Apa itu SSL dan Mengapa Penting bagi Website Anda?

Sudah tau apa itu SSL? SSL adalah singkatan dari Secure Sockets Layer, yang merupakan teknologi keamanan standar untuk membuat tautan terenkripsi antara server web dan browser.

Tautan ini memastikan bahwa semua data yang dilewatkan antara server web dan browser tetap bersifat pribadi dan aman. SSL telah menjadi standar industri untuk mengamankan situs web dan melindungi informasi sensitif.

Kemudian, untuk sertifikat SSL adalah file data kecil yang secara digital mengikat kunci kriptografi ke detail organisasi.

Saat dipasang pada server web, sertifikat ini mengaktifkan gembok dan protokol HTTPS. Hal ini memungkinkan koneksi yang aman dari server web ke peramban. SSL sangat penting untuk situs web apa pun yang mengumpulkan informasi pribadi atau detail kartu kredit.

Sedangkan, enkripsi SSL membantu melindungi transmisi data melalui internet dari penyadapan, perusakan, atau peniruan.

Tanpa enkripsi SSL, data yang dikirim melalui internet dapat disadap dan dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. Dengan menggunakan sertifikat SSL, situs web dapat memastikan bahwa informasi sensitif aman dan terlindungi. Nah, untuk lebih jelas yuk simak berikut!

Apa Itu SSL (Secure Sockets Layer)?

SSL adalah singkatan dari Secure Sockets Layer, sebuah teknologi enkripsi yang mengamankan komunikasi antara pengguna dan server web.

Teknologi ini menjadi penting karena melindungi data sensitif, seperti informasi kartu kredit dan kata sandi, dari pencurian oleh pihak yang tidak berwenang. Tetapi, apa sebenarnya SSL dan mengapa hal itu penting bagi keamanan website Anda?

Baca Juga: Cara Membuat Website Bisnis untuk Promosi yang Menarik

Mengapa SSL Penting?

SSL bukan hanya tentang keamanan data, tetapi juga tentang kepercayaan dan profesionalisme. Ketika pengunjung mengakses situs web Anda dan melihat tanda kunci kecil di bilah alamat browser mereka, itu menandakan bahwa situs Anda aman untuk dikunjungi.

Ini memberi mereka kepercayaan untuk berinteraksi dengan situs Anda tanpa khawatir tentang potensi ancaman keamanan. Jadi, kenapa SSL penting bagi website Anda? Mari kita lihat.

Keamanan Data:

Keamanan data untuk website dengan SSL terutama terkait dengan enkripsi informasi yang ditransmisikan antara pengguna dan server. Berikut beberapa cara SSL meningkatkan keamanan data:

  • Enkripsi Data: SSL menggunakan enkripsi untuk mengubah data yang dikirim antara browser pengguna dan server web menjadi format yang tidak dapat dibaca jika disadap oleh pihak yang tidak sah. Ini melindungi informasi sensitif seperti detail login, informasi kartu kredit, dan data pribadi lainnya.
  • Autentikasi: SSL memastikan bahwa pengguna berkomunikasi dengan server yang benar. Ini mencegah serangan phishing di mana pengguna dapat diarahkan ke situs palsu yang meniru situs asli untuk mencuri informasi.
  • Integritas Data: SSL memastikan bahwa data tidak dimanipulasi selama proses transmisi. Ini dilakukan dengan menambahkan tanda tangan digital pada setiap paket data yang dikirimkan, sehingga jika ada perubahan yang tidak sah terjadi, penerima dapat mendeteksinya.
  • Kepercayaan Pengguna: Ketika pengguna melihat bahwa website menggunakan koneksi SSL yang aman (ditandai dengan ikon gembok hijau atau HTTPS di browser), mereka cenderung merasa lebih percaya dan nyaman untuk berinteraksi dengan website tersebut.
  • Perlindungan Terhadap Serangan Menengah: SSL juga dapat memberikan perlindungan terhadap serangan menengah seperti Man-in-the-Middle (MITM), di mana pihak ketiga mencoba untuk menyadap atau memanipulasi komunikasi antara pengguna dan server.

Dengan menggunakan SSL, website dapat meningkatkan keamanan data secara signifikan, yang pada gilirannya membantu melindungi informasi sensitif pengguna dan membangun kepercayaan dalam pengalaman online.

Kepercayaan Pengguna:

Kepercayaan pengguna terhadap website yang menggunakan SSL sangat penting dalam pengalaman online mereka. Berikut adalah beberapa alasan mengapa SSL dapat meningkatkan kepercayaan pengguna:

  • Indikator Keamanan: Pengguna sering melihat adanya tanda-tanda keamanan seperti gembok hijau atau HTTPS di bilah URL browser. Ketika mereka melihat indikator ini, mereka cenderung merasa lebih percaya bahwa informasi mereka akan diamankan saat berinteraksi dengan website tersebut.
  • Perlindungan Data Sensitif: Pengguna tahu bahwa SSL mengenkripsi data yang ditransmisikan antara browser mereka dan server web, yang berarti informasi sensitif seperti detail login, informasi kartu kredit, dan data pribadi lainnya akan diamankan dari pihak yang tidak sah.
  • Reputasi Bisnis: Website yang menggunakan SSL menunjukkan bahwa mereka peduli dengan keamanan pengguna mereka. Ini dapat meningkatkan reputasi bisnis karena menunjukkan komitmen untuk melindungi informasi pengguna.
  • Mencegah Peringatan Browser: Browser modern sering memberikan peringatan kepada pengguna saat mereka mencoba mengakses website tanpa SSL atau dengan sertifikat SSL yang tidak valid. Ini dapat membuat pengguna waspada dan bahkan menolak untuk melanjutkan interaksi dengan website tersebut.
  • Kepatuhan Regulasi: Di banyak yurisdiksi, ada persyaratan hukum atau regulasi yang mengharuskan website untuk melindungi informasi pengguna dengan menggunakan SSL. Dengan mematuhi regulasi ini, website menunjukkan bahwa mereka memperhatikan keamanan data.

Secara keseluruhan, kehadiran SSL membantu membangun kepercayaan pengguna dengan memberikan jaminan bahwa informasi mereka aman saat berinteraksi dengan website. Ini sangat penting dalam menjaga hubungan baik antara pengguna dan penyedia layanan online.

Peringkat SEO:

Secara umum, SSL (Secure Sockets Layer) atau HTTPS dapat memiliki dampak positif pada peringkat SEO (Search Engine Optimization) suatu website. Berikut adalah beberapa cara di mana SSL dapat memengaruhi peringkat SEO:

  • Pengakuan oleh Mesin Pencari: Mesin pencari seperti Google telah mengumumkan bahwa mereka memberikan perhatian lebih pada keamanan web, dan situs dengan HTTPS cenderung mendapatkan sedikit keuntungan dalam peringkat dibandingkan dengan situs yang tidak memiliki SSL.
  • Kepercayaan Pengguna: Pengguna cenderung lebih percaya pada website yang menggunakan koneksi SSL yang aman. Ketika pengguna merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan website, mereka cenderung tinggal lebih lama di situs tersebut, mengurangi tingkat pentalan (bounce rate), dan meningkatkan metrik penggunaan yang dapat memengaruhi peringkat SEO.
  • Pencegahan Peringatan Browser: Browser modern sering memberikan peringatan kepada pengguna saat mereka mengunjungi situs tanpa SSL atau dengan sertifikat SSL yang tidak valid. Peringatan semacam itu dapat membuat pengguna meninggalkan situs, yang dapat mempengaruhi peringkat SEO negatif.
  • Pengaruh di Algoritma Ranking: Sementara SSL sendiri mungkin bukan faktor peringkat yang sangat kuat, Google terus mengubah algoritma mereka untuk memberikan prioritas pada keamanan dan pengalaman pengguna yang baik. Dalam konteks ini, SSL dapat menjadi bagian dari berbagai faktor yang dianggap dalam penilaian peringkat.
  • Kepatuhan dengan Pedoman SEO: Banyak praktisi SEO merekomendasikan penggunaan SSL sebagai praktik terbaik dalam optimasi situs web. Dengan mematuhi rekomendasi ini, website dapat memastikan bahwa mereka tidak tertinggal dalam kompetisi SEO.

Meskipun SSL sendiri mungkin bukan faktor peringkat yang paling dominan, penggunaannya dapat memberikan manfaat tambahan dalam upaya SEO. Namun, penting untuk diingat bahwa SEO melibatkan berbagai faktor, dan SSL hanya salah satunya.

SEO

Bagaimana SSL Bekerja?

SSL menggunakan kriptografi untuk mengenkripsi data yang dikirimkan antara pengguna dan server. Prosesnya terjadi dalam beberapa langkah:

Handshake:

Handshake SSL adalah proses pertukaran informasi antara browser pengguna dan server web untuk menetapkan koneksi aman sebelum data sebenarnya dikirimkan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses handshake SSL:

  • Permintaan Koneksi: Browser pengguna meminta koneksi ke server web yang dilindungi SSL.
  • Pembalasan dengan Sertifikat: Server web merespons permintaan dengan mengirimkan sertifikat digital yang berisi kunci publiknya dan informasi tentang server tersebut, termasuk identitasnya dan algoritma enkripsi yang didukung.
  • Verifikasi Sertifikat: Browser pengguna memeriksa keaslian sertifikat yang diterima dari server dengan memeriksa tanda tangan digitalnya dan memastikan bahwa sertifikat tersebut dikeluarkan oleh otoritas sertifikasi yang terpercaya.
  • Penukaran Kunci Sesi: Setelah sertifikat server divalidasi, browser pengguna menghasilkan kunci sesi yang akan digunakan untuk enkripsi data. Kunci ini kemudian dienkripsi dengan kunci publik yang terdapat dalam sertifikat server dan dikirimkan kembali ke server.
  • Konfirmasi Kunci Sesi: Server web menggunakan kunci privatnya untuk mendekripsi kunci sesi yang diterima dari browser pengguna.
  • Koneksi Aman Ditetapkan: Sekarang kedua pihak memiliki kunci sesi yang sama, yang akan digunakan untuk enkripsi dan dekripsi data yang dikirimkan selama sesi koneksi.

Setelah proses handshake selesai, koneksi aman antara browser pengguna dan server web telah didirikan, dan data yang ditransmisikan selama sesi tersebut akan dienkripsi untuk menjaga kerahasiaannya.

Ini membentuk dasar untuk komunikasi aman antara pengguna dan server web di seluruh internet.

Enkripsi:

Enkripsi dalam konteks SSL (Secure Sockets Layer) mengacu pada proses mengubah data yang ditransmisikan antara browser pengguna dan server web menjadi format yang tidak dapat dibaca atau dimengerti oleh pihak yang tidak berwenang.

Ini dilakukan dengan menggunakan algoritma kriptografi untuk mengamankan data selama transmisi. Berikut adalah dua komponen utama dalam enkripsi SSL:

  • Enkripsi Simetris: Dalam enkripsi simetris, data yang ditransmisikan dienkripsi dan didekripsi menggunakan kunci yang sama. Namun, masalahnya adalah bagaimana menyampaikan kunci ini dengan aman antara browser pengguna dan server web. Oleh karena itu, dalam proses handshake SSL, enkripsi simetris biasanya digunakan untuk mengamankan kunci sesi yang kemudian digunakan untuk enkripsi data selama sesi koneksi.
  • Enkripsi Asimetris (Public-Key Cryptography): Enkripsi asimetris melibatkan sepasang kunci: kunci publik dan kunci privat. Kunci publik digunakan untuk mengenkripsi data, sedangkan kunci privat digunakan untuk mendekripsi data. Dalam konteks SSL, server web memiliki kunci publiknya yang terkandung dalam sertifikat digitalnya. Ketika browser pengguna meminta koneksi ke server, server mengirimkan sertifikatnya, dan browser menggunakan kunci publik yang terkandung dalam sertifikat tersebut untuk mengenkripsi kunci sesi yang digunakan untuk enkripsi data selama sesi koneksi.

Dengan kombinasi enkripsi simetris untuk data yang sebenarnya dan enkripsi asimetris untuk pertukaran kunci, SSL menciptakan lapisan keamanan yang kuat untuk melindungi data yang ditransmisikan melalui internet.

Ini memastikan bahwa informasi sensitif seperti informasi login, detail pembayaran, dan data pribadi lainnya diamankan dari pihak yang tidak sah selama transmisi.

Verifikasi:

Verifikasi SSL adalah proses memastikan keaslian sertifikat SSL yang diterima oleh browser pengguna dari server web.

Ini adalah langkah penting dalam proses handshake SSL untuk memastikan bahwa browser pengguna berkomunikasi dengan server yang benar dan bahwa informasi yang ditransmisikan aman. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam verifikasi SSL:

  • Pemeriksaan Tanda Tangan Digital: Browser pengguna memeriksa tanda tangan digital pada sertifikat SSL yang diterima dari server. Tanda tangan ini dikeluarkan oleh otoritas sertifikasi yang terpercaya dan digunakan untuk memverifikasi keaslian sertifikat.
  • Pemeriksaan Kredensial Otoritas Sertifikasi: Browser pengguna memeriksa apakah sertifikat SSL yang diterima telah dikeluarkan oleh otoritas sertifikasi yang terpercaya. Otoritas sertifikasi adalah entitas yang mengeluarkan sertifikat SSL dan memberikan jaminan atas keasliannya. Browser menyertakan daftar otoritas sertifikasi yang dianggap terpercaya, dan sertifikat SSL harus ditandatangani oleh salah satu otoritas ini untuk dianggap sah.
  • Pemeriksaan Masa Berlaku Sertifikat: Browser pengguna memeriksa apakah sertifikat SSL masih berlaku. Setiap sertifikat SSL memiliki tanggal kedaluwarsa, dan browser memastikan bahwa sertifikat yang diterima masih berada dalam periode validitasnya.
  • Pemeriksaan Kesesuaian Nama Domain: Browser pengguna memeriksa apakah nama domain pada sertifikat SSL cocok dengan nama domain dari server yang mereka coba hubungi. Ini memastikan bahwa pengguna tidak diarahkan ke situs web palsu yang mencoba meniru situs yang sah.

Setelah verifikasi SSL berhasil dilakukan, browser pengguna dapat memastikan bahwa mereka berkomunikasi dengan server web yang asli dan bahwa koneksi aman telah ditetapkan. Hal ini memberikan jaminan tambahan bagi pengguna bahwa informasi yang ditransmisikan melalui koneksi tersebut akan diamankan dari pihak yang tidak berwenang.

Jenis-Jenis Sertifikat SSL

Ada beberapa jenis sertifikat SSL yang tersedia, masing-masing dengan fitur dan tingkat keamanan yang berbeda. Beberapa di antaranya termasuk:

Sertifikat SSL Tunggal:

Sertifikat SSL tunggal adalah jenis sertifikat SSL yang melindungi satu domain atau subdomain tunggal. Ini berarti bahwa sertifikat SSL hanya berlaku untuk satu alamat web atau subdomain tertentu, misalnya, “www.contoh.com” atau “login.contoh.com”.

Sertifikat SSL tunggal ini biasanya digunakan untuk website yang tidak memiliki banyak subdomain atau hanya memiliki satu domain saja.

Keunggulan dari sertifikat SSL tunggal antara lain:

  • Biaya Lebih Rendah: Sertifikat SSL tunggal cenderung lebih murah daripada sertifikat SSL wildcard atau sertifikat SSL multi-domain karena cakupannya yang lebih terbatas.
  • Sederhana dan Mudah Dikelola: Pengelolaan sertifikat SSL tunggal biasanya lebih sederhana karena hanya perlu fokus pada satu domain atau subdomain saja.
  • Tingkat Keamanan yang Tinggi: Meskipun sertifikat SSL tunggal hanya melindungi satu domain atau subdomain, tingkat keamanannya tetap tinggi karena menggunakan enkripsi yang sama dengan sertifikat SSL lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa sertifikat SSL tunggal memiliki keterbatasan dalam hal cakupan. Jika Anda memiliki beberapa subdomain yang perlu dilindungi atau beberapa domain yang ingin Anda proteksi dengan satu sertifikat SSL, maka sertifikat SSL tunggal mungkin tidak mencukupi.

Dalam hal ini, Anda mungkin perlu mempertimbangkan sertifikat SSL wildcard atau sertifikat SSL multi-domain yang memiliki cakupan yang lebih luas.

Wildcard SSL:

Wildcard SSL adalah jenis sertifikat SSL yang dirancang untuk melindungi domain induk dan semua subdomain-nya dengan satu sertifikat SSL tunggal.

Ini berarti Anda dapat menggunakan satu sertifikat untuk melindungi “domain.com”, “www.domain.com“, “sub1.domain.com”, “sub2.domain.com”, dan seterusnya, tanpa perlu membeli sertifikat terpisah untuk setiap subdomain.

Keuntungan dari wildcard SSL termasuk:

  • Menghemat Biaya: Dibandingkan dengan membeli sertifikat SSL tunggal untuk setiap subdomain, wildcard SSL bisa lebih ekonomis karena satu sertifikat dapat melindungi semua subdomain.
  • Kemudahan Manajemen: Dengan satu sertifikat untuk semua subdomain, manajemen sertifikat menjadi lebih sederhana dan lebih efisien.
  • Skalabilitas: Jika Anda memiliki atau berencana untuk menambahkan lebih banyak subdomain di masa depan, wildcard SSL memungkinkan Anda melindungi mereka tanpa harus memperbarui atau membeli sertifikat tambahan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih wildcard SSL:

  • Keamanan: Penggunaan wildcard SSL bisa membuat risiko keamanan jika kunci privatnya disalahgunakan atau dicuri karena satu sertifikat dapat digunakan untuk semua subdomain.
  • Validasi: Sertifikat wildcard biasanya memerlukan proses validasi yang lebih ketat daripada sertifikat SSL tunggal standar, sehingga proses pengadaannya mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
  • Kompatibilitas: Beberapa aplikasi atau perangkat lunak mungkin tidak sepenuhnya mendukung wildcard SSL, meskipun sebagian besar peramban web modern dan server web mendukungnya dengan baik.

Wildcard SSL merupakan pilihan yang baik jika Anda memiliki beberapa subdomain dan ingin melindunginya dengan cara yang efisien dan hemat biaya. Namun, penting untuk mempertimbangkan keamanan serta kebutuhan spesifik dari proyek atau situs web Anda sebelum membuat keputusan.

Wildcard SSL

Sertifikat SSL Multi-Domain:

Sertifikat SSL Multi-Domain, juga dikenal sebagai sertifikat SSL Subject Alternative Name (SAN), adalah jenis sertifikat SSL yang memungkinkan Anda melindungi beberapa domain atau subdomain dengan satu sertifikat SSL tunggal.

Dengan sertifikat SSL Multi-Domain, Anda dapat melindungi domain utama dan beberapa domain tambahan yang mungkin Anda miliki, semuanya dalam satu sertifikat.

Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan sertifikat SSL Multi-Domain:

  • Fleksibilitas: Anda dapat melindungi beberapa domain atau subdomain yang berbeda dengan satu sertifikat SSL tunggal. Misalnya, Anda dapat melindungi “domain1.com”, “domain2.net”, “sub.domain3.org”, dan seterusnya dalam satu sertifikat.
  • Ekonomis: Dibandingkan dengan membeli sertifikat SSL tunggal untuk setiap domain atau subdomain, menggunakan sertifikat SSL Multi-Domain dapat lebih ekonomis karena Anda hanya perlu satu sertifikat untuk melindungi semua domain Anda.
  • Manajemen yang Mudah: Manajemen sertifikat SSL menjadi lebih sederhana karena Anda hanya perlu fokus pada satu sertifikat untuk semua domain Anda. Ini juga memungkinkan Anda untuk dengan mudah menambahkan atau menghapus domain tambahan dari sertifikat saat diperlukan.
  • Kemudahan Pengadaan: Proses pengadaan sertifikat SSL Multi-Domain biasanya cukup cepat dan mudah, dengan proses validasi yang serupa dengan sertifikat SSL tunggal.
  • Skalabilitas: Jika Anda memiliki atau berencana untuk menambahkan lebih banyak domain atau subdomain di masa depan, sertifikat SSL Multi-Domain dapat dengan mudah diperluas untuk memasukkan domain tambahan tersebut.

Sertifikat SSL Multi-Domain adalah pilihan yang baik jika Anda memiliki beberapa domain atau subdomain yang perlu dilindungi dan ingin menjaga keamanan dan keandalan situs web Anda dengan cara yang efisien.

Ini memberi Anda fleksibilitas dan kontrol penuh atas keamanan domain-domain Anda dengan satu sertifikat SSL tunggal.

Extended Validation (EV) SSL:

Extended Validation (EV) SSL adalah jenis sertifikat SSL yang menawarkan tingkat validasi yang paling ketat dan memiliki tanda tambahan keamanan yang terlihat di peramban web.

Sertifikat EV SSL dirancang untuk memberikan tingkat keamanan yang tinggi dan memperkuat kepercayaan pengguna terhadap situs web.

Beberapa fitur utama dari Extended Validation (EV) SSL adalah:

  • Validasi yang Ketat: Proses validasi untuk mendapatkan sertifikat EV SSL melibatkan verifikasi yang lebih ketat daripada jenis sertifikat SSL lainnya. Ini termasuk verifikasi identitas bisnis yang mendalam, yang memastikan bahwa organisasi yang mengajukan sertifikat adalah entitas hukum yang sah dan memiliki hak untuk mengoperasikan domain yang terkait.
  • Tanda Tambahan di Peramban Web: Sertifikat EV SSL menampilkan tanda tambahan keamanan yang terlihat di peramban web, biasanya dalam bentuk nama perusahaan yang diverifikasi dan warna hijau pada bilah alamat. Ini memberikan pengguna tanda visual yang jelas bahwa situs web tersebut telah melewati proses validasi yang ketat dan dianggap aman.
  • Perlindungan Terhadap Phishing: Karena sertifikat EV SSL memerlukan validasi yang ketat, mereka lebih sulit untuk diperoleh oleh penipu online. Ini membantu melindungi pengguna dari situs web phishing yang mencoba meniru situs web yang sah untuk mencuri informasi pribadi atau keuangan.
  • Meningkatkan Kepercayaan Pengguna: Tanda tambahan keamanan dan proses validasi yang ketat membuat pengguna merasa lebih percaya saat berinteraksi dengan situs web yang dilindungi dengan sertifikat EV SSL. Ini dapat meningkatkan tingkat konversi dan membangun reputasi positif bagi bisnis online.

Meskipun sertifikat EV SSL menawarkan tingkat keamanan yang tinggi dan tanda tambahan keamanan yang terlihat, mereka cenderung lebih mahal daripada jenis sertifikat SSL lainnya karena proses validasi yang lebih ketat.

Namun, bagi organisasi yang peduli akan reputasi dan kepercayaan online mereka, investasi dalam sertifikat EV SSL sering dianggap sebagai langkah yang penting dan berharga.

Intinya, dengan mengamankan komunikasi antara pengguna dan server, SSL tidak hanya melindungi data sensitif, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pengguna dan meningkatkan peringkat SEO situs web Anda.

Jadi, jika Anda ingin memastikan keamanan dan reputasi situs web Anda, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan SSL.

1. Bagaimana cara mendapatkan SSL untuk situs web saya?

Anda dapat membeli sertifikat SSL dari penyedia layanan hosting web atau dari otoritas sertifikat SSL terpercaya.

2. Apakah SSL meningkatkan kecepatan situs web?

Secara umum, SSL memiliki sedikit dampak pada kecepatan situs web. Namun, manfaat keamanan dan kepercayaan jauh lebih penting daripada penurunan kecepatan yang mungkin terjadi.

3. Apakah SSL gratis?

Ada beberapa penyedia yang menawarkan sertifikat SSL gratis, seperti Let’s Encrypt. Namun, sertifikat gratis mungkin memiliki fitur yang lebih terbatas daripada yang berbayar.

4. Apakah SSL diperlukan untuk semua jenis situs web?

Meskipun tidak wajib, sangat disarankan untuk menggunakan SSL untuk semua jenis situs web, terutama jika situs Anda mengumpulkan informasi sensitif dari pengguna.

5. Apakah SSL sama dengan HTTPS?

HTTPS adalah protokol yang digunakan untuk mengirimkan data yang diamankan oleh SSL. Jadi, SSL dan HTTPS bekerja bersama untuk memberikan keamanan dan kepercayaan pada situs web.

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like