

Setiap produk memiliki siklus hidup yang terdiri dari fase perkenalan, pertumbuhan, pendewasaan hingga penurunan.
Dimana naik dan turunnya sebuah produk juga menentukan keuntungan brand dalam jangka waktu tertentu, sehingga memiliki penanganan yang tepat di setiap tahap juga bisa menentukan masa depan sebuah produk, sehingga tanpa strategi tepat, produk yang baik dan terkenal juga tidak akan bertahan lama di pasar yang kompetitif.
Sehingga dalam mengembangkan dan mempertahankan produk agar tetap relevan, penting bagi brand untuk mengidentifikasi dan menangani faktor-faktor yang memengaruhi product life cycle.
Berikut tujuh faktor utama yang memengaruhi product life cycle serta solusinya agar produk anda bisa mempertahankan kesuksesan di pasar.

Baca Juga : Product Life Cycle Adalah : ​Tantangan, Strategi, dan Tahapannya​
Pernahkah kamu membeli sebuah produk secara terus menerus dan mendadak berhenti untuk membelinya karena berita tertentu atau adanya penemuan mengenai produk yang dibeli?
Kemajuan teknologi tidak hanya membuat produsen mendapatkan ide baru untuk mengembangkan sebuah produk, namun juga membuat pembeli mengurangi minat terhadap produk yang biasa dibeli karena ingin mencoba hal baru atau ingin mendapatkan produk yang lebih menguntungkan.
Contohnya saja penggunaan mie, dimana biasanya banyak orang yang membeli mie olahan tepung tertentu yang mengandung banyak bumbu dengan bahan pengawet tertentu, sehingga membuat banyak orang kurang tertarik untuk membeli jenis mie instan.
Namun dengan kehadiran teknologi, kini mulai muncul produk mie instan dengan klaim sehat yang menggunakan bahan utama dari tanaman yang lebih sehat atau dengan cara pembuatan tertentu yang membuat produk menjadi lebih sehat dan cocok bagi konsumen yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Kemajuan teknologi di bidang pangan ini tentunya akan membuat konsumen berbondong-bondong untuk membeli produk tersebut untuk mendapatkan klaim yang lebih sehat.
Di sisi lain, apabila produsen mie instan konvensional tidak mengikuti kemajuan teknologi tersebut, maka mereka akan tertinggal dan membuat keuntungan produsen berkurang.
Sehingga untuk mengatasinya, maka produsen perlu mengikuti kemajuan teknologi di bidangnya, sehingga bisa mengikuti atau menciptakan tren sendiri yang selaras dengan pemintaan konsumen dan menarik minat mereka untuk mencoba produk anda.
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama dengan konsultan di industri tertentu, melakukan analisa konsumen secara teratur, mencari informasi dari sumber terpercaya, serta melakukan pengembangan yang lebih baik dengan teknologi terbaru atau yang sudah ada.

Sebagai seseorang yang bergerak di bidang busana, tentunya anda mengetahui jika mode berubah semakin cepat, sehingga jika tidak mengikutinya dengan baik, maka produk anda yang akan menjadi taruhannya.
Misalnya saja perubahan mode di penggunaan jilbab, dimana pada periode tertentu konsumen menggunakan pashmina jenis rayon tanpa jarum, namun di era berikutnya, banyak konsumen yang beralih menggunakan pashima jenis chiffon yang lebih mudah diatur.
Perubahan mode yang cepat ini membuat brand perlu mengetahui trend terbaru yang terjadi saat ini untuk menjaga eksistensi produk dan merubahnya sesuai dengan minat konsumen.
Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan mengikuti influencer atau content creator yang bergerak di bidang yang sama dengan industri anda, dimana ini dapat membantu untuk mengetahui trend yang sedang naik daun atau berpotensi naik di waktu yang akan datang.
Di sisi lain, anda juga bisa menyempatkan waktu untuk menghabiskan diri dengan mengunjungi pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan atau transportasi umum, sehingga anda bisa melihat trend fashion yang dibutuhkan oleh target konsumen atau gaya busana yang sedang naik daun di kalangan pembeli.
Anda juga bisa mendengarkan kebutuhan pembeli dengan melihat komentar di sosial media, mencari nama brand di kolom pencarian, atau membalas pesan yang masuk, dimana ini akan membantu untuk mengetahui keinginan konsumen yang bisa diwujudkan di produk yang dimiliki.
Tidak hanya itu, pastikan juga untuk menyempatkan diri dengan mengunjungi pameran busana atau bazaar yang sedang dibuka di tempat umum, dimana ini dapat membantu untuk mengetahui selera konsumen yang sedang digandrungi akhir-akhir ini.
Tidak ada salahnya juga untuk membuat trend baru yang menjadi ciri khas brand yang dimiliki, dimana ini akan membuat produk lebih mudah diingat dan bisa digunakan sepanjang masa tanpa takut tergerus oleh trend populer.

Penggunaan teknologi yang masif tidak hanya mengubah cara seseorang dalam menggunakan sesuatu, namun juga mengubah cara pandang seseorang terhadap sesuatu.
Misalnya saja seseorang yang terpapar informasi mengenai perubahan iklim atau kerusakan terhadap lingkungan, biasanya juga mencari produk atau brand yang sekiranya mendukung terhadap nilai mereka mengenai sesuatu hal.
Di sinilah pergeseran nilai menjadi faktor product life cycle, sebab konsumen mungkin saja meninggalkan suatu brand ke produk yang lain yang dapat mendukung dan selaras dengan nilai hidup mereka.
Sehingga penting bagi brand untuk menemukan dan menampilkan nilai-nilai tertentu dan tidak hanya menerapkannya dalam promosi, namun juga dalam pengembangan produk.
Misalnya saja anda memiliki produk minuman sehat, maka anda bisa menerapkan nilai produk yang ramah lingkungan dengan menggunakan kemasan dari daur ulang serta menggunakan bahan dari alam dan perawatannya yang tidak merusak lingkungan.
Dimana dengan menerapkan nilai hidup tersebut di perusahaan dan promosi produk, maka akan membantu dalam mempromosikan produk dengan baik dan mengenalkan nilai perusahaan dengan baik.
Namun, jika anda belum menemukan nilai merek yang sesuai, maka anda bisa melakukan konsultasi dengan konsultan untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan brand yang dimiliki.
Di sisi lain, pastikan juga untuk mengetahui perkembangan terkini untuk mengetahui nilai yang dianut dan dihindari oleh konsumen, sehingga anda tidak salah langkah dalam melakukan promosi dan menggunakan nilai hidup yang digunakan di brand anda.
Guna memaksimalkan promosi produk, anda juga bisa menampilkan nilai produk tersebut dengan melakukan interaksi dengan konsumen, misalnya dengan mengadakan event khusus yang membuat konsumen lebih mengenal nilai produk dengan baik yang dicerminkan dengan aktivitas yang dimiliki.
Dengan melakukan promosi produk secara terus menerus yang sejalan dengan nilai yang dimiliki, maka akan membantu untuk mengenalkan produk yang dimiliki secara organik melalui promosi dari mulut ke mulut dari konsumen yang memiliki nilai yang sama.

Sebuah produk yang sedang naik daun dan digandrungi oleh konsumen, bisa saja digantikan dengan cepat oleh produk pengganti yang memiliki harga yang lebih murah dan praktis.
Misalnya saja produk TV konvensional dalam beberapa tahun terakhir kurang diminati oleh konsumen yang lebih memilih membeli TV yang bisa menayangkan tontonan dari aplikasi streaming, sehingga memudahkan konsumen untuk menikmati hiburan yang mereka suka.
Sehingga sebagai pemilik brand, penting juga untuk memahami berbagai faktor yang membuat nilai produk menurun dan menjadi faktor product life cycle.
Hal ini dikarenakan perubahan yang cepat dapat memperpendek umur produk sehingga tidak kembali beredar di pasar, karena konsumen lebih tertarik pada produk pengganti yang memiliki lebih banyak teknolgi yang sesuai dengan pemintaan pasar.
Karenanya penting bagi pemilik brand untuk melakukan berbagai persiapan agar produk anda tetap diterima di pasaran dalam jangka waktu lama.
Misalnya dengan meningkatkan inovasi produk dengan menambahkan berbagai fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan sedang disukai akhir-akhir ini agar produk lebih relevan.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisa kompetitor untuk mengetahui fitur yang diminati konsumen serta bisa diterapkan di produk yang dimiliki.
Tidak hanya itu, merubah desain menjadi lebih trendy juga membantu konsumen untuk melirik produk anda dan tertarik untuk melakukan pembelian.
Langkah awal yang bisa dilakukan untuk merubah desain adalah dengan mendengarkan permintaan konsumen, mungkin saja mereka menganggap desain anda ketinggalan trend sehingga mereka kurang tertarik untuk melakukan pembelian.
Di samping itu, anda juga bisa melakukan analisa kompetitor mengenai trend yang sedang disukai oleh konsumen akhir-akhir ini dan dimiliki oleh brand lain.
Pastikan juga untuk melakukan uji coba desain untuk memastikan apakah tampilannya bisa digunakan di produk yang dimiliki sebelum dirilis di pasaran.
Tidak hanya itu, anda juga bisa mengembangkan produk baru yang dapat menggantikan produk lama, sehingga anda bisa tetap memiliki produk yang dimiliki sekaligus mempertahankan keuntungan.
Strategi ini biasanya digunakan di brand-brand kecantikan yang memiliki trend yang terus berkembang, sehingga mereka terus mengembangkan produk mereka agar menjadi pilihan konsumen.

Perubahan ekonomi dan politik yang tidak stabil secara terus menerus juga bisa menjadi faktor product life cycle yang lebih pendek.
Misalnya saja produk premium dari brand tertentu bisa saja tidak mendapatkan keuntungan yang diinginkan dalam jangka waktu tertentu, sebab konsumen memilih untuk mengikat pinggang dengan menunda membeli produk yang diinginkan, sehingga dapat mengurangi keuntungan ​pembelian.
Hal ini juga terjadi apabila terjadi ketegangan politik di suatu negara atau wilayah yang menjadi pusat impor bahan tertentu, dimana ini bisa menyebabkan kenaikan harga produk yang membuat konsumen berpikir ulang untuk membelinya.
Selain itu, stabilitas ekonomi yang stabil juga menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian, dengan ekonomi yang berjalan dengan baik, maka akan membuat konsumen lebih percaya diri untuk membelanjakan produk dan membeli dalam jumlah banyak, sehingga dapat meningkatkan pembelian.
Tidak hanya itu, krisis ekonomi yang terjadi di suatu wilayah juga membuat konsumen berpikir ulang untuk melakukan pembelian, sehingga ini membuat produk lebih cepat masuk ke fase decline yang membuat produk di tarik dari edaran yang membuat brand rugi karena belum mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
Namun untuk mengatasi masalah ini, maka brand bisa melakukan pendekatan tertentu yang dapat membantu untuk memperpanjang masa produk, misalnya dengan membuat alternatif isi produk yang lebih sedikit, sehingga bisa mengurangi biaya produksi dan menjadikan produk lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Tidak hanya itu, penekanan biaya produksi tidak hanya bisa dilakukan dari pengurangan isi produk, namun juga jenis kemasan produk, misalnya apabila dulu brand mengguankan kemasan premium dengan tampilan yang lebih kokoh dan ukiran khusus, maka untuk mengurangi biaya produksi, maka brand bisa membuat desain kemasan yang lebih simpel dan lebih murah dalam pembuatannya, sehingga konsumen bisa mendapatkan harga produk yang lebih murah.

Dalam mengembangkan sebuah produk yang sedang naik daun, anda mungkin berpeluang besar untuk bertemu kompetitor yang meluncurkan produk yang sama namun dengan beberapa modifikasi, seperti ukuran, bentuk, atau harga yang membuat konsumen tertarik untuk melakukan pembelian.
Banyaknya kompetitor yang meluncurkan produk yang sama, tentunya akan membuat product life cycle akan semakin pendek, sehingga membuat produk anda kurang diminati publik.
Hal ini juga dapat menimbulkan perang harga dimana konsumen akhirnya memilih produk dengan harga yang lebih murah namun dengan kualitas yang hampir serupa.
Contohnya saja perang harga air mineral kemasan dengan ukuran yang kecil, dimana banyak brand yang berbondong – bondong untuk membuat ukuran kemasan yang sama dan memberikan harga yang berbeda, dimana produk yang berasal dari merek terkenal dan memberikan harga yang lebih murah pada akhirnya akan menjadi pemenangnya.
Persaingan ini juga dapat memicu perang pemasaran, dimana antar brand saling menonjolkan kelebihan produk yang dimiliki untuk menarik minat konsumen, tidak jarang terjadi promosi yang merendahkan brand lain dan membuat konsumen meragukan kelebihan dari produk tersebut.
Tidak hanya itu, untuk bertahan di industri tertentu, terkadang beberapa brand mengeluarkan trend baru untuk produk yang dimiliki, sehingga membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut.
Misalnya saja berupa produk lipstik yang memiliki tambahan kemasan tertentu yang memastikan produk lebih aman dan mudah diakses, hal ini membuat konsumen beralih untuk mencoba produk tertentu.
Sehingga untuk mengatasi maslaah tersebut, beberapa brand terpaksa untuk melakukan inovasi produk yang lebih baik dan tidak dimiliki oleh kompetitor, tidak hanya itu, penggunaan desain yang baru juga diharapkan dapat menarik perhatian konsumen serta perbaikan kualitas yang dapat meningkatkan market share.
Karenanya penting bagi brand juga perlu melakukan perluasan pasar dengan memperluas distribusi produk serta melakukan inovasi yang terus menerus agar produk tetap relevan dalam jangka waktu lama.

Faktor product life cycle tidak hanya terjadi karena konsumen kehilangan minat pada produk tertentu, namun juga karena perubahan demografis.
Misalnya konsumen wanita yang mungkin sudah tidak lagi menggunakan produk lip cream dengan warna-warna merah muda, namun mungkin saja sudah beralih ke produk lipstik yang menggunakan warna-warna menyala yang sesuai dengan representasi diri yang dimiliki.
Hal ini tentunya membuat produk tertentu kehilangan konsumen yang beralih ke produk lain yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Masalah ini juga bisa terjadi pada produk minuman manis yang mungkin mengalami penurunan pembelian di kalangan usia muda yang mulai beralih ke minuman sehat.
Tidak hanya itu, produk premium juga mungkin saja kehilangan peminat karena tingkat pendapatan konsumen yang berkuang dan memprioritaskan pada kebutuhan yang lebih penting, sehingga terdapat penurunan penjualan pada produk premium tertentu.
Selain itu, ukuran keluarga yang berubah juga memberikan penurunan pembelian pada produk yang memiliki ukuran yang lebih besar dan banyak, sehingga jenis produk tersebut semakin kurang diminati.
Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, maka penting bagi brand untuk melakukan inovasi untuk mempertahankan produk dan memperpanjang usia mereka.
Misalnya saja pada produk kecantikan, maka brand dapat meluncurkan lini produk tertentu yang sesuai dengan konsumen yang mulai beranjak dewasa, sehingga mereka masih akan tetap menggunakan produk anda.
Kemudian di brand minuman manis, maka brand bisa meluncurkan beberapa produk yang rendah gula atau memberikan pengurangan ukuran gula, sehingga konsumen bisa memilih sesuai keinginan, dimana ini dapat mempertahankan konsumen yang ingin memperhatikan kesehatannya.
Sedangkan di produk konsumsi, mengelurakan varian produk dengan ukuran yang lebih kecil dan sedikit dapat membuat produk semakin diminati konsumen yang telah merubah minat mereka.
Annisa Ismi, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 3+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.