9. Berinvestasi dalam Pendidikan Keuangan

Investasi terbaik yang bisa kamu lakukan adalah investasi dalam pengetahuan. Pahami dunia keuangan bisnis dengan terus meningkatkan pengetahuanmu. Apakah kamu tahu bahwa banyak platform online menawarkan kursus keuangan bisnis yang bermanfaat?

Bah, berikut ini beberapa platform online terkenal yang menawarkan kursus keuangan bisnis yang bermanfaat antara lain:

  • Udemy: Udemy merupakan platform yang menyediakan berbagai macam kursus online, termasuk kursus keuangan dan bisnis.
  • Coursera: Coursera bekerja sama dengan perguruan tinggi dan universitas terkemuka untuk menyediakan kursus keuangan bisnis yang bermanfaat.
  • LinkedIn Learning: LinkedIn Learning menyediakan beragam kursus keuangan bisnis yang dapat diakses oleh para profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka.
  • Khan Academy: Khan Academy menyediakan kursus keuangan yang mengutamakan pendidikan dan pembelajaran yang mudah dipahami.
  • Skillshare: Skillshare menawarkan berbagai kursus keuangan bisnis yang diajarkan oleh praktisi dan ahli di bidangnya.

10. Meminimalkan Hutang

Hutang bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, dapat membantu membiayai ekspansi bisnismu, tetapi di sisi lain, terlalu banyak hutang dapat membebani keuangan.

11. Menggunakan Teknologi untuk Meningkatkan Efisiensi

Teknologi adalah sahabat terbaik pengusaha modern. Gunakan perangkat lunak akuntansi, aplikasi keuangan, dan alat otomatisasi lainnya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kesalahan manusiawi.

Bahwasannya perangkat lunak akuntansi, aplikasi keuangan, dan alat otomatisasi dapat membantu dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih efisien.

Nah berikut ini ada beberapa perangkat lunak dan aplikasi yang populer di antaranya adalah:

  • Perangkat Lunak Akuntansi:
    • QuickBooks: Merupakan perangkat lunak akuntansi populer yang cocok untuk bisnis kecil hingga menengah.
    • Xero: Perangkat lunak akuntansi cloud yang kuat dan mudah digunakan untuk manajemen keuangan bisnis.
    • Wave: Merupakan perangkat lunak akuntansi gratis yang cocok untuk pemilik usaha kecil.
  • Aplikasi Keuangan:
    • Mint: Aplikasi untuk manajemen keuangan pribadi yang membantu dalam pelacakan pengeluaran, perencanaan anggaran, dan pengelolaan tagihan.
    • YNAB (You Need A Budget): Aplikasi populer untuk perencanaan anggaran dan pengelolaan keuangan pribadi.
    • Personal Capital: Aplikasi yang mengintegrasikan investasi, tabungan, dan perencanaan pensiun dalam satu platform.
  • Alat Otomatisasi:
    • Zapier: Platform otomatisasi yang dapat menghubungkan berbagai aplikasi dan sistem secara otomatis.
    • Intuit QuickBooks Automation: Alat otomatisasi yang terintegrasi dengan QuickBooks untuk mengotomatisasi tugas-tugas akuntansi rutin.
    • Expensify: Alat otomatisasi pengeluaran yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah merekam dan melacak pengeluaran bisnis secara otomatis.

12. Menyusun Rencana Keuangan Jangka Panjang

Di mana bisnismu akan berada dalam lima atau sepuluh tahun ke depan? Rencanakan keuangan jangka panjang untuk memberikan arah dan tujuan yang jelas. Tidak perlu detail yang terlalu rumit, tetapi pastikan rencanamu memberikan visi yang jelas.

13. Melibatkan Tim dalam Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan bukanlah tugas yang hanya tanggung jawab satu orang. Libatkan timmu dalam proses pengambilan keputusan keuangan.

Untuk mengelola keuangan bisnis secara efektif, sangat penting untuk melibatkan seluruh tim dalam manajemen keuangan.

Dengan demikian, semua orang mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan dan sasaran keuangan perusahaan.

Pendekatan kolaboratif ini mendorong transparansi dan akuntabilitas, karena anggota tim menjadi lebih berinvestasi dalam kesuksesan finansial bisnis.

Selain itu, dengan melibatkan tim dalam pengambilan keputusan keuangan, memungkinkan adanya perspektif dan wawasan yang beragam, sehingga menghasilkan pilihan yang lebih terinformasi dan strategis.

Pada akhirnya, ketika seluruh tim terlibat dalam manajemen keuangan, hal ini akan menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab, sehingga mendorong pertumbuhan dan profitabilitas bisnis secara keseluruhan.

14. Memantau Kinerja Keuangan Secara Berkala

Tidak cukup hanya membuat anggaran dan merencanakan. Penting juga untuk secara rutin memantau kinerja keuangan bisnismu.

Analisis laporan keuangan secara berkala dan tentu saja, selalu tanya pada dirimu sendiri, “Di mana kita bisa melakukan perbaikan?”

Memantau kinerja keuangan secara berkala ini merupakan praktik yang penting untuk memastikan kondisi keuangan bisnis tetap sehat dan terkendali.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memantau kinerja keuangan secara berkala:

  • Laporan Keuangan Rutin: Persiapkan laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas setiap bulan atau paling tidak setiap kuartal. Analisis laporan-laporan ini akan memberikan pandangan yang jelas tentang kinerja keuangan bisnis.
  • KPI Keuangan: Tetapkan beberapa KPI (Indikator Kinerja Kunci) keuangan yang relevan seperti margin keuntungan, perputaran aset, rasio hutang terhadap ekuitas, dan lainnya. Pantau KPI ini secara berkala untuk melihat tren dan perubahan yang signifikan.
  • Analisis Arus Kas: Lacak arus kas bisnis secara teratur untuk memastikan bahwa bisnis memiliki cukup likuiditas untuk memenuhi kewajiban keuangan dan operasionalnya.
  • Pembahasan Kinerja dengan Tim: Selain menyajikan laporan keuangan kepada pemilik bisnis atau manajemen, adakan juga pertemuan reguler dengan tim keuangan atau manajer departemen lainnya untuk membahas kinerja keuangan dan memahami dampaknya pada setiap bagian bisnis.
  • Pelacakan Biaya dan Pengeluaran: Lakukan monitoring rutin terhadap biaya dan pengeluaran bisnis untuk mengidentifikasi potensi efisiensi, penghematan, atau potensi pemborosan.
  • Perbandingan dengan Periode Sebelumnya dan Target: Bandingkan kinerja keuangan saat ini dengan periode sebelumnya dan target yang telah ditetapkan. Hal ini akan membantu dalam mengevaluasi pencapaian tujuan keuangan dan membuat rencana perbaikan jika diperlukan.
  • Menggunakan Perangkat Lunak Manajemen Keuangan: Gunakan perangkat lunak manajemen keuangan yang dapat memberikan laporan dan analisis keuangan secara otomatis untuk memantau kinerja keuangan secara lebih efisien.

Dengan memantau kinerja keuangan secara berkala, bisnis dapat mengidentifikasi masalah dengan cepat dan membuat keputusan yang tepat untuk memastikan kesehatan keuangan bisnis secara keseluruhan.

Memantau Kinerja Keuangan Secara Berkala

15. Diversifikasi Pendapatan

Mengandalkan satu sumber pendapatan saja bisa menjadi risiko besar. Diversifikasikan pendapatan bisnismu. Apakah ada peluang baru yang bisa dijelajahi? Pertanyaannya, “Apakah bisnismu tangguh jika satu lini produk mengalami penurunan penjualan?”

16. Memahami Risiko Keuangan

Setiap keputusan keuangan membawa risiko. Penting untuk memahami risiko tersebut dan memiliki rencana cadangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Pertanyaannya, “Apakah bisnismu siap menghadapi risiko finansial?”

17. Mengelola Piutang dengan Cermat

Piutang yang tidak tertagih dapat menjadi beban finansial yang berat. Terapkan kebijakan pengelolaan piutang yang cermat, termasuk memberlakukan batas kredit dan mengingatkan pelanggan yang melebihi batas pembayaran.

18. Mengikuti Perkembangan Pasar

Pasar selalu berubah, dan bisnismu juga harus beradaptasi. Selalu ikuti perkembangan pasar dan pertanyaan yang perlu kamu tanyakan pada dirimu sendiri adalah, “Apakah produk atau layanan kita masih sesuai dengan kebutuhan pasar?”

19. Membuat Rencana Darurat Keuangan

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Membuat rencana darurat keuangan adalah langkah bijak. Pertanyaannya, “Apa yang akan kita lakukan jika terjadi krisis atau bencana ekonomi?”

20. Memanfaatkan Sumber Daya Eksternal

Kadang-kadang, solusi terbaik bukanlah selalu berasal dari dalam bisnismu. Jangan ragu untuk mencari bantuan sumber daya eksternal seperti konsultan keuangan atau mentor bisnis. Mereka bisa memberikan pandangan yang segar dan berharga.

21. Mengelola Investasi dengan Cermat

Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan keuangan usaha. Namun, mengelola investasi dengan cermat penting agar kita tidak mengambil risiko yang berlebihan.

Melakukan riset, mengidentifikasi peluang investasi yang menguntungkan, dan memantau kinerja investasi adalah langkah-langkah penting dalam mengelola investasi bisnis dengan baik.

Intinya, dalam mengelola keuangan usaha bukanlah ilmu roket, tetapi membutuhkan perencanaan dan eksekusi yang matang.

Nah, dengan menerapkan 21 cara mengelola keuangan usaha yang efektif ini, kamu dapat memastikan bisnismu tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh pesat. Ingatlah, sukses finansial dimulai dari keputusan keuangan yang cerdas.

Apakah saya perlu mengontrak seorang profesional keuangan?

Tergantung pada kompleksitas bisnismu, mempekerjakan seorang profesional keuangan bisa menjadi investasi yang sangat berharga. Mereka dapat memberikan saran dan wawasan yang mendalam tentang keuangan bisnismu.

Bagaimana cara membangun cadangan keuangan?

Tentukan persentase pendapatan bisnismu yang akan dialokasikan ke dalam cadangan keuangan setiap bulan. Jangan gunakan cadangan keuangan untuk pengeluaran non-urgent atau non-essential.

Apa manfaat memahami arus kas?

Memahami arus kas membantu melihat bagaimana uang bergerak masuk dan keluar dari bisnismu. Hal ini sangat penting untuk merencanakan ke depan, menghindari kekurangan kas, dan memastikan likuiditas yang sehat.

Bagaimana cara mengurangi hutang bisnis?

Mulailah dengan merinci semua hutang yang dimiliki bisnismu dan prioritaskan untuk membayar yang bunga dan biayanya tinggi terlebih dahulu. Selain itu, negosiasikan suku bunga lebih rendah dengan kreditor jika memungkinkan.

Apa yang harus dilakukan jika bisnis mengalami penurunan pendapatan tiba-tiba?

Evaluasi dengan cermat anggaran bisnismu, identifikasi area penghematan, dan diskusikan strategi dengan timmu. Kadang-kadang, penyesuaian cepat dan keputusan yang tepat dapat membantu mengatasi situasi sulit.

Similar Posts