Panduan Mendapatkan Centang Biru di WhatsApp Business

Pernah nggak sih kamu melihat akun bisnis di WhatsApp yang punya centang biru dan langsung merasa, “Wah, ini pasti resmi nih!”?

Nah, simbol kecil ini bukan sekadar hiasan digital dia adalah tiket emas menuju kepercayaan pelanggan.

Dalam dunia bisnis yang serba cepat dan penuh persaingan, trust adalah segalanya.

Dan di era di mana semua orang bisa buka toko online hanya dengan modal smartphone, tanda centang biru menjadi pembeda antara bisnis abal-abal dan bisnis profesional.

Tapi, bagaimana cara mendapatkannya? Apakah semua bisnis bisa punya centang biru? Dan kenapa banyak orang yang sudah daftar tapi ditolak?

Yuk, kita bahas satu per satu!

Apa Itu Centang Biru di WhatsApp Business?

Sebelum membahas cara mendapatkannya, penting untuk tahu dulu: centang biru di WhatsApp Business adalah tanda verifikasi resmi dari WhatsApp untuk akun bisnis yang terbukti otentik.

Tanda ini muncul di samping nama bisnis, bukan di chat list biasa, dan menandakan bahwa nomor tersebut benar-benar milik brand atau perusahaan yang diklaim.

Baca Juga: Strategi Membuat Deskripsi Produk yang Mudah Untuk Pemula

Jenis Status akun di WhatsApp Business API

Ada tiga jenis status akun di WhatsApp Business API

Akun Bisnis (Business Account):

Saat sebuah nomor terdaftar melalui WhatsApp Business atau melalui platform API-nya, maka secara otomatis ia mendapatkan status Akun Bisnis (Business Account).

Status ini adalah tingkatan dasar yang tersedia bagi semua pengusaha atau bisnis yang ingin menggunakan WhatsApp sebagai kanal komunikasi bisnis baik bisnis kecil maupun menengah.

Dalam status ini, bisnis dapat menampilkan profil perusahaan (alamat, situs, jam buka), membalas pesan pelanggan, dan menggunakan fitur-dasar aplikasi bisnis.

Namun, walaupun sudah berstatus Akun Bisnis, nomor tersebut belum mendapatkan badge khusus ataupun jaminan reputasi ekstra yang biasanya diberikan pada merek besar.

Contohnya, nama bisnis masih bisa dilihat sebagai nomor telepon pada beberapa tampilan pengguna jika verifikasi belum lengkap.

Akun Bisnis Resmi (Official Business Account – OBA):

Akun Bisnis Resmi (Official Business Account atau OBA) pada WhatsApp Business API adalah jenis akun yang menunjukkan bahwa sebuah nomor bisnis telah diverifikasi oleh Meta Platforms sebagai merek yang otentik dan memiliki reputasi.

Ketika sebuah bisnis memperoleh status OBA, nama bisnisnya akan langsung muncul ke pengguna (tidak hanya nomor telepon), dan badge centang yang kini umumnya berwarna biru atau hijau akan ditampilkan di samping nama tersebut sebagai sinyal kepercayaan.

Namun, bukan setiap bisnis otomatis mendapatkan OBA: bisnis harus menggunakan Business API, telah diverifikasi oleh Meta, memenuhi persyaratan notability (misalnya “merek yang sering dicari atau dikenal publik”), dan menerapkan keamanan seperti two-step verification.

Dengan demikian, OBA bukan sekadar label, melainkan bukti bahwa bisnis tersebut telah melewati rangkaian verifikasi dan diakui secara resmi, meningkatkan kepercayaan pengguna.

Akun Bisnis API:

Akun Bisnis API adalah jenis akun WhatsApp Business yang dirancang khusus untuk perusahaan menengah hingga besar yang membutuhkan sistem komunikasi pelanggan (customer engagement system) yang berskala besar dan otomatis.

Tidak seperti WhatsApp Business biasa yang digunakan secara manual lewat aplikasi di ponsel, akun API ini terhubung langsung ke sistem internal perusahaan misalnya CRM, chatbot, atau dashboard layanan pelanggan.

Dengan API (Application Programming Interface), bisnis dapat mengirim ribuan pesan notifikasi secara terstruktur, seperti konfirmasi pesanan, status pengiriman, atau pengingat pembayaran, tanpa perlu menulis satu per satu.

Akun ini juga memungkinkan integrasi dengan berbagai platform seperti Zendesk, HubSpot, atau Salesforce untuk mengelola interaksi pelanggan dengan efisien.

Karena digunakan untuk tujuan profesional dan bersifat korporat, pendaftaran akun API harus melalui penyedia resmi yang diakui oleh Meta, seperti Twilio, 360Dialog, atau WATI.

Singkatnya, WhatsApp Business API adalah jembatan antara WhatsApp dan sistem bisnis modern yang mengutamakan otomatisasi, efisiensi, serta pengalaman pelanggan yang cepat dan konsisten.

Jadi, kalau kamu masih pakai WhatsApp Business biasa, jangan heran kalau belum dapat centang biru. Itu hanya bisa diperoleh melalui Business API dengan proses verifikasi ketat.

Kenapa Centang Biru di WhatsApp Business Penting Banget?

Kamu mungkin berpikir, “Ah, tanpa centang biru juga bisnis tetap jalan.” Bisa jadi.

Tapi coba lihat dari kacamata pelanggan. Bayangkan kamu mau pesan produk skincare mahal lewat WhatsApp.

Lalu muncul dua nomor: satu tanpa centang biru dan satu dengan centang biru. Kamu pilih yang mana?

Nah, di situlah kekuatan psikologisnya. Berikut beberapa manfaat besar dari memiliki centang biru:

1. Kepercayaan pelanggan meningkat drastis

Ketika akun bisnis Anda mendapatkan centang biru (atau badge verifikasi resmi), hal pertama yang terjadi adalah persepsi dari pelanggan berubah.

Mereka tidak hanya melihat sebuah nomor yang menghubungi mereka melainkan melihat “oke, ini bisnis yang diverifikasi, resmi, bukan akun random yang mungkin penipuan”.

  • Menurut artikel, badge verifikasi disebut sebagai “trust shortcut” karena membuat bisnis Anda langsung terlihat sebagai “recognized and vetted brand”.
  • Sebagai contoh, ketika sebuah bisnis menggunakan verifikasi resmi, pelanggan merasa “lebih aman” untuk berinteraksi hal ini menurunkan hambatan awal (barrier) dalam kontak pertama.
  • Bayangkan situasi: Anda mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku dari suatu toko online. Anda ragu-ragu. Bandingkan dengan pesan yang datang dari nomor yang memiliki centang biru dan nama brand muncul dengan jelas rasa ragu langsung berkurang.
  • Dengan meningkatnya kepercayaan, maka pelanggan lebih mungkin membuka chat, membaca isi pesan, merespon, dan akhirnya melakukan action (misalnya beli, tanya, atau kunjungi website).
  • Di pasar Indonesia & global, budaya e-commerce semakin menuntut elemen kepercayaan karena maraknya kasus penipuan. Jadi badge verifikasi menjadi semacam “jaminan visual” bagi user bahwa akun Anda bisa dipercaya.

Jadi kesimpulannya: centang biru bukan hanya aksesori estetika, dia adalah sinyal kredibilitas yang mempengaruhi psikologi pelanggan sebelum mereka bahkan membaca pesan Anda.

Dengan kata lain: trust = engagement awal.

2. Pesan promosi tidak dianggap spam

Ini mungkin terdengar sedikit teknis, tapi penting: ketika bisnis Anda terverifikasi, peluang bahwa pesan Anda dianggap sebagai spam atau diabaikan oleh penerima menurun secara signifikan.

  • Pertama: Karena badge verifikasi menunjukkan keaslian, pelanggan cenderung lebih terbuka terhadap pesan yang Anda kirimkan. Mereka melihat “ini legit” – membuka chat – membaca.
  • Kedua: Platform WhatsApp (termasuk sistem backend) memberi sinyal bahwa akun Anda adalah bisnis yang sah dan mematuhi aturan. Sebuah artikel menyebut bahwa memiliki badge memunculkan “psychological edge” yang membuat orang “more likely to respond, trust and convert”.
  • Ketiga: Karena pesan promosi dari akun yang tidak diverifikasi atau akun pribadi sering dianggap spam atau bisa dilaporkan oleh pengguna. Verifikasi membantu mengurangi kemungkinan laporan seperti “ini nomor jualan random”.
  • Misalnya: Anda menjalankan kampanye WhatsApp broadcast untuk pelanggan yang sudah opt-in (mereka setuju untuk dihubungi). Dengan badge verifikasi, pesan Anda punya “nilai awal” lebih baik: inbox tidak secara otomatis dianggap spam oleh penerima karena adanya sinyal keaslian.
  • Selain itu, pesan Anda bisa muncul dengan nama brand Anda (jika diatur dengan baik) dibandingkan nomor asal yang mungkin kurang dikenal ini juga membantu pelanggan mengenali pengirim dengan segera.

Dengan demikian, verifikasi membantu menurunkan hambatan terbuka dan terbacanya pesan, yang artinya lebih banyak penerima yang melihat dan berinteraksi daripada yang langsung mengabaikan atau memblokir.

3. Meningkatkan konversi penjualan hingga 20–35% (atau lebih)

Ini adalah dampak nyata dari kepercayaan + penetrasi pesan + engagement yang lebih tinggi semua unsur tadi berkontribusi pada peningkatan konversi.

  • Beberapa sumber mencatat bahwa menggunakan WhatsApp sebagai kanal bisnis (khususnya dengan API dan integrasi yang baik) dapat menghasilkan tingkat konversi jauh lebih tinggi dibanding email atau SMS. Misalnya: laporan menyebut konversi 45-60 % untuk WhatsApp vs hanya 2-5 % untuk email/SMS.
  • Sumber lain mengatakan bahwa perusahaan yang menggunakan badge verifikasi (atau akun resmi) merasakan dampak positif: “brands achieved a 20% increase in conversion rates and a 95% customer satisfaction rate” melalui verifikasi dan penggunaan fitur API.
  • Contoh: sebuah brand ritel besar yang menyediakan chat WhatsApp untuk konfirmasi pesanan, update pengiriman, dan kampanye promosi melalui kanal verifikasi, melihat jumlah pelanggan yang melakukan pembelian lewat chat meningkat secara signifikan dibanding sebelum verifikasi. Walaupun angka persis bisa berbeda tiap bisnis, tren menunjukkan bahwa verifikasi + komunikasi lewat WhatsApp bisa menjadi keunggulan kompetitif.
  • Kenapa bisa meningkat? Karena kombinasi: pelanggan lebih percaya – pesan Anda terbuka – Anda punya akses/kemudahan menjawab pertanyaan dengan cepat lewat chat – hambatan pembelian (keraguan, butuh banyak tanya-jawab) menurun – lebih banyak yang jadi pembeli.

Jadi, jika Anda ingin meningkatkan penjualan melalui WhatsApp bukan hanya sekadar broadcast acak tapi dengan strategi yang sistemik, maka verifikasi akun bisnis resmi menjadi salah satu enabler.

4. Membuka akses API dan otomatisasi chat

Yang ini agak “internal teknis”, tapi sangat penting bagi bisnis yang ingin scaling atau mengoptimalkan proses.

Badge verifikasi biasanya terkait dengan penggunaan WhatsApp Business API dan fitur-tingkat lanjut, bukan hanya aplikasi WhatsApp Business biasa.

  • Dengan API dan akun bisnis resmi, Anda bisa:
    • Mengintegrasikan sistem CRM (Customer Relationship Management) Anda dengan WhatsApp, sehingga data pelanggan, chat, histori interaksi semuanya tercatat otomatis.
    • Mengirim template pesan otomatis (misalnya konfirmasi order, pengingat pembayaran, notifikasi pengiriman) ke banyak pelanggan sekaligus tapi tetap dalam kerangka yang sesuai kebijakan.
    • Memanfaatkan chatbot untuk menjawab pertanyaan umum 24/7, sehingga tim support bisa fokus ke isu yang lebih kompleks. Sumber menyebut bahwa automation melalui WhatsApp API bisa menghemat waktu dan biaya support.
    • Segmentasi pengguna, broadcast yang lebih tertarget, dan analitik yang lebih dalam: siapa yang membuka chat, klik tautan, minta info, dll yang kemudian bisa dijadikan insight untuk kampanye berikutnya.
  • Verifikasi badge (centang biru) sering menjadi pintu masuk untuk fitur-tingkat lanjut ini. Artikel menjelaskan bahwa badge memperlihatkan bahwa bisnis Anda sudah memenuhi syarat, reputasi dan aktivitas cukup, sehingga pihak WhatsApp/Meta akan “memberikan” akses lebih lanjut.
  • Contoh: sebuah bisnis e-commerce bisa mengotomatisasi notifikasi “pesanan Anda sedang dikemas” – “pesanan dikirim” – “terima kasih atas pembelian” lewat API, dan karena akun terverifikasi, pelanggan melihat nama brand, bukan hanya nomor, proses terasa lebih “pro” dan membuat pengalaman pelanggan (customer experience) menjadi lebih baik.

Dengan membuka akses API dan otomatisasi chat, Anda bukan hanya “mengirim chat” tetapi membangun sistem chat sebagai bagian dari customer journey: pre-sales, sales, hingga after-sales.

Ini adalah aspek reputasi dan formalitas yang tak boleh diremehkan. Centang biru bukan hanya simbol estetika, namun tanda pengakuan resmi dari pihak WhatsApp/Meta bahwa bisnis Anda telah diverifikasi dan dianggap memenuhi standar tertentu.

  • Artikel menyebut bahwa badge verifikasi menunjukkan bahwa “business is authentic and reliable”.
  • Untuk mendapatkan verifikasi tersebut, bisnis biasanya harus melalui proses: memiliki akun bisnis resmi (via API), memiliki identitas bisnis yang diverifikasi melalui Meta Business Manager, memiliki kehadiran online yang konsisten, dan mematuhi kebijakan bisnis WhatsApp (tidak menjual produk terlarang, dsb).
  • Dari sisi pelanggan, ketika mereka melihat badge verifikasi, mereka lebih mudah percaya bahwa bisnis Anda legal (bukan scam), lebih aman untuk berbagi data (alamat, pembayaran) dan bertransaksi. Ini sangat krusial di ekosistem digital Indonesia, di mana hati-hati terhadap penipuan online menjadi bagian dari budaya konsumen.
  • Dari sisi pemerintahan/regulator bisnis di Indonesia (misalnya untuk UMKM), memiliki identitas digital dan reputasi online yang baik menjadi bagian dari credential bisnis modern. Meskipun verifikasi WhatsApp bukan ­sertifikasi resmi pemerintah, namun badge tersebut memberi sinyal profesionalisme yang bisa mendukung brand Anda di mata mitra, investor, atau pelanggan.
  • Jadi, badge verifikasi membantu Anda mengangkat citra bisnis dari sekadar “berjualan via WhatsApp” menjadi “organisasi/brand yang beroperasi secara profesional dan transparan”.

Bahkan beberapa brand besar seperti Tokopedia, Bank BRI, dan JNE memanfaatkan fitur ini untuk komunikasi pelanggan yang lebih aman dan efisien.

Kenapa Centang Biru di WhatsApp Business Penting Banget

Langkah-Langkah Mendapatkan Centang Biru di WhatsApp Business

Sekarang bagian paling ditunggu-tunggu: bagaimana cara dapetin centang biru WhatsApp Business?

Tenang, prosesnya nggak serumit daftar paspor, tapi tetap butuh ketelitian. Berikut langkah-langkahnya:

1. Gunakan WhatsApp Business API

Ini wajib hukumnya. Hanya akun yang menggunakan API resmi WhatsApp (melalui BSP – Business Solution Provider) yang bisa mendapatkan verifikasi centang biru.

Beberapa BSP populer di Indonesia

BSPRingkasan keunggulanCatatan penting
360dialogFokus hanya pada WhatsApp Business API, “direct access to the WhatsApp Business API”. 360dialog+1Cocok jika Anda punya tim teknis dan ingin integrasi custom. Mungkin kurang “solusi plug-and-play” dibanding yang all-in-one.
TwilioGlobal besar, menyediakan WhatsApp messaging API sebagai bagian dari komunikasi omnichannel.Biaya bisa lebih tinggi, pengaturan bisa lebih teknis.
WATI.ioDikenal sebagai “All-in-One WhatsApp API Tool untuk Indonesia” (menurut blog mereka), cocok untuk SMB di Indonesia.Jika Anda ingin solusi yang mudah dan lokal, ini pilihan bagus. Pastikan paketnya memenuhi skala dan integrasi yang Anda butuhkan.
InfobipPlatform omnichannel global yang juga menawarkan WhatsApp API; cocok untuk bisnis skala besar.Pastikan biaya dan setup sesuai dengan kapasitas bisnis Anda.
ZokoSalah satu rekomendasi BSP di Indonesia untuk WhatsApp API.Pastikan mereka adalah resmi BSP (terverifikasi oleh Meta) dan tahu lingkungan lokal bisnis Indonesia.

2. Hubungkan dengan Facebook Business Manager

WhatsApp sekarang berada di bawah Meta. Jadi, kamu perlu:

  • Membuat akun Facebook Business Manager.
  • Memverifikasi identitas bisnis (nama legal, alamat, nomor pajak, situs resmi).
  • Menghubungkan nomor WhatsApp Business API dengan akun tersebut.

3. Ajukan Permohonan Verifikasi

Masuk ke Meta Business Manager – Settings – WhatsApp Accounts → Request Official Business Account Verification.

Kamu akan diminta mengisi:

  • Nama bisnis resmi sesuai dokumen hukum.
  • Website atau domain perusahaan.
  • Informasi legal (NIB, NPWP, dll).
  • Alasan mengapa verifikasi diperlukan.

4. Tunggu Proses Review

Biasanya butuh waktu 7–15 hari kerja. Meta akan menilai reputasi bisnis kamu berdasarkan:

  • Aktivitas media sosial.
  • Keberadaan publik (dilansir di berita, situs, atau direktori resmi).
  • Konsistensi brand identity.

5. Selesai, Atau Ditolak

Kalau disetujui, centang biru akan otomatis muncul di profil akun. Tapi jika ditolak, jangan sedih kamu bisa perbaiki profil bisnis, lengkapi dokumen, dan ajukan ulang setelah 30 hari.

Tips Agar Pengajuan Centang Biru Disetujui

Banyak bisnis gagal bukan karena tak layak, tapi karena tak paham detail kecil yang krusial. Berikut do and don’t paling penting:

Lakukan Ini:

  • Gunakan domain email bisnis (contoh: halo@brandkamu.com, bukan Gmail).
  • Pastikan nama bisnis di semua platform konsisten (Instagram, Facebook, Website, dsb).
  • Tampilkan alamat dan kontak valid di website.
  • Aktif di media sosial resmi dengan nama brand yang sama.
  • Pastikan bisnis sudah terdaftar di direktori publik seperti Google Business atau media berita.

Jangan Lakukan Ini:

  • Menggunakan nama pribadi untuk akun bisnis.
  • Memasukkan produk yang melanggar kebijakan WhatsApp (obat ilegal, judi, pinjaman ilegal, dll).
  • Menggunakan nomor telepon yang sama dengan akun pribadi.
  • Membuat akun baru hanya untuk verifikasi, karena sistem Meta bisa mendeteksi spam.

Strategi Setelah Mendapat Centang Biru

Sudah dapat centang biru? Selamat! Tapi perjalanan tidak berhenti di situ. Sekarang waktunya mengoptimalkan akun kamu agar dampaknya terasa nyata.

1. Gunakan Fitur Broadcast dengan Bijak

Kirim pesan promosi ke pelanggan, tapi jangan asal spam. Gunakan segmentasi:

  • Pelanggan baru – ucapan selamat datang.
  • Pelanggan lama – promo eksklusif.
  • Pelanggan dorman – reminder atau diskon reaktivasi.

2. Gunakan Template Pesan Resmi

WhatsApp API menyediakan template message berformat resmi untuk transaksi seperti:

  • Konfirmasi pesanan.
  • Notifikasi pembayaran.
  • Pengingat jadwal.
  • Dukungan pelanggan.

3. Integrasi CRM dan Chatbot

Gunakan tools seperti HubSpot, Zoko, atau WATI untuk mengelola ribuan chat sekaligus. Chatbot bisa menjawab pertanyaan umum 24 jam tanpa tidur, sementara tim kamu fokus ke penjualan besar.

4. Bangun Brand Voice

Centang biru adalah simbol, tapi kepribadian merek tetap nomor satu. Gunakan gaya komunikasi yang konsisten dan ramah, misalnya:

“Halo, Kak! Terima kasih sudah hubungi [Nama Brand]. Mau tanya produk yang mana nih?”

Strategi Setelah Mendapat Centang Biru

Panduan Mendapatkan Centang Biru di WhatsApp Business: Masalah Umum & Solusinya

Berikut tabel singkat tentang penyebab umum gagal verifikasi dan cara mengatasinya:

Masalah UmumPenyebabSolusi
Nama bisnis tidak sesuai dokumenBranding tidak konsistenGunakan nama legal yang sama di semua platform
Website tidak aktif atau tidak profesionalTidak ada domain resmiGunakan domain .com / .id dengan tampilan bisnis aktif
Tidak punya publikasi resmiBelum dikenal publikDaftarkan bisnis ke Google My Business & media lokal
Email pribadi digunakanKurang profesionalGunakan email dengan domain bisnis
Produk melanggar kebijakanMenjual barang terlarangHapus produk dan ajukan ulang

Apakah UMKM Bisa Dapat Centang Biru WhatsApp?

Tentu bisa! Meski verifikasi ini sering diasosiasikan dengan perusahaan besar, banyak UMKM Indonesia yang berhasil lolos. Kuncinya ada pada reputasi digital.

Contohnya, brand lokal seperti Scarlett Whitening dan Erigo dulu memulai sebagai UMKM sebelum akhirnya terverifikasi. Jadi, jangan minder dulu. Asal punya:

  • Legalitas bisnis (NIB, NPWP, dsb),
  • Aktivitas digital yang sehat,
  • Konsistensi branding,

Maka peluangmu tetap besar!

Intinya, kalau kamu menganggap centang biru di WhatsApp Business cuma prestise, kamu salah besar. Ini adalah strategi kepercayaan.

Di tengah maraknya penipuan online, pelanggan makin pintar memilih siapa yang pantas dipercaya.

Simbol kecil itu adalah janji: bahwa di balik layar, bisnis kamu resmi, aman, dan profesional.

Mulailah dari dasar, verifikasi dokumen, bangun reputasi digital, lalu ajukan verifikasi dengan tenang. Siapa tahu, beberapa minggu lagi kamu bisa bangga menunjukkan simbol biru itu di profil bisnis kamu.

1. Apakah WhatsApp Business gratis digunakan?

Ya, versi standar gratis. Tapi untuk mendapatkan centang biru, kamu harus menggunakan versi API melalui penyedia resmi.

2. Berapa biaya untuk verifikasi centang biru?

WhatsApp tidak mengenakan biaya langsung, tapi BSP (penyedia API) biasanya memiliki paket langganan mulai dari Rp500 ribu – Rp5 juta per bulan tergantung fitur.

3. Apakah individu bisa mendapatkan centang biru?

Tidak. Centang biru hanya diberikan untuk entitas bisnis atau organisasi dengan dokumen legal.

4. Berapa lama proses verifikasi WhatsApp Business?

Biasanya 7–15 hari kerja, tapi bisa lebih lama jika dokumen tidak lengkap atau bisnis belum dikenal publik.

5. Apakah akun saya bisa kehilangan centang biru?

Bisa. Jika melanggar kebijakan WhatsApp atau terjadi perubahan besar tanpa pemberitahuan (misalnya ganti nama bisnis sembarangan), status verifikasi bisa dicabut.

6. Apakah centang biru dan centang hijau sama?

Ya. WhatsApp menyebutnya Verified Business Account, dan warna ikon bisa berbeda tergantung tampilan perangkat.

7. Apakah semua BSP bisa bantu verifikasi centang biru?

Tidak semua. Pilih BSP resmi yang terdaftar di situs Meta. Jika tidak, pengajuan kamu tidak akan diproses.

8. Bagaimana kalau bisnis saya baru dan belum dikenal publik?

Bangun dulu kehadiran online website, media sosial aktif, dan daftar di direktori publik. Setelah itu, ajukan ulang setelah 30 hari.

9. Apakah bisa punya lebih dari satu akun centang biru?

Bisa, tapi setiap nomor dan entitas bisnis harus diverifikasi terpisah.

10. Apakah ada alternatif selain WhatsApp Business untuk komunikasi resmi?

Ada seperti Telegram Business, LINE Official, atau Instagram DM API. Tapi di Indonesia, WhatsApp tetap rajanya dengan lebih dari 170 juta pengguna aktif.

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like