Jenis dan Cara Membuat Native Display Ads

Pernahkah anda sedang melakukan scrolling di sosial media lalu kemudian melihat iklan yang tidak sengaja muncul di sela-sela konten?

Jenis iklan ini biasa disebuat native display ads yang muncul di sela-sela konten tanpa disadari audience karena tampilannya yang nampak serupa dengan konten organik.

Promosi satu ini dianggap menguntungkan oleh banyak brand karena membuat audience merasa tidak menonton iklan tersebut dan lebih tertarik untuk membaca konten promosi yang disajikan.

Sehingga konten iklan ini dipercaya dapat meningkatkan konversi dan brand awareness karena tampilannya organik.

Namun untuk membuat jenis konten ini diperlukan persiapan yang matang untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal serta konten yang menarik perhatian.

Karenanya berikut berbagai jenis native ads serta strateginya untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

image 2

Baca Juga : Display Ads Adalah : Jenis dan Strateginya

Native Display Ads Adalah

Banyaknya konten promosi yang muncul di internet atau sosial media, menjadikan konsumen merasa kesal saat mencari informasi tertentu.

Namun, saat ini sudah ada native display ads yang memungkinkan pengiklan memasang iklan di tengah-tengah konten organik, sehingga konten promosi terlihat lebih menarik.

Native display ads adalah iklan yang memiliki tampilan yang sama dengan konten organik dan menyesuaikan dengan platform promosi tempat mereka tampil.

Dimana strategi promosi menggunakan jenis iklan ini dianggap menguntungkan karena dapat meningkatkan interaksi dan konversi.

Apalagi banyak pengguna internet yang kurang tertarik dengan banner ads yang memiliki tampilan yang mencolok, berbeda dengan native display ads yang mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian konsumen secara organik.

Sehingga ini bisa menjadi cara promosi yang menyenangkan untuk menghubungkan brand dengan target audience.

Penggunaan native display ads juga bisa digunakan untuk kerjasama dengan influecer sehingga dapat memperkuat personal brand dan meningkatkan jangkauan target audience dengan cara yang lebih organik.

image 3

Jenis Native Display Ads

Strategi promosi menggunakan native display ads memang dapat membantu untuk meningkatkan konversi dan brand awareness karena memiliki tampilan seperti konten organik.

Namun dalam melakukan pemasaran menggunakan iklan ini, anda perlu memilih jenis konten yang sesuai untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Karenanya berikut beberapa jenis native display ads yang bisa digunakan untuk promosi beserta kekurangan dan kelebihannya yang bisa dipertimbangkan untuk membuat konten pemasaran yang sesuai kebutuhan.

1. Promoted Listings

Bagi pengguna sosial media, anda mungkin pernah melihat konten dari influencer tertentu yang terlihat organik namun menyelipkan promosi di bagian konten tertentu.

Jenis iklan ini bisa disebuat promoted listings, dimana sebuah konten organik dipromosikan di sosial media dengan menggunakan tanda tertentu.

Promoted listings tidak hanya ditemukan di sosial media, namun juga website yang memberikan penanda berupa “sponsored” atau “ads” pada iklan untuk mempromosikan website atau artikel tertentu.

Dimana penanda ini dilakukan agar penonton dapat membedakan konten organik atau promosi, meskipun mereka menggunakan konten dari influencer tertentu.

Jenis konten iklan ini bisa membantu untuk meningkatkan interaksi dan brand awareness sebab menggunakan bantuan dari influencer yang memiliki minat dan target audience yang sama, sehingga lebih membuka interaksi dengan target konsumen.

Meskipun begitu beberapa orang terkadang kurang percaya dengan jenis konten ini karena dianggap tidak memberikan ulasan yang sesuai.

Sehingga untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal, dibutuhkan persiapan khusus untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Misalnya dengan memilih influencer yang memiliki minat yang sama dengan produk atau industri yang dijalani, sehingga anda bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen yang memiliki minat yang sama.

Kemudian pelajari juga metrik interaksi dengan konsumen yang dimiliki, dimana jumlah interaksi yang tinggi menjadi tolak ukur keberhasilan promosi.

Anda juga perlu melihat berbagai konten yang mereka sajikan untuk memastikan konten tersebut disukai oleh target audience.

Jika anda sudah membuat daftar dan konten yang sesuai dengan target audience, maka anda bisa menghubungi influencer tersebut untuk mendiskusikan promosi yang saling menguntungkan satu sama lain.

Kemudian jika promosi sudah dilakukan dalam jangka waktu tertentu, lakukan analisa promosi menggunakan metrik tertentu untuk mengetahui hasil pemasaran yang dilakukan, hasil ini bisa menjadi pertimbangan untuk menggunakan kembali influencer tersebut di campaign selanjutnya.

2. Paid Search Ads

Konten native display ads tidak hanya digunakan di sosial media saja, namun juga banyak ditemukan di halaman website dimana banyak orang masih menggunakan internet untuk mencari informasi yang kredibel.

Sehingga tidak mengherankan apabila paid search ads masih banyak digunakan untuk melakukan promosi di website dan internet untuk jangkauan konten yang maksimal dengan target audience tertentu.

Salah satu kelebihan dari menggunakan native display ads untuk promosi adalah peluang untuk berada di halaman pencarian pertama dan teratas, dimana ini menguntungkan untuk meningkatkan brand awareness website sehingga dapat menaikkan kunjungan halaman dan konversi secara maksimal.

Tidak hanya itu, jenis iklan ini juga dapat menceritakan mengenai brand yang dimiliki atau melakukan analisa yang mendalam mengenai topik tertentu, sehingga konsumen bisa mengenal brand, produk, atau layanan dengan lebih baik sebelum memutuskan melakukan tindakan tertentu.

Dimana anda bisa memulainya dengan mengetahui jenis konten yang disukai oleh target audience, apakah konten artikel, video, atau infografis, dimana setiap konten memiliki peminatnya masing-masing.

Pastikan juga isi konten yang dimiliki memiliki gaya bahasa yang sesuai dengan target audience, sehingga mereka bisa membaca isi promosi sampai habis dan melakukan konversi yang diinginkan.

Guna mendapatkan hasil promosi yang maksimal, anda bisa membuat konten mengenai topik yang sedang naik daun atau sesuai dengan campaign yang dijalankan saat ini, sehingga konsumen tertarik untuk membaca dan membagikannya serta meningkatkan konversi yang diinginkan.

Pastikan juga untuk melakukan analisa guna memastikan promosi telah berjalan dengan baik serta bisa diperbaiki atau digunakan kembali di campaign promosi yang akan datang.

3. In-Feed Units

Pernahkan anda melakukan scrolling di beranda sosial media dan menemukan konten promosi yang menarik perhatian. Jenis konten iklan ini banyak ditemukan di sosial media dengan menyejajarkan konten organik dan promosi sehingga audience tidak merasa melihat iklan tertentu.

Sehingga konten promosi ini dapat membantu untuk menaikkan interaksi dengan target audience, membangun brand awareness, serta menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun untuk membuat jenis konten ini diperlukan persiapan untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Dimana anda bisa memulainya dengan memahami tujuan promosi, apakah untuk mengenalkan produk baru, meningkatkan awareness, atau meningkatkan jumlah kunjungan ke website. Pemahaman ini dapat membantu untuk isi konten promosi yang sesuai dengan isi promosi dan minat audience.

Kemudian anda juga perlu memilih isi topik yang sesuai dengan promosi, misalnya jika anda hendak meningkatkan awareness mengenai kesehatan wanita, maka anda perlu memilih topik dan isi konten yang berkaitan dengan campaign tersebut.

Pastikan juga untuk membuat visual konten yang selaras dengan konten biasa, sehingga target audience tidak merasa melihat konten promosi melainkan edukasi yang menarik perhatian.

Sehingga anda perlu membuat visual konten yang tidak berlebihan namun enak dipandang oleh target audience untuk hasil promosi yang maksimal.

Pilihlah juga jenis konten sosial media yang sesuai, apakah itu termasuk konten single foto, carousel, atau reels yang banyak diminati oleh target audience.

Tambahkan juga tautan yang membawa konsumen ke landing page untuk melakukan tindakan yang diinginkan sehingga dapat meningkatkan promosi dengan baik.

4. In-Ad With Native Elements

Saat melihat konten di blog, anda mungkin menemukan iklan di sisi tertentu dari halaman website namun tidak terlihat mengganggu.

Jenis iklan ini dinamakan In-Ad with native elements, dimana pengguna bisa melihat iklan yang tidak mengganggu karena memiliki tampilan yang sama dengan halaman website.

Tampilan iklan yang selaras ini tentunya menguntungkan bagi pengiklan, karena dapat membantu untuk meningkatkan interaksi, menaikkan pengalaman konsumen, serta meningkatkan kredibilitas brand karena dipromosikan di tempat yang terpercaya.

Salah satu contohnya adalah brand bahan masakan yang menempatkan promosi di blog resep makanan atau brand keuangan yang memasarkan layanannya di website berita.

Meskipun terlihat menguntungkan dan bisa digunakan jangka panjang, namun menggunakan strategi promosi yang tepat dapat membantu untuk meningkatkan jangkauan brand dan kredibilitas produk.

Dimana anda bisa memulainya dengan memahami tujuan promosi, apakah anda ingin meningkatkan brand awareness, konversi penjualan, atau memasarkan produk tertentu, dimana ini dapat membantu untuk membuat konten promosi yang menarik perhatian.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan membuat konten promosi yang menarik perhatian, mulai dari menggunakan pilihan warna yang sesuai, elemen yang menarik, serta copywriting yang tepat sehingga dapat mengajak konsumen untuk melakukan tindakan tertentu.

Kemudian pilihan tempat promosi yang sesuai, apakah anda ingin mempromosikan di website berita atau blog yang berisi resep masakan? dimana anda pelru menyesuaikannya dengan brand dan produk yang dimiliki.

Pastikan juga untuk menghitung biaya promosi yang dikeluarkan agar tidak keluar dari budget pemasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Lakukan juga analisa setelah promosi dilakukan untuk memastikan promosi yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan anda bisa menggunakan strategi ini di campaign berikutnya.

image 4

Cara Membuat Native Display Ads

Melakukan promosi menggunakan strategi native display ads bisa menjadi langkah yang menguntungkan karena tampilan iklan yang selaras dengan konten lainnya sehingga tidak mengganggu dan memiliki potensi untuk meningkatkan konversi dan brand awareness.

Namun, dengan jenis konten yang beragam dan kompetitor yang memiliki strategi yang sama, maka penting untuk membuat persipan yang matang untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Karenanya berikut beberapa langkah yang bisa digunakan untuk membuat native display ads yang menarik perhatian serta strategi yang digunakan untuk memasarkan produk dan brand dengan baik.

1. Ketahui Target Konsumen

Memahami target konsumen dapat membantu dalam membuat strategi promosi yang tepat sasaran. Hal ini juga dapat membantu untuk memilih jenis konten yang sesuai, copywriting yang mudah dipahami, serta platform untuk mempromosikan produk yang dimiliki.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk memahami target konsumen adalah mengenali produk, layanan, atau brand yang dimiliki.

Informasi ini dapat membantu untuk mengenali target konsumen yang dituju, apakah mereka berasal dari kalangan anak muda atau profesional, dimana mereka memiliki pendekatan yang berbeda.

Kemudian, anda juga perlu memahami target konsumen yang dituju dengan menggunakan tools yang dapat membantu untuk memahami kebiasaan mereka dan mengamati trend di sosial media untuk mengenali preferensi mereka.

Pastikan juga untuk mendengarkan ulasan konsumen yang masuk di kolom komentar sosial media, website brand, atau ulasan di Google untuk mengetahui pendapatn mereka sehingga dapat memperbaiki promosi dengan baik.

Lakukan juga segmentasi konsumen berdasarkan usia, jenis, kelamin, lokasi, atau kebiasaan belanja untuk membuat pesan promosi yang lebih personal dan mudah diterima oleh pembaca.

Anda juga bisa membuat persona konsumen yang dapat menggambarkan kebiasaan mereka sehari-hari dan cara interaksi di sosial media yang bisa dimanfaatkan sebagai ide konten promosi yang menarik perhatian dan relevan dengan kegiatan mereka.

Penggunaan gaya bahasa yang sesuai dengan target audience juga dapat membantu untuk mencerminkan pola komunikasi sesuai target audiens sehingga isi pesan promosi mudah dipahami dan dapat menjadi solusi masalah konsumen.

Pililhlah juga platform promosi yang tepat dan sesuai dengan jenis iklan yang digunakan, apakah anda akan memasarkan iklan di sosial media, email, atau website brand, dimana anda juga perlu menyesuaikan kebiasaan konsumen dalam mengakses informasi.

Lakukan juga uji coba iklan untuk memahami jenis pemasaran yang sesuai dan lakukan analisa performa konten untuk menentukan strategi promosi yang efektif dan bisa dilakukan jangka panjang.

2. Pilih Platform Promosi

Dalam membuat promosi di internet, memilih platform yang tepat bisa membantu untuk meningkatkan kesuksesan promosi. Apalagi saat ini terdapat berbagai media yang bisa digunakan untuk promosi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki.

Misalnya jika anda ingin melakukan promosi dengan jenis konten yang beragam dan target audience yang variatif, maka menggunakan platform sosial media bisa menjadi pilihan terbaik.

Hal ini dikarenakan sosial media memiliki jenis konten yang beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan promosi.

Misalnya saja konten video dapat membantu untuk meningkatkan konversi sedangkan konten foto bisa digunakan untuk konten awareness, sehingga anda bisa menyesuaikan dengan campaign yang dilakukan saat ini.

Tidak hanya itu, anda juga memiliki target audience yang beragam yang bisa disesuaikan dengan konsumen yang dimiliki, sehingga dapat membantu untuk promosi yang tepat sasaran.

Kemudian, anda juga bisa menggunakan fitur insights untuk melakukan analisa konten setelah promosi dilakukan untuk mengukur keberhasilan promosi dan bisa disesuaikan dengan campaign yang akan datang.

Sayangnya promosi di sosial media juga digunakan oleh berbagai brand, sehingga penting untuk membuat konten promosi yang menarik perhatian sehingga iklan mudah diingat.

Namun, jika anda ingin melakukan promosi yang personal dan menyesuaikan dengan target audience, maka melakukan promosi menggunakan email marketing bisa menjadi pilihan terbaik.

Dimana anda bisa membuat konten promosi yang personal ke target audience yang sesuai agar hasil pemasaran menjadi lebih optimal.

Sayangnya promosi menggunakan email marketing memiliki jenis konten yang terbatas, sehingga anda hanya bisa mengandalkan copywriting untuk menarik perhatian konsumen melakukan klik pada konten promosi.

Namun, apabila anda hendak melakukan promosi yang tepat sasaran dan sesuai dengan target audience, maka promosi di website atau blog tertentu bisa menjadi solusi terbaik, sebab anda bisa menyasar target audience yang menyukai niche tertentu sehingga pesan promosi bisa disampaikan dengan baik.

Agar hasil promosi menjadi maksimal, maka anda perlu memilih website yang sesuai dengan produk yang dimiliki serta menggunakan konten yang menarik untuk promosi yang maksimal.

3. Buat Konten Promosi

Memilih konten promosi menjadi strategi yang perlu dipertimbangkan saat melakukan campaign. Pemilihan konten promosi ini dilakukan agar hasil promosi lebih maksimal sekaligus menyesuaikan dengan target audience serta isi pesan promosi.

Di sisi lain, sosial media dan internet memiliki berbagai jenis konten yang bisa disesuaikan untuk kebutuhan pemasaran. Apabila anda hendak melakukan promosi untuk meningkatkan awareness, maka melakukan promosi menggunakan konten tulisan bisa menjadi strategi yang tepat.

Dimana anda bisa menuliskan tujuan promosi dan awareness dengan baik melalui konten tulisan yang panjang sehingga mudah dipahami oleh konsumen.

Namun, untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal menggunakan konten tulisan, maka memilih platform yang sesuai serta copywriting yang menarik dapat membantu untuk meningkatkan hasil promosi.

Akan tetapi jika anda ingin mempromosikan produk yang dimiliki, maka melakukan pemasaran menggunakan konten foto bisa menjadi pilihan terbaik.

Sebab anda bisa memilih dan memasukkan foto produk yang dimiliki dan membantu konsumen untuk melihat produk tersebut secara detail sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Guna mendapatkan hasil promosi yang maksimal, maka anda bisa menggunakan foto produk dengan visual yang jelas untuk memudahkan konsumen melihat hasil foto dengan baik.

Manfaatkan juga fitur carousel di sosial media yang membantu untuk memperlihatkan beberapa produk sekaligus untuk hasil promosi yang makismal. Di sisi lain, apabila anda ingin meningkatkan konversi penjualan, maka menggunakan konten video bisa menjadi pilihan terbaik.

Sebab konsumen akan tertarik untuk melakukan pembelian dengan penjelasan yang padat serta visual yang menarik, sehingga promosi bisa menjadi lebih menyenangkan.

Namun, dengan banyaknya konten promosi dengan video, maka anda bisa melakukan pendekatan yang tepat dengan memilih jenis konten video yang sesuai dengan konsumen agar promosi menjadi lebih maksimal dan disesuaikan dengan target konsumen.

4. Persiapkan Ad Manager

Penggunaan Ad Manager penting dilakukan untuk membuat iklan di internet dan sosial media. Dimana Ad Manager membantu untuk memasukkan materi promosi, mengatur target audience, serta mengatur budget promosi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Sayangnya setiap Ad Manager di sosial media memiliki perbedaan satu sama lain, sehingga anda perlu mempelajarinya untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Langkah pertama yang dilakukan adalah memahami alat dan fungsi di tools Ad Manager, mulai dari penggunaan dashboard hingga opsi kustom yang dimiliki untuk memudahkan pengelolaan iklan.

Kemudian anda juga bisa memilih konten yang digunakan untuk promosi, apakah itu konten video atau foto, pastikan setiap konten yang digunakan memiliki ukuran yang sesuai agar bisa digunakan di berbagai platform promosi.

Anda juga bisa menggunakan fitur segmentasi untuk menjangkau kelompok audiens tertentu yang tertarik pada produk atau layanan yang dimiliki sehingga hasil promosi menjadi lebih efektif dan efisien.

Lakukan juga uji coba untuk memastikan promosi yang dilakukan sudah berjalan dengan baik atau perlu dihentikan sementara untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Melakukan analisa konten juga dapat membantu untuk memantau hasil promosi setelah iklan diluncurkan, dimana platform Ad Manager memiliki fitur insight yang dapat membantu untuk menganalisa hasil konten dengan mudah.

Annisa Ismi, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 3+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like
GRATIS

Belajar Bisnis Bareng CEO

Ikuti Business Hack 2026 dan belajar strategi bisnis, karier, marketing, dan growth langsung dari praktisi.

Tonton Gratis