5 Tips Menjalankan Usaha sembako yang MenguntungkanĀ 

Apakah Anda pemilik usaha sembako yang ingin meningkatkan keuntungan Anda? Menjalankan bisnis bahan makanan yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar mengisi rak dan menawarkan harga yang kompetitif. Dibutuhkan pendekatan strategis untuk memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan pengeluaran.

Industri bahan makanan sangat kompetitif, dengan toko-toko besar dan peritel online berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian pelanggan, sebagai pemilik usaha kecil, mungkin sulit untuk mengikuti persaingan dan mempertahankan profitabilitas.

Namun, dengan pola pikir dan taktik yang tepat, Anda bisa menjalankan usaha sembako yang menguntungkan dan berbeda dari yang lain.

Dalam artikel ini, kami akan membagikan sepuluh tips untuk menjalankan toko kelontong yang sukses yang akan membantu Anda meningkatkan penjualan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan keuntungan Anda.

berapa modal usaha sembako

Berapa Modal Usaha Sembako

Usaha sembako menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan dan menggiurkan bagi banyak orang, hal ini dikarenakan banyak orang yang membutuhkan berbagai kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, dibalik keuntungan menggiurkan yang dimiliki oleh usaha sembako, tentunya anda juga perlu memperhitungkan modal yang dibutuhkan, sehingga anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan mengembalikan modal dalam waktu yang lebih cepat.

Modal pertama yang perlu dipertimbangkan dalam membuka usaha sembako adalah biaya sewa atau beli ruko yang dipilih, mengingat setiap tempat mempunyai harga jual dan sewa yang berbeda.

Di sisi lain, anda juga bisa mengembangkan usaha sembako dengan memanfaatkan lahan kosong di depan rumah, menyewa lapak kosong di pasar, atau membeli ruko di pinggir jalan ramai yang mendatangkan lebih banyak pembeli.

Selain itu, anda juga perlu memperhitungkan berbagai peralatan tambahan yang dapat mendukung tampilan toko usaha anda, diantaranya adalah etalase kaca yang berguna untuk memamerkan produk yang dijual atau gantungan besi yang berguna untuk menggantungkan barang yang dimiliki.

Anda juga perlu membeli mesin penghitung serta beberapa buku akuntansi khusus yang berguna untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan, sehingga memastikan modal anda tidak terbuang siang.

Jika semua barang tersebut sudah dibeli, maka anda bisa melanjutkan untuk membeli berbagai bahan sembako yang dibutuhkan, agar bisa lebih murah, maka sebaiknya membelinya melalui agen atau grosir serta membangun kerjasama dengan berbagai perusahaan besar yang mempunyai produk di bidang sembako.

Anda juga bisa membeli langsung dari peternak, jika anda hendak menjual telur dalam jumlah besar, sehingga modal yang dikeluarkan bisa lebih sedikit dengan keuntungan yang lebih banyak.

Harga barang sendiri bermacam-macam, tergantung dari merk, ukuran, serta jumlah yang dibeli, sehingga anda sebaiknya mempertimbangkannya dengan matang harga setiap barang.

Selain menjual sembako, penjual juga biasanya menyelipkan beberapa barang dagangan tambahan, seperti produk kecantikan atau alat tulis yang bisa dibeli saat kondisi terdesak serta membuka peluang untuk mendapatkan pendapatan tambahan selain sembako.

Tidak hanya itu, jika anda berencana untuk mempekerjakan karyawan, maka anda perlu menghitung jumlah pegawai serta gaji yang dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu, sebelum anda balik modal.

Tugas pegawai sendiri nantinya membatu untuk menata produk dan melayani pembeli serta mengirim barang ke pembeli.

barang sembako yang paling banyak dicari

Barang – barang Sembako yang Paling Banyak Dicari

Pernahkah Anda bertanya-tanya barang sembako apa yang paling populer? Apa yang paling banyak dibeli orang ketika mereka pergi ke toko usaha sembako ?

Industri bahan makanan terus berkembang, dengan produk-produk baru yang masuk ke rak-rak setiap hari.

Namun, ada beberapa barang yang telah teruji oleh waktu dan tetap menjadi kebutuhan pokok di hampir setiap rumah tangga.

Barang-barang ini tidak hanya penting untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya dan identitas kita.

Dari produk segar hingga bahan makanan pokok, kami telah menyusun daftar barang belanjaan yang paling banyak dicari dan dibeli orang secara teratur.

Barang-barang ini telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, dan kita tidak dapat membayangkan dapur kita tanpa barang-barang tersebut.

Baik Anda seorang penjual berpengalaman atau pemula di dapur, barang-barang ini harus ada di keranjang belanjaan Anda. Jadi, mari kita jelajahi barang-barang belanjaan paling populer yang disukai semua orang.

1. Minyak Goreng

Barang pertama yang paling banyak dicari dan dijual di usaha sembako adalah minyak goreng, dimana bahan ini dibutuhkan untuk mengolah masakan menjadi hidangan yang menggugah selera.

Ketergantungan pada minyak goreng, menjadikan bahan ini sempat mengalami kelangkaan dan terdapat kenaikan harga pada hari-hari tertentu.

Bagi pemula yang hendak memulai usaha sembako, anda bisa mulai menjual produk ini dengan melakukan survey mengenai merek yang banyak dicari dan digunakan oleh pembeli.

Selain itu anda juga perlu mengurutkan merk tersebut dari harga dan ukuran, sehingga pembeli bisa mendapatkan pilihan yang sesuai kantong yang dimiliki.

Minyak goreng juga terdiri dari berbagai bahan baku, mulai dari minyak kelapa, sawit, curah, hingga untuk diet sekalipun, sehingga anda perlu memilih produk yang banyak digunakan oleh pembeli di area lingkungan anda.

Sebagian besar produsen minyak goreng biasanya menjual dalam kemasan plastik besar, namun beberapa diantara mereka yang menjual dalam botol plastik berbagai ukuran sehingga anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan dan minat pembeli.

2. Beras

Seperti yang telah diketahui banyak orang, sebagian besar orang Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok utama setelah lauk pauk, sehingga beras juga menjadi produk utama yang laku di usaha sembako.

Sama seperti produk minyak goreng, barang satu ini juga terdiri dari berbagai merk dan jenis yang tentunya menentukan harga barangnya, sehingga pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Biasanya usaha sembako hanya menjual beras putih dari berbagai jenis, namun anda juga bisa menjual beras merah atau coklat, tergantung kebutuhan dan permintaan pembeli.

Produk beras juga dikemas dalam bentuk plastik jinjing dengan berbagai ukuran, sehingga mudah dibawa oleh pembeli, serta dengan pilihan harga yang beragam.

Namun bagi pelaku usaha sembako yang telah mempunyai modal besar, mereka mungkin saja menjual beras dalam karung serta berbagai merek, sehingga memudahkan pembeli yang hendak membeli beras dengan ukuran yang sesuai kebutuhan.

Agar proses penjualan beras menjadi lebih menguntungkan, maka anda bisa membeli langsung dari petani, sehingga mendapatkan harga yang lebih murah serta membuka peluang untuk menjadi agen.

3. Telur

Telur juga menjadi produk usaha sembako yang paling banyak dicari orang, mengingat barang ini dibutuhkan untuk mengolah makanan menjadi lebih nikmat.

Telur biasanya dijual dalam ukuran tertentu, namun di berbagai daerah juga dijual dalam satu wadah khusus, sehingga pembeli tidak bisa menawarnya dengan harga tertentu.

Anda mungkin saja mendapatkan telur dari agen, namun ada baiknya untuk membeli dari peternak, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari tangan pertama.

Berbeda dengan produk beras atau minyak goreng, telur biasanya dijual dari dua jenis ayam , yakni telur ayam kampung dan ayam negeri yang tentunya mempunyai harga yang berbeda.

Meskipun mempunyai ketahanan produk yang lebih lama, namun kemasan telur cukup rapuh, sehingga anda perlu menyimpannya di tempat yang aman serta jauh dari jangkauan anak-anak, sehingga produk anda tetap aman.

4. Aneka Tepung

Memasak tanpa menambahkan bahan tepung tentunya akan terasa kurang nikmat, sehingga tidak mengherankan bila barang ini juga banyak dicari oleh pembeli.

Biasanya aneka tepung dijual dengan kemasan yang menarik dan fungsi yang berbeda, misalnya untuk menggoreng pisang yang mempunyai rasa manis atau tepung gorengan yang gurih.

Produk tepung untuk kebutuhan memasak biasanya diproduksi dan dipasarkan oleh brand besar, sehingga anda perlu mengetahui merk yang mempunyai variasi tepung yang lebih banyak serta disukai oleh pembeli.

Di sisi lain, beberapa tepung lain juga dijual secara eceran dengan ukuran tertentu untuk fungsi yang berbeda, sehingga pembeli bisa membelinya sesuai kebutuhan.

Sayangnya produk tepung terigu eceran ini juga perlu dijaga keamanannya agar tidak dihinggapi hewan yang tentunya dapat merusak kualitas tepung.

Sehingga anda perlu memastikan untuk menyimpan tepung di tempat yang aman serta mengecek kualitas tepung secara rutin agar jauh dari serangan hewan.

5. Mie Instan

Mie instan juga telah menjadi alternatif makanan utama bagi masyarakat Indonesia, meskipun tidak terlalu sering dimakan, namun mie instan juga menjadi barang yang sering dibeli banyak orang saat belanja bulanan.

Salah satu alasan lainnya Mie instan digemari banyak orang adalah variasi rasa yang berbeda dari setiap brandnya, sehingga pemilik usaha sembako perlu mengetahui produk yang disukai oleh pembeli agar bisa menyetoknya lebih banyak.

Tidak hanya itu, terdapat berbagai brand mie instan dengan harga yang berbeda-beda, sehingga anda bisa memilah dan memilih brand yang disukai oleh pembeli.

Selain mie instan dari brand kenamaan, anda juga bisa menjual produk mie instan original yang bisa digunakan untuk berbagai olahan, misalnya mie kuning atau bihun yang biasanya dibeli untuk olahan bakso.

Mie instan juga mempunyai tanggal kadaluarsa yang cukup lama, sehingga anda tidak perlu khawatir untuk menjualnya dalam waktu lama.

Akan tetapi, anda juga perlu memerhatikan keamanan mie instan agar produk tersebut tidak sobek dimakan hewan yang tentunya akan merugikan penjual.

Anda juga bisa menjual mie instan dalam bentuk eceran yang biasanya dibeli pembeli biasa atau dalam kardus besar yang biasanya diperuntukkan oleh pemilik usaha rumah makan.

cara mengembangkan usaha sembako

Baca Juga : 22+ Strategi Marketing Untuk Mengembangkan Usaha Anda

Cara Mengembangkan Usaha Sembako

Apakah Anda kesulitan untuk menarik pelanggan baru dan mengembangkan usaha sembako Anda? Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, mungkin sulit untuk tampil beda dalam persaingan.

Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan basis pelanggan Anda.

Bisnis usaha sembako adalah industri yang sangat kompetitif, dengan jaringan yang lebih besar dan peritel online yang mendominasi pasar.

Namun, toko kelontong kecil dan independen masih mempunyai tempat di pasar dan dapat berkembang dengan strategi yang tepat.

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis bahan makanan Anda, Anda harus fokus untuk menyediakan layanan pelanggan yang sangat baik, menawarkan produk yang unik, dan menciptakan suasana yang ramah.

Pada artikel ini, kami akan membahas tips dan strategi praktis yang bisa Anda terapkan untuk menarik pelanggan baru dan mengembangkan bisnis bahan makanan Anda.

1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai usaha sembako adalah melakukan riset terlebih dahulu yang nantinya akan menentukan jenis usaha sembako yang anda jalankan.

Guna memulai riset tersebut anda bisa memulai untuk mengunjungi berbagai toko usaha sembako, mulai dari modern dan tradisional, sehingga anda bisa mendapatkan pandangan mengenai bisnis yang akan dijalankan.

Anda juga bisa memerhatikan interior dan eksterior toko usaha sembako, sehingga anda bisa merancang tempat jualan yang nyaman dan efisien, sehingga membuat konsumen merasa nyaman.

Selain itu, anda juga perlu memerhatikan produk yang dijual di toko usah sembako, sehingga bisa diterapkan di usaha anda nantinya.

Jika anda mempunyai kenalan dengan usaha yang serupa, maka anda bisa melakukan wawancara singkat untuk menggali tantangan yang dijalani selama memulai usaha sembako.

Setelah melakukan riset, maka anda bisa mengolah hasilnya untuk mempertimbangkan modal yang dibutuhkan.

2. Rencanakan Usaha dengan Matang

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan setelah melakukan survey adalah menentukan modal yang akan dikeluarkan dan memastikan sudah sesuai dengan barang yang akan dijual.

Jika anda berencana untuk mengambil pinjaman di bank, maka anda juga perlu memperhitungkan cicilan yang akan dibayarkan serta keuntungan yang akan di dapatkan setiap bulannya.

Setelah modal anda dirasa mencukupi, maka anda bisa memulai langkah selanjutnya dengan memulai mencari tempat jualan yang banyak dilalui pembeli serta mempunyai target pembeli yang menjanjikan.

Anda bisa memulai mencari tempat di pasar yang pembeli target pembeli yang lebih besar serta banyak dikunjungi oleh pembeli.

Tidak hanya itu, anda juga bisa memilih lapak jualan di area ruko yang dilalui banyak orang, sehingga anda bisa menjaring target pembeli dari pembeli atau penduduk di area tersebut.

Biasanya anda mempunyai pilihan untuk membeli atau menyewa toko tersebut, sehingga anda juga perlu menghitung biaya pembelian serta administrasi yang dibutuhkan.

Setelah selesai pada proses pembelian toko, maka langkah selanjutnya adalah membeli peralatan tambahan untuk toko anda.

Misalnya saja etalase untuk menjual produk yang dimiliki yang bisa dibeli baru atau mencari dari toko barang bekas sehingga bisa mendapatkan barang yang diinginkan yang lebih murah.

Anda juga perlu membeli peralatan yang berguna untuk proses jual beli, misalnya kawat untuk memajang produk secara vertikal, sehingga pembeli bisa membeli barang dengan mudah.

Pembelian mesin penghitung khusus juga dibutuhkan untuk menghitung setiap barang yang dijual, sehingga lebih memudahkan pekerjaan dan mengamankan uang yang dibeli.

Bagian paling penting dalam membangun toko usaha sembako adalah mencari produk yang akan dijual, baik melalui supplier, peternak, atau petani untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Anda juga bisa mencari produk dari toko daring di marketplace untuk mencari barang dengan harga yang lebih murah berkat diskon yang diberikan.

Apabila anda mempunyai kenalan yang menjual produk dengan harga yang lebih murah dan terpercaya, maka anda bisa memanfaatkannya untuk membeli dengan harga terjangkau untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Selain itu, dalam proses pencarian produk untuk toko usaha sembako, maka anda perlu memilih beberapa produk dari merk tertentu, sehingga mengurangi kerugian.

3. Ketahui Sistem Penjualan yang Tepat

Seiring dengan berjalannya waktu, proses jual beli tidak hanya dilakukan secara offline, namun kini sudah banyak orang yang mulai suka membeli produk secara daring.

Selain itu, anda juga perlu mengetahui strategi penjualan yang tepat, agar pembeli mendapatkan pilihan belanja yang lebih mudah dan efektif.

Misalnya saja anda membuka peluang untuk jasa pesan antar, sehingga pembeli bisa memesan produk melalui Whatsapp, kemudian karyawan anda bisa mengirimkan produk yang dipesan ke pembeli dengan biaya pengiriman tertentu.

Selain itu, anda juga bisa menjual produk dengan metode bundle, dimana pembeli bisa membeli barang dengan paket tertentu yang lebih murah dan tentunya disukai pembeli.

Tidak hanya itu, jika anda hendak melakukan kerjasama dengan pedagang kecil, maka anda perlu melakukan perjanjian tertentu, sehingga saling menguntungkan satu sama lain.

Dengan melakukan berbagai sistem penjualan yang tepat, maka akan lebih mudah bagi anda untuk menjaring target pembeli baru yang tertarik pada promosi yang dilakukan.

Meskipun begitu, anda juga perlu melakukan berbagai uji coba sistem penjualan yang sesuai dengan target pembeli yang dituju dan sesuai permintaan pembeli, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Pilih Supplier Terpercaya

Sebagai seorang penjual, anda tentunya ingin mendapatkan barang mudah dan berkualitas sehingga bisa dijual kembali ke pembeli untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sehingga dibutuhkan supplier yang tepat untuk mendapatkan barang yang tepat serta mengunjungi peternak atau petani yang menjual produk yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Biasanya supplier untuk toko usaha sembako jarang mempromosikan usahanya, sehingga anda membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkan barang tersebut dengan mencari informasi dari mulut ke mulut.

Selain itu, anda juga perlu melakukan survey untuk mengetahui supplier yang memiliki harga yang paling murah dengan stok barang yang tak terbatas, sehingga anda tidak perlu kebingungan saat barang yang dinginkan sudah hampir habis terjual.

Hal ini juga perlu dilakukan saat mencari peternak atau petani yang hendak menjual produknya, guna mendapatkan kualitas yang diinginkan serta harga yang wajar.

Biasanya beberapa perusahaan besar juga mengirimkan suppliernya untuk mengantarkan produknya ke toko anda, sehingga anda hanya perlu menghubungi mereka dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk membeli barang ke supplier besar.

Akan tetapi dalam melakukan kerjasama dengan supplier anda juga perlu mengetahui beberapa aturan yang perlu disepakati, sehingga usaha anda akan berjalan lancar.

Pastikan juga untuk mengecek kualitas produk secara rutin agar bisa memberikan yang terbaik baik pembeli serta mengetahui produk mana yang lebih disukai.

5. Tentukan Strategi Promosi

Seiring dengan berjalannya waktu, kini mulai banyak toko usaha sembako yang mengemas jualan mereka menjadi lebih modern, sehingga membuat pembeli lebih nyaman untuk belanja.

Kemasan yang lebih menarik ini juga dapat memikat pembeli untuk berkunjung, sehingga mendatangkan pembeli baru.

Meskipun begitu, penting bagi anda untuk mendekati penduduk sekitar guna mendapatkan pembeli yang konsisten dan selalu datang setiap saat.

Caranya adalah dengan rutin mengikuti acara masyarakat yang dilakukan, sehingga dapat membuka diri dengan calon konsumen.

Kemudian anda bisa memasarkan toko anda dan menjelaskan produk yang dijual, sehingga membuat konsumen tertarik.

Sesekali buatlah promo khusus agar konsumen tertarik untuk membeli dan mengajak orang lain untuk belanja.

Melakukan interaksi dengan konsumen secara langsung akan membuat mereka lebih betah dan memilih belanja di tempat anda dibandingkan toko lainnya.

Annisa Ismi, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 3+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like