Fitur TikTok Baru untuk Kreator: Mudah Viral & Dapat Uang!

Kamu kreator atau pengin jadi kreator di TikTok, ya? Atau paling nggak penasaran bagaimana bisa bikin konten viral dan hasilnya bisa “uang beneran”.

Nah, platform ini nggak cuma jadi tempat hiburan, tapi makin ke sini makin serius jadi jembatan monetisasi buat kreator.

Fitur TikTok baru di sini adalah semua inovasi terbaru yang memungkinkan kreator seperti kamu lebih mudah viral dan dapat uang, termasuk lewat fitur affiliate.

Kenapa ini penting? Karena dulu mungkin kamu merasa: “Ya udah, saya bikin konten bagus, pengin viral, tapi kok enggak ada hasilnya?” Yup, banyak orang di luar sana merasa gitu.

Tapi sekarang, fitur baru + strategi yang tepat = peluang lebih besar. Kita akan kupas tuntas.

Kita bakal bahas semuanya, yuk simak berikut!

Apa Saja yang Termasuk dalam Fitur TikTok Baru untuk Kreator

Oke, sebelum kita masuk ke strategi, mari kita lihat apa aja sih fitur‐baru yang dimaksud.

Karena kalau nggak tahu “alatnya”, gimana bisa pakai dengan maksimal?

Berikut ini beberapa fitur signifikan yang patut kamu tahu:

Baca Juga: Keuntungan dan Strategi Storytelling Marketing di Tiktok

1. Program Affiliate & Monetisasi Produk

Salah satu fitur paling signifikan adalah program affiliate yang memungkinkan kreator jadi penghubung (affiliate) untuk produk/brand, dan mendapatkan komisi ketika audiens melakukan pembelian lewat link atau tag produk kamu.

Di halaman resmi “Creator – TikTok Shop”, disebutkan bahwa kreator bisa Earn through Affiliate: Connect with brands and monetize your content within the global TikTok community.

Oleh karena itu, mengapa ini penting?

Dengan fitur affiliate, monetisasi kreator jadi lebih “langsung”: bukan hanya mengandalkan view/likes, tapi ada arus transaksi nyata.

Untuk kamu, kreator muda atau micro-kreator, ini peluang bagus karena engagement kecil tapi spesifik bisa jadi basis affiliate yang baik.

Bagaimana contohnya?

Kamu punya niche “skincare halal untuk remaja Indonesia”. Lewat program affiliate TikTok, kamu memilih produk yang cocok (skincare dengan sertifikasi halal) → buat video review → tambahkan link affiliate → jika ada yang beli lewat link kamu, kamu dapat komisi.

2. Sistem “TikTok Shop Creator” / Program E-Commerce Kreator

Selain affiliate, TikTok menyediakan kerangka yang lebih spesifik untuk kreator yang ingin terlibat di e-commerce via platform TikTok sendiri.

Contoh: kreator dengan akun yang terhubung ke toko TikTok (“Official Shop Creator”) bisa promosikan produk dari toko terkait, dan tidak memerlukan minimum followers dalam beberapa kondisi.

Nah, buat kamu yang ingin menjual produk sendiri atau bekerja sama dengan brand, fitur ini membuka jalur pemasaran langsung di dalam TikTok yang artinya potensi monetisasi tidak hanya dari view tapi dari penjualan.

3. Alat & Tools Kreator Baru (Editing, AI, Manajemen)

TikTok juga memperkenalkan sejumlah fitur teknis/produk yang mendukung kreator dalam membuat konten yang lebih baik, cepat, dan profesional.

  • Fitur “New tools to protect and support TikTok creators” mencakup: Creator Care Mode (filter komentar ofensif/unwanted), fitur mute saat LIVE untuk kata/emoji yang tidak diinginkan, dan Content Check Lite untuk memeriksa apakah konten kamu berpotensi ineligible untuk feed “For You”.
  • Fitur “AI Outline” dan “Smart Split” (dilaporkan di update 2025) “AI Outline” membantu kreator dengan membuat kerangka video (judul, hook, skrip, hashtags) dari prompt. “Smart Split” memungkinkan kreator memecah video panjang menjadi klip pendek dengan bantuan AI.
  • Update-terbaru juga mencakup fitur pengeditan, dashboard kreator, dan “Creator Level system” (menurut sumber update) yang memberi progress atau tingkatan pada akun kreator.

Mengapa ini penting?

Anda sebagai kreator tidak hanya dituntut menghasilkan konten yang bagus saja tapi juga efisien, konsisten, dan relevan. Tools ini membantu kamu:

  • Menghemat waktu editing (AI Outline / Smart Split)
  • Meningkatkan kualitas & kemungkinan ditemukan oleh algoritma (Content Check Lite)
  • Membuat lingkungan kreator yang lebih aman & profesional (Care Mode, manajemen komentar)

4. Program Brand & Kerjasama Kreator (Brand Partnerships)

TikTok memperbaharui cara kreator bisa mendapatkan kerja sama brand atau peluang bisnis melalui platform.

  • Fitur “TikTok One for creators” adalah platform yang memungkinkan kreator menemukan peluang kerjasama brand, mencari peluang bisnis, dan dibayar untuk kreativitas mereka.
  • Panduan strategi kreator di 2025 menyebut bahwa kreator harus membangun “creator portfolio”, memikirkan tujuan (brand awareness, engagement, conversion) dan jangan hanya bergantung pada followers besar.

Lalu, apa manfaat buat kamu?

Kalau kamu mulai membangun akun kreator memahami bahwa brand-deal tidak hanya untuk mega-influencer besar, maka fitur ini membuka peluang untuk kamu menjalin kerjasama sejak awal.

Misalnya: kamu sebagai kreator niche Bahasa Arab/pembelajaran Islam atau konten pendidikan, bisa cari brand yang relevan dan menggunakan platform tersebut untuk menawarkan kerjasama.

5. Sistem Keamanan & Manajemen Komunitas Kreator

Fitur-baru juga mencakup aspek keamanan, reputasi, dan manajemen komunitas kreator agar pengalaman kreator lebih baik.

  • Contoh: “Creator Care Mode” dan “Creator Inbox” yang disebut dalam update TikTok “New tools for creators” memberi kreator ruang untuk mengelola pesan, komentar, dan interaksi secara profesional.
  • Fitur “Content Check Lite” membantu kreator memeriksa apakah konten mereka mungkin mendapat penalti atau kurang eligible untuk feed utama. Ini penting agar engagement kamu tidak tiba-tiba turun karena pelanggaran aturan.

Kenapa ini penting khususnya buat kreator muda?

Banyak kreator sering kewalahan dengan komentar, troll, atau konten yang tidak mematuhi standar komunitas.

Dengan fitur ini, kamu punya alat untuk menjaga kesehatan kanal kamu yang pada gilirannya menjaga reputasi dan keberlangsungan monetisasi kreator.

Kenapa Kreator Harus Peduli dengan Affiliate di TikTok?

Mungkin kamu bertanya: “Kenapa saya harus ikut affiliate? Kenapa nggak cukup bikin konten viral?” Jawabannya: ya, viral itu bagus banget tapi kalau viral tanpa monetisasi, bisa jadi “viral lalu lupa”.

Kalau kamu bisa kombinasi: viral + uang = win. Berikut beberapa alasan kenapa fitur affiliate di TikTok sangat relevan:

1. Konversi Lebih Mudah

Ketika kamu berhasil menarik perhatian pengguna dan kemudian ada link/tag produk yang bisa dibeli langsung, peluang untuk “klik & beli” meningkat.

Lihatlah: TikTok Shop affiliate memungkinkan kreator “merekomendasikan produk” dan mendapatkan komisi.

2. Potensi Viral + Penjualan = Pendapatan

Bayangkan: video kamu mendadak viral tapi ternyata juga ada produk yang kamu tag dengan affiliate. Setiap orang yang nonton dan beli = kamu dapat potongan.

Lumayan, kan? Contoh: kreator yang suka review gadget, bisa tag produk melalui affiliate link di TikTok Shop, dan kalau pembelian terjadi melalui link itu, mereka dapat komisi.

3. Barriers to Entry Lebih Rendah

Dulu mungkin kamu butuh followers ratusan ribu untuk dapat monetisasi nyata. Sekarang? Ada program yang memungkinkan kreator dengan followers yang belum super banyak tetap bisa ikut affiliate.

4. Platform Mendukung E-Commerce lebih Aktif

TikTok bukan cuma video lucu atau tarian lagi. Fitur‐fiturnya makin mendukung jual-beli, dan kreator yang paham bisa mengambil keuntungan.

Jadi kesimpulannya: jika kamu serius sebagai kreator dan ingin hasil nyata, maka memahami dan memanfaatkan fitur affiliate TikTok bukanlah opsi – melainkan keharusan.

Bagaimana Strateginya? (Langkah Praktis untuk Kreator)

Baiklah, sekarang kita masuk ke bagian yang mungkin paling kamu tunggu: strategi konkret.

Yuk siapkan catatanmu karena kita bakal bicara langkah demi langkah bagaimana memaksimalkan fitur TikTok Baru untuk Kreator: Lebih Mudah Viral dan Dapat Uang! termasuk fitur affiliate!].

1. Tentukan Niche & Audiensmu

Pertama: jangan bikin semuanya sekaligus. Fokus ke satu niche atau tema. Kenapa? Karena audiensmu ingin tahu “kamu ahli di bidang ini”. Misalnya: unboxing gadget, review skincare halal, life-hack sehari-hari, fashion modest, travel murah, etc.

Setelah niche jelas, lihat: siapa audiensmu (usia, minat, lokasi). Kenapa ini penting? Karena affiliate berfungsi optimal jika produk cocok dengan audiens.

Contoh nyata: Jika kamu review skincare halal (ingat kamu tertarik isu halal ya), maka produk affiliate yang kamu promosikan harus punya sertifikasi halal atau relevan. Ini bikin audiens percaya dan lebih mudah klik link.

2. Aktifkan TikTok Shop Affiliate atau Program Lain

Mulai dulu dengan mengecek apakah kamu bisa daftar ke program affiliate TikTok. Beberapa langkah umum:

  • Buka TikTok Shop atau portal kreator TikTok → cari bagian “Affiliate” atau “Program Kreator”.
  • Pilih produk yang relevan dengan niche dan audiensmu.
  • Dapatkan link unik atau tag produk.
  • Buat konten yang mempromosikan produk tersebut secara natural.
    Menurut panduan: affiliate TikTok memungkinkan kreator “share products and brands you discover” dan “get paid when viewers buy directly from you”.

3. Buat Konten yang Menjual Tanpa Terlihat ‘Menjual’

Inilah tantangannya: video harus menarik dan autentik bukan cuma “ayo beli produk X”.

Algoritma TikTok lebih suka konten yang engaging, yang membuat orang nonton sampai habis, like, share, comment. Kalau audien berhenti nonton atau skip cepat, peluang viral menurun.

Beberapa ide:

  • Unboxing + reaksi pertama
  • “Hacks” menggunakan produk affiliate
  • Review jujur + alasan kenapa kamu pilih produk ini
  • Cerita personal (kamu dulu punya masalah, produk ini bantu)
  • Challenge atau trend yang bisa dikaitkan dengan produk

Misalnya: “Hai teman-teman, aku pakai serum halal ini selama 2 minggu, lihat hasilnya” Kemudian di caption atau di video ada tag produk affiliate.

4. Gunakan Hashtag & Format yang Tepat

TikTok punya algoritma yang menghargai: waktu tonton, interaksi (komentar, likes), dan relevansi. Jadi:

  • Pakai hashtag populer tapi tetap relevan dengan niche kamu
  • Gunakan teks di video yang menarik (misal “WOW hasilnya setelah 14 hari!”)
  • Pastikan hook awal video kuat (3–5 detik pertama) agar penonton tidak skip.
  • Manfaatkan fitur seperti Duet atau Stitch bila memungkinkan untuk engagement tambahan.

Pastikan link/tag produk mudah ditemukan. Di TikTok Shop, produk bisa ditag langsung dalam video atau live. Pastikan:

  • Caption atau teks di video beri tahu bahwa “link di bio” atau “geser ke produk”
  • Sertakan call to action (CTA) yang jelas dan ringan, misalnya: “Coba lihat produk ini, link ada di profil ya!”
  • Jangan terlalu sering jualan—jaga keseimbangan antara konten edukasi/hiburan dan promosi.

6. Analisis & Refine Strategimu

Tidak cukup hanya posting lalu berharap. Kamu harus pantau:

  • Video mana yang mendapat engagement tertinggi?
  • Produk affiliate mana yang paling banyak konversi?
  • Di waktu apa audiensmu paling aktif?
  • Apakah video‐yang menggunakan tag produk performanya lebih baik atau malah kurang?

Kemudian: ulangi strategi yang berhasil, dan hentikan atau ubah yang kurang berhasil.

7. Bangun Kredibilitas & Hubungan dengan Audiens

Jangan lupa: audiensmu manusia (ya, bukan robot!). Mereka menghargai kejujuran dan gaya yang autentik. Jika kamu sering hanya “promosi”, mereka bisa jenuh atau tidak percaya. Maka:

  • Sisipkan cerita pribadi
  • Tanggapi komentar
  • Berikan nilai (misalnya tips gratis) sebelum menawarkan produk
  • Pastikan disclaimer bila video adalah promosi/affiliate agar tetap transparan dan dipercaya

Dengan cara ini, ketika kamu promosikan produk affiliate, audiens merasa “oh iya, ini dari teman yang saya percaya”, bukan “hanya iklan”.

Contoh Kasus: Kreator yang Sukses dengan Fitur TikTok Baru untuk Kreator

Mari kita lihat beberapa contoh (umumnya) untuk memberi gambaran yang lebih nyata dan untuk menginspirasi kamu ingat, kamu bisa adaptasi untuk pasar Indonesia juga.

Contoh A – Niche Skincare Halal

Seorang kreator di Indonesia memilih niche “skincare halal untuk remaja”. Dia bergabung dengan affiliate TikTok Shop, memilih produk yang sudah punya sertifikasi halal.

Dia membuat video: “5 langkah rutin skincare murah dan halal untuk pelajar” + dalam video menyertakan tag produk affiliate.

Karena targetnya pelajar & remaja, harga produk juga terjangkau ini meningkatkan konversi. Akhirnya dalam 3 bulan, video yang mendapatkan viral mendapatkan ratusan ribu penonton dan link affiliate banyak diklik → komisi mulai masuk.

Contoh B – Niche Gadget & Life Hack

Kreator lain memilih gadget murah meriah yang bisa dipakai untuk “study at home”. Dia membuat konten “3 gadget Rp200 ribuan yang bikin kamar kos jadi produktif”. Dalam video, salah satu produk affiliate ditampilkan.

Gaya videonya ringan, lucu, ada demo. Contoh seperti ini sesuai dengan fakta bahwa TikTok punya engagement tinggi dan konten yang menarik lebih mudah viral.

Contoh C – Travel & Local Business

Sesuai dengan berita terkini: TikTok meluncurkan program yang memungkinkan kreator tag hotel atau tempat lokal dan dapat komisi dari booking.

Jadi kreator niche travel bisa memanfaatkan fitur affiliate untuk bisnis lokal ini adalah model yang agak berbeda dari produk fisik, tapi prinsipnya sama: kamu rekomendasikan sesuatu, audiens klik, dan kamu dapat komisi.

Dari contoh‐contoh itu kita bisa ambil pelajaran: pilih niche dengan permintaan nyata, buat konten yang menghibur + edukatif, tag produk affiliate yang relevan, dan tetap autentik.

Tantangan & Hal yang Perlu Diperhatikan

Tentu saja, nggak semua hal di TikTok itu mulus. Ada beberapa tantangan yang harus kamu siap hadapi supaya nggak kaget nanti. Mari kita bahas beberapa dan bagaimana mengatasinya.

Tantangan 1 – Persaingan Sangat Ketat

Ya, ribuan konten diupload setiap menit. Menjadi viral bukan jaminan. Kamu harus punya ide yang unik, hook kuat, dan konten yang memikat. Engagement menjadi kunci.

Tantangan 2 – Algoritma Bisa Berubah

Algoritma platform bisa berubah kapan saja. Fitur yang sekarang “kerja” mungkin diubah esok hari. Maka kamu harus fleksibel, selalu belajar, dan coba berbagai tipe konten.

Tantangan 3 – Konversi dari Viral ke Komisi Tidak Otomatis

Viral = banyak views. Tapi banyak views belum tentu banyak klik affiliate atau banyak beli produk.

Bisa jadi penonton cuma menonton untuk hiburan, bukan untuk beli. Maka link/tags dan CTA harus jelas, dan produk harus benar‐benar relevan.

Tantangan 4 – Authenticity vs Promosi Berlebihan

Kalau kamu terlalu sering promosi, audiens bisa merasa jenuh atau curiga. Maka jaga keseimbangan antara konten “value” dan konten “promosi”. Bangun kepercayaan terlebih dulu.

Tantangan 5 – Ketentuan Legal & Transparansi

Beberapa program affiliate punya persyaratan tertentu (misalnya disclosure “#ad” atau “#affiliate”), atau wilayah tertentu punya aturan khusus. Pastikan kamu memahami persyaratan program yang kamu ikuti.

Tips Tambahan untuk “Push” Agar Efisien

Oke, sudah kita bahas strategi dan tantangan. Sekarang saya beri beberapa tips bonus yang kadang luput, tapi bisa bikin perbedaan besar:

  • Uji A/B Hook Awal Video: Coba dua versi hook (misalnya “Kamu nggak percaya hasilnya…” vs “Inilah 3 kesalahan skincare…”), lihat mana yang engagementnya lebih tinggi.
  • Kolaborasi dengan Kreator Lain: Duet atau Stitch dengan kreator lain di niche yang sama atau terkait bisa meningkatkan exposure.
  • Sesi Live dengan Produk Affiliate: Live streaming memungkinkan interaksi langsung, tanya‐jawab audiens, dan tag produk secara real‐time. Ini bisa meningkatkan kepercayaan dan pembelian.
  • Buat Storytelling, Bukan Hanya Review: Ceritakan perjalananmu apa yang dulu kamu cari, kenapa kamu pakai produk itu, bagaimana hasilnya. Cerita menyentuh hati audiens.
  • Gunakan Analytics TikTok Secara Rutin: Lihat kapan audiensmu paling aktif, demografi, bagaimana pola interaksi. Dengan data itu, kamu bisa posting di waktu terbaik, dan jenis konten yang lebih cocok.
  • Update terus dengan Fitur Baru TikTok: Karena TikTok sering memperkenalkan fitur baru (contoh: fitur e-commerce, live commerce, kemampuan affiliate lokal) jika kamu cepat adaptasi, kamu bisa ‘lebih dulu’ pesaingmu.

TikTok Kreator untuk Pasar Indonesia

Sekarang, mari kita adaptasi ke situasi di Indonesia karena sebagai kreator di Indonesia, ada sejumlah hal lokal yang penting kamu tahu.

  • Bahasa dan budaya lokal memainkan peran besar. Konten yang menggunakan Bahasa Indonesia, mencerminkan keseharian remaja atau generasi muda Indonesia, cenderung lebih resonan.
  • Produk affiliate: cari produk yang mudah diakses di Indonesia (logistik, pembayaran, pengiriman) agar pembelian dari audiensmu tidak terhambat. Produk yang lama datang/bayar ribet bisa membuat klik tapi batal beli → konversi rendah.
  • Gap harga dan daya beli: kreator Indonesia mungkin harus mempertimbangkan daya beli pengikutnya. Produk terlalu mahal bisa jadi pilihan yang berat kadang produk dengan harga terjangkau + kualitas bagus punya peluang lebih besar.
  • Legal & regulasi: pastikan program affiliate yang kamu ikuti di Indonesia atau mendukung Indonesia. Dan pastikan kamu beri disclosure sesuai etika promosi (misalnya “konten ini bagian dari kerjasama affiliate”).
  • Tren lokal: TikTok di Indonesia punya tren khas challenge lokal, musik lokal, konten yang mudah dibagikan. Kalau kamu bisa satukan tren dengan produk affiliate, voila, potensi viral semakin besar.

Contohnya: jika kamu kreator yang bahas “budget gadget untuk pelajar di Malang” (ingat user lokasi kamu Malang), kamu bisa menggunakan tag produk affiliate gadget yang tersedia di Indonesia, bikin video review di kamar asrama di Malang, dengan Bahasa santai: “Bro, ini gadget 1 jutaan yang bikin tugas kuliah lucu dan ringan…” … then link di profil. Kombinasi lokal + niche + affiliate.

TikTok Kreator untuk Pasar Indonesia

Intinya, jika kamu serius sebagai kreator di TikTok, bukan hanya untuk hits sesaat, tapi untuk hasil nyata, maka memanfaatkan fitur‐barunya seperti affiliate dan e-commerce adalah langkah cerdas.

Tapi ingat: tidak ada jalan pintas. Harus ada kreativitas, konsistensi, pemahaman audiens, dan eksekusi yang baik.

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan mulai sekarang? Pilih niche yang kamu suka. Daftar program affiliate yang sesuai. Buat satu video dengan tag produk affiliate. Lihat hasilnya.

Optimasi terus. Dan yang paling penting: nikmati prosesnya. Karena kalau kamu bersenang‐senang saat bikin konten, itu terasa oleh audiens dan algoritma pun suka hal yang “alami”.

1. Apakah saya bisa ikut program affiliate TikTok jika followers saya masih sedikit?

Ya meskipun jumlah followers besar bisa membantu, yang lebih penting adalah engagement dan relevansi niche. Beberapa program affiliate di TikTok terbuka bagi kreator dengan audiens menengah atau mikro.

2. Apakah harus selalu tag produk dalam video agar dapat komisi?

Umumnya ya, agar bisa ditracking. Kamu perlu menggunakan link atau tag produk affiliate yang diberikan. Namun, tata cara tepatnya bisa berbeda tergantung program affiliate dan wilayah. Pastikan baca syarat‐ketentuan program tersebut.

3. Bagaimana cara mengetahui produk affiliate yang cocok untuk audiens saya?

Pertama, kenali audiensmu: demografi, minat, masalah yang mereka miliki. Kedua, cari produk yang relevan dengan niche kamu dan audiensmu. Ketiga, pilih produk dengan reputasi baik, harga masuk akal, dan mudah diakses oleh audiensmu (pengiriman di Indonesia, metode pembayaran lokal, dsb).

4. Apakah setiap video tempat tag produk affiliate harus “jualan”?

Tidak harus. Lebih baik sebagian besar video memberikan nilai (tips, hiburan, edukasi), dan secara berkala kamu sisipkan tag produk affiliate. Kalau semuanya terasa “jualan”, audiens bisa bosan dan engagement bisa turun.

5. Berapa banyak uang yang bisa saya hasilkan dari affiliate?

Tidak ada angka pasti karena sangat tergantung niche, produk, audiens, engagement, konversi. Namun, bila kamu berhasil membuat konten yang relevan dan menarik + produk yang cocok + CTA kuat, maka potensi pendapatan bisa signifikan. Jangan fokus ke angka besar dulu fokus ke proses, lalu skala.

6. Apakah saya harus tinggal di negara tertentu untuk ikut affiliate TikTok Shop?

Beberapa program affiliate di TikTok punya persyaratan wilayah baik untuk kreator maupun produk. Pastikan program affiliate yang kamu pilih mendukung kreator di Indonesia atau wilayah kamu.

7. Bagaimana jika video saya viral tapi konversinya rendah?
Ini berarti kamu butuh optimasi. Coba analisis:

Apakah produk affiliate relevan dengan audiens yang melihat video?
Apakah CTA jelas?
Apakah link/tag produk mudah ditemukan?
Apakah audiensnya sesuai dengan persona produk?
Kemudian perbaiki salah satu atau beberapa elemen tersebut, dan ulangi.

8. Apakah harus selalu video baru untuk affiliate, atau bisa pakai video lama?

Kamu bisa revisit video lama yang performanya baik dan “edits” sedikit untuk tambahkan tag produk affiliate baru. Tapi umumnya video baru dengan hook yang fresh dan relevan punya peluang lebih besar untuk hasil baik.

9. Apakah ada risiko jika saya tidak menandai bahwa konten saya affiliate/promo?

Ya, bisa ada. Dari sisi kepercayaan audiens: transparansi penting. Dari sisi platform atau hukum: beberapa wilayah mewajibkan kreator untuk memberi disclosure bahwa konten adalah kerjasama/promosi. Jadi lebih aman jika kamu jelas bahwa ada affiliate.

10. Bagaimana saya bisa terus belajar dan update fitur terbaru TikTok?

Ikuti blog resmi TikTok, forum kreator, komunitas kreator Indonesia, webinar/kelas kreator, plus terus eksperimen sendiri. Karena perubahan fitur dan algoritma biasa terjadi. Menjadi adaptif adalah keunggulan.

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like