

Memahami siklus hidup produk menjadi kunci untuk menentukan strategi agar produk bisa sukses di pasar, hal ini dikarenakan setiap produk memiliki siklus hidup yang meliputi perkenalan, pertumbuhan, kematangan, hingga penurunan.
Sehingga memahami contoh dan strategi yang tepat di setiap tahapan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dan menghindari dari kegagalam dalam manajemen produk.
Berikut contoh-contoh dari siklus hidup produk dan strategi yang perlu dilakukan di setiap tahapan, dimana ini akan membantu dalam mengelola produk yang lebih baik dan memastikan produk bertahan lebih lama di pasar yang kompetitif.

Baca Juga : Product Life Cycle Adalah : Tantangan, Strategi, dan Tahapannya​
Tahap pengembangan adalah fase awal dari product life cycle, dimana ide produk dilakukan analisa terlebih dahulu sebelum diubah menjadi produk yang siap diluncurkan.
Dimana pengembangan ini memerlukan pemahaman dan pengelolaan yang baik agar produk mendapatkan hasil yang sesuai saat diluncurkan di pasaran.
Sehingga melakukan riset, desain, dan pengujian produk dapat membantu untuk mengembangkan produk yang lebih baik. ​Berikut contoh dari tahap pengembangan dari product life cycle sebelum dinikmati oleh konsumen.
Tahap pengembangan adalah proses saat produk belum diluncurkan di pasaran dan sedang melakukan proses analisa dan pengembangan, sehingga produsen masih melakukan berbagai pertimbangan.
Sebagian besar produk tentunya melalui berbagai proses pengembangan sebelum dirilis ke pasaran untuk memastikan produk disukai oleh konsumen.
Misalnya saja brand kecantikan yang hendak mengeluarkan produk baru, maka mereka akan melakukan analisa untuk melakukan pengujian produk sebelum dirilis ke pasaran.
Salah satunya adalah memeriksa bahan aktif yang akan dijadikan bahan utama, dimana ini menjadi pertimbangan apakah produk tersebut bisa menyelesaikan masalah konsumen yang memiliki jenis kulit tertentu.
​Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pengujian keamanan produk untuk memastikan bahan aktif yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang oleh pemerintah, sebab ini akan membuat produk ditarik dari pasaran dan tidak bisa dijual lagi meskipun mendapatkan tingkat penjualan yang tinggi.
Melakukan pengujian laboratorium juga penting dilakukan, sebab bahan aktif yang baik belum tentu bisa digabungkan dengan bahan lainnya, sehingga penting untuk melakukan uji laboratorium untuk memastikan produk yang dimiliki bisa memiliki kandungan produk yang saling menguntungkan.
Selain itu, penting juga bagi produsen untuk melakukan pengujian keamanan produk dan mendesain produk yang menarik perhatian.
Hal ini dilakukan agar pelanggan tertarik melakukan pembelian serta merasa nyaman saat menggunakan produk karena memiliki kemasan yang aman.
Penting juga bagi produsen untuk melakukan survey konsumen untuk mengetahui preferensi mereka, sehingga produk yang diluncurkan sesuai dengan minat konsumen.
Preferensi ini juga bisa berdasarkan trend produk dalam jangka waktu tertentu serta kebutuhan konsumen dalam menyelesaikan masalah yang mereka alami.
Tahap pengujian ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk memiliki hasil yang baik serta bisa mencerminkan brand dengan baik, hal ini juga mengurangi risiko gagal launching karena hasil produk yang kurang sesuai, kemasan produk yang gagal, atau bahan produk yang tidak sesuai dengan regulasi pemerintah, pengujian ini juga membantu dalam positioning produk untuk menempatkan produk ke target konsumen yang sesuai.
Sebuah perusahaan pastinya diam-diam merancang produk terbaru meskipun mereka sudah memiliki berbagai produk yang sudah rilis.
Dimana brand yang sedang melakukan pengembangan produk biasanya memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali oleh penggemarnya.
Misalnya saja mereka sedang mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan pengembangan produk, dimana ini termasuk memilih dan membeli bahan baku yang dibutuhkan serta mengembangkan dan membeli alat tertentu yang bisa digunakan untuk mengembangkan produk dengan baik.
Tidak hanya itu, produk yang sedang dalam pengembangan juga fokus dalam melakukan inovasi dan validasi pasar, sehingga produk mereka disukai saat dirilis ke pasaran.
Proses pengembangan produk memang belum menguntungkan bagi perusahaan, namun dengan melakukan pengembangan produk yang tepat, maka akan membantu brand dalam meningkatkan keuntungan melalui produk yang dimiliki.
Sehingga untuk mendapatkan hasil produk yang diinginkan, maka penting bagi brand untuk melakukan market research guna mengetahui kebutuhan konsumen atau membuat inovasi baru yang menarik perhatian.
Dimana anda bisa memulainya dengan menggunakan tools khusus yang dapat melakukan analisa percakapan konsumen di sosial media atau hasil pencarian menggunakan kata kunci tertentu, sehingga anda bisa lebih mudah menangkap kebutuhan konsumen.
Selain itu, anda juga bisa mendengarkan pendapat konsumen yang disampaikan di kolom komentar, brand mention atau pesan langsung di sosial media, dimana ini dapat membantu untuk mengembangkan produk yang akan disukai oleh konsumen.
Kemudian jika anda sudah melakukan analisa market research dan memutuskan untuk membuat produk tertentu, maka pastikan untuk membuat prototipenya juga, dimana ini membantu untuk membuat bayangan produk yang sesuai, mulai dari kemasan, desain produk, hingga isi produknya.
Penting juga untuk mempersiapkan branding produk dan marketing plan yang dapat membantu untuk membuat strategi promosi yang baik.
Sebuah produk yang memiliki ciri khas khusus, tentunya akan membuat produk lebih mudah diingat dibandingkan kompetitor yang memiliki produk yang serupa.
Selain itu, pertimbangan juga untuk memerhitungkan estimasi biaya dalam proses produksi serta keuntungannya, dimana ini akan membantu untuk memperhitungkan jumlah produk yang akan dibuat sebelum mendapatkan keuntungan yang diinginkan.
Apaabila produk sudah dirilis ke pasaran, maka anda juga perlu mengumpulkan ulasan konsumen untuk mengumpulkan testimoni dari produk yang dimiliki, sehingga anda bisa melakukan pengembangan produk selanjutnya.
Tahap perkenalan di product life cycle adalah tahapan yang menantang, dimana perusahaan dituntut untuk memperkenalkan produk dengan strategi yang efektif agar laris di pasar dan memenangkan hati konsumen.
Sehingga mengetahui contoh dan strategi yang bisa digunakan dalam tahap perkenalan dapat memberikan pemahaman dalam membangun strategi bisnis yang tepat.
Berikut berbagai contoh produk di tahap perkenalan pada product life cycle untuk membantu perusahaan dalam merancang dan melaksanakan strategi promosi yang sukses dan menguntungkan.
Sebagai seorang konsumen, anda mungkin menemukan berbagai produk baru yang kurang familiar namun tertarik untuk mempelajarinya.
Rasa penasaran dan ketertarikan ini menjadikan konsumen tertarik untuk melakukan pembelian, serta menjadikan celah bagi brand untuk mempromo​sikan produk yang dimiliki.
Misalnya saja saat brand Samsung mengeluarkan handphone lipat, meskipun para brand terdahulu sudah banyak mengeluarkan perangkat dengan jenis yang sama, namun penggunaannya di handphone berbasis android baru saja dilakukan oleh Samsung.
Sehingga untuk menarik minat konsumen, maka brand Samsung memberikan edukasi produk untuk menjelaskan kelebihan produk dan cara penggunaannya, sehingga menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian.
Di sisi lain, Samsung juga melakukan endorsement ke berbagai selebriti dan influencer terkenal untuk mempromosikan produk mereka, sehingga bisa menarik lebih banyak pembelian produk.
Tidak hanya itu, pada awal kemunculan mobil listrik di Indonesia, masih banyak orang yang sangsi mengenai penggunaan produk tersebut, namun dengan melakukan edukasi yang tepat, brand tersebut berhasil menarik minat konsumen dengan promosi kendaraan yang ramah lingkungan.
Di sisi lain, berbagai brand mobil listrik juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan charging station di berbagai tempat untuk memudahkan konsumen dalam mengisi bahan bakar yang dimiliki, sehingga dapat menarik jumlah pembelian yang lebih banyak.
Selain itu, berbagai produk minuman yang meluncurkan varian rasa minuman baru juga biasanya melakukan strategi promosi tertentu agar produk yang dimliki mendapatkan perhatian dari konsumen.
Misalnya selain memanfaatkan pelanggan yang loyal, mereka juga melakukan promosi dengan membagikan sampel gratis di berbagai pusat perbelanjaan atau membedikan diskon potongan harga yang menarik perhatian, sehingga konsumen tertarik untuk melakukan pembelian.
Banyaknya produk yang beredar saat ini, mungkin membuat anda bingung mengenai produk yang baru saja dikenalkan atau sudah lama beredar namun anda baru mengetahuinya.
Meskipun begitu, produk yang baru saja dikenalkan biasanya memiliki ciri khas sendiri yang mudah dikenali oleh konsumen.
Misalnya saja penjualan produk yang masih rendah, dimana ini terlihat dari banyaknya stok produk yang dimiliki di etalase perbelanjaan yang baru anda lihat untuk pertama kalinya.
Selain itu, perusahaan juga mencatat penjualan produk yang masih rendah, hal ini dikarenakan produk tersebut baru saja diluncurkan dan belum memiliki basis pelanggan.
Tidak hanya itu, produk baru juga biasa dikenali dari berbagai promosi yang dilakukan besar-besaran, misalnya anda dengan mudah menemukan influencer yang mempromosikan produk tersebut dengan mencobanya langsung atau memberikan edukasi mengenai produk tersebut.
Anda juga bisa menemukan iklan produk tertentu yang dipromosikan secara besar-besaran dan bisa ditemukan di sosial media dengan konten yang menarik perhatian, sehingga anda tertarik untuk melakukan pembelian.
Di sisi lain, pada produk yang memiliki variasi terbaru dan belum digunakan sebelumnya oleh kompetitor lainnya, biasanya konten promosi menyelipkan sisi edukasi, misalnya manfaat dari menggunakan produk serta kelebihan bahan baku yang dimiliki, dimana kelebihan tersebut membuat konsumen tertarik untuk melakukan pembelian, meskipun mereka belum pernah mencobanya sama sekali.
Namun, produk baru yang pertama kali diluncurkan biasanya memiliki kelebihan berupa jumlah persaingan yang masih sedikit, dimana ini akan menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan sebanyak-banyaknya apabila konsumen sudah mengenal produk anda.
Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari sebuah produk tentunya menjadi keinginan bagi perusahaan. Namun bagi produk yang baru pertama kali rilis, ekspektasi ini mungkin sulit didapatkan karena belum mendapatkan basis pelanggan yang kuat.
Sehingga penting bagi produsen untuk melakukan strategi promosi secara maksimal untuk mendapatkan hasil keuntungan di masa yang akan datang. Dimana brand bisa memulainya dengan melakukan promosi besar-besaran, baik secara langsung atau melalui sosial media.
Pada promosi secara langsung, anda bisa mempromosikan produk di billboard yang ditempatkan di posisi yang strategis, sehingga mudah dilihat oleh konsumen dan menarik rasa penasaran mereka.
Lalu apabila anda hendak melakukan promosi di sosial media, maka anda bisa menggunakan iklan berbayar dengan jenis konten yang beragam, serta kemudahan dalam menentukan target audience.
Cara ini dapat membantu untuk menjangkau iklan ke target konsumen yang sesuai sehingga produk lebih mudah dikenali dan membantu untuk meningkatkan kesadaran produk.
Tidak hanya itu, anda juga bisa melakukan promosi dengan melakukan kerjasama dengan influencer yang bergerak di bidang yang serupa, sehingga dapat membantu untuk mengenalkan produk ke target konsumen yang relevan serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Selain itu, untuk menarik minat konsumen, maka anda bisa melakukan promosi dengan memberikan harga promo khusus yang lebih murah.
Strategi ini tentunya dapat membantu untuk meningkatkan penjualan, sehingga konsumen tertarik untuk mencobanya karena harganya yang lebih murah.
Tidak hanya itu, anda juga bisa melakukan promosi dengan memberlakukan bundling produk dengan barang lain yang lebih terkenal dari brand anda, dimana konsumen yang melakukan pembelian tertentu dapat mencoba produk anda dan akhirnya melakukan pembelian terpisah di kemudian hari.

Pada tahap pertumbuhan, sebuah produk biasanya sudah dikenal luas oleh konsumen bahkan sudah memiliki basis pelanggan yang kuat dan membeli produk secara terus menerus.
Sehingga tidak mengherankan apabila tahap pertumbuhan menjadi fase yang dinatikan oleh perusahaan karena pada fase inilah produk mulai mendapatkan perhatian lebih dari konsumen karena terjadi peningkatan penjualan secara signifikan.
Berikut beberapa contoh produk yang mengalami tahap perkembangan dan ciri-cirinya yang bisa dipahami dengan mudah serta strategi bisnis yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Sebagai seorang konsumen, anda mungkin sudah terbiasa pada produk yang tiba-tiba viral serta menikmati produk tersebut karena rekomendasi dan ulasan dari sosial media.
Pada tahapan ini, biasanya produk terdapat pada tahapan pertumbuhan, sehingga konsumen membelinya secara terus menerus.
Salah satunya adalah jenis lipstik yang viral di kalangan konsumen, dimana anda dapat dengan mudah menemukan produk tersebut digunakan oleh kalangan pembeli tertentu dan membuat banyak orang tertarik untuk mencobanya juga.
Sehingga anda bisa melihat penjualan produk yang semakin meningkat serta munculnya berbagai ulasan positif dari konsumen yang telah menggunakannya di berbagai platform sosial media.
Hal ini juga ditandai dengan distribusi produk yang luas, sehingga anda mungkin saja menemukannya di minimarket terdekat, serta tiba-tiba muncul produk yang serupa dari kompetitor yang menawarkan varian serta kelebihan produk yang berbeda.
Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, maka brand bisa mengatasinya dengan menambah varian produk yang telah dipersiapkan sebelumnya, dimana ini akan menarik minat konsumen yang penasaran untuk mencobanya karena anda telah memberikan jenis rasa yang disukai oleh konsumen.
Selain itu, anda juga bisa memperluas promosi dengan melakukan kerjasama dengan influencer serta membuka peluang afiliasi.
Penting juga untuk memperluas penjualan ke platform E-commerce untuk memudahkan distribusi produk dan pengiriman dari pihak ketiga, anda juga bisa melakukan kerjasama dengan retail offline yang memudahkan konsumen untuk menjangkau produk yang dimiliki.
Produk lainnya yang mengalami fase pertumbuhan dan diminati oleh target konsumen adalah layanan streaming digital, dimana ini memudahkan konsumen yang ingin mendapatkan hiburan dengan mudah dan cepat serta bisa diakses oleh perangkat elektronik masing-masing.
Dimana ini juga terlihat oleh jumlah pengguna yang meningkat tajam, sehingga anda bisa melihat banyak orang memperbincangkan konten dari layanan streaming digital tertentu.
Sehingga untuk mempertahankan pelanggan yang dimiliki, maka layanan streaming digital melakukan berbagai strategi pemasaran, misalnya dengan membuat konten original yang membuat cerita yang menarik dengan pemeran papan atas untuk menarik basis pelanggan yang besar.
Tidak hanya itu, penting juga bagi brand tertentu untuk meningkatkan layanan dan pengalaman konsumen, sehingga memudahkan bagi konsumen yang baru pertama kali mencoba layanan streaming digital dan memilih jenis tontonan yang diinginkan.
Sebuah produk yang sedang viral, mungkin saja sedang memasuki tahap growth, dimana banyak orang sedang menggunakannya karena banyak diperbincangkan di sosial media.
Sehingga anda dapat dengan mudah menentukan produk yang sedang memasuki tahap growth dari popularitasnya secara umum dan sosial media.
Misalnya saja produk tersebut mengalami peningkatan penjualan yang cukup pesat, sehingga konsumen kesulitan untuk mendapatkannya karena stoknya yang terbatas namun diserbu oleh banyak orang.
Selain itu, penjualan produk mulai naik akibat banyak konsumen yang membeli produk tersebut, baik secara langsung atau melalui platform e-commerce dan website brand.
Tidak hanya itu, kesadaran produk juga semakin tinggi, dimana konsumen bisa mendengarkan nama produk tertentu melalui interaksi secara langsung atau perbincangan di sosial media.
Dimana ini meningkatkan rasa penasaran konsumen untuk membeli produk tersebut hanya karena banyak orang yang memperbincangkannya.
Di sisi lain, konsumen juga mungkin saja melihat brand lain yang bergerak di bidang yang sama mulai merilis produk yang hampir sama.
Namun terlihat di perbedaan ukuran, branding produk, serta varian yang dimiliki, dimana ini membuat produk kompetitor terlihat dari produk pelopor dan membuat konsumen tertarik untuk melakukan pembelian.
Ditambah lagi, distribusi produk juga semakin luas, sehingga konsumen bisa dengan mudah menemukannya di minimarket terdekat yang memudahkan mereka untuk mencoba produk.
Guna mendapatkan hasil keuntungan yang maksimal, penting bagi brand untuk membuat strategi bisnis yang sesuai agar produk tetap bertahan di tengah gempuran kompetitor yang mengeluarkan produk yang serupa.
Sehingga untuk mempertahankan produk, maka penting bagi brand untuk meningkatkan kualitas produk, misalnya dengan membuat kemasan lebih mudah digunakan dan dibawa kemana saja.
Dimana perubahan ini bisa dilakukan setelah mendengarkan pendapat dari konsumen, sehingga anda dapat memastikan produk yang dimiliki disukai oleh pelanggan.
Tidak hanya itu, brand juga bisa memperluas pengembangan produk dengan mengembangkan variasi produk baru yang disukai oleh target konsumen baru, sehingga produk anda mendapatkan segmentasi produk yang lebih luas.
Brand juga bisa memperkuat branding dengan membuat acara khusus untuk target konsumen tertentu, dimana ini bisa mengenalkan produk anda yang identik dengan target konsumen khusus yang membuat calon pembeli tertarik untuk menjadi bagian dari mereka.
Selain itu, anda juga bisa memperluas target pasar, misalnya jika pada awalnya pada konsumen yang melakukan pembelian di e-commerce atau toko retail tertentu, maka brand bisa memperluasnya dengan memasukkan produk ke toko-toko kecil atau minimarket, sehingga memudahkan konsumen untuk menjangkau produk tertentu.
Penting juga untuk meningkatkan pelayanan pelanggan sehingga mereka kembali untuk melakukan pembelian, misalnya dengan memberikan hadiah khusus bagi konsumen yang melakukan pembelian produk dengan jumlah tertentu, sehingga konsumen tertarik untuk membeli kembali.
Annisa Ismi, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 3+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.