7 Cara Menjadi UX Writer Profesional yang Sukses

Sudah tau belum, bahwa profesi UX writer loh! Profesi ini semakin menjanjikan dan menarik minat banyak anak muda, serta dijadikan sebagai profesi impian.

Apakah UX writer ini sama dengan content writer? Tentu saja beda ya!

UX writer ini biasanya berfokus pada penulisan untuk antarmuka situs web dan aplikasi seluler, yang sering kali menyertakan teks tombol.

Sedangkan, content writer inimenghasilkan konten tertulis, biasanya dalam bentuk blog atau artikel, yang didistribusikan secara online melalui situs web, email, media sosial, dan aplikasi.

Lalu, mengapa profesi UX writer ini banyak peminatnya? Dan bagaimana cara menjadi UX writer yang handal, serta bisa dilirik perusahaan besar?

Kemajuan teknologi saat ini telah meningkatkan kenyamanan dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Aplikasi telah ada di mana-mana, memungkinkan kita untuk menyelesaikan berbagai tugas dan memenuhi kebutuhan kita melalui perangkat genggam.

Sehingga, banyak perusahaan berlomba-lomba membuat aplikasi mereka sendiri untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).

Profesi UX writer pun sangat diminati karena perannya yang signifikan dalam pengembangan aplikasi, terutama di kalangan anak muda, karena banyak perusahaan yang mencari keahlian mereka.

Karena permintaan UX Writer saat ini melebihi sumber daya manusia yang tersedia, gajinya pun cukup menjanjikan. Oleh karena itu, dapat dimaklumi jika minat untuk belajar menjadi UX Writer semakin meningkat.

Artikel kali ini kita akan menjelaskan secara detail mengenai karier sebagai UX writer ini. Yuk simak!

Apa Itu UX Writing?

Coursera menjelaskan bahwa UX weiter adalah seseorang yang dapat membuat salinan untuk aplikasi, situs web, dan produk digital lainnya yang membantu pengguna menavigasi produk.

UX writer yang efektif akan membuat mikrokopi yang intuitif bagi pengguna, konsisten sesuai dengan merek produk, dan mudah dipahami oleh audiens yang beragam.

UX writing ini tidak seperti copywriting, yang berfokus pada pemasaran dan bahasa persuasif, UX writing terutama berfokus pada penyediaan informasi yang jelas, ringkas, dan bermanfaat bagi pengguna yang memandu mereka melalui produk atau layanan.

Melalui pertimbangan yang cermat terhadap kebutuhan dan tujuan pengguna, UX writer bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang mulus dan intuitif.

Aspek kunci dari UX writing ini melibatkan pemahaman target audiens dan menyesuaikan bahasa untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka.

Dengan menggunakan kata-kata yang familiar dan mudah dipahami, UX writer dapat berkomunikasi secara efektif dengan pengguna dan mengurangi kebingungan atau frustrasi yang mungkin mereka alami.

Hal ini membantu meningkatkan kegunaan dan aksesibilitas produk secara keseluruhan.

Selain berpusat pada pengguna, UX writing juga memainkan peran penting dalam membangun suara dan nada sebuah merek.

Artinya, bahasa yang digunakan dalam sebuah produk harus selaras dengan nilai dan kepribadian merek, menciptakan pengalaman yang konsisten dan kohesif bagi pengguna.

Hal ini membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan audiens, membuat mereka lebih mungkin untuk terlibat dengan produk.

Untuk mengkomunikasikan informasi secara efektif, UX Writing menggunakan berbagai teknik seperti microcopy dan pelabelan antarmuka.

Microcopy mengacu pada potongan teks kecil yang sering diabaikan yang memberikan instruksi, pesan kesalahan, atau panduan di sepanjang perjalanan pengguna.

Cuplikan ini ringkas dan berorientasi pada tindakan, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan efektif.

Pelabelan antarmuka, di sisi lain, melibatkan penamaan tombol, menu, dan elemen interaktif lainnya dalam suatu produk.

Label yang jelas dan deskriptif membantu pengguna memahami tujuan dan fungsi setiap elemen, mengurangi kebutuhan untuk mencoba-coba atau penjelasan.

Dengan menggabungkan bahasa yang berpusat pada pengguna, konsistensi merek, dan teknik komunikasi yang efektif, UX writing memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman pengguna dari sebuah produk digital.

Dengan begitu akan membantu pengguna, mengurangi gesekan, dan menciptakan interaksi yang positif dan menarik.

Melalui pengujian dan pengulangan yang berkelanjutan, UX writer berusaha untuk meningkatkan kegunaan dan kepuasan pengguna secara keseluruhan.

Aturan dalam UX Writing

Nah, untuk menjadi UX writer, Anda harus mengikuti aturan tertentu saat membuat tulisan yang efektif dan ramah pengguna.

Aturan-aturan ini berfungsi sebagai referensi untuk menentukan kualitas tulisan Anda, meminimalkan kesalahan, dan memastikan penulisan yang terstandardisasi bagi UX writer. Berikut ini ada beberapa aturan dalam UX writing. Yuk simak!

1. Singkat

Aturan penulisan UX sudah jelas dan langsung pada intinya. Penulisan UX adalah tentang komunikasi yang ringkas.

Fokusnya adalah menyampaikan informasi secara langsung. Tujuannya adalah untuk memandu pengguna dan membantu mereka menavigasi produk digital dengan lancar.

Dengan menggunakan bahasa yang ringkas, UX writer akan memastikan bahwa pengguna dapat memahami dan berinteraksi dengan konten dengan mudah.

Mereka menghilangkan kata atau frasa yang tidak perlu yang dapat membingungkan atau membebani pengguna.

UX writing mengikuti pendekatan minimalis, artinya hanya memberikan informasi penting yang diperlukan pengguna untuk menyelesaikan tugas mereka secara efisien.

Penulisan yang jelas dan ringkas sangat penting untuk pengalaman pengguna yang efektif.

Hal ini meningkatkan kegunaan dan membantu pengguna mencapai tujuan mereka dengan cepat. UX writing yang ringkas juga dapat menghemat waktu dan tenaga pengguna, sehingga mereka dapat fokus pada hal yang paling penting.

2. Sederhana

UX writing merupakan praktik membuat konten yang jelas dan ringkas untuk antarmuka pengguna. Sangat penting untuk memprioritaskan kesederhanaan dan kejelasan dalam UX Writing.

Gunakan kata-kata yang sederhana dan ringkas untuk memastikan bahwa pengguna dapat memahami konten dengan mudah.

Hindari penggunaan kalimat kompleks yang dapat membingungkan pengguna. Sebaliknya, fokuslah untuk menyampaikan informasi secara langsung.

Dalam UX writing, sangat penting untuk memprioritaskan pengalaman pengguna. Tempatkan diri Anda pada posisi pengguna dan pikirkan informasi apa yang mereka butuhkan dan bagaimana informasi tersebut harus disajikan.

Gunakan kata-kata yang familiar dan mudah dikenali oleh audiens target. Hindari penggunaan jargon atau istilah teknis yang dapat mengasingkan pengguna.

Tujuannya adalah agar pengguna merasa nyaman dan percaya diri saat berinteraksi dengan antarmuka.

Saat menulis untuk antarmuka pengguna, keringkasan adalah kuncinya. Buatlah kalimat dan paragraf yang singkat untuk memudahkan pemindaian dan pemahaman yang cepat.

Gunakan poin-poin atau daftar bernomor untuk memecah informasi menjadi bagian-bagian yang mudah dicerna. Hal ini akan memudahkan pengguna untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan dan menavigasi antarmuka secara efisien.

Aturan dalam UX Writing yaitu sederhana

3. Jelas

Pastikan pesan Anda jelas dan mudah dimengerti oleh semua pengguna. Kemudian, UX writer juga harus menggunakan kata-kata yang umum dan menghindari bahasa yang membingungkan.

4. To the point

UX writing harus selalu langsung ke intinya, tanpa ada tambahan yang tidak perlu. Ini berarti menggunakan bahasa yang jelas dan lugas yang mudah dimengerti oleh pengguna.

Dengan menjadi langsung dan ringkas dalam tulisan Anda, Anda dapat memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat dan mudah memahami informasi atau instruksi yang Anda berikan. Ingat, dalam penulisan UX, keringkasan adalah kuncinya.

Dalam UX writing, sangat penting untuk memprioritaskan kejelasan daripada bertele-tele. Pengguna harus dapat memahami tujuan dan maksud dari kata-kata Anda tanpa kebingungan atau ambiguitas.

Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung, Anda dapat memastikan bahwa pesan Anda jelas dan mudah dipahami.

Hindari menggunakan struktur kalimat yang rumit atau jargon yang tidak perlu yang dapat membingungkan atau mengasingkan pengguna Anda. Tetaplah pada intinya dan jaga agar tulisan Anda tetap ringkas dan lugas.

5. Konsisten

Konsistensi adalah kunci dalam Penulisan UX. Konsistensi juga membantu membangun kepercayaan dan keakraban, membuat pengguna merasa lebih nyaman dan terlibat.

Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih mudah dan mengurangi beban kognitif pada pengguna.

Dengan mengikuti pedoman dan pola yang telah ditetapkan, UX writing dapat menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten yang meningkatkan kegunaan.

Konsistensi sangat penting dalam Penulisan UX karena meningkatkan kejelasan dan membantu pengguna memahami konten secara lebih efektif.

Hal ini membangun rasa keandalan dan profesionalisme, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pengguna.

Konsistensi juga berperan dalam branding, karena membantu mempertahankan suara yang kohesif dan dapat dikenali di berbagai platform dan titik kontak.

Dengan begitu pengguna akan mudah mengidentifikasi dan terhubung dengan merek, dan memperkuat pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Tugas UX Writer

Lalu, sebenarnya apa saja tugas UX writer? Saat memulai tugas menulis UX, penting untuk memahami tujuan dan sasaran proyek.

UX writer inibertanggung jawab membuat tulisan untuk berbagai fitur dalam produk digital. Nah, berikut ini ada beberapa contoh fitur yang digunakan:

1. Chatbot

Chatbot ini dapat menciptakan pengalaman percakapan yang melibatkan dan membantu pengguna dalam mencapai tujuan mereka.

Ini termasuk menulis pesan yang jelas dan ringkas yang memberikan informasi dan panduan yang relevan.

Selain itu, chatbot harus dirancang untuk menangani berbagai skenario dan kasus kesalahan, memberikan tanggapan yang bermanfaat dan informatif.

Penting untuk terus menguji dan mengulangi kinerja chatbot untuk memastikan efektivitas dan kepuasan pengguna.

2. Notifikasi error

Kesalahan dapat terjadi pada berbagai produk digital dan Anda bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kesalahan ini kepada pengguna dengan cara yang mudah dipahami.

Saat merancang notifikasi kesalahan, penting untuk memberikan informasi yang spesifik dan dapat ditindaklanjuti.

Anda harus menggunakan frasa yang tidak jelas seperti “telah terjadi kesalahan”, gunakan frasa yang tepat dan tunjukkan jenis kesalahan yang tepat yang ditemui.

Hal ini akan membantu pengguna memahami sifat masalah dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Selain itu, sertakan juga instruksi yang jelas tentang cara memperbaiki atau mengurangi kesalahan.

Gunakan bahasa yang sederhana dan lugas untuk memandu pengguna melalui langkah-langkah yang diperlukan, hindari jargon teknis atau terminologi yang rumit.

Dengan memberikan informasi yang jelas dan bisa ditindaklanjuti, Anda dapat memberdayakan pengguna untuk mengatasi kesalahannya secara efektif dan produk tersebut dapat digunakan.

Salah satu kesalahan lainnya yaitu pada halaman website yang muncul tulisan 404 error. Nah, ini termasuk bentuk copy yang dibuat oleh UX writer pada produk digital. Artinya ini memberikan notifikasi bahwa sedang terjadi maintenance.

3. Panduan

Selain itu, produk digital sering kali menyertakan panduan pengguna untuk membantu pengguna baru dalam menavigasi produk. Panduan ini sangat bermanfaat bagi Anda yang mungkin mengalami kesulitan dalam menggunakan produk.

4. Microcopy

Microcopy sangat penting bagi seorang Penulis UX. Terdiri dari potongan-potongan teks kecil yang memandu pengguna secara digital. Ini termasuk pesan kesalahan, label tombol, keterangan alat, dan info ringkas.

Jika Anda menggunakan mikrokopi yang buruk, maka akan membingungkan atau membuat pengguna frustasi, sehingga menimbulkan pengalaman negatif.

Oleh karena itu, seorang UX writer harus memilih kata-kata yang jelas, ringkas, dan bermanfaat. Dengan berfokus pada detail, mereka dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

5. Notifikasi

Tujuan dari sebuah notifikasi adalah untuk menarik perhatian pengguna dan memberi mereka informasi yang relevan dan tepat waktu.

Penulis UX perlu menyusun bahasa dan nada notifikasi dengan hati-hati untuk memastikan bahwa notifikasi tersebut ringkas, informatif, dan ramah pengguna.

Notifikasi harus ditulis dengan cara yang mudah dimengerti dan berorientasi pada tindakan. Notifikasi juga harus dirancang agar sesuai dengan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan branding produk atau platform.

Peran seorang penulis UX adalah memastikan bahwa notifikasi merupakan bagian integral dari perjalanan pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Mereka memainkan peran penting dalam membantu pengguna tetap terinformasi, terlibat, dan terhubung dengan produk atau layanan.

Saat membuat notifikasi, seorang penulis UX harus mempertimbangkan konteks dan tujuan dari pesan tersebut.Contoh umum dari notifikasi yaitu pemberitahuan pesan baru, koneksi baru, mutual baru, atau berbagai pembaruan lainnya di akun mereka.

Gaji UX Writer

Gaji UX Writer di AS sendiri mendapat gaji pokok rata-rata $119.983 per Februari 2022. Hal ini dipandang oleh beberapa kalangan desain sebagai pekerjaan yang sedang tren.

Selain itu, Adobe menyebut UX writing ini sebagai ā€œbidang yang sedang boomingā€, dan menandai sebagai salah satu tren teratas di bidang UX/UI pada tahun 2019.

Selanjutnya, untuk rata-rata gaji UX Writer di Indonesia sendiri sekitar Rp 7.000.000. Apakah Anda tertarik?

Gaji UX Writer

Cara Menjadi UX Writer yang Handal

Berikut ini ada beberapa cara untuk bisa menjadi UX writer yang handal dan bisa menjadi profesional. Yuk simak!

1. Keterampilan Menulis

Keterampilan menulis sangat penting bagi UX writer. Kemampuan Anda untuk berkomunikasi secara efektif melalui tulisan sangat penting dalam peran ini.

Penting untuk menulis dengan jelas dan ringkas, menggunakan bahasa yang sederhana dan lugas.

Untuk menciptakan pengalaman pengguna yang positif, tulisan Anda harus menarik dan mudah dipahami. Kata-kata Anda harus dipilih dengan hati-hati untuk menyampaikan makna dan membangkitkan emosi yang diinginkan.

Penting juga untuk memiliki pemahaman yang baik tentang tata bahasa dan tanda baca. Tulisan Anda harus bebas dari kesalahan.

Nah, jikan Anda mengasah kemampuan menulis, maka Anda akan dapat membuat konten yang menarik dan mudah digunakan.

2. Content Strategy

Strategi konten adalah keterampilan yang sangat penting bagi penulis UX. Hal ini melibatkan pembuatan rencana untuk pengelolaan dan pengorganisasian konten di situs web atau platform digital.

Tujuan dari strategi konten adalah untuk memastikan bahwa informasi yang tepat disajikan kepada audiens yang tepat pada waktu yang tepat.

Hal ini memerlukan penelitian untuk memahami kebutuhan dan preferensi pengguna, hingga bisa mengembangkan strategi sesuai kebutuhan.

Strategi konten juga mencakup pembuatan pedoman untuk pembuatan konten, termasuk nada suara, gaya, dan pesan.

Dengan memiliki strategi konten yang solid, penulis UX dapat memastikan bahwa konten yang mereka buat efektif dan memenuhi tujuan pengalaman pengguna.

3. Riset

Riset adalah keterampilan yang sangat penting bagi penulis UX. Melakukan riset memungkinkan Anda untuk mengumpulkan informasi dan wawasan yang berharga tentang audiens target Anda.

Anda dapat menggunakan informasi ini untuk membuat konten yang sesuai dengan mereka dan memenuhi kebutuhan mereka.

Riset membantu Anda memahami perilaku pengguna, preferensi, dan poin-poin penting, yang sangat penting untuk menciptakan pengalaman pengguna yang efektif.

Hal ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan data dan merancang solusi yang berpusat pada pengguna.

Saat melakukan penelitian, penting untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sikap, motivasi, dan emosi pengguna.

Data ini dapat dikumpulkan melalui metode seperti wawancara, survei, dan pengujian pengguna.

Di sisi lain, data kuantitatif memberikan bukti statistik dan memungkinkan Anda untuk mengukur dampak dari keputusan desain Anda. Data ini dapat dikumpulkan melalui alat analisis dan pengujian A/B.

Untuk melakukan penelitian secara efektif, Anda perlu menentukan tujuan dan pertanyaan penelitian Anda.

Hal ini akan membantu Anda tetap fokus dan mengumpulkan informasi yang tepat. Anda juga harus merencanakan metode dan alat penelitian Anda, memastikan bahwa metode dan alat tersebut sesuai dengan tujuan Anda.

Setelah Anda mengumpulkan data, analisislah secara menyeluruh untuk mengidentifikasi pola, tren, dan wawasan.

4. Aplikasi Desain

Untuk menjadi penulis UX yang terampil, sangat penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang aplikasi desain.

Aplikasi desain adalah alat bantu perangkat lunak yang memungkinkan desainer membuat, mengedit, dan memanipulasi elemen visual.

Aplikasi ini menyediakan alat yang diperlukan untuk mendesain antarmuka pengguna, membuat gambar rangka, dan membuat prototipe.

Keakraban dengan aplikasi desain seperti Adobe XD, Figma, Sketch, dan InVision sangat penting bagi seorang penulis UX untuk berkolaborasi secara efektif dengan para desainer dan menciptakan pengalaman pengguna yang kohesif.

Dengan menguasai aplikasi desain ini, seorang penulis UX dapat bekerja dengan lancar dengan tim desain untuk memastikan bahwa konten yang ditulis selaras dengan keseluruhan antarmuka pengguna dan estetika desain.

Selain aplikasi desain, seorang penulis UX juga harus menguasai sistem manajemen konten (CMS). CMS adalah platform perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, mengatur, dan mempublikasikan konten digital.

WordPress, Drupal, dan Joomla adalah platform CMS populer yang digunakan oleh banyak organisasi.

Dengan memahami cara kerja CMS, seorang penulis UX dapat dengan mudah menavigasi sistem untuk mengunggah, memformat, dan mempublikasikan konten yang mereka tulis.

Pengetahuan ini sangat penting untuk mengelola dan memperbarui konten web secara efisien, memastikan bahwa konten tersebut selalu terbaru dan dapat diakses oleh pengguna.

Selain itu, seorang penulis UX harus memiliki pemahaman yang kuat tentang arsitektur informasi. Arsitektur informasi mengacu pada organisasi dan struktur informasi dalam sebuah sistem.

Hal ini melibatkan pengkategorian, pelabelan, dan penataan konten dengan cara yang intuitif dan mudah dinavigasi oleh pengguna.

Dengan memahami prinsip-prinsip arsitektur informasi, seorang penulis UX dapat menyusun konten tertulis mereka secara efektif, memastikan bahwa konten tersebut terorganisir secara logis dan mudah ditemukan.

Keterampilan ini sangat penting untuk menciptakan antarmuka yang ramah pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Tak hanya itu, UX writer harus memiliki keterampilan tipografi yang kuat. Tipografi mengacu pada seni dan teknik mengatur jenis huruf, ukuran huruf, spasi baris, dan spasi huruf dengan cara yang menarik secara visual dan mudah dibaca.

Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip tipografi, seorang penulis UX dapat memilih jenis huruf, ukuran huruf, dan gaya pemformatan yang tepat yang meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual konten tertulis mereka.

Keterampilan ini sangat penting untuk menciptakan antarmuka pengguna yang menarik dan menarik secara visual.

Kemudian, harus memiliki pemahaman dasar tentang pengembangan front end. Pengembangan front-end melibatkan pembuatan dan implementasi elemen visual dan interaktif dari sebuah situs web atau aplikasi.

Dengan memiliki pemahaman dasar tentang pengembangan front-end, seorang penulis UX dapat berkomunikasi secara efektif dengan pengembang dan memahami kendala teknis dan kemungkinan desain.

Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk membuat konten yang layak untuk diimplementasikan dan selaras dengan batasan teknis platform.

Seorang UX writer juga harus mahir dalam alat kolaborasi dan komunikasi.

Alat kolaborasi dan komunikasi seperti Slack, Trello, dan Google Docs biasanya digunakan dalam tim desain UX untuk memfasilitasi komunikasi, berbagi dokumen, dan manajemen proyek.

Dengan terbiasa menggunakan alat-alat ini, seorang penulis UX dapat berkolaborasi secara efektif dengan desainer, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya, memastikan komunikasi yang lancar dan manajemen proyek yang efisien.

Selain itu, seorang penulis UX harus memiliki keterampilan pemecahan masalah yang kuat.

Keterampilan pemecahan masalah sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah kegunaan, secara aktif mencari solusi untuk tantangan-tantangan ini.

Seorang penulis UX dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan dan memastikan bahwa konten yang ditulis secara efektif mendukung tujuan dan tugas pengguna.

Anda juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang pedoman aksesibilitas dan praktik terbaik. Aksesibilitas mengacu pada desain dan pengembangan produk dan layanan yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas.

Dengan mengikuti pedoman aksesibilitas, seorang penulis UX dapat membuat konten yang inklusif dan dapat diakses serta dipahami oleh pengguna dengan kemampuan yang berbeda.

Karena, pada dasarnya keterampilan ini sangat penting untuk memastikan bahwa konten yang ditulis dapat diakses oleh berbagai macam pengguna, terlepas dari disabilitas mereka.

5. Kerja Sama

Kolaborasi atau kerja sama ini termasuk kategori soft skill yang paling penting bagi UX writer karena banyakproses kolaborasi yang akan terlibatpada profesi ini.

Contohnya berkolaborasi dengan UX designer, UI designer, UX researcher, hingga product manager.

6. Berpikiran Terbuka

Keterampilan ini mencakup berbagai atribut pribadi, seperti empati, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Sebagai penulis UX, berpikiran terbuka memungkinkan Anda untuk memahami perspektif yang berbeda dan berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan menerima umpan balik dan bersedia berkolaborasi, Anda dapat menciptakan pengalaman pengguna yang benar-benar beresonansi dengan audiens Anda.

Penulis UX yang berpikiran terbuka melakukan pendekatan terhadap pekerjaan mereka dengan rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar. Mereka secara aktif mencari ide-ide baru dan mengikuti perkembangan tren industri.

Pola pikir ini memungkinkan mereka untuk membawa perspektif yang segar dan inovatif ke dalam tulisan mereka, menghasilkan konten yang menarik dan berpusat pada pengguna.

Dengan berpikiran terbuka, seorang penulis UX juga dapat secara efektif memasukkan umpan balik dari pengguna dan pemangku kepentingan, yang secara terus menerus meningkatkan UX suatu produk atau layanan.

Berpikiran terbuka sebagai penulis UX juga berarti fleksibel dan mudah beradaptasi. Bidang pengalaman pengguna terus berkembang, dan mampu beradaptasi dengan teknologi baru, tren desain, dan preferensi pengguna sangatlah penting.

Cara Menjadi UX Writer yang Handal

7. Rajin dan Ada Keingininan untuk Belajar

Dengan memperluas pengetahuan Anda melalui membaca, menghadiri lokakarya, dan berpartisipasi dalam kursus online, Anda dapat meningkatkan keterampilan Anda dan tetap menjadi yang terdepan.

Selain itu, membangun jaringan dan berinteraksi dengan para profesional lain di industri ini dapat memberikan wawasan dan peluang yang berharga untuk berkolaborasi.

Ingatlah, kunci sukses dalam dunia penulisan UX yang terus berubah adalah jangan pernah berhenti belajar.

Sebagai penulis UX, kemampuan Anda untuk beradaptasi adalah yang terpenting. Teknologi dan perilaku pengguna terus berubah, dan sangat penting bagi Anda untuk tetap berada di atas perubahan ini.

Penerapan UX Writing

Lalu, bagaimana untuk penerapan UX writing sendiri? Yuk simak berikut!

1. Website

Situs web yang dirancang dengan baik sangat penting untuk menarik dan melibatkan pengguna. UX writing memainkan peran penting dalam memastikan bahwa situs web Anda ramah pengguna dan intuitif.

UX writing ini melibatkan pembuatan tulisan yang jelas dan ringkas yang memandu pengguna melalui situs web dan membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Dengan menggunakan bahasa, nada, dan struktur yang tepat, penulisan UX meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Saat membuat konten UX untuk situs web, penting untuk mempertimbangkan target audiens. Memahami kebutuhan, preferensi, dan pola perilaku mereka akan membantu Anda menyesuaikan konten untuk memenuhi harapan mereka.

Salah satu contohnya pada situs tokopedia, dimana pada momen tertentu seperti promo akhir bulan, yang mana mereka selalu membuat tulisan untuk memberikan arahan agar audiens puas berada di website itu.

2. Aplikasi

Untuk menerapkan penulisan UX secara efektif, sangat penting untuk memahami tujuannya dan bagaimana hal tersebut dapat bermanfaat bagi sebuah produk atau layanan.

UX writing mengacu pada praktik membuat teks yang ringkas dan jelas dalam antarmuka digital untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Dengan berfokus pada pembuatan konten yang menarik dan mudah digunakan, bisnis dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan dan kegunaan pelanggan.

Penting untuk mempertimbangkan target audiens dan menyesuaikan gaya penulisan yang sesuai, memastikan bahwa bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh pengguna dari semua tingkatan.

Selain itu, mengintegrasikan penulisan UX ke dalam proses desain sejak awal memungkinkan komunikasi yang lancar dan konsistensi dalam penyampaian pesan. Menekankan pentingnya bahasa yang ringkas dan berpusat pada pengguna dapat berkontribusi pada keberhasilan dan efektivitas aplikasi apa pun.

Salah satu tujuan utama penulisan UX adalah untuk memandu pengguna dengan lancar melalui aplikasi. Dengan memasukkan instruksi dan label yang jelas dan ringkas, pengguna dapat dengan mudah menavigasi berbagai fitur dan fungsi.

Salah satu contohnya pada aplikasi streaming musik yang populer yaitu Spotify. Jika Anda menavigasi melalui antarmuka pengguna, Anda akan menemukan tulisan yang akan membantu Anda menavigasi aplikasi.

3. Software

Aplikasi perangkat lunak sangat bergantung pada penulisan UX untuk pengalaman yang ramah pengguna. Penggunaan bahasa yang jelas dan ringkas sangat penting untuk memandu pengguna melalui berbagai fungsi program.

UX writing yang baik memastikan bahwa pengguna dapat dengan mudah memahami tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk setiap fitur.

Dengan menggabungkan entitas semantik dan co-occurrence, perangkat lunak dapat mengantisipasi kebutuhan pengguna dengan lebih baik dan beradaptasi. Selain itu, mengikuti prinsip-prinsip empiris, aplikasi dapat disesuaikan untuk memenuhi permintaan spesifik dari audiens target.

Dalam proses pengembangan perangkat lunak, penulisan UX yang tepat harus diprioritaskan sejak awal. Hal ini memungkinkan pengalaman pengguna yang lebih ramping dan mengurangi kebutuhan pelatihan pengguna yang ekstensif.

Wikipedia menyediakan banyak informasi tentang praktik terbaik penulisan UX, yang memungkinkan pengembang untuk memasukkan teknik yang telah terbukti ke dalam desain perangkat lunak mereka.

Dengan menggunakan tata bahasa yang inovatif dan menghindari bahasa yang bertele-tele, perangkat lunak dapat berkomunikasi secara efektif dengan pengguna dari berbagai tingkat keahlian.

Saat mempertimbangkan penerapan penulisan UX dalam perangkat lunak, penting untuk menghindari konstruksi yang berantakan dan pengulangan yang tidak perlu.

Ketika Anda menggunakan kata benda modern dan lebih memilih kata-kata pendek daripada frasa yang panjang, maka perangkat lunak dapat dengan cepat menyampaikan informasi kepada pengguna.

Kalimat kompleks dan kalimat majemuk kompleks harus dihindari karena dapat membingungkan pengguna. Sebaliknya, pernyataan yang sederhana dan lugas harus digunakan untuk memastikan pemahaman.

Nah, itu dia penjelasan mengenai cara agar bisa menjadi UX writer yang handal. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like