organic marketing
|

9 Contoh Organic Marketing Untuk Bisnis & Strategi-nya!

Organic marketing merupakan salah satu jenis strategi pemasaran yang perlu dipelajari khususnya pemilik bisnis. Para pemilik bisnis yang menerapkan strategi organic marketing bertujuan untuk meningkatkan angka traffic dan engagement rate perusahaan Anda.

Lalu sebenarnya, apa itu organic marketing? Seperti apa bentuk strategi dan manfaat lainnya bagi perusahaan, serta apa bedanya dengan anorganik atau media berbayar (paid marketing)? Mari kita simak pemaparan lengkapnya mengenai organic marketing.

Definisi Organic Marketing

Organic marketing atau pemasaran organik adalah bentuk pemasaran online yang melibatkan promosi produk atau layanan tanpa menggunakan iklan berbayar. Hal Ini juga dikenal sebagai pemasaran secara alami atau publisitas gratis untuk mempromosikan brand.

Istilah organik mengacu pada metode pemasaran yang didasarkan kepercayaan dengan pelanggan dari waktu ke waktu melalui cara lain seperti menyediakan konten yang relevan pada calon pelanggan dan penjelasan yang tepat tentang suatu produk.

Kemudian juga perusahaan tidak menghabiskan uang secara langsung untuk keperluan iklan, atau yang dikenal dengan paid marketing (pemasaran berbayar).

Kampanye organic marketing ini melibatkan cara yang hemat biaya dan dapat menghasilkan keuntungan bagi bisnis dari waktu ke waktu.

Penggunaan organic marketing ini sering digunakan di postingan blog, tweet yang tidak dibayar, dan pembaruan facebook. Selain itu juga organic marketing atau pemasaran organik menggunakan teknik SEO, media sosial, dan berbagai saluran lainnya untuk meningkatkan brand awareness.

data organic marketing

Menurut data, bahwa SEO ini memberikan tambahan 53.3% lebih banyak traffic secara rata-rata pada semua Industri. Bahkan, pada perusahaan B2B (Business to Business) organic marketing bisa mendatangkan penghasilan 2X lipat dibandingkan channel lainnya.

Strategi organic marketing ini memiliki tujuan yaitu menciptakan hubungan emosional dengan target audiens. Pemasar harus membuat campaign dengan biaya yang lebih murah agar mendapatkan kepercayaan audiens dan membangun hubungan bisnis jangka panjang.

Pemasaran organik perlu diukur efektivitasnya dengan menggunakan konten yang berupa informasi brand, sehingga akan mendapatkan traffic paling banyak ke situs Anda.

contoh organic marketing

Contoh Media Pemasaran Organic Marketing

Sebelum membahas perbedaan antara pemasaran organik (organic marketing) dan pemasaran berbayar (paid marketing). Mari kita lihat beberapa contoh media pemasaran organik.

1. Facebook

Facebook menawarkan banyak kemudahan bagi pemasar untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka tanpa membayar iklan.

Selain Anda dapat menggunakan halaman bisnis facebook, pemilik bisnis dapat bergabung dengan grup untuk terhubung dengan orang lain yang berada di segmennya.

Kemudian, Anda dapat membuat grup Facebook untuk membangun otoritas sebagai ahli bisnis, membeli dan menjual langsung di marketplace, dan menyelenggarakan acara secara gratis.

Anda juga bisa menggunakan pemasaran organik di platform Facebook melalui iklan berbayar sehingga dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran apapun.

2. Instagram

Merupakan media sosial paling populer di kalangan anak muda, Instagram adalah aplikasi berbagi foto atau video yang dirancang untuk mengunggah konten cuplikan cepat atau Instagram Story.

Metode ini sangat efektif untuk membangun brand dengan tujuan target audiens tertentu, selain itu juga dapat membantu Anda membangun penggemar (follower) yang tertarik dengan brand Anda.

3. Tiktok

Tiktok merupakan media sosial yang sangat pesat pertumbuhannya terutama sejak tahun 2019 di Indonesia. Tercatat dengan pengguna lebih dari 100 juta di tahun 2021 akhir, hal ini membuat Tiktok merupakan media sosial sebanding dengan Instagram.

Hal menarik mengenai Tiktok sendiri adalah audience utamanya yang relatif dominan Generasi Z (Zilenial). Dengan jenis konten video vertical dengan durasi pendek (Short vertical video format).

Tentunya, bagi Bisnis yang ingin memaksimalkan media pemasaran organik (Organic Marketing) wajib menggunakan Tiktok baik untuk mengembangkan Brand, meningkatkan penjualan atau berinvestasi pada future market.

4. Youtube

Sekilas, platform ini hanya berfungsi sebagai saluran video online, tetapi youtube adalah mesin pencari terpenting kedua setelah Google.

YouTube menawarkan kesempatan untuk membagikan konten video yang berkaitan langsung dengan bisnis Anda dan membantu calon pelanggan untuk mengenal bisnis Anda secara pribadi sebelum mereka mengambil keputusan untuk membelinya.

Youtube dapat digunakan untuk menjalankan bisnis yang berbasis pengetahuan seperti tutorial atau pelatihan bisnis.

5. LinkedIn

LinkedIn adalah situs jaringan profesional yang dirancang untuk membantu orang terhubung dengan orang lain yang mereka kenal secara profesional. Orang-orang yang menggunakan LinkedIn cenderung lebih menyukai konten yang lebih panjang atau seperti berita daripada cuplikan pendek.

Sejauh ini, linkedIn merupakan platform terbaik untuk terhubung dengan para pebisnis.

6. Snapchat

Dengan munculnya Instagram stories, snapchat menjadi kurang populer di kalangan masyarakat umum. Namun, aplikasi snapchat dapat mengirim video dan foto pendek dengan pengikut profil mereka.

Snapchat sangat direkomendasikan kepada generasi Z dan audiens yang lebih muda. Tujuannya untuk menargetkan produk dan membangun brand awareness.

7. SEO (Search Engine Optimization) dengan Blog

Membuat situs blog ini agar dapat mengarahkan orang ke produk dan layanan yang Anda miliki. Konten yang terdapat di blog harus bermanfaat dengan memberikan informasi mengenai masalah yang sedang dihadapi konsumen, atau konten hiburan yang mengarahkan pengunjung ke situs Anda.

Konten blog atau artikel berita juga perlu menggunakan Search engine optimization (SEO), karena dapat meningkatkan peringkat keyword yang dicari atau dibutuhkan konsumen, serta dapat muncul di urutan teratas halaman website Anda.

Anda bisa mulai menggunakan media Blog Gratisan seperti Blogspot, Medium atau LinkedIn Articles.

8. User Generated Content (UGC)

User Generated Content (UGC) merupakan konten yang didapat dari pengguna lain. Simpelnya, hal ini adalah saat konten Anda menjadi viral karena dibagikan oleh pengguna lainnya.

Strategi ini sangat banyak dimanfaatkan Brand di media sosial. Hal paling umum yang sering didapatkan yakni, memanfaatkan News Jacking atau ikut-ikutan membuat konten yang sedang viral lainnya. Sering lihat bukan?

Di sisi yang lain, menyajikan konten rutin yang bermanfaat dan menarik untuk orang lain juga bisa meningkatkan hasil dari UGC ini.

Termasuk, manfaat yang juga datang dari algoritma umum media sosial, yang biasanya memberikan impresi signifikan bagi konten yang memang bagus (indikasi-nya dari viralnya sebuah konten tersebut tadi).

9. Digital Public Relations

Pemasaran konten telah dikaitkan erat dengan PR digital. Hal Ini melibatkan blogger dan editor situs web dengan meminta mereka untuk berbagi konten dari perusahaan Anda.

Kampanye PR digital terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menerima satu backlink dari sumber yang memiliki reputasi baik, tetapi jika publikasinya memiliki kredibilitas, hal ini dapat menghasilkan pertumbuhan besar bagi bisnis Anda.

Biasanya, metode ini dimulai dengan mengundang beberapa awak media untuk ikut serta dalam event atau acara tertentu sebuah Bisnis.

Perbedaan Organic Marketing vs Paid Marketing

Menurut forbes, bahwa paid marketing ini memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens secara spesifik. Nah, sementara pemasaran organik atau organic marketing berfokus pada menghasilkan traffic ke situs Anda dari waktu ke waktu.

Namun, pemasaran berbayar atau paid marketing menggunakan metode berbayar untuk menargetkan audiens, menjangkau, melibatkan, dan mengonversi dengan cepat.

Mengapa pemasaran organik penting? Menurut laporan rockcontent, bahwa sekitar 70-80% pelanggan akan mengabaikan iklan berbayar saat mereka mencari query di mesin pencari.

Salah satu bagian dari paid marketing ini yaitu iklan pencarian berbayar, iklan media sosial berbayar, posting bersponsor, iklan bergambar, iklan video di youtube, dan lain sebagainya.

Menggunakan media berbayar ini, Anda dapat menargetkan mikro audiens secara ideal dan menjangkau orang-orang yang mungkin belum pernah mendengar tentang bisnis Anda.

Strategi pemasaran ini memiliki serangkaian tujuannya sendiri. Pada bagian campaign marketing organic dapat menarik audiens (attract) dan meningkatkan brand awareness.

Kemudian juga pemasaran berbayar atau paid marketing dapat diukur keberhasilannya melalui laba atas belanja iklan (Return On Ad Spent/ROAS), mendorong tayangan, dan mencapai rasio konversi yang tinggi.

Strategi Penerapan Organic Marketing

Organic marketing atau pemasaran organik adalah jenis kampanye pemasaran yang melibatkan biaya minimal. Perusahaan dapat menggunakan strategi ini, khususnya ketika mereka ingin mencari prospek untuk hubungan jangka panjang.

Tidak mudah untuk menjalankan strategi pemasaran ini. Namun, tanpa adanya strategi implementasi yang benar, upaya Anda dan perusahaan tidak akan bisa berhasil.

Berikut ini beberapa strategi pemasaran organik atau organic marketing yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda:

1. Luncurkan Konten Evergreen

Salah satu cara paling efektif bagi pemasar untuk menghasilkan prospek dan mengembangkan bisnis Anda dengan menggunakan konten evergreen.

Konten Evergreen adalah jenis konten yang tidak memiliki waktu kadaluwarsa dan akan terus mempertahankan relevansi.

Konten evergreen ini efektif karena mudah dioptimalkan. Selain itu ramah SEO untuk strategi pemasaran dengan jangka panjang dan juga berikan update-an pada konten secara berkala apabila terjadi pergeseran tren.

2. Ciptakan Value Driven Content

Selanjutnya, Anda dapat menerapkan strategi pemasaran organik atau organic marketing dengan membuat konten yang berharga (value driven content) seperti konten keperluan para audiens.

Tak hanya itu, Anda juga perlu membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda. Hal ini sangat penting karena dapat memberi Anda wawasan yang berharga. Lalu pastikan juga untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan tantangan secara berkala.

3. Rancang Konten yang Mobile Friendly

Sebagian besar konten online saat ini dikonsumsi oleh audiens melalui layar smartphone. Jika kontenmu hanya bisa dinikmati via desktop, maka pengguna akan mencari alternatif di situs lain. Sehingga, ketika ingin meluncurkan artikel atau video, pastikan formatnya selalu sesuai untuk pengguna smartphone

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat mendesain konten untuk smartphone seperti desain konten yang responsif dan interaktif, memiliki kecepatan pemuatan halaman, gambar yang dikompresi.

Rancang Konten yang Mobile Friendly

 4. Manfaatkan Media Sosial Secara Maksimal

Platform media sosial termasuk bagian dari pemasaran organik yang digunakan untuk mempromosikan bisnis Anda. Media sosial tidak hanya platform untuk percakapan digital, tetapi merupakan platform bagi bisnis untuk meningkatkan akuisisi pelanggan dan melibatkan pengikut Anda.

Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda secara teratur memposting konten di akun media sosial resmi perusahaan Anda. Anda juga harus bisa terlibat dengan audiens dan meminta mereka untuk berkomentar, menjawab pertanyaan, dan berbagi konten.

Kelebihan Organic Marketing

Setelah mengerti strategi pengertian dari organic marketing. Selanjutnya, kelebihan organic marketing yaitu:

  • Dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, dan membantu pelanggan dalam menikmati produk atau layanan yang akan digunakan. Hal Ini akan membantu Anda untuk mendapatkan pelanggan tetap. Artinya dapat membeli dua kali atau lebih.
  • Membangun hubungan dengan audiens perlu secara efisien. Anda hanya perlu melakukan organic marketing dengan membangun hubungan kepada audiens agar lebih dekat. 
  • Meningkatkan ranking konten di Google dengan cepat, karena organic marketing berhubungan dengan metode SEO. Selain itu juga dapat meningkatkan ulasan atas perusahaan.
  • Meningkatkan angka diversifikasi pelanggan. Diversifikasi adalah strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang sudah ada dengan mengidentifikasi cara-cara baru untuk meningkatkan bisnis yang unik.
  • Meningkatkan ulasan atas kualitas konten perusahaan.

Kekurangan Organic Marketing

Tentunya klise banget poin ini, yaitu metode Organic Marketing tidak cocok untuk Strategi yang ingin hasil Instan atau dalam waktu cepat. Karena metode organic marketing biasanya membutuhkan banyak uji coba dan evaluasi.

Terlepas dari, hasil yang kadang sulit sekali dirasakan. Karena memang pertumbuhannya yang relatif tidak signifikan dalam waktu dekat. Sehingga, strategi ini merupakan bagian dari Strategi Bisnis Jangka Panjang.

Manfaat Organic Marketing

Pemasaran organik atau organic marketing tidak memerlukan uang dalam jumlah selangit dari kantong Anda. Strategi ini adalah salah satu cara membangun audiens yang loyal untuk produk atau layanan Anda, dan menciptakan sumber traffic permanen ke halaman web Anda.

Sumber ini mencakup halaman atau postingan blog yang dapat ditemukan melalui pencarian, postingan tamu, pembaruan media sosial yang menautkan kembali ke situs web Anda.

Nah, Itu dia penjelasan seputar organic marketing yang dapat Anda terapkan dalam berbisnis. Semoga informasinya bermanfaat.

Similar Posts