Rahasia Host Live Shopee yang Dapat Meningkatkan Penjualan

Pernah nonton live Shopee dan tiba-tiba, tanpa sadar, kamu klik “beli sekarang”?

Bukan karena kamu butuh barangnya. Tapi karena host-nya pinter banget ngomong, ekspresif, dan sukses bikin kamu ngerasa, “Duh, kalo gak beli sekarang, rugi dong!”

Nah, itulah kekuatan dari host live Shopee yang andal.

Bukan cuma presentasi produk, tapi juga “jualan dengan emosi” dan di sinilah Rahasia Host Live Shopee Meningkatkan Penjualan terletak.

Artikel ini akan bongkar tuntas: dari teknik bicara, ekspresi, sampai mentalitas dan tools yang digunakan para host profesional.

Yuk, mulai kupas satu per satu rahasia mereka!

Rahasia Host Live Shopee Meningkatkan Penjualan

Host Live Shopee bukan cuma “mbak-mbak cantik” atau “mas-mas heboh”, tapi mereka adalah “senjata rahasia” dalam dunia jual-beli real-time.

Lantas, apa sih rahasia mereka sampai bisa bikin penjualan naik berkali lipat? Yuk, kita kulik habis!

Baca Juga: 8 Cara Menambah Followers Instagram dengan Cepat dan Gratis

Psikologi di Balik Kata-Kata

Ada satu ilmu penting yang sering dilupakan para pemula: menjual itu bukan sekadar bicara.

Tapi bicara yang menyentuh titik emosi pembeli.

Apa maksudnya?

Kalau kamu hanya bilang, “Ini baju bagus, bahannya halus,” ya… semua orang juga bisa ngomong kayak gitu. Tapi gimana kalau kamu bilang:

“Bund, ini tuh baju yang bikin kamu kelihatan makin ramping dan gak gerah walau seharian jagain anak. Aku juga pakai loh sekarang, dan sumpah ini enak banget!”

Boom. Langsung kena di hati!

Kata-kata yang powerful dalam live Shopee biasanya mengandung:

1. Kata Urgensi & Keterbatasan (Urgency & Scarcity)

Untuk bikin penonton panik baik.

  • “Tinggal 5 pcs lagi, Kak!”
  • “Harga ini cuma berlaku selama live!”
  • “Habis ini balik harga normal ya~”
  • “Stok tipis! Yang udah checkout aman, yang belum buruan!”
  • “Last call sebelum kehabisan!”

2. Kata Value & Perbandingan

Biar penonton merasa dapat value lebih besar dari harga.

  • “Harga normalnya Rp399 ribu, tapi hari ini cuma Rp99 ribu!”
  • “Diskon 75%, Kak! Ini mah rugi kalau dilewatin.”
  • “Cuma di sini yang kasih free ongkir plus bonus!”
  • “Bahan dan kualitasnya setara butik, tapi harga kaki lima!”

3. Kata Ajakan Langsung (Call to Action)

Supaya penonton segera ambil tindakan.

  • “Yuk langsung checkout sebelum kehabisan!”
  • “Klik keranjang kuningnya sekarang juga yaa!”
  • “Komen ‘mau’ kalau pengen aku bantu pilih ukuran!”
  • “Ayo yang udah masukin keranjang, tinggal klik bayar aja~”

4. Kata Validasi & Testimoni

Supaya penonton merasa produk ini udah terbukti bagus.

  • “Aku juga pakai ini tiap hari, lho~”
  • “Yang udah beli semua puas banget!”
  • “Best seller, Kak! Ini tiap live selalu habis duluan!”
  • “Cocok buat semua usia, dari remaja sampai emak-emak hits~”

5. Kata Emosional & Relatable

Bikin penonton merasa ‘ini gue banget’.

  • “Bund, ini tuh adem banget kayak daster kesayangan~”
  • “Buat kamu yang suka tampil simple tapi classy, ini wajib punya!”
  • “Warnanya bikin auto cerah kayak hati pas gajian!”
  • “Pas dipakai tuh rasanya nyaman banget, kayak dipeluk mantan eh maksudnya bantal.”

6. Gimmick & Seruan Seru

Untuk menciptakan atmosfer meriah.

  • “Siapa cepat dia dapat!”
  • “Komen ‘aku’ yang udah checkout, nanti aku sapa satu-satu!”
  • “Yang kasih gift nanti aku kasih bonus spesial ya!”
  • “Spin wheel diskon di akhir live, stay tuned yaa!”

7. Visualisasi manfaat (Benefit-Oriented Messaging)

Bukan fitur, tapi dampaknya buat kehidupan mereka.

Fokus bukan cuma pada fitur produk, tapi dampaknya dalam kehidupan nyata.

Host hebat tahu: orang beli karena “apa manfaatnya buatku?”

Contoh kalimat:

  • “Ini celana bukan cuma stretch, tapi nyaman dipakai seharian, bahkan pas kamu lari-lari ngejar anak!”
  • “Botol minum ini jaga suhu 12 jam, cocok buat kamu yang sibuk dan sering lupa minum.”
  • “Masker ini bikin kulit glowing tanpa ribet, jadi bisa tampil kece walau bangun kesiangan.”
  • “Pakai ini tiap hari, auto hemat waktu dandan 30 menit, Kak~”

Efek dari kalimat ini: produk terasa solutif, bukan cuma “barang biasa”.

8. Emosi & Storytelling (Relatability & Authenticity)

Cerita kecil = daya tarik besar. Karena manusia lebih ingat cerita, bukan spesifikasi.

Contoh storytelling yang powerful:

  • “Dulu aku juga nggak pede pakai baju warna cerah. Tapi sejak coba ini, banyak yang bilang aku kelihatan fresh!”
  • “Waktu pertama kali beli, aku pikir ini mahal. Tapi pas dipakai ke kantor… eh semua nanya belinya di mana!”
  • “Suami aku aja sampe bilang, ‘Eh sayang beli di mana? Ini enak banget dipeluknya'”.
Gimmick & Seruan Seru live Shopee

Setup Studio yang Menarik, Bukan Mahal

Siapa bilang kamu harus punya lighting 3 juta dan kamera DSLR buat live Shopee?

Salah besar! Kebanyakan live yang ramai malah pakai kamera HP biasa, asal:

  • Cahayanya cukup (bisa dari ring light murah atau sinar matahari)
  • Background rapi, gak rame
  • Warna pakaian host kontras sama background
  • Produk terlihat jelas, gak blur atau terlalu jauh

Jadi jangan buang uang dulu ke alat mahal.

Tips cerdas dari host profesional:

  • Gunakan background warna netral (abu-abu muda atau beige)
  • Pakai HP dengan setting 60fps kalau bisa (gambar lebih halus)
  • Gunakan holder HP anti goyang
  • Perhatikan suara! Mic clip-on murah lebih baik dari mic bawaan HP

Dan jangan lupakan satu hal penting: ekspresi wajah.

Walaupun lighting dan kamera kamu oke, kalau wajahmu datar kayak tembok, penonton akan kabur. Belajar tersenyum di depan kamera itu wajib!

Pola Bicara yang Menjual, Bukan Sekadar Ramah

Apa kamu tahu kenapa banyak host gagal?

Karena mereka cuma “ramah”, tapi gak tahu cara menjual.

Mari kita bedah gaya bicara para host yang sukses:

1. Buka dengan Energi Positif

“Hai bundaaa! Welcome yaa! Wah rame banget malam ini, bestie di mana nih suaranyaaa?!”

Pembukaan yang ramah dan enerjik bikin penonton betah, merasa diperhatikan.

2. Selalu Ulang Call to Action (CTA)
Setiap 2–3 menit, ulangi CTA:

  • “Yang belum follow, follow dulu yaa…”
  • “Klik keranjang oranye ya bundaa, dicek-cek dulu nih promonya!”

3. Ulang Produk yang Sudah Closing
Terkesan sepele, tapi sangat powerful.

“Tadi ada Kak Muti dari Surabaya beli 2 pcs loh… bund lain jangan sampai kehabisan ya!”

Kenapa ini penting? Karena memberi validasi sosial: orang lain sudah beli, kamu jangan sampai ketinggalan.

4. Pancing Interaksi Chat

“Siapa di sini yang punya anak 2? Tulis ‘ME’ di chat ya, aku kasih hadiah kejutan!”

Ini bikin engagement naik. Dan… algoritma Shopee senang live yang rame. Dampaknya? Jangkauan makin luas.

Teknik Soft Selling dan Trigger Emosi

Kunci utama bukan nge-push orang beli, tapi bikin mereka merasa ingin beli.

Inilah kekuatan dari teknik soft selling. Kamu gak minta penonton beli, tapi membuat mereka berpikir sendiri bahwa mereka perlu beli.

Teknik soft selling dan pemicu emosi adalah dua rahasia utama yang digunakan host live Shopee untuk meningkatkan penjualan secara signifikan.

Dibandingkan metode hard selling yang langsung mendorong pembelian, soft selling lebih halus dan mengutamakan pendekatan persuasif melalui storytelling, edukasi produk, dan interaksi yang terasa personal.

Host yang mahir akan menyisipkan informasi produk dalam obrolan santai, seolah-olah sedang merekomendasikan sesuatu ke teman sendiri.

Misalnya, saat menjelaskan manfaat serum wajah, mereka bisa berkata:

“Aku pakai ini pas kulitku lagi breakout, dan tiga hari kemudian langsung kalem banget loh, bund…”.

Kalimat seperti ini terasa jujur dan relatable.

Selain itu, trigger emosi juga jadi senjata pamungkas.

Host profesional tahu cara memainkan:

  • Urgensi (“Sisa 3 aja, habis ini balik ke harga normal ya!”),
  • Menciptakan rasa FOMO (“Kak, tadi ada yang borong 5 loh, jangan sampai kehabisan ya!”), dan
  • Meningkatkan perceived value (“Harga aslinya Rp299.000, tapi buat kamu malam ini, cukup Rp99.000!”).

Bahkan mimik wajah, nada bicara, dan ekspresi antusiasme dibuat sedemikian rupa agar membangkitkan rasa ingin beli secara impulsif.

Dengan kombinasi strategi yang mengena secara psikologis ini, host live di Shopee tidak hanya menjual produk mereka menjual pengalaman, rasa percaya, dan koneksi emosional.

Dan di dunia e-commerce, itu adalah kunci utama konversi penjualan.

Contoh Soft Selling:

“Aku suka banget pake inner ini karena gak bikin gerah, apalagi kalau seharian di luar. Jadi pas banget buat bund yang aktif.”

Alih-alih bilang: “Beli inner ini ya,” kamu membangun cerita.

Jangan lupa, semakin sering penonton mendengar pujian dan review dari pembeli lain, makin tinggi peluang mereka ikut beli.

Host profesional

Konsistensi & Personal Branding

Host live itu bukan kerja sekali-dua kali. Konsistensi adalah rahasia paling underrated.

Kenapa? Karena algoritma Shopee membaca track record kamu. Semakin sering kamu live, semakin tinggi visibilitasnya.

Berikut ini alasan-alasannya dalam konteks algoritma Shopee:

1. Algoritma Menghargai Konsistensi Siaran

Shopee Live menilai toko yang sering dan rutin melakukan siaran langsung sebagai entitas aktif dan relevan. Toko yang memiliki frekuensi siaran tinggi dianggap lebih serius, dan ini membuat algoritma cenderung meningkatkan visibilitas akun tersebut di rekomendasi pengguna.

2. Sinyal Kepercayaan dan Reputasi

Konsistensi siaran juga membentuk impresi kehadiran yang stabil. Kombinasi antara performa toko yang baik (pesanan sukses, rating tinggi) dan aktivitas live yang rutin akan meningkatkan “kepercayaan algoritma” untuk mendistribusikan konten lebih luas.

3. Build Audiens Fans yang Loyal

Dengan sering siaran, host juga membangun kebiasaan penonton untuk menonton ulang, hal ini menghasilkan engagement tinggi dan retention yang konsisten, parameter penting dalam algoritma Shopee Live untuk memberi priority pada siaran baru.

4. Interaksi & Engagement Lebih Stabil

Mengadakan live secara rutin meningkatkan peluang interaksi yang konsisten (komentar, like, durasi menonton panjang, pembelian langsung), dan ini secara langsung memicu algoritma untuk memberi lebih banyak eksposur pada siaran selanjutnya.

Tapi bukan hanya soal frekuensi, juga soal branding.

Apa kamu dikenal sebagai:

  • Host yang heboh dan lucu?
  • Host yang kalem dan edukatif?
  • Host ibu-ibu yang relate sama penonton emak-emak?

Apapun gayamu, pertahankan.

Contoh branding kuat:

“Halo bestiee, welcome back! Kalian pasti nungguin si celana viral yang kemarin sold out ya?”

Kalimat pembuka kayak gini bikin penonton merasa bagian dari komunitas. Ini bukan sekadar jualan, ini gaya hidup.

Tools & Fitur Shopee yang Wajib Dimaksimalkan

Kalau kamu hanya live tanpa pakai fitur Shopee, itu ibarat masak tanpa bumbu. Hambar!

Berikut fitur-fitur yang harus kamu optimalkan:

  • Voucher Live: Bikin voucher khusus saat live, misalnya diskon 10% cuma untuk pembeli live.
  • Flash Sale: Pasang produk dengan harga khusus dan waktu terbatas.
  • Lucky Draw: “Yang kirim chat paling rame nanti aku spin, kasih hadiah ya!”
  • Live Reminder: Set jadwal rutin dan aktifkan notifikasi untuk followers.

Dan jangan lupakan analitik Shopee: setelah live, cek performamu. Produk mana yang paling laku, kapan viewers naik, berapa lama orang nonton. Semua itu jadi dasar perbaikan selanjutnya.

Mentalitas Juara & Manajemen Energi

Live itu capek. Apalagi 2 jam non-stop ngomong, jawab pertanyaan, sambil maintain senyum dan semangat.

Tapi ini bukan alasan untuk tampil lesu.

Kunci suksesnya?

  • Persiapan fisik (minum air hangat, istirahat cukup)
  • Skrip cadangan (buat struktur live agar gak kehabisan ide)
  • Mentalitas resilient (gagal closing hari ini? Evaluasi, bukan menyerah)

Banyak host pemula putus asa di minggu pertama karena live-nya sepi.

Tapi semua host sukses hari ini dulunya juga pernah live sendirian. Jadi, nikmati prosesnya.

Brand Indonesia yang Pernah Menggunakan Host Shopee Live

Berikut beberapa brand Indonesia yang pernah menggunakan host Shopee Live serta contoh storytelling powerful mereka dalam sesi live commerce:

1. Geoff Max (apparel/fashion Bandung)

  • Host: Ariel (vokalis NOAH) menjadi host Shopee Live untuk Geoffrey Max pada Agustus 2023—diiringi peluncuran koleksi kolaborasi Geoff Max × Iron Maiden yang sangat eksklusif.
  • Storytelling Powerful:
    • Hook: “Kapan lagi belanja bareng Ariel Noah sambil dapat diskon 70%?”
    • Latar Brand & Tantangan: “Kami di Geoff Max ingin dress-code milenial dengan desain loud & limited, tapi kesulitan jangkau pasar massa.” Kolaborasi Iron Maiden jadi peluang untuk menembus penggemar musik ekstrem.
    • Konflik & Momen Puncak: “Batch pertama laris habis dalam hitungan hari sebelum live dimulai.”
    • Testimoni & Interaksi: Ariel membuka sesi Q&A real-time dan menyoroti antusiasme penonton.
    • Solusi & Urgensi: Diskon tinggi saat live, promo flash sale, kuota terbatas – “Stok hanya puluhan unit, siapa cepat dia dapat.”
    • Penutup & CTA: “Klik beli sekarang, jangan sampai nyesel karena sayang diskonnya.”

2. Avoskin (skincare premium lokal)

  • Platform: Aktif live di Shopee Live (malam hari) dan TikTok Live (siang hari) dengan host kreatif dan interaktif.
  • Storytelling Powerful:
    • Hook: “Lelah & kusam? Yuk kenalan Avoskin, skincare lokal yang cocok buat kamu produktif working woman.”
    • Perjalanan Brand: Dibangun sebagai alternatif lokal untuk brightening skincare dibanding Jepang/Korea, dengan riset dan kualitas tinggi.
    • Demo Live: Host langsung melakukan skincare demo di wajah live, menjelaskan efek cerah, tekstur, wangi.
    • Interaksi: Jawaban pertanyaan soal reaksi kulit, penggunaan rutin, serta tips layering, membuat audiens merasa konsultasi langsung.
    • Promo & Urgensi: Voucher waktu terbatas hanya saat live, countdown timer, stok terbatas.
    • Closing: Highlight testimoni pengguna: “Aku pakai ini dua minggu, wajahku beneran glowing!” lalu CTA beli sekarang.

3. Madame Gie (kosmetik user-friendly & murah)

  • Platform: TikTok Live dominan, tapi juga aktif materi visual serupa di Shopee Live.
  • Storytelling Powerful:
    • Hook: “Butuh makeup hemat tapi tetap aman dan cakep? Madam Gie solusinya!”
    • Latar & Nilai Brand: Fokus kosmetik aman bagi kulit sensitif, harga terjangkau, tanpa ampas.
    • Konflik & Solusi: Banyak yang ragu dengan harga murah, host menjelaskan sertifikasi BPOM, bahan halal, serta contoh pemakaian langsung di wajah.
    • Interaksi: Host menanggapi komentar “mudah luntur gak?” dengan uji langsung, live demo tahan air setelah cipratan air.
    • Promo Ekstra: Diskon kilat + gratis ongkir khusus live untuk stok terbatas.
    • Closing: “Ini favorit banyak ibu-ibu dan remaja – aman, cakep, hemat.”

4. EIGER Adventure (outdoor gear & fashion Indonesia)

  • Host Live: Eiger rekrut host khusus untuk Shopee Live yang mampu menjelaskan gear dan fitur produk secara interaktif.
  • Storytelling Powerful:
    • Hook: “Siap petualangan? Kita bakal bahas jaket yang tahan hujan badai!”
    • Perjalanan Brand: Dari Bandung tahun 1989, EIGER didirikan untuk menjawab kebutuhan petualang lokal.
    • Tantangan & Demo: Host memakai jaket anti-air, membukakan saku, tunjukkan bahan, stretch, ketahanan cuaca. Sambungkan cerita pendaki lokal pengguna EIGER.
    • Interaksi: Tanya langsung soal ukuran, fitting, garansi.
    • Promo & CTA: Bundle promo eksklusif “Free covers & voucher Rp100.000 untuk pemirsa live.”
    • Penutup: Nilai merek: “Dari Indonesia untuk petualanganmu,” kemudian ajakan beli.

Intinya, tidak ada satu formula tunggal untuk jadi host live Shopee yang sukses.

Tapi ada satu benang merah: kamu harus otentik, cerdas bicara, dan konsisten menjual dengan hati.

Penonton bisa merasakan apakah kamu jualan karena butuh uang, atau karena kamu ingin bantu mereka mendapatkan produk yang memang bermanfaat.

Dan di dunia live commerce yang serba cepat, kecepatan adaptasi dan semangat belajar adalah amunisi terbesarmu.

So, apakah kamu siap jadi host live Shopee yang bikin orang checkout tanpa mikir dua kali?

1. Apakah semua orang bisa jadi host live Shopee?

Bisa! Tapi tidak semua langsung sukses. Perlu latihan bicara, pemahaman produk, dan kemampuan membangun koneksi dengan penonton.

2. Apa waktu terbaik untuk live di Shopee?

Biasanya pukul 19.00–22.00 saat orang sudah santai. Tapi cek insight toko kamu, karena tiap audiens bisa beda.

3. Apa pentingnya ekspresi wajah saat live?

Sangat penting. Wajah yang ceria dan ekspresif bikin penonton betah dan merasa terhubung secara emosional.

4. Bagaimana jika penonton live sedikit?

Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Buat mereka merasa istimewa, dan manfaatkan replay untuk menarik audiens baru.

5. Apa tools wajib dimiliki host pemula?

Ring light, holder HP, mic clip-on, dan aplikasi pengatur skrip live seperti Notion atau Google Docs.

6. Apakah perlu pakai makeup saat live?

Jika kamu nyaman, boleh. Tujuannya bukan tampil cantik, tapi terlihat segar dan profesional.

7. Seberapa penting CTA di tengah live?

Sangat krusial. CTA yang konsisten bisa mengarahkan penonton dari “nonton aja” ke “ikut beli”.

8. Apakah boleh pakai bahasa daerah atau slang?

Boleh banget! Justru bikin kamu lebih relate ke audiens targetmu. Asal tetap sopan dan jelas.

9. Bisa gak host live tanpa menunjukkan wajah?

Bisa, tapi tantangannya lebih besar. Kamu harus kompensasi dengan suara, narasi, dan presentasi produk yang engaging.

10. Apa kesalahan paling umum host pemula?

Terlalu fokus jualan tanpa membangun engagement. Hasilnya? Penonton bosan dan pergi tanpa beli.

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like