UX & UI Designer: Arti, Tugas, dan Tips untuk Menjadi UI/UX

Sering mendengar tentang UX & UI designer tapi masih tidak tahu apa artinya? Tenang, langsung simak penjelasan dibawah ini!

UX (user experience) & UI (user interface) akan bertanggung jawab untuk menciptakan pengalaman digital yang menarik dan ramah pengguna. Mereka berfokus pada perancangan antarmuka yang intuitif dan menarik secara visual.

Anda harus mahir dalam perangkat lunak desain dan memiliki perhatian terhadap detail. Sangat penting untuk mengikuti tren desain terbaru sambil tetap berpatok pada prinsip-prinsip kegunaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut pengertiannya!

Pengertian UX & UI designer

UX (user experience) & UI (user interface) designer merupakan profesi yang berbeda meskipun saling berhubungan.

Menurut careerfoundry, UX designer berfokus pada pengoptimalan produk untuk penggunaan yang efektif dan menyenangkan, sedangkan UI designer adalah pelengkapnya. 

UI designer berfokus pada tampilan dan nuansa, presentasi dan interaktivitas suatu produk.

Tenang! disini kami akan uraikan satu per satu mengenai UX & UI.

UX Designer

UX designer adalah seseorang yang menciptakan pengalaman yang dimiliki pengguna saat berinteraksi dengan produk atau layanan. Mereka mendesain tampilan dan nuansa antarmuka, serta fungsionalitas dan tata letak.

Sebagai seorang UX designer, Anda bertanggung jawab untuk memahami kebutuhan dan tujuan pengguna, dan bekerja untuk menciptakan pengalaman yang mulus dan menyenangkan bagi mereka.

Hal ini melibatkan riset pengguna, membuat wireframe dan prototipe, dan bekerja sama dengan pengembang dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghidupkan produk.

Tujuan utama Anda adalah menciptakan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah digunakan dan memenuhi kebutuhan pengguna.

Hal ini membutuhkan kombinasi kreativitas, keterampilan teknis, dan pemahaman yang mendalam tentang perilaku dan psikologi manusia.

Sebagai seorang UX designer, Anda harus dapat mengkomunikasikan ide-ide Anda dengan jelas dan efektif, serta dapat mengulang dan beradaptasi dengan cepat berdasarkan umpan balik dari pengguna dan pemangku kepentingan lainnya.

Anda adalah seorang pemecah masalah dan pemikir kritis, selalu berusaha untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi pengguna.

Jika Anda memiliki hasrat untuk desain, teknologi, dan perilaku manusia, karier sebagai UX designer mungkin sangat cocok untuk Anda.

UI Designer

UI designer adalah seseorang yang berspesialisasi dalam membuat antarmuka pengguna. Mereka mengerjakan proyek mulai dari situs web hingga aplikasi seluler dan semua yang ada di antaranya.

Tujuan utama mereka adalah menciptakan desain yang menarik secara visual dan fungsional. Mereka harus mempertimbangkan pengalaman pengguna, memastikan bahwa desainnya mudah dinavigasi dan dipahami.

UI designer berkolaborasi erat dengan anggota tim desain dan pengembangan lainnya, termasuk UX designer, desainer grafis, dan pengembang.

Mereka menggunakan berbagai alat dan perangkat lunak untuk membuat desain mereka dan harus selalu mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru.

UI designer yang sukses harus memiliki latar belakang yang kuat dalam prinsip-prinsip desain, perhatian terhadap detail, dan keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang sangat baik.

Pekerjaan mereka membutuhkan kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan untuk berpikir di luar kebiasaan.

Secara keseluruhan, seorang UI designer memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman digital yang memukau secara visual dan ramah pengguna.

UI Designer

Peran dan Tanggung Jawab UX & UI Designer

UX & UI designer memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Yuk simak keterangan lengkapnya!

Tugas User Experience (UX)

UX designer tugasnya berfokus pada pengalaman yang dirasakan oleh pengguna. Hal ini dapat dicapai dengan cara sebagai berikut!

Strategi dan Konten

Sebagai seorang UX designer, tugas utama Anda adalah membuat strategi yang efektif dan konten menarik yang melibatkan pengguna dan meningkatkan pengalaman mereka.

Tujuan utama Anda adalah mendesain produk yang memenuhi kebutuhan audiens target Anda.

Untuk mencapai hal ini, Anda perlu membuat strategi yang memandu proses desain. Anda harus mengidentifikasi poin-poin masalah pengguna dan mengembangkan solusi untuk mengatasinya.

Strategi Anda harus mencakup peta jalan yang jelas yang menguraikan langkah-langkah yang terlibat dalam proses desain. Ini termasuk penelitian, UX design, pembuatan konten, dan pengujian.

Selain strategi, Anda juga harus fokus pada pembuatan konten yang beresonansi dengan audiens Anda. Konten ini bisa dalam berbagai bentuk, seperti gambar, video, atau elemen interaktif.

Konten Anda juga harus dioptimalkan untuk kegunaan dan aksesibilitas. Konten tersebut harus mudah dibaca, dipahami, dan dinavigasi. Hal ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang psikologi pengguna dan arsitektur informasi.

Sebagai seorang UX designer, Anda harus bekerja sama dengan anggota tim desain lainnya, seperti pengembang, ahli strategi konten, dan manajer produk. Kolaborasi sangat penting untuk memastikan desain yang kohesif dan efektif.

Strategi dan Konten

Wireframing dan Pembuatan Prototipe

Sebagai UX designer, tugas Anda adalah menjembatani kesenjangan antara pengguna dan teknologi. Untuk melakukan ini, Anda perlu memahami kebutuhan pengguna dan membuat desain yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Wireframing dan prototipe adalah dua komponen penting dalam proses desain.

Wireframing adalah proses menciptakan representasi visual dari sebuah antarmuka. Ini seperti membuat cetak biru untuk sebuah rumah.

Hal ini memungkinkan Anda untuk menguraikan struktur dasar desain dan memastikan bahwa desain tersebut memenuhi kebutuhan pengguna.

Membuat prototipe adalah langkah selanjutnya dalam proses desain. Di sinilah Anda mengambil gambar rangka dan membuat model kerja antarmuka.

Prototipe memungkinkan Anda untuk menguji desain dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna.

Desain yang berulang-ulang adalah kunci untuk menciptakan antarmuka yang sukses. Dengan membuat wireframe dan prototipe, Anda dapat mengidentifikasi masalah potensial dan menyempurnakan desain sebelum dirilis ke pengguna.

Eksekusi dan Analitik

Setelah strategi awal tersusun, wireframing dan prototipe sudah dibuat, selanjutnya adalah eksekusi dan analitik.

UX designer bertugas untuk mengeksekusi elemen desain, memastikan bahwa setiap detail dipertimbangkan dengan baik dan dieksekusi dengan ahli.

Mereka bertanggung jawab untuk terus mendorong batas-batas dari apa yang mungkin dilakukan dan memberikan solusi desain yang benar-benar inovatif.

Tugas seorang UX designer juga menganalisis data dan mengawasi analitik. Mereka melakukan ini untuk membantu memastikan bahwa desain mereka bekerja secara optimal, dan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Dengan terus memantau perilaku pengguna, UX designer dapat menyempurnakan pengalaman yang mereka ciptakan dan rancang dengan baik.

Namun, tugas seorang UX designer tidak terbatas pada sekadar mengeksekusi desain dan menganalisis data.

Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk membenamkan diri dalam dunia klien mereka, untuk memahami kebutuhan dan keinginan mereka secara menyeluruh.

Dengan cara ini, mereka dapat membuat desain yang selaras dengan tujuan klien mereka dan membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Tugas User Interface (UI)

UX designer tugasnya berfokus pada desain antarmuka yang dialami oleh pengguna. Hal ini dapat dicapai dengan cara sebagai berikut!

Tampilan dan Feeling Produk

Sebagai UI designer, Anda bertanggung jawab untuk membuat elemen visual produk yang membuatnya menarik dan mudah digunakan.

Anda akan bekerja sama dengan tim desain lainnya untuk menciptakan pengalaman pengguna yang kohesif yang memenuhi kebutuhan audiens target Anda.

Tugas Anda adalah memastikan bahwa produk tersebut terlihat bagus dan mudah digunakan. Ini berarti mempertimbangkan tipografi, skema warna, dan tata letak setiap layar.

Anda juga harus memikirkan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan produk dan mendesain navigasi yang sesuai.

Pada akhirnya, tujuan Anda adalah menciptakan produk yang fungsional dan menarik secara visual.

Sebagai UI designer, Anda memainkan peran penting dalam membentuk tampilan dan nuansa sebuah produk, dan perhatian Anda terhadap detail dapat membuat perbedaan besar dalam menciptakan pengalaman pengguna yang sukses.

Tampilan dan Feeling Produk

Sifat Responsif dan Interaktivitas

Sebagai UI designer, tanggung jawab utama Anda adalah memastikan bahwa produk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sangat responsif dan interaktif.

Anda adalah jembatan antara pengguna dan produk, dan tugas Anda adalah menciptakan pengalaman tanpa batas yang memenuhi kebutuhan pengguna.

Untuk mencapai hal ini, Anda harus memahami perilaku, preferensi, dan harapan pengguna. Pengetahuan ini membantu Anda mendesain antarmuka pengguna yang memenuhi kebutuhan mereka dan meningkatkan pengalaman mereka.

Responsif dan interaktivitas produk sangat penting karena dapat memengaruhi kepuasan pengguna secara keseluruhan terhadap produk.

Peran Anda sebagai perancang UI lebih dari sekadar mendesain tombol dan menu tarik-turun.

Anda harus memastikan bahwa setiap elemen antarmuka bekerja dengan mulus untuk menciptakan pengalaman yang akan diingat pengguna.

Seorang UI designer bertanggung jawab untuk menciptakan antarmuka yang mudah digunakan, intuitif, dan menarik.

Hal ini mengharuskan Anda bekerja sama dengan tim pengembangan untuk memastikan bahwa desain diimplementasikan dengan benar dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Peran Anda melampaui fase desain karena Anda harus memberikan umpan balik selama pengujian dan membuat revisi berdasarkan umpan balik pengguna.

Tips-Tips Agar Menjadi UX & UI Designer Handal

Agar menjadi UX & UI designer yang terampil dan stand-out dari yang lain, tentunya ada tips-tips yang bisa dilakukan.

Tips-tips ini akan membantumu menguasai dan cakap dalam waktu singkat dalam bidang UX & Ui designer.

Jangan sampai ketinggalan, pelajari dengan baik penjelasan dibawah ini!

1. Menempuh Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah fondasi penting untuk profesi apa pun.

Meskipun mungkin untuk mempelajari keterampilan yang diperlukan di tempat kerja atau melalui belajar mandiri, pendidikan formal menyediakan kurikulum yang terstruktur dan guru yang berdedikasi yang dapat memandu Anda melalui proses pembelajaran.

Dalam pendidikan formal, Anda akan mendapatkan pengetahuan di berbagai bidang seperti prinsip-prinsip desain, riset pengguna, pembuatan prototipe, dan komunikasi visual.

Keterampilan dasar ini akan membantu Anda memahami alasan di balik keputusan desain dan cara menciptakan pengalaman pengguna yang efektif dan menarik.

Selain itu, pendidikan formal memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan rekan kerja dan akses ke alat dan perangkat lunak standar industri.

Hal ini dapat memberi Anda keunggulan kompetitif saat mencari pekerjaan atau mengejar posisi yang lebih tinggi.

Menempuh Pendidikan Formal

2. Menguasai Konsep Dasar

Menjadi seorang UX & UI designer membutuhkan lebih dari sekadar mendesain layar yang cantik. Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep dan keterampilan utama untuk menjadi sukses di bidang ini.

Pertama dan terutama, Anda harus memiliki pemahaman tentang desain yang berpusat pada pengguna.

Ini berarti mendesain produk dan antarmuka dengan mempertimbangkan pengguna akhir, bukan hanya menciptakan sesuatu yang menyenangkan secara estetika.

Selain itu, Anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang kuat untuk berkolaborasi secara efektif dengan para pemangku kepentingan, pengembang, dan anggota tim lainnya.

Mampu melakukan riset pengguna dan pengujian kegunaan juga sangat penting untuk menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan audiens target.

Memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip desain, seperti teori warna dan tipografi, sangat penting dalam menciptakan antarmuka yang menarik secara visual dan mudah digunakan.

Terakhir, memiliki pengetahuan tentang alat desain standar industri seperti Sketch, Adobe Creative Suite, dan InVision sangat penting untuk menciptakan desain berkualitas tinggi secara efisien.

Secara keseluruhan, menjadi UX & UI designer yang sukses membutuhkan kombinasi keterampilan teknis, pengetahuan desain, dan pola pikir yang berpusat pada pengguna.

3. Mengikuti Program Sertifikasi

Mengikuti kelas atau program sertifikasi dapat membantu Anda menjadi kompeten di bidang UX & UI designer.

UX & UI designer juga akan unggul jika memiliki pengetahuan tentang pengkodean dan batasan teknis. Hal ini memastikan bahwa desain layak dan dapat diimplementasikan secara efisien.

Penting bagi desainer untuk tetap mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru di industri ini. Pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan profesional adalah kunci untuk tetap kompetitif di lapangan.

Dengan mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru, UX & UI designer dapat menawarkan keunggulan kompetitif kepada klien mereka.

Mengikuti kelas dan program sertifikasi dapat membantu desainer meningkatkan keterampilan mereka dan menjadi benar-benar ahli di bidangnya.

4. Mengikuti Internship UX & UI Designer

Magang UX & UI designer adalah kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung di bidang desain antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna.

Selama magang, Anda akan bekerja sama dengan para profesional industri untuk membuat dan mengimplementasikan desain untuk produk digital seperti situs web, aplikasi, dan perangkat lunak.

Magang ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mempelajari cara melakukan penelitian, membuat wireframe dan prototipe, serta berkolaborasi dengan desainer dan pengembang lain.

Anda akan bekerja pada proyek-proyek nyata dan diharapkan untuk bekerja secara mandiri dan sebagai bagian dari tim.

Magang ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan pengalaman industri yang berharga dan membangun portofolio pekerjaan yang dapat menunjukkan keterampilan dan kemampuan Anda kepada calon pemberi kerja.

Ini juga bisa menjadi cara terbaik untuk membuat koneksi dalam industri dan berpotensi mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

5. Pengalaman Kerja Langsung

Untuk menjadi UX & UI designer yang sukses, Anda membutuhkan pengalaman kerja langsung. Tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan dan teori; Anda perlu menerapkan apa yang telah Anda pelajari dalam proyek-proyek nyata.

Salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman langsung adalah dengan mengerjakan proyek pribadi.

Hal ini memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi sisi kreatif Anda dan mengembangkan keterampilan Anda dalam lingkungan yang aman. Anda bisa bereksperimen dengan teknik desain baru dan belajar dari kesalahan.

Cara lain untuk mendapatkan pengalaman adalah melalui magang. Ini memberikan lingkungan belajar yang lebih terstruktur dan menghadapkan Anda pada tantangan desain di dunia nyata.

Anda akan bekerja dengan desainer berpengalaman dan belajar dari keahlian mereka.

Penting untuk dicatat bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah Anda mendapatkan pekerjaan pertama Anda.

Teruslah mencari peluang untuk belajar dan berkembang. Bergabunglah dengan komunitas desain dan hadiri lokakarya dan konferensi. Berkolaborasi dengan desainer lain dan terus ikuti perkembangan tren industri.

6. Mengembangkan Rasa Estetika

Memiliki rasa estetika adalah keterampilan yang sangat penting bagi setiap UX & UI designer.

Untuk mengembangkan rasa estetika Anda, mulailah dengan mempelajari prinsip-prinsip desain dan teori warna. Memahami dasar-dasarnya akan membantu Anda menciptakan desain yang seimbang dan menarik secara visual.

Ambil inspirasi dari dunia di sekitar Anda, mulai dari seni dan alam hingga arsitektur dan mode. Amati bagaimana warna dan bentuk yang berbeda berinteraksi dan bagaimana mereka dapat digunakan untuk menciptakan emosi dan menyampaikan pesan.

Umpan balik juga penting. Tunjukkan desain Anda kepada orang lain dan mintalah pendapat mereka. Dengarkan umpan balik mereka dan gunakan untuk memperbaiki desain Anda.

Memasukkan rasa estetika ke dalam karya desain Anda dapat membuat perbedaan besar dalam menciptakan pengalaman pengguna yang sukses.

Dengan dedikasi dan latihan, siapa pun dapat mengembangkan keterampilan ini dan menjadi UX & UI designer yang hebat.

7. Membuat Portofolio

Membuat portofolio adalah langkah penting bagi setiap UX & UI designer. Ini adalah cara untuk memamerkan keahlian dan pengalaman Anda kepada calon pemberi kerja atau klien.

Mulailah dengan perkenalan yang menjelaskan siapa Anda dan latar belakang Anda dalam UX & UI design. Hal ini dapat mencakup pendidikan, pengalaman kerja yang relevan, dan penghargaan atau pengakuan yang pernah Anda terima.

Sertakan contoh pekerjaan Anda, tetapi selektiflah. Pilih proyek yang menunjukkan proses desain Anda, kemampuan pemecahan masalah, dan dampak desain Anda terhadap pengguna.

Pastikan untuk menyertakan berbagai proyek yang menunjukkan jangkauan dan fleksibilitas Anda sebagai desainer. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti gambar kerja, prototipe, dan desain akhir.

Gunakan keterangan deskriptif untuk menjelaskan tujuan setiap proyek dan keputusan desain Anda. Hal ini akan memberi calon pemberi kerja atau klien wawasan tentang proses desain Anda dan pendekatan Anda dalam memecahkan masalah.

Jangan lupa untuk menyertakan informasi kontak dan tautan ke profil media sosial atau situs web pribadi Anda. Hal ini akan memudahkan calon klien atau pemberi kerja untuk menghubungi Anda.

8. Meminta Feedback dari Pelanggan

Sebagai seorang UX & UI designer, sangat penting untuk mendapatkan umpan balik atas pekerjaan Anda.

Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendesain apa yang menurut Anda adalah antarmuka yang sempurna, hanya untuk mengetahui bahwa pengguna Anda tidak tahu cara menggunakannya.

Dengan meminta umpan balik dari pelanggan Anda, Anda dapat menghindari masalah ini. Anda bisa mengetahui apa yang mereka anggap membingungkan atau membuat frustrasi, dan menyesuaikan desain Anda.

Tetapi meminta umpan balik bisa jadi menakutkan. Anda meletakkan karya Anda di luar sana untuk dikritik oleh dunia, dan itu bisa menakutkan. Tapi itu juga satu-satunya cara untuk memperbaiki diri.

Saat meminta umpan balik, jelaskan secara spesifik apa yang Anda cari.

Jangan hanya bertanya, “Bagaimana menurut Anda?” Sebaliknya, ajukan pertanyaan seperti, “Apakah tata letaknya mudah dinavigasi?” atau “Apakah warnanya enak dipandang?” Hal ini akan memberikan Anda umpan balik yang lebih bisa ditindaklanjuti.

Penting juga untuk diingat bahwa umpan balik bersifat subjektif. Apa yang disukai seseorang, mungkin tidak disukai orang lain.

Terima semua umpan balik dengan bijaksana, dan gunakan penilaian Anda sendiri untuk memutuskan perubahan apa yang harus dilakukan.

Pada akhirnya, meminta umpan balik adalah bagian penting dari proses desain. Hal ini bisa jadi menakutkan, namun sangat berharga. Pelanggan Anda akan berterima kasih untuk itu, dan Anda akan mendapatkan produk yang lebih baik sebagai hasilnya.

Meminta Feedback dari Pelanggan

Software-Software untuk UX & UI Designer

Di era digital ini, berbagai software sangat perlu dikuasai untuk membantu pekerjaan. Berikut software-software utama yang dibutuhkan oleh UX & UI designer!

Adobe Creative Suite (Adobe Photoshop, XD dan Illustrator)

Jika Anda seorang UX & UI designer, Adobe Creative Suite (CS) adalah alat yang penting.

Dengan fitur-fiturnya yang canggih dan antarmuka yang intuitif, aplikasi ini dapat membantu Anda membuat desain yang memukau yang menarik dan menyenangkan pengguna.

Pertama, mulailah dengan Adobe Photoshop. Aplikasi ini sangat ideal untuk membuat maket dan prototipe dengan ketelitian tinggi, dan memungkinkan Anda untuk bekerja dengan lapisan dan topeng untuk membuat elemen desain yang mengesankan.

Dengan Photoshop, Anda bisa bereksperimen dengan tata letak dan skema warna yang berbeda hingga menemukan yang paling pas.

Selanjutnya adalah Adobe XD. Aplikasi ini dioptimalkan untuk mendesain dan membuat prototipe pengalaman pengguna, dan mencakup alat untuk membuat wireframe, prototipe interaktif, dan spesifikasi desain.

Dengan XD, Anda dapat dengan cepat membuat dan berbagi desain interaktif dengan tim atau klien Anda, serta memfasilitasi umpan balik dan revisi.

Adobe XD adalah alat yang ampuh untuk mendesain dan membuat prototipe antarmuka dan pengalaman pengguna.

Dengan antarmuka yang intuitif dan fitur-fiturnya yang kuat, membuat mendesain dan menguji produk digital menjadi lebih mudah dari sebelumnya.

Salah satu kekuatan terbesar dari Adobe XD adalah integrasinya yang mulus dengan produk Adobe lainnya seperti Illustrator dan Photoshop.

Hal ini memungkinkan para desainer untuk dengan mudah memasukkan elemen desain yang ada ke dalam proyek mereka.

Selain itu, Adobe XD memungkinkan pembuatan prototipe interaktif, yang memungkinkan para desainer untuk menguji desain mereka dengan pengguna nyata dan mengumpulkan umpan balik di awal proses desain.

Adobe XD juga menawarkan berbagai macam pilihan tata letak dan desain, yang memungkinkan para desainer membuat desain yang unik dan menarik.

Dari wireframe hingga desain akhir, Adobe XD menawarkan alat dan fitur yang membuat setiap langkah proses desain menjadi lebih efisien dan efektif.

Kolaborasi juga menjadi lebih mudah dengan Adobe XD, memungkinkan desainer untuk berbagi desain dengan anggota tim atau klien dan mengumpulkan umpan balik secara real-time.

Dengan fitur ini, mudah untuk memastikan semua orang tetap mendapatkan informasi terbaru tentang perubahan desain terbaru.

Dengan kemampuannya yang luas dan antarmuka yang ramah pengguna, Adobe XD adalah alat yang harus dimiliki oleh semua UX & UI designer yang ingin membawa desain mereka ke tingkat berikutnya.

Terakhir, ada Adobe Illustrator. Aplikasi ini sangat ideal untuk membuat grafik vektor dan ikon, yang sangat penting untuk desain UI.

Dengan Illustrator, Anda bisa membuat grafik yang dapat diskalakan yang terlihat bagus di perangkat apa pun, dan Anda bisa berkolaborasi dengan desainer lain dengan mengimpor dan mengekspor file dalam format yang berbeda.

InVision

Invision adalah alat yang sangat penting bagi para UX & UI designer. Antarmuka yang intuitif dan fitur-fiturnya yang tangguh membuatnya menjadi pilihan utama bagi para desainer di seluruh dunia.

Dengan Invision, Anda dapat dengan mudah membuat prototipe interaktif, berkolaborasi dengan anggota tim, dan mengumpulkan umpan balik dari para pemangku kepentingan.

Platform berbasis cloud-nya memudahkan untuk mengakses proyek Anda dari mana saja, kapan saja.

Invision juga menawarkan berbagai macam alat bantu desain, termasuk gambar vektor bawaan, animasi yang dapat disesuaikan, dan pustaka desain.

Baik Anda membuat aplikasi seluler atau situs web, Invision memiliki semua yang Anda perlukan untuk mewujudkan visi Anda.

Salah satu fitur yang menonjol dari Invision adalah kemampuannya untuk menyederhanakan proses desain.

Dengan alat kolaborasi bawaannya, Anda bisa dengan mudah berbagi desain dengan orang lain dan mengumpulkan umpan balik secara real-time. Hal ini menghemat waktu dan mengurangi risiko miskomunikasi.

Selain itu, Invision terintegrasi secara mulus dengan alat desain populer lainnya, seperti Sketch dan Photoshop.

Hal ini memungkinkan Anda untuk dengan mudah mengimpor desain Anda ke dalam Invision dan memanfaatkan fitur kolaborasi dan pembuatan prototipenya yang kuat.

Sketch

Sketch adalah tool yang kuat untuk UI dan UX designer. Antarmuka yang intuitif dan berbagai fitur menjadikannya pilihan populer di komunitas desain.

Dengan Sketch, Anda dapat dengan mudah membuat gambar rangka dan prototipe, serta mendesain maket dengan ketelitian tinggi.

Grafis berbasis vektor memungkinkan pengeditan dan penyesuaian yang mudah, menjadikannya alat serbaguna untuk proyek apa pun.

Salah satu fitur hebat dari Sketch adalah perpustakaan plugin dan integrasinya yang sangat banyak.

Hal ini memungkinkan para desainer untuk lebih menyederhanakan alur kerja mereka dan memaksimalkan produktivitas mereka.

Kolaborasi juga menjadi mudah dengan Sketch, karena beberapa desainer dapat mengerjakan proyek yang sama secara bersamaan. Hal ini memastikan kerja tim yang efisien dan efektif, sehingga menghasilkan desain berkualitas tinggi.

Secara keseluruhan, Sketch adalah alat yang harus dimiliki oleh para UX & UI designer. Antarmukanya yang ramah pengguna, berbagai fitur, dan kemampuan kolaborasi yang mulus menjadikannya bagian penting dari toolkit desainer mana pun.

Jadi, baik Anda seorang desainer profesional berpengalaman maupun pemula, Sketch dapat membantu membawa desain Anda ke level berikutnya.

Mulailah menjelajahi kemampuannya hari ini dan lihat bagaimana aplikasi ini dapat meningkatkan proses desain Anda!

Sketch

Figma

Salah satu keunggulan terbesar Figma adalah sifatnya yang berbasis cloud. Ini berarti bahwa tim dapat bekerja bersama secara real-time dari lokasi yang berbeda.

Hal ini dapat menghemat waktu dan menyederhanakan proses desain, memungkinkan kolaborasi dan iterasi yang lebih efisien.

Selain itu, Figma memiliki berbagai fitur yang dirancang khusus untuk UX & UI designer. Ini termasuk kemampuan untuk membuat dan berbagi sistem desain, serta perpustakaan ikon, komponen, dan aset desain lainnya.

Figma juga menawarkan berbagai alat pembuatan prototipe, sehingga memudahkan untuk mewujudkan desain dan menguji interaksi pengguna. Hal ini mengurangi kebutuhan akan alat pembuatan prototipe yang terpisah, menghemat waktu dan sumber daya.

Mungkin salah satu keuntungan terbesar dari Figma adalah model harganya.

Tidak seperti alat desain lainnya, Figma menawarkan paket gratis, serta harga yang terjangkau untuk tim. Hal ini membuatnya dapat diakses oleh desainer individu dan usaha kecil.

Balsamiq

Antarmuka Balsamiq bersih dan sederhana, membuatnya mudah digunakan oleh pemula dan ahli. Fungsionalitas seret dan lepasnya memungkinkan Anda menambahkan tombol, ikon, dan elemen desain lainnya dengan cepat.

Dan bagian terbaiknya? Gambar kerja Balsamiq ini terlihat disengaja dan digambar dengan tangan, yang sempurna untuk mempresentasikan ide Anda kepada para pemangku kepentingan tanpa terjebak dalam detail.

Balsamiq bukan hanya sebuah alat wireframing; ini juga sebuah platform kolaboratif. Anda bisa berbagi desain dengan tim Anda dan mendapatkan umpan balik secara real-time.

Selain itu, Balsamiq memiliki perpustakaan besar elemen UI siap pakai yang dapat menghemat waktu dan tenaga Anda.

Anda juga bisa membuat elemen kustom yang bisa Anda gunakan kembali di semua desain Anda.

Mendesain dengan Balsamiq sangat mudah, tetapi ini bukan pengganti prinsip-prinsip desain yang baik. Penting untuk diingat bahwa wireframe hanyalah sebuah titik awal, dan desain Anda akan berkembang seiring berjalannya waktu.

Nah, sekian penjelasan mengenai UX & UI designer.

Pastinya sekarang sudah paham kan? Selanjutnya, semoga bisa menjadi UX & UI designer yang handal yaa!

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like