LinkedIn: Cara Menjadi Freelancer yang Sukses

Apakah Anda ingin meraih kesuksesan sebagai seorang freelancer online? Apakah Anda mencari platform yang akan membantu Anda mencapai impian tersebut?

Jika ya, maka Anda berada di tempat yang tepat! Di era digital ini, LinkedIn telah menjadi alat yang tak ternilai bagi para freelancer yang ingin membangun reputasi, menarik klien potensial, dan menghasilkan penghasilan yang stabil.

Dalam panduan ini, kami akan memandu Anda melalui langkah-langkah untuk menjadi seorang freelancer sukses melalui LinkedIn. Bersiaplah untuk menjelajahi dunia peluang tak terbatas!

Memulai Perjalanan Freelancer Anda

Sebelum kita terjun lebih dalam, mari kita lihat apa itu freelancing dan mengapa LinkedIn adalah pilihan yang tepat untuk memulainya.

Freelancer adalah seseorang yang bekerja secara mandiri, tanpa terikat oleh kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan. Mereka menjual jasa atau keterampilan mereka kepada berbagai klien. LinkedIn, di sisi lain, adalah jaringan profesional terbesar di dunia dengan lebih dari 700 juta anggota.

Kenapa LinkedIn? Ini adalah pertanyaan yang bagus! LinkedIn memberi Anda akses ke jaringan bisnis yang luas, membantu Anda membangun reputasi profesional, dan memungkinkan Anda menjangkau klien potensial. Ini seperti ruang pameran global yang terbuka 24/7, di mana Anda dapat memajang keterampilan dan pengalaman Anda.

Sekarang, mari kita mulai dengan langkah pertama Anda untuk menjadi freelancer sukses melalui LinkedIn.

Membuat Profil LinkedIn yang Menarik

Profil LinkedIn Anda adalah kunci pertama menuju kesuksesan sebagai freelancer. Ini adalah kartu nama virtual Anda, jadi pastikan untuk membuatnya mencolok. Beberapa tips untuk membuat profil yang luar biasa:

  • Foto Profil Berkualitas Tinggi: Gunakan foto profesional dengan latar belakang yang bersih. Ini akan memberikan kesan positif pada pengunjung profil Anda.
  • Ringkasan Menarik: Buat ringkasan singkat yang menggambarkan diri Anda dan keterampilan Anda. Gunakan kata-kata kunci terkait dengan industri Anda.
  • Lengkapi Informasi Profil: Isi semua informasi yang diperlukan, termasuk pendidikan, pengalaman kerja, dan sertifikasi. Informasi ini akan membantu Anda muncul dalam hasil pencarian LinkedIn.
  • Rekomendasi: Minta rekomendasi dari rekan kerja atau klien sebelumnya. Ini akan menambah kepercayaan pada profil Anda.
  • Hubungan: Mulailah menghubungkan diri dengan rekan bisnis, teman, dan mantan kolega. Semakin besar jaringan Anda, semakin besar peluang Anda untuk ditemukan.

Membangun Portofolio Anda

Freelancer yang sukses memiliki portofolio yang mengesankan. Portofolio adalah cara Anda memamerkan pekerjaan terbaik Anda kepada klien potensial, seperti desain grafis, pengembangan web, penulisan, fotografi, dan banyak lagi.

Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk membangun portofolio yang kuat:

  • Tentukan Tujuan Portofolio Anda: Pertama, tentukan tujuan Anda untuk portofolio ini. Apakah Anda ingin menunjukkan kemampuan desain Anda, karya penulisan terbaik Anda, atau proyek pengembangan web terbaru? Memahami tujuan akan membantu Anda menentukan fokus portofolio Anda.
  • Kumpulkan Pekerjaan Terbaik Anda: Identifikasi pekerjaan terbaik yang ingin Anda sertakan dalam portofolio Anda. Ini mungkin termasuk proyek-proyek yang paling mengesankan, beragam dalam jenis, atau yang paling relevan dengan tujuan karier Anda. Pastikan pekerjaan ini mencerminkan kemampuan dan minat Anda yang sebenarnya.
  • Buat Portofolio Digital: Buat situs web atau platform digital untuk menampilkan portofolio Anda. Anda dapat menggunakan platform berbasis web yang telah ada, seperti Behance, Dribbble, WordPress, atau Squarespace, atau Anda juga dapat membangun situs web khusus jika Anda memiliki keterampilan pengembangan web.
  • Organisasikan Konten: Susun pekerjaan Anda dengan baik di dalam portofolio Anda. Buatlah halaman atau bagian yang berbeda untuk setiap jenis pekerjaan atau proyek, dan berikan deskripsi singkat untuk setiap pekerjaan yang menjelaskan tujuan, konsep, dan peran Anda dalam proyek tersebut.
  • Tampilkan Kualitas Visual: Pastikan gambar, video, atau konten visual yang Anda sertakan dalam portofolio Anda berkualitas tinggi. Ini akan membantu pekerjaan Anda terlihat lebih profesional dan menarik bagi pengunjung.
  • Tambahkan Konteks: Jangan lupa untuk menyertakan konteks di sekitar setiap pekerjaan. Ceritakan kisah di balik proyek, tantangan yang dihadapi, solusi yang Anda tawarkan, dan hasil yang dicapai. Ini akan membantu orang lain memahami bagaimana Anda bekerja dan berpikir.
  • Sertakan Testimoni atau Referensi: Jika memungkinkan, tambahkan testimoni atau referensi dari klien atau rekan kerja yang puas dengan pekerjaan Anda. Ini dapat memberikan bukti tambahan tentang kemampuan Anda.
  • Perbarui Teratur: Portofolio Anda adalah representasi dinamis dari kemampuan Anda. Perbarui secara teratur dengan pekerjaan terbaru dan pengalaman yang Anda dapatkan.
  • Promosikan Portofolio Anda: Bagikan portofolio Anda melalui media sosial, email, atau jejaring profesional seperti LinkedIn. Pastikan orang lain tahu tentangnya dan dapat dengan mudah mengaksesnya.
  • Perhatikan Respons Pengunjung: Pantau bagaimana pengunjung merespons portofolio Anda. Terima masukan dan perbaiki jika diperlukan untuk membuatnya lebih efektif.

Ingatlah bahwa portofolio Anda adalah alat penting untuk memasarkan diri Anda. Pastikan itu mencerminkan identitas Anda sebagai profesional dan menonjolkan pekerjaan terbaik Anda.

Tampilkan Pekerjaan Terbaik:

Membangun portofolio yang menampilkan pekerjaan terbaik adalah langkah penting untuk mempromosikan diri Anda dalam berbagai bidang, seperti desain grafis, pengembangan web, penulisan, fotografi, dan banyak lagi. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk membangun portofolio yang kuat:

  • Tentukan Tujuan Portofolio Anda: Pertama, tentukan tujuan Anda untuk portofolio ini. Apakah Anda ingin menunjukkan kemampuan desain Anda, karya penulisan terbaik Anda, atau proyek pengembangan web terbaru? Memahami tujuan akan membantu Anda menentukan fokus portofolio Anda.
  • Kumpulkan Pekerjaan Terbaik Anda: Identifikasi pekerjaan terbaik yang ingin Anda sertakan dalam portofolio Anda. Ini mungkin termasuk proyek-proyek yang paling mengesankan, beragam dalam jenis, atau yang paling relevan dengan tujuan karier Anda. Pastikan pekerjaan ini mencerminkan kemampuan dan minat Anda yang sebenarnya.
  • Buat Portofolio Digital: Buat situs web atau platform digital untuk menampilkan portofolio Anda. Anda dapat menggunakan platform berbasis web yang telah ada, seperti Behance, Dribbble, WordPress, atau Squarespace, atau Anda juga dapat membangun situs web khusus jika Anda memiliki keterampilan pengembangan web.
  • Organisasikan Konten: Susun pekerjaan Anda dengan baik di dalam portofolio Anda. Buatlah halaman atau bagian yang berbeda untuk setiap jenis pekerjaan atau proyek, dan berikan deskripsi singkat untuk setiap pekerjaan yang menjelaskan tujuan, konsep, dan peran Anda dalam proyek tersebut.
  • Tampilkan Kualitas Visual: Pastikan gambar, video, atau konten visual yang Anda sertakan dalam portofolio Anda berkualitas tinggi. Ini akan membantu pekerjaan Anda terlihat lebih profesional dan menarik bagi pengunjung.
  • Tambahkan Konteks: Jangan lupa untuk menyertakan konteks di sekitar setiap pekerjaan. Ceritakan kisah di balik proyek, tantangan yang dihadapi, solusi yang Anda tawarkan, dan hasil yang dicapai. Ini akan membantu orang lain memahami bagaimana Anda bekerja dan berpikir.
  • Sertakan Testimoni atau Referensi: Jika memungkinkan, tambahkan testimoni atau referensi dari klien atau rekan kerja yang puas dengan pekerjaan Anda. Ini dapat memberikan bukti tambahan tentang kemampuan Anda.
  • Perbarui Teratur: Portofolio Anda adalah representasi dinamis dari kemampuan Anda. Perbarui secara teratur dengan pekerjaan terbaru dan pengalaman yang Anda dapatkan.
  • Promosikan Portofolio Anda: Bagikan portofolio Anda melalui media sosial, email, atau jejaring profesional seperti LinkedIn. Pastikan orang lain tahu tentangnya dan dapat dengan mudah mengaksesnya.
  • Perhatikan Respons Pengunjung: Pantau bagaimana pengunjung merespons portofolio Anda. Terima masukan dan perbaiki jika diperlukan untuk membuatnya lebih efektif.

Ingatlah bahwa portofolio Anda adalah alat penting untuk memasarkan diri Anda. Pastikan itu mencerminkan identitas Anda sebagai profesional dan menonjolkan pekerjaan terbaik Anda.

Deskripsi Proyek:

Mendeskripsikan proyek dengan baik dalam portofolio Anda adalah kunci untuk memberikan pemahaman yang baik kepada pengunjung tentang kualitas dan kemampuan Anda dalam bekerja. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendeskripsikan proyek dalam portofolio Anda:

  • Judul Proyek yang Menarik: Mulailah dengan memberikan judul proyek yang menarik dan informatif. Judul ini harus mencerminkan esensi proyek dan dapat memancing minat pengunjung.
  • Gambar atau Visual Representatif: Sertakan gambar atau visual yang mewakili proyek secara keseluruhan. Ini dapat menjadi tangkapan layar, foto produk, atau ilustrasi terkait. Pastikan visual tersebut berkualitas tinggi dan memperlihatkan detil pekerjaan Anda.
  • Deskripsi Proyek yang Jelas: Tulis deskripsi proyek yang jelas dan ringkas. Jelaskan tujuan utama proyek, masalah yang dihadapi, dan solusi yang Anda tawarkan. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siapa pun, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis dalam bidang Anda.
  • Peran dan Kontribusi Anda: Jelaskan peran dan kontribusi Anda dalam proyek tersebut. Tunjukkan apa yang Anda lakukan dan bagaimana kontribusi Anda memengaruhi hasil proyek. Ini membantu pengunjung memahami peran Anda dalam tim atau proyek.
  • Tantangan dan Solusi: Ceritakan tentang tantangan yang dihadapi selama proyek dan bagaimana Anda mengatasi mereka. Ini menunjukkan kemampuan Anda dalam menghadapi situasi yang sulit dan menyelesaikan masalah.
  • Hasil dan Prestasi: Bagikan hasil konkret dari proyek, termasuk statistik, angka, atau dampak positif yang telah Anda capai. Misalnya, jika proyek meningkatkan penggunaan situs web sebesar 30%, sertakan informasi ini.
  • Alat dan Teknologi yang Digunakan: Jika relevan, sebutkan alat, teknologi, atau bahasa pemrograman yang Anda gunakan dalam proyek. Ini memberikan wawasan tentang kemampuan Anda dalam menggunakan alat-alat khusus.
  • Tanggal Proyek: Sertakan tanggal mulai dan selesai proyek untuk memberikan konteks waktu kepada pengunjung. Ini menunjukkan keteraturan dalam pekerjaan Anda.
  • Portofolio yang Relevan: Jika ada proyek sebelumnya yang relevan dengan proyek ini, sertakan tautan atau referensi ke proyek lain dalam portofolio Anda yang dapat memperkuat bukti kemampuan Anda.
  • Testimoni atau Ulasan Klien (Jika Ada): Jika Anda memiliki testimonial atau ulasan positif dari klien atau rekan kerja terkait proyek, sertakan mereka sebagai bukti tambahan tentang kualitas pekerjaan Anda.

Pastikan setiap deskripsi proyek di portofolio Anda mencerminkan profesionalisme dan kemampuan Anda. Hindari penggunaan jargon yang tidak familiar kepada pengunjung.

Selalu perbarui deskripsi proyek dengan pekerjaan terbaru Anda dan pantau respons pengunjung untuk memastikan portofolio Anda efektif dalam menampilkan pekerjaan terbaik Anda.

Relevansi:

Pastikan pekerjaan yang Anda tampilkan sesuai dengan jenis pekerjaan yang ingin Anda dapatkan di masa depan. Ini akan menunjukkan kepada klien potensial bahwa Anda memiliki pengalaman dalam area yang mereka cari.

Perbarui secara Berkala:

Jangan lupa untuk mengupdate portofolio Anda ketika Anda menyelesaikan proyek baru. Ini akan memastikan bahwa potensi klien selalu melihat karya terbaru Anda.

freelance linkedin

Membuat Jaringan dan Berinteraksi

LinkedIn bukan hanya tentang membuat profil dan menunggu klien datang kepada Anda. Anda perlu aktif dalam membangun jaringan dan berinteraksi dengan rekan bisnis Anda. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya?

  • Mulai Dengan Koneksi yang Sudah Ada: Mulailah dengan menghubungi rekan kerja, teman, dan kolega yang sudah ada dalam jaringan Anda. Mereka dapat memberi Anda rekomendasi dan memperkenalkan Anda kepada koneksi mereka.
  • Ikuti Grup dan Halaman yang Relevan: Temukan grup dan halaman LinkedIn yang sesuai dengan industri atau bidang Anda. Bergabunglah dan berpartisipasi dalam diskusi.
  • Berbagi Konten Berharga: Posting artikel atau berbagi konten yang relevan dengan keterampilan Anda dapat membantu Anda mendapatkan pengikut dan menunjukkan pengetahuan Anda dalam bidang tersebut.
  • Berkomunikasi secara Pribadi: Ketika Anda berhubungan dengan klien potensial atau rekan bisnis, jangan ragu untuk mengirim pesan pribadi yang ramah dan profesional. Jangan terlalu agresif dalam penawaran Anda, tetapi tunjukkan minat dan kemauan untuk berkolaborasi.

Menyebarkan Jejak Digital Anda

Seiring dengan membangun profil LinkedIn yang kuat, penting juga untuk memiliki jejak digital yang positif. Ini termasuk aktivitas Anda di platform lain seperti blog atau media sosial. Kenapa hal ini penting? Mari kita bahas lebih lanjut.

  • Blog atau Situs Web Pribadi: Jika Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan yang ingin Anda bagikan, pertimbangkan untuk memulai blog atau situs web pribadi. Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan otoritas Anda dalam bidang tertentu.
  • Aktivitas di Media Sosial: Pastikan aktivitas Anda di media sosial sejalan dengan citra profesional Anda. Hindari konten yang mungkin merusak reputasi Anda.
  • Kehadiran Online Lainnya: Selain LinkedIn, pastikan Anda memiliki profil di platform lain yang relevan dengan industri Anda. Contohnya, jika Anda seorang desainer grafis, Anda harus memiliki portofolio di situs web desain.
  • Manfaatkan SEO: Pelajari dasar-dasar SEO (Search Engine Optimization) untuk memastikan bahwa Anda dapat ditemukan di mesin pencari seperti Google. Ini akan membantu potensi klien menemukan Anda lebih mudah.

Membangun Reputasi dan Mendapatkan Klien

Reputasi Anda adalah salah satu aset terbesar sebagai freelancer. Klien potensial akan mencari tahu seberapa baik Anda dalam menyelesaikan proyek. Bagaimana Anda dapat membangun reputasi yang kuat? Inilah beberapa langkahnya:

  • Pelayanan Berkualitas: Selalu berikan layanan terbaik kepada klien Anda. Pekerjaan yang berkualitas akan membantu Anda mendapatkan ulasan positif.
  • Rapatkan Waktu: Pekerjaan yang selesai tepat waktu adalah kunci untuk mempertahankan klien dan mendapatkan referensi.
  • Terbuka terhadap Umpan Balik: Terima umpan balik dengan baik, baik itu positif maupun negatif. Ini adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
  • Jangan Takut Bertanya: Jika Anda memiliki pertanyaan tentang proyek atau butuh klarifikasi dari klien, jangan ragu untuk bertanya. Ini lebih baik daripada membuat kesalahan.
  • Sikap Profesional: Pertahankan sikap profesional dalam semua interaksi Anda dengan klien. Ini termasuk komunikasi, pembayaran, dan pemenuhan kontrak.

Mencari Proyek dan Menyusun Penawaran

Sekarang saatnya untuk mendapatkan proyek pertama Anda sebagai freelancer. Bagaimana caranya? Begini langkah-langkahnya:

  • Pencarian di LinkedIn: Gunakan fitur pencarian LinkedIn untuk menemukan proyek yang sesuai dengan keterampilan Anda. Anda dapat mencari berdasarkan kata kunci, lokasi, dan jenis pekerjaan.
  • Gunakan Kata Kunci yang Tepat: Ketika Anda mencari pekerjaan, pastikan untuk menggunakan kata kunci yang relevan dengan keterampilan Anda. Misalnya, jika Anda seorang penulis konten, gunakan kata kunci seperti “penulis konten freelance.”
  • Ikuti Perusahaan dan Klien Potensial: Ikuti perusahaan atau klien potensial yang Anda minati. Ini akan membantu Anda tetap up-to-date tentang peluang mereka.
  • Buat Penawaran yang Menarik: Ketika Anda menemukan proyek yang sesuai, buatlah penawaran yang menarik. Jelaskan mengapa Anda adalah pilihan terbaik untuk proyek tersebut.
  • Harga yang Wajar: Tentukan harga yang wajar untuk pekerjaan Anda. Jangan terlalu rendah, tetapi jangan juga terlalu tinggi. Lakukan riset pasar untuk mendapatkan gambaran tentang tarif yang umum.

Mengelola Waktu dan Proyek

Sebagai freelancer, Anda akan menghadapi banyak proyek berbeda sekaligus, dan mengelola waktu adalah kunci kesuksesan. Bagaimana Anda bisa tetap terorganisasi dan produktif?

  • Buat Jadwal: Buat jadwal harian atau mingguan untuk mengatur waktu Anda. Prioritaskan proyek yang memiliki tenggat waktu.
  • Gunakan Alat Manajemen Proyek: Ada banyak alat manajemen proyek online yang dapat membantu Anda melacak proyek Anda. Contohnya, Trello atau Asana.
  • Komunikasi Teratur dengan Klien: Pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan klien Anda. Jika ada perubahan dalam proyek, segera beri tahu mereka.
  • Istirahat yang Cukup: Jangan lupakan pentingnya istirahat. Meregangkan otot dan menjaga kesehatan fisik serta mental adalah kunci produktivitas jangka panjang.
  • Evaluasi dan Pelajari: Setelah menyelesaikan proyek, luangkan waktu untuk mengevaluasi bagaimana Anda bisa lebih baik di proyek berikutnya. Pelajari dari pengalaman Anda.

Mengelola Keuangan dan Pajak

Ketika Anda menjadi freelancer, Anda juga harus mengelola keuangan Anda sendiri. Ini termasuk menghitung pendapatan, membayar pajak, dan mengatur keuangan pribadi Anda. Bagaimana cara melakukannya dengan benar?

  • Buat Rekening Bisnis: Pertimbangkan untuk membuka rekening bisnis terpisah untuk mengelola keuangan Anda. Ini akan membantu Anda melacak pendapatan dan pengeluaran dengan lebih baik.
  • Simpan Dana untuk Pajak: Jangan lupakan pajak! Simpan sebagian dari pendapatan Anda untuk membayar pajak penghasilan. Konsultasikan dengan seorang ahli pajak jika perlu.
  • Pengeluaran yang Terkait Pekerjaan: Simpan catatan tentang pengeluaran yang terkait dengan pekerjaan Anda, seperti biaya komputer atau perangkat lunak. Ini dapat mengurangi pajak yang harus Anda bayar.
  • Konsultasi dengan Ahli Keuangan: Jika Anda merasa bingung tentang pengelolaan keuangan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan seorang ahli keuangan atau akuntan.

Membangun Hubungan Jangka Panjang

Seiring berjalannya waktu, Anda akan membangun hubungan jangka panjang dengan klien dan rekan bisnis. Hubungan ini dapat membawa proyek berulang dan referensi. Bagaimana Anda bisa memastikan hubungan yang baik?

  • Kemungkinan Kerja Berulang: Jika klien puas dengan pekerjaan Anda, mereka mungkin akan memberikan proyek berikutnya kepada Anda. Pastikan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan mereka.
  • Minta Referensi: Jika Anda telah bekerja dengan baik untuk klien tertentu, jangan ragu untuk meminta mereka memberikan referensi kepada klien potensial lainnya.
  • Berkolaborasi dengan Rekan Bisnis: Jangan hanya fokus pada klien, tetapi juga rekan bisnis yang dapat memberikan proyek kepada Anda. Jalin hubungan yang baik dengan mereka.
  • Kepuasan Klien adalah Kunci: Selalu usahakan untuk memenuhi ekspektasi klien. Kepuasan klien adalah kunci untuk membangun hubungan yang baik.

Menyusun Proposal yang Efektif

Ketika Anda menemukan proyek yang menarik, Anda perlu menyusun proposal yang efektif untuk meyakinkan klien potensial. Bagaimana cara membuat proposal yang menonjol?

  • Penawaran yang Personal: Jangan membuat proposal yang generik. Berbicaralah tentang proyek secara spesifik dan bagaimana Anda akan menanganinya.
  • Contoh Karya Sebelumnya: Sertakan contoh pekerjaan sebelumnya yang relevan dengan proyek yang Anda tawarkan.
  • Penjelasan Mengenai Biaya: Jelaskan dengan jelas berapa biaya yang akan dikenakan kepada klien dan apa yang termasuk dalam biaya tersebut.
  • Waktu Pengerjaan: Berikan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Pastikan Anda dapat memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.

Tantangan sebagai Freelancer

Tidak ada pekerjaan yang sempurna, dan pekerjaan sebagai freelancer tidak terkecuali. Ada beberapa tantangan yang perlu Anda hadapi di dunia freelancing. Mari kita bahas beberapa di antaranya:

  • Tidak Ada Jaminan Pendapatan Tetap: Sebagai freelancer, pendapatan Anda mungkin tidak stabil. Ada bulan di mana Anda bisa mendapatkan banyak proyek, dan bulan lainnya mungkin sepi.
  • Pekerjaan Terkait Administrasi: Anda harus mengurus administrasi sendiri, termasuk pembayaran pajak dan pengelolaan keuangan.
  • Pencarian Klien: Pencarian klien yang konsisten dapat menjadi pekerjaan dalam dirinya sendiri. Anda perlu menginvestasikan waktu untuk mencari proyek yang sesuai.
  • Kompetisi yang Tinggi: Dalam dunia freelancing, Anda bersaing dengan freelancer lain dari seluruh dunia. Anda harus berusaha keras untuk menonjol.
Tantangan sebagai Freelancer

Jadi, menjadi freelancer sukses melalui LinkedIn adalah perjalanan yang memerlukan dedikasi, kerja keras, dan keterampilan pemasaran diri yang baik.

Namun, dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang, Anda dapat mencapai kesuksesan dalam dunia freelancing.

Ingatlah selalu untuk membangun profil LinkedIn yang menarik, membangun reputasi yang kuat, dan menjaga hubungan yang baik dengan klien dan rekan bisnis Anda. Semoga panduan ini membantu Anda meraih kesuksesan sebagai seorang freelancer melalui LinkedIn!

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like