Merchandising Adalah : Manfaat, Jenis, dan Strateginya

Merchandising adalah strategi yang bertujuan untuk mengoptimalkan tampilan dan penempatan produk untuk memaksimalkan penjualan.

Dimana ini memerankan peran penting untuk menarik perhatian konsumen dan memikat mereka untuk melakukan pembelian, sehingga penting untuk memilih jenis dan strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan.

Berikut penjelasan mengenai merchandising, manfaat, jensi, serta strategi yang dapat meningkatkan brand awareness.

merchandising adalah

Merchandising Adalah

Merchandising adalah strategi penataan produk untuk memikat konsumen dengan menampilkan produk secara strategis di dalam toko, dimana ini memainkan peran penting dalam meningkatkan penjualan.

Strategi merchandising tentunya tidak hanya menaruh barang di rak, namun juga mengatur tata letak, pencahayaan, dan dekorasi untuk membuat pengalaman belanja yang menarik dan memudahkan konsumen untuk menemukan produk tertentu di kategori yang sesuai.

Hal ini tentunya dibutuhkan strategi yang matang untuk meningkatkan daya tarik maksimal serta meningkatkan potensi pembelian.

Apalagi dengan teknologi yang terus berkembang memudahkan perusahaan untuk menggunakan analisa data dan algoritma untuk membuat strategi merchandising yang efisien sesuai dengan preferensi konsumen.

manfaat merchandise

Manfaat Merchandising

Merchandising adalah strategi promosi yang digunakan di bisnis retail untuk menarik perhatian konsumen serta meningkatkan keputusan pembelian konsumen.

Dimana kemampuan untuk menata dan menempatkan produk dengan baik dapat membantu untuk meningkatkan penjualan produk.

Berikut manfaat merchandising yang dapat memberikan membantu produk lebih mudah dilihat konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan produk dan menambah pengalaman belanja konsumen.

1. Meningkatkan Penjualan Produk

Sebagai seorang konsumen, anda mungkin menemukan produk tertentu yang menarik perhatian setelah melakukan observasi lebih dalam padahal anda sudah melewati rak tersebut berkali-kali.

Kebingungan ini bisa terjadi apabila produk tidak ditempatkan di tempat yang tepat, sehingga membuat konsumen kesulitan untuk mencari produk tertentu, dimana ini juga dapat menurunkan keuntungan produk.

Sehingga memiliki produk yang ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan dijangkau oleh konsumen dapat membantu untuk meningkatkan keuntungan secara pesat.

Karenanya penempatan produk yang tepat dibantu dengan pencahayaan dan properti yang mendukung dapat membantu produk lebih mudah ditemukan sehingga bisa menambah keuntungan.

Tidak hanya itu, penempatan produk yang dilakukan dengan kasir atau pintu masuk juga dapat meningkatkan keuntungan karena prooduk lebih mudah dikenal.

2. Meningkatkan Pengalaman Konsumen

Sebuah produk yang baru diluncurkan biasanya memiliki keistimewaan sendiri, misalnya dia memiliki booth khusus yang memajang produk tersebut.

Dimana dengan penambahan lighting yang sesuai dan dekorasi yang meningkat maka akan membantu konsumen untuk tertarik melihat produk tertentu, meskipun mereka belum mengenal brand tersebut sebelumnya.

Sehingga memiliki strategi merchandiing dapat membantu untuk meningkatkan pengalaman konsumen dalam mengenal produk anda, sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian.

Misalnya saja brand rumah tangga mengeluarkan produk sabun cuci baju terbaru, dimana mereka akan membuat booth khusus yang memajang produk tersebut, sehingga ia tampil mencolok dan mudah ditemukan oleh konsumen.

Tidak hanya itu, dengan memajang isi produk yang dimiliki, maka akan membantu konsumen untuk melihat isinya, mengamati teksturnya, bahkan membaui aromanya, sebelum memereka memutuskan untuk mencoba produk tersebut.

Cara ini tentunya dapat meningkatkan pengalaman konsumen dalam mencoba produk tertentu sehingga bisa meningkatkan brand recognition dan penjualan produk secara signifikan di awal perilisan.

Sehingga konsumen dapat lebih mudah mengingat produk anda dibandingkan kompetitor lain yang menjual produk yang serupa.

3. Membangun Brand Recognition

Strategi merchandising tidak hanya berupa penempatan produk di rak minimarket, namun juga penempatan logo, warna, dan gaya tertentu, dimana ini akan membua konsumen lebih mudah mengenalinya meskipun mereka melihatnya dari jauh.

Penempatan brand recognition juga dapat membantu brand berbeda dengan kompetitor lain yang memiliki produk yang sama, sehingga bisa bersaing di industri secara sehat.

Misalnya saja saat konsumen mencari produk sabun cuci baju di kategori rak tertentu, dimana pilihan produk yang beragam membuat konsumen bingung untuk menemukan produk sabun yang mereka inginkan.

Sehingga dengan memiliki logo yang mudah diingat dan warna yang mencolok akan membuat produk anda mudah ditemukan dibandingkan brand lain karena karakter yang mudah diingat.

4. Optimasi Area Penjualan

Dalam menjual produk di retail, sebuah produk biasanya memiliki slot sendiri yang perlu dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil keuntungan yang maksimal.

Sehingga penting bagi brand untuk mengatur area penjualan agar produk mudah dikenali oleh pelanggan dan membuat konsumen tertarik untuk melakukan pembelian meskipun mereka belum mengenal produk atau brand tersebut sebelumnya.

Misalnya dengan menempatkan produk di area yang sejajar dengan mata konsumen, sehingga mereka tertarik untuk mempelajari atau mengenal produk terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian.

Di samping itu, anda juga bisa menempatkan produk di sebelah produk lain yang memiliki warna dan fungsi yang sama, dimana penempatan ini membuat konsumen tertarik untuk membedakan produk anda dengan kompetitor, apalagi jika anda memiliki harga yang lebih murah namun dengan kelebihan yang sama.

Tidak hanya itu, anda juga bisa memberikan sedikit dekorasi di areaa penjualan, misalnya dengan menyertakan dekorasi tambahan yang menjelaskan kelebihan produk secara singkat atau menampilkan produk yang dimiliki sehingga bisa meningkatkan penjualan atau membuat konsumen merasa tertarik untuk mengenal produk anda.

Kemudian jika anda mendapatkan slot untuk promosi khusus, maka anda bisa menggunakannya untuk membuat booth khusus yang menarik perhatian dengan warna yang mencolok namun dengan khas warna brand serta tambahan visual yang selaras dan segar, sehingga membuat konsumen tertarik untuk mampir dan mengenal produk yang ditawarkan.

5. Mendorong Pembelian Impulsif

Pernahkah anda berniat hanya belanja satu produk namun akhirnya membeli produk tambahan hanya karena promosi yang ditawarkan? inilah salah satu keuntungan dari mempelajari merchandising.

Salah satu keuntungan dari menggunakan strategi merchandising saat menempatkan produk adalah mendorong konsumen untuk melakukan pembelian impulsif, sehingga dibandingkan membeli satu produk, pembeli akhirnya melakukan pembelian tambahan karena keuntungan yang ditawarkan.

Misalnya saja dengan menambahkan detail khusus di label harga dengan memberikan diskon khusus sembari memberikan perbandingan dengan harga asli, dimana ini dapat membantu konsumen merasa harga yang ditawarkan lebih murah, sehingga mereka tertaarik untuk melakukan pembelian.

Di samping itu, anda juga bisa mengguanakan dekorasi khusus untuk menunjukkan bahwa produk tersebut sedang promo, misalnya dengan membuat label “but 1 get 1” dimana ini akan membuat konsumen untuk mencoba produk tertentu dengan melakukan pembelian karena tawaran yang diberikan.

Tidak hanya itu, strategi bundling juga dapat mendorong konsumen untuk mendorong pembelian impulsif, dimana konsumen yang awalnya tidak berniat untuk membeli produk namun karena tertarik pada bundling yang ditawarkan, maka mereka akhirnya membeli produk tersebut.

Misalnya saja produk sabun cuci detergen yang menggunakan bundling produk pelembut pakaian ukuran kecil sebagai pelembut pakaian, dimana ini akan membuat konsumen tertarik untuk mengambilnya karena mereka menawarkan produk tambahan yang menguntungkan.

jenis merchandising

Jenis Merchandising

Dengan jumlah persaingan di industri retail yang ketat, menggunakan strategi merchandising yang sesuai dapat membantu menarik perhatian konsumen sehingga memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Dimulai dari tata letak produk yang menarik hingga penawaran diskon yang memikat perhatian, dimana strategi yang tepat dapat membantu meningkatkan keuntungan.

Karenanya berikut berbagai jenis merchandising yang bisa digunakan untuk berbagai jenis usaha retail yang dapat mengenalkan produk dengan baik sekaligus bisa meningkatkan keuntungan yang lebih maksimal.

1. Visual Merchandising

Pernahkan kamu tertarik ke suatu merek bukan karena kelebihan yang dimiliki namun karena visualiasi promosi yang menarik perhatian? jika pernah maka strategi visual merchandising yang dilakukan oleh brand tertentu sudah berhasil.

Visual merchandising adalah strategi yang dilakukan oleh brand untuk menarik minat konsumen dengan menggunakan visual yang menarik perhatian, misalnya dengan menggunakan signage dengan lampu yang lebih terang atau menggunakan kolaborasi warna yang mencolok, sehingga menarik minat konsumen yang melihatnya.

Dimana strategi ini cocok bagi brand baru untuk mengenalkan nama mereka atau merek yang mengeluarkan produk baru yang dapat membantu untuk meningkatkan awareness dan penjualan produk.

Namun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka diperlukan strategi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Misalnya dengan memajang poster produk di kaca jendela depan toko, dimana konsumen yang masuk akan melihat produk tersebut sehingga mereka tertarik untuk mencari produk tersebut saat masuk ke dalam toko.

Akan tetapi untuk menarik perhatian konsumen, maka anda bisa melakukan promosi dengan membuat poster ukuran besar dengan warna yang mencolok namun dengan copywriting yang singkat, sehingga konsumen yang melihatnya dengan sekilas dapat mengingat promosi produk tersebut dan secara tidak sengaja mencari produk tersebut di dalam toko sehingga meningkatkan awareness.

2. Cross Merchandising

Pernah nggak sih secara nggak sadar kamu membeli barang secara berututan, misalnya saat membeli sabun cuci baju lalu kamu pembeli pelembut pakaian yang dilakukan hanya dengan bergeser tempat? jika kamu mengalami hal ini maka kamu akan telah masuk di strategi cross merchandising.

Dimana strategi cross merchandising adalah penempatan produk dari kategori yang berbeda namun penggunaannya saling melengkapi, dimana ini dapat meningkatkan penjualan produk atau brand awareness.

Namun untuk menggunakn strategi merchandising ini dibutuhkan strategi yang tepat agar produk anda juga mudah dikenali konsumen yang mencari produk yang serupa.

Misalnya jika anda menjual saus cabai pedas manis, maka anda bisa menempatkannya di sebelah produk makanan beku, dimana konsumen yang biasanya membeli kentang goreng akan membeli saus untuk teman makannya, dimana ini akan meningkatkan keuntungan.

Tidak hanya itu, anda juga bisa mengkolaborasikan dengan produk lain yang sekiranya saling melengkapi, misalnya anda memiliki brand pakaian wanita, maka anda bisa mengguanakan cross merchandising dengan memakaian produk yang berbeda namun selaras, sehingga menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian karena ingin menggunakan produk yang dipajang di manekin.

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, maka pastikan juga harga dari kolaborasi produk tersebut juga hampir seragam, sehingga konsumen tertarik membeli satu set produk untuk mendapatkan hasil keuntungan yang maksimal.

3. Store Merchandising

Pernahkah anda mendatangi sebuah pusat perbelanjaan dan merasa nyaman untuk berkeliling, melihat-lihat, dan membeli produk tertentu dengan mudah? begitulah strategi store merchandising yang berhasil.

Store merchandising adalah strategi untuk mengatur dan menyajikan produk di toko untuk meningkatkan daya tarik dan aksebilitas mencari produk sehingga memudahkan untuk meningkatkan keuntungan.

Dimana dengan menggunakan strategi yang tepat, toko anda tidak hanya terlihat rapi, namun juga memudahkan konsumen untuk mencari dan menemukan produk tanpa bertanya, sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

Namun untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan, maka dibutuhkan strategi yang tepat dalam pengaturan store merchandising.

Dimana anda bisa memulainya dengan memahami bagaimana produk ditata, apakah anda ingin ditata dengan cara digantung, dilipat, atau ditata dalam etalase, dimana penataan ini perlu disesuaikan dengan jenis produk yang dimiliki.

4. Digital Marchendising

Penggunan E-commerce yang semakin marak menjadikan banyak brand berlomba-lomba untuk membuat tampilan produk di e-commerce menarik perhatian, sehingga mudah ditemukan di hasil pencarian dengan kata kunci tertentu, sehingga meningkatkan penjualan.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan digital marchendising, dimana penjual merancang tampilan akun e-commerce mereka dengan berbagai konten visual yang menarik perhatian.

Dimana ini dimulai dengan mengambil foto produk dengan detail dengan menunjukkan sisi bagian depan, samping, dan belakang, sehingga konsumen tertarik untuk mempelajari produk anda.

Tidak hanya itu, memberikan chart desain produk yang menarik juga dapat membantu untuk meningkatkan minat konsumen untuk mempelajari produk yang ditawarkan, sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian.

Selain itu, anda juga bisa menambahkan video produk yang dapat memberikan visualisasi produk yang menarik dan detail, sehingga konsumen bisa melihat produk dengan detail.

Penggunaan kata kunci juga bisa dilakukan untuk memudahkan produk ditemukan dengan kata kunci tertentu, dimana ini membantu untuk bersaing dengan brand lain yang memiliki produk yang serupa sehingga produk anda berada di hasil pencarian teratas.

Sehingga melakukan analisa kata kunci dapat membantu strategi digital marchendising dengan menggunakan kata kunci yang tepat dan dapat menjelaskan produk dengan baik.

strategi merchandising

Strategi Merchandising

Strategi merchandising memainkan peran penting dalam menarik perhatian konsumen dan memaksimalkan penjualan dengan pemilihan produk hingga penataan rak dan pencahayaan yang tepat, dimana semua elemen ini berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan dan memuaskan.

Sehingga penting untuk memahami dan menerapkan strategi merchandising yang efektif dan bisa diterapkan dalam bisnis untuk mencapai tujuan penjualan dan pelanggan.

1. Kenali Target Audiens

Memahami penempatan produk dengan strategis menjadi langkah awal dalam meningkatkan penjualan produk dan mengenalkan produk ke target konsumen yang dimiliki.

Dimana anda bisa memulainya dengan memahami target audiens untuk memahami kebiasaan mereka dalam mencari produk tertentu, sehingga produk anda bisa ditempatkan dengan baik.

Misalnya jika produk anda termasuk produk premium, maka anda bisa menempatkan produk anda di supermarket yang menargetkan target konsumen kalangan kelas atas, sehingga konsumen memiliki pemikiran bahwa produk tersebut sesuai dengan target konsumen.

Tidak hanya itu, anda juga bisa menempatkan produk anda di sebelah produk lain yang memiliki positioning merek yang sama, dimana jika anda menempatkannya secara sejajar maka akan memberikan kesan produk anda juga ditujukan unuk target konsumen yang sama.

Selain itu, jika anda ingin melakukan promosi produk melalui merchandising, maka anda bisa membuat booth produk yang memiliki kesan elegan dan glamour, sehingga konsumen berpikir bahwa produk anda dirancang untuk target konsumen yang memiliki tampilan yang serupa, sehingga mereka tertarik untuk mengenal dan melakukan pembelian produk.

2. Kenali Produk yang Dimiliki

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan setelah memahami target audience adalah dengan memahami produk yang dimiliki, misalnya jika anda akan menjual produk saus, dimana mereka melupakan pelengkap untuk menikmati produk lain, seperti kentang goreng, gorengan, atau BBQ.

Dimana dengan memahami produk saus yang dimiliki maka akan membantu strategi marchendising dengan menempatkannya di sebelah produk frozen food atau produk daging beku, dimana konsumen yang telah membeli produk tersebut akan memilih produk anda sebagai pelengkapnya.

Kemudian selain menempatkan produk yang dapat melengkapi satu sama lain, maka anda bisa menempatkan produk anda di sebelah produk kompetitor yang memiliki barang yang serupa.

Misalnya jika anda menjual produk saus pedas manis dengan kemasan botol kaca, maka anda bisa menempatkan produk anda di sebelah produk kompetitor yang memiliki barang yang serupa.

Dimana ketika penempatan ini diletakkan secara sejajar, maka akan membuat konsumen tertarik untuk mengenal produk anda dan membandingkannya dnegan kompetitor.

Sehingga ketika anda memberikan penawaran yang lebih baik dari segi isi kemasan, rasa, atau harga yang lebih murah, maka konsumen akan membeli produk anda dibandingkan kompetitor karena kelebihan yang dimiliki.

3. Lakukan Analisa Kompetitor

Bagian penting lainnya yang bisa dilakukan saat melakukan strategi marchendising adalah dengan melakukan analisa kompetitor.

Dimana ini dapat membantu untuk menempatkan produk di sebelah kompetitor yang memiliki nilai tawar yang sama sehingga membantu meningkatkan penjualan.

Anda bisa melakukan analisa kompetitor dengan berkunjung ke berbagai supermarket atau minimarket yang menjadi tujuan marchendising produk.

Tidak hanya itu, anda juga bisa melakukan analisa kompetitor dengan melakukan pencarian di sosial media, internet, atau E-commerce, dimana ini dapat membantu untuk mengetahui produk yang banyak dibeli dan dicari oleh konsumen sesuai kebutuhan mereka.

Dengan melakukan analisa kompetitor secara rutin, maka akan membantu untuk menempatkan produk anda di sebelah brand lain yang memiliki daya tawar yang sama, sehingga konsumen yang melihatnya akan melakukan perbandingan dan akan memilih anda apabila produk anda menawarkan kelebihan tambahan.

Tidak hanya itu, melakukan analisa kompetitor juga akan membantu saat melakukan penjualan produk secara daring, dimana hasil analisa ini akan membantu anda melakukan optimasi dengan membuat tampilan produk yang lebih baik dibandingkan kompetitor untuk mendapatkan hasil promosi yang maksimal.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan kata kunci tertentu yang banyak digunakan oleh konsumen di e-commerce, sehingga produk anda bisa ditemukan saat konsumen melakukan pencarian menggunakan keyword tersebut.

4. Buat Visual Merchandising yang Menaarik

Saat mempromosikan produk baru atau brand baru yang tengah berkembang, maka memiliki visual merchandising yang menarik dapat membantu untuk menarik perhatian konsumen.

Hal ini biasa dilakukan di supermarket besar yang memiliki area yang cukup luas, dimana brand tertentu bisa menempatkan representasi brand dan stand yang dimiliki di tempat tersebut.

Sehingga dengan memiliki visual marchendising yang menarik akan membantu konsumen untuk mengenal produk tersebut dan melakukan pembelian karena tampilan yang menarik perhatian.

Dimana anda bisa memulainya dengan mengenali produk yang dimiliki, apakah produk anda berupa bahan makanan atau snak ringan, kemudian kenali ciri khas yang dimiliki, misalnya saja memiliki rasa yang pedas atau rasa yang ringan, lalu kenali juga warna yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen.

Hal ini dapat membantu anda untuk membuat booth produk yang menarik dan sesuai dengan visualiasi produk yang dimiliki agar mudah dikenali oleh konsumen.

Kemudian, anda juga perlu memahami target audiens yang dimiliki, dimana ini akan membantu untuk memilih lokasi booth yang sesuai.

Misalnya jika anda memiliki produk kosmetik, maka anda bisa menempatkannya di toko kosmetik atau pusat perbelanjaan tertentu, dimana ini akan menarik minat konsumen yang memiliki daya beli yang sama untuk melakukan pembelian.

Kemudian gunakan ciri khas produk di booth produk, misalnya jika anda menjual produk snack pedas, maka anda bisa menggunakan tampilan produk anda atau menggunakan warna tertentu yang memberikan ciri khas produk.

Dimana ini dapat membantu untuk menarik minat konsumen yang tertarik pada jenis produk tertentu untuk mengenal produk anda dengan mencobanya dan kemudian membelinya jika sesuai kebutuhan.

5. Lakukan Manajemen Inventaris

Sebuah produk yang cepat habis tentunya disukai oleh penjual karena berarti produk tersebut disukai oleh konsumen sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian.

Meskipun begitu, ketika produk yang dimiliki cepat habis dan tidak cepat diisi ulang, maka konsumen akan kehilangan minat dan membeli produk baru yang serupa, sehingga akan mengurangi jumlah konsumen dalam waktu cepat.

Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, maka anda perlu melakukan manajemen inventaris yang akan membantu untuk melakukan stok produk dengan cepat di berbagai toko untuk memastikan produk selalu tersedia saat habis dan dibutuhkan oleh konsumen.

Dimana anda bisa memulainya dengan mengecek stok produk di berbgai pusat perbelanjaan yang memiliki produk anda, dengan memahami produk yang cepat habis dan durasinya, maka anda bisa melakukan manajemen inventaris dengan memberikan lebih banyak produk di tempat tersebut yang dapat membantu untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan keuntungan.

6.Lakukan Bundling Produk

Saat mengenalkan produk baru ke konsumen, biasanya akan lebih mudah untuk menarik minat pembeli baru, namun akan sulit untuk memikat pelanggan yang cenderung bertahan di produk yang sama.

Sehingga untuk menarik minat pelanggan, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan strategi bunding produk.

Dimana anda bisa menambahkan produk lain yang saling melengkapi untuk dijual bersama, dimana konsumen yang membeli produk yang lebih besar otomatis akan membeli produk tersebut dan mencobanya.

Sehingga jika konsumen akhirnya suka produk tersebut, maka mereka akan membelinya dalam jumlah yang lebih banyak dan besar, dimana ini akan meningkatkan keuntungan bagi brand.

Namun untuk melakukan strategi bundling produk juga dibutuhkan strategi yang tepat agar produk anda juga dikenal oleh konsumen yang dituju.

Dimana anda bisa memulainya dengan memahami produk utama dan pendamping yang sesuai, misalnya anda hendak mempromosikan produk pelembut pakaian baru, maka anda bisa menempatkannya sebagai bundling produk dalam jangka waktu tertentu untuk promosi yang maksimal.

Kemudian, anda juga bisa menempatkan produk pendukung dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga konsumen yang tertarik membeli produk utama juga akan membawa produk pendukung tersebut, dimana ini akan membantu konsumen untuk mengenal produk pendukung serta memudahkan penempelan.

Lalu lakukan evaluasi produk untuk memahami apakah strategi bundling yang dilakukan sudah mendapatkan hasil yang maksimal atau memerlukan evaluasi ulang untuk mendapatkan hasil yangs sesuai keinginan.



Annisa Ismi, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 3+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like