22+ Strategi Marketing Untuk Mengembangkan Usaha Anda

Menurut data, sekitar 30.000 produk akan diperkenalkan setiap tahunnya, dengan jumlah yang signifikan. Akan tetapi, dari produk tersebut ada yang berakhir dengan kegagalan.

Salah satu alasan utama kegagalan dapat dikaitkan dengan ketidaksesuaian antara produk dan pasar, serta kurangnya pemahaman tentang kebutuhan pelanggan dan dinamika pasar.

Beberapa perusahaan tidak memprioritaskan pengembangan produk dan akhirnya menghambat pertumbuhan bisnisnya sendiri.

Untuk itu perlu yang namanya strategi dalam dunia bisnis. Nah, strategi yang dimaksud ini yaitu strategi marketing.

Sebenarnya, strategi marketing ini berpusat pada pelanggan, banyak perusahaan B2B dan B2C sekarang mulai melihat produk sebagai aset utama mereka. Sehingga, strategi marketing ini semakin penting dalam dunia bisnis.

Akan tetapi, masih ada beberapa orang mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang pemasaran produk.

Menurut data, bahwahanya hanya 5% pemasar produk yang percaya bahwa peran mereka sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, banyak artikel di internet yang menjelaskan apa itu pemasaran produk.

Nah, disini Anda juga akan mempelajari bagaimana strategi marketing untun bisnis Anda, hingga bisa menjangkau audiens ideal dan mengubahnya menjadi pelanggan. Yuk simak penjelasannya!

Apa Itu Strategi Marketing Produk ?

Strategi marketing atau strategi pemasaran produk adalah rencana tindakan yang digunakan organisasi untuk mengiklankan, mendistribusikan, dan memasarkan produk mereka.

Strategi marketing ini juga dijelaskan oleh investopedia, bahwa strategi ini akan mengacu pada rencana permainan keseluruhan bisnis untuk menjangkau calon konsumen dan mengubahnya menjadi pelanggan produk atau layanan mereka.

Strategi marketing berisi proposisi nilai perusahaan, pesan utama merek, data tentang demografi pelanggan target, dan elemen tingkat tinggi lainnya.

Tak hanya itu, proses yang dibuat pada strategi ini melibatkan pelaksanaan riset pasar untuk mengidentifikasi audiens target, menciptakan proposisi penjualan yang unik, mengembangkan rencana peluncuran produk, penetapan harga, dan promosi.

Dengan adanya strategi marketing ini Anda dapat meningkatkan brand awareness, menciptakan keunggulan kompetitif di pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan penjualan.

Hal ini juga membutuhkan penyelarasan produk dengan visi dan misi perusahaan secara keseluruhan.

Kemudian, jika Anda ingin berhasil dalam strategi marketing produk, maka Anda harus bergantung pada komunikasi yang efektif antara berbagai departemen termasuk produksi, desain, layanan pelanggan.

Karena dari masing-masing departemen memiliki peran integral dalam memastikan produk akhir, hingga dapat memenuhi ekspektasi pasar.

Selain itu, strategi marketing ini memiliki pencitraan merek. Menurut sumber Qual Trics, bahwa pencitraan merek atau brand image ini adalah persepsi pelanggan tentang merek Anda berdasarkan interaksi mereka.

Nah, hal ini akan berkembang dari waktu ke waktu dan tidak harus melibatkan pelanggan saat melakukan pembelian.

Karena pelanggan dapat memiliki pendapat yang berbeda tentang merek Anda, untuk itu penting bagi Anda agar bisa mempertahankan citra merek yang konsisten.

Media sosial pun juga dapat membantu Anda agar meningkatkan kegiatan promosi dan membangun loyalitas merek dengan konsumen.

Strategi marketing akan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan dengan  jangka panjang pada perusahaan mana pun, karena strategi ini bisa menguraikan pendekatan, tujuan, dan taktik, serta bisa membantu mencapai hasil yang diinginkan.

Kemudian, strategi marketing yang efektif ini membutuhkan alat bantu visual, USP, dan rencana strategis lainnya yang dapat menargetkan sasaran SMART untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.

Strategi Marketing 4P

Nah, strategi pemasaran sendiri memiliki elemen-elemen penting yang terdiri dari 4P, loh!

Apa itu strategi pemasaran 4P ?

Strategi pemasaran 4P adalah alat yang penting untuk dipertimbangkan dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif.

Menurut sumber bahwa Empat P adalah produk, harga, tempat, dan promosi. Mereka adalah contoh dari “bauran pemasaran,” atau gabungan alat dan metodologi yang digunakan oleh pemasar untuk mencapai tujuan pemasaran mereka.

Produk adalah P pertama yang mengacu pada apa yang ditawarkan bisnis kepada pelanggannya. Produk yang berkualitas baik dan memiliki fitur yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan harus bisa dikembangkan sesuai permintaan mereka.

Adapun penawaran produk mulai data demografis, pendapat kelompok fokus, dan analisis riset pasar.

Selanjutnya, harga adalah P kedua yang mengacu pada berapa banyak pelanggan akan membayar untuk produk atau layanan bisnis.

Perusahaan harus mempertimbangkan perspektif pelanggan sebelum menetapkan harga agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan pelanggan sambil tetap memberikan margin keuntungan yang wajar.

Promosi adalah P ketiga yang melibatkan penyebaran kesadaran tentang produk atau layanan perusahaan melalui iklan berbayar, upaya hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan lainnya.

Hal ini membangun minat dan menarik perhatian pada produk dan layanan ini.

Terakhir, place adalah P keempat dalam model tempat yang menghubungkan bisnis dengan audiens target mereka secara sistematis dan memberikan penekanan pada pemilihan lokasi dengan mempertimbangkan jangkauan distribusi ke konsumen yang ditargetkan bersama.

Ketika menggunakan 4P untuk menciptakan struktur di sekitar strategi penetrasi pasar yang ditargetkan.

Anda juga harus mempertimbangkan setiap dimensi dan apakah penyesuaian perlu dilakukan untuk memastikan keunggulan kompetitif dalam pasar tertentu.

Data ini dapat menginformasikan posisi merek yang solid, dan dapat meningkatkan persepsi perusahaan di antara para pesaingnya, serta memberikan pemahaman operasional yang jelas kepada para pemangku kepentingan seputar pendekatan.

Intinya, jika Anda bisa menerapkan strategi ini secara efektif, maka Anda dapat menghasilkan manfaat seperti peningkatan aliran pendapatan atau peningkatan CTR, ROI, persepsi bisnis, dan profitabilitas.

Nah, berikut ini ada 5 konsep strategi pemasaran yaitu :

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah istilah pemasaran yang mengacu pada agregasi calon pembeli ke dalam kelompok atau segmen dengan kebutuhan yang sama, serta merespons tindakan pemasaran yang serupa.

Segmentasi pasar ini juga memungkinkan perusahaan untuk menargetkan berbagai kategori konsumen yang merasakan nilai penuh dari produk dan layanan tertentu secara berbeda satu sama lain.

Segmentasi Pasar

2. Positioning Market

Strategi penentuan posisi adalah serangkaian tindakan dan proses yang dirancang untuk meningkatkan citra dan visibilitas merek, perusahaan, atau produk.

Manajer produk harus merencanakan bagaimana orang di pasar akan berpikir tentang produk mereka, sebagai satu-satunya pemosisian produk.

Hal yang paling penting adalah apa yang dipikirkan pelanggan Anda karena produk ini memiliki kehidupannya sendiri.

Jika pelanggan tidak memikirkannya, produk Anda tidak menempati posisi itu.

Strategi pemosisian yang sukses tidak hanya berfokus pada keberadaan produk saat ini, tetapi bagaimana produk berpotensi berkembang ke tempat yang diinginkan dalam waktu dekat.

3. Marketing Mix Strategy

Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan dan dapat digunakan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dari pasar sasarannya.

Hal ini juga terdiri dari segala sesuatu yang ada pada perusahaan agar dapat digunakan untuk mempengaruhi permintaan produknya. Tak hanya itu, bauran pemasaran ini merupakan alat untuk membantu perencanaan dan pelaksanaan pemasaran.

4. Timing Strategy

Market timing melibatkan pergeseran modal investasi atau mengubah alokasi dana di antara kelas aset berdasarkan metode prediksi.

Jika investor dapat memprediksi kapan pasar akan naik dan turun, maka mereka dapat melakukan perdagangan untuk mengubah pasar tersebut menjadi keuntungan.

Pengaturan waktu pasar seringkali merupakan komponen kunci dari strategi investasi yang dikelola secara aktif, dan hampir selalu merupakan strategi dasar bagi para pedagang.

Metode prediktif untuk memandu keputusan waktu pasar dapat mencakup data fundamental, teknis, kuantitatif, atau ekonomi.

5. Market Entry Strategy

Market entry strategy adalah rencana untuk memperluas visibilitas dan distribusi produk atau layanan ke pasar baru.

Market entry strategy sendiri membantu merek Anda untuk berekspansi ke pasar domestik atau internasional baru di mana lanskap persaingan, hukum, politik atau budaya mungkin kurang dikenal.

Tak hanya itu, market entry strategy dapat digunakan untuk memahami pasar baru, serta membantu merek mengidentifikasi berbagai faktor keberhasilan, mengungkap potensi tantangan, dan menemukan peluang potensial yang tersembunyi.

Definisi Strategi Marketing Menurut Para Ahli

Selanjutnya pada strategi marketing ini termasuk rencana tindakan dengan jangka panjang yang akan digunakan oleh para pebisnis agar dapat mencapai tujuan pemasaran mereka.

Strategi ini juga melibatkan pendekatan komprehensif untuk mengidentifikasi dan menjangkau pelanggan potensial, berinteraksi dengan mereka, dan pada akhirnya, membina hubungan pelanggan yang bermakna.

Nah, tujuan strategi marketing sendiri ini untuk meningkatkan eksposur merek, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan keuntungan dari waktu ke waktu.

Tak hanya itu strategi marketing ini juga untuk mengidentifikasi target pasar yang tepat, memaksimalkan alokasi sumber daya perusahaan.

Definisi Strategi Marketing Menurut Para Ahli

Adapun strategi marketing ini juga dijelaskan oleh para ahli, ada banyak definisi strategi pemasaran.

1. Tjiptono

Tjiptono menjelaskan bahwa, strategi pemasaran ini difokuskan pada penciptaan hubungan dengan pelanggan.

Strategi ini juga berusaha mengidentifikasi kebutuhan setiap pelanggan dan membangun hubungan berdasarkan nilai-nilai yang dianut bersama.

Tujuan dari strategi ini adalah untuk menciptakan hubungan yang tahan lama dan menguntungkan.

Untuk mencapai hal ini, Tijptono menekankan empat elemen kunci: berfokus pada kebutuhan pelanggan, membangun kemitraan, menekankan produk bernilai tinggi, dan melayani pelanggan yang sudah ada.

Dengan memahami kebutuhan mendasar pelanggan, bisnis dapat mengembangkan solusi khusus yang memenuhi harapan pelanggan.

2. Philippe Kotler

Philip Kotler mendefinisikannya sebagai “ilmu dan seni mengeksplorasi, menciptakan, dan memberikan nilai untuk memuaskan kebutuhan pasar sasaran.”

3. Guiltinan dan Paul

Guiltinan dan Paul juga menjelaskan bahwa, ada dua bagian utama dari strategi marketing ini yaitu penentuan posisi dan segmentasi.

Pemasaran ini dijadikan sebagai fondasi dari strategi bisnis, sehingga semua kegiatan dikoordinasikan untuk menghasilkan profitabilitas maksimum dari investasi jangka pendek dan inisiatif jangka panjang.

4. Stanton

Stanton menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah sarana untuk mengambil keuntungan dari lingkungan bisnis eksternal yang terus berubah dan memposisikan barang atau jasa sesuai dengan target pasar.

Tujuan pemasaran ini untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, membangun ekuitas merek, atau meningkatkan penjualan dengan berfokus pada kebutuhan pelanggan daripada tekanan persaingan.

Dengan demikian, strategi pemasaran yang sukses menurut Stanton harus berfokus pada pengembangan nilai melalui pemahaman pelanggan, segmentasi dan penentuan posisi, serta mempertimbangkan faktor lingkungan yang lebih luas.

5. Jeremey Kourdi

Jeremey Kourdi menjelaskan bahwa strategi marketing adalah sebuah proses yang dapat memungkinkan organisasi memusatkan sumber dayanya pada peluang terbesar untuk meningkatkan penjualan dan mencapai keunggulan kompetitif.

6. The American Marketing Association

The American Marketing Association (AMA), mendefinisikan marketing sebagai aktivitas, rangkaian institusi, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan Anda.

Pada intinya, mengembangkan strategi marketing yang efektif melibatkan pemahaman perilaku konsumen pasar sasaran dan mengidentifikasi cara terbaik untuk menjangkau mereka melalui berbagai saluran komunikasi.

Penting untuk menggabungkan wawasan dengan pengetahuan tentang tren pasar dan persaingan saat menerapkan strategi ini.

Sebenarnya, strategi marketing yang sukses sering kali berpusat pada identifikasi nilai jual yang unik (unique selling point/USP), serta menekankan kekuatan perusahaan sambil mengatasi kelemahan agar dapat membedakan diri mereka dari para pesaing.

Nah, ketika Anda memilih taktik yang sesuai untuk memenuhi preferensi pelanggan, seperti kampanye media sosial dan acara hubungan masyarakat, perlu Anda mempertimbangkan kembali.

Dengan begitu, strategi marketing perusahaan Anda akan berkembang dari waktu ke waktu tergantung pada dinamika pasar yang berubah atau pola perilaku konsumen.

Agar tetap sukses di pasar yang terus berubah, bisnis harus melacak tren industri dan berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan menggunakan berbagai saluran.

Fungsi Strategi Marketing

Pemasaran ini berfokus pada penyusunan strategi yang menghasilkan hasil yang nyata, daripada hanya mengandalkan daya tarik emosional.

Menempatkan fokus Anda pada inisiatif pemasaran dan sasaran spesifik memungkinkan Anda membuat kampanye yang secara efektif mempromosikan bisnis Anda dan mendapatkan hasil.

Nah, jika Anda berfokus pada inisiatif dan tujuan pemasaran, maka dapat membantu menciptakan kampanye yang mempromosikan bisnis Anda dan mencapai hasil yang diinginkan.

Fungsi Strategi Marketing

Adapun fungsi utama dalam strategi marketing ini yaitu :

  • Sebagai tolak ukur keberhasilan
  • Pengawasan menggunakan alat kontrol
  • Mengarahkan operasional perusahaan
  • Memotivasi agar dapat melihat masa depan bisnis yang lebih baik
  • Kinerja anggota perusahaan dievaluasi sesuai dengan standar

Manfaat Strategi Marketing

Sebagai pemilik bisnis, memastikan Anda memiliki semua sistem yang tepat adalah kuncinya.

Kemudian, bagaimana bisnis Anda dapat berkembang tanpa mereka?

Seiring dengan perkembangan sistem akuntansi, sistem SDM, dan lainnya, pemasaran sekarang diakui sebagai komponen penting dari bisnis.

Memang butuh waktu bertahun-tahun, tetapi dengan adanya marketing yang sekarang akan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Mengapa?

Karena, manfaat positif dari pemasaran ini akan terlihat jelas saat Anda membangun brand, meningkatkan visibilitas Anda di antara audiens yang beragam, dan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam persaingan.

Tanpa ragu, setiap bisnis harus memahami manfaat pemasaran dan jenis strategi marketing yang akan membantu Anda untuk mendapatkan basis pelanggan yang solid.

Nah, berikut ada 7 manfaat memiliki strategi pemasaran:

  • Menjangkau lebih banyak konsumen
  • Distribusi menjadi lebih efisien
  • Membangun citra merek/brand
  • Mudah dipraktikkan
  • Menargetkan konsumen yang spesifik
  • Hasilnya terukur
  • Biaya relatif minim

Bagaimana Melakukan Rencana Pemasaran atau Marketing Plan ?

Sebelum membahas komponen, Anda perlu mengetahui bahwa pemasaran atau marketing ini dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan menawarkan nilai bagi pelanggan.

Kemudian, proses ini dapat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan melalui riset pasar, serta menciptakan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut.

Pemasaran ini bagian dari promosi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelanggan tentang produk atau layanan yang Anda berikan.

Nah, saat Anda berhasil melakukan campaign pemasaran, pasti Anda membutuhkan komunikasi yang efektif dengan target audiens Anda.

Karena, pada dasarnya perilaku konsumen ini semakin terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi dan pergeseran budaya, sehingga pemasar harus secara teratur menyesuaikan strategi agar tetap relevan.

Perusahaan saat ini menggunakan digital dalam pemasaran seperti Iklan Facebook, Iklan Instagram, Iklan Youtube, dan lain sebagainya.

Platform ini menawarkan alat analisis canggih yang memungkinkan bisnis untuk menganalisis pola perilaku dalam kebiasaan membeli pelanggan sehingga meningkatkan tingkat konversi penjualan.

Tak hanya itu, Anda perlu melakukan rencana pemasaran (marketing plan). Marketing plan ini merupakan bagian penting dari bisnis yang sukses.

Marketing plan ini berfungsi sebagai panduan untuk semua aktivitas pemasaran perusahaan dan memastikan bahwa upaya ini selaras dengan tujuan bisnis secara keseluruhan.

Selain itu, marketing plan juga membantu bisnis Anda untuk mengidentifikasi target audiens mereka, mengevaluasi kompetitor, dan menentukan cara terbaik agar dapat menjangkau pelanggan Anda.

Rencana tersebut juga harus mencakup strategi penetapan harga, promosi, dan distribusi.

Dengan menentukan rencana tersebut, bisnis Anda dapat menciptakan pendekatan pemasaran yang kohesif dan memaksimalkan sumber daya sekaligus meminimalkan pemborosan.

Aspek Pemasaran

Strategi ini memiliki aspek yang sangat penting untuk menjangkau dan melibatkan audiens target mereka secara efektif.

Apalagi di era digital saat ini, tidak ada kekurangan pilihan dalam hal mengiklankan dan mempromosikan produk atau layanan.

Namun, pemasaran yang efektif membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang target pasar, serta perencanaan dan eksekusi yang cermat.

Salah satu aspek kunci dari marketing ini adalah mengidentifikasi audiens target Anda.

Dengan memahami apa yang memotivasi pelanggan atau klien Anda, Anda dapat menyesuaikan pesan dan upaya branding Anda.

22 Strategi Pemasaran untuk Mengembangkan Usaha Anda

Hal terpenting dalam strategi pemasaran produk yaitu menentukan langkah pemasaran. Apa saja ya yang akan kita lakukan dalam memasarkan produk?

Nah, berikut ini ada 22 langkah ampuh yang bisa diterapkan dalam pemasaran bisnis Anda :

1. Menentukan Tujuan

Bahwasannya, menetapkan tujuan pemasaran ini merupakan langkah awal dalam membangun strategi pemasaran.

Dengan menggunakan pendekatan ini, Anda dapat meningkatkan fokus pada implementasi pemasaran, mendapatkan hasil yang lebih jelas, dan memudahkan evaluasi.

Tujuan dari strategi pemasaran dapat bervariasi, tergantung pada konteksnya, seperti meningkatkan visibilitas merek, meningkatkan konversi, atau memaksimalkan pendapatan.

Menententukan Tujuan

2. Konsisten Saat Perencanaan

Konsistensi dalam strategi marketing sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan agar lebih efektif dalam menciptakan brand.

Selain itu, ketika Anda merencanakan strategi marketing yang komprehensif, maka Anda bisa menarik pelanggan potensial.

Oleh karena itu, merancang strategi pemasaran yang efektif ini sangatlah penting, apalagi sebelum melakukan pemasaran produk.

Akan tetapi, Anda harus mencakup penetapan anggaran yang realistis, dan penerapan konsep lain hingga dapat membantu Anda mendorong pertumbuhan strategi ini.

3. Mengenal Pelanggan Dengan Baik

Bisnis yang ingin menggali lebih dalam untuk memahami pelanggan mereka dan bagaimana cara berhubungan dengan mereka dengan lebih baik harus fokus untuk mengenal mereka dengan baik.

Dengan memanfaatkan data dan umpan balik pelanggan, perusahaan dapat membuat segmentasi cerdas yang lebih mungkin untuk mengidentifikasi target audiens mereka dan membedakan berbagai jenis pelanggan.

Perusahaan juga harus mencari cara yang efektif untuk mengumpulkan wawasan pelanggan seperti survei online, wawancara pribadi yang dilakukan oleh tenaga penjualan, kelompok fokus, dan bahkan moderasi media sosial.

Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang umpan balik pelanggan dalam hal preferensi, ekspektasi, dan minat.

Selain itu, bisnis semakin menyadari pentingnya personalisasi dalam hal berhubungan dengan pelanggan secara efektif.

Personalisasi memiliki kemampuan untuk mengubah pengalaman robotik menjadi pengalaman yang beresonansi secara mendalam dengan pelanggan individu dengan tampil relevan dan disesuaikan hanya untuk kebutuhan individu.

Dengan menyesuaikan komunikasi sesuai dengan kepribadian dan latar belakang, bisnis akan dapat membangun kepercayaan dan loyalitas di antara pelanggan sambil meningkatkan pengalaman merek mereka.

Selain itu, dengan memanfaatkan alat analisis prediktif, perusahaan dapat memperoleh wawasan berharga tentang apa yang dibutuhkan pelanggan mereka dan menggunakan data tersebut untuk keterlibatan yang dipersonalisasi.

Contohnya ketika sedang melakukan kampanye penargetan ulang atau memberikan penawaran yang dipersonalisasi berdasarkan pembelian yang relevan.

Dengan kemajuan teknologi ini, muncul kemungkinan untuk segmentasi di luar demografi seperti lokasi geografis yang menggunakan psikografi seperti nilai, sikap, atau gaya hidup- yang bisa memungkinkan tingkat personalisasinya.

Penting juga bagi bisnis untuk berpikir di luar hubungan tradisional dengan pelanggan yaitu memanfaatkan rekomendasi dari influencer yang dapat menarik calon pelanggan baru atau menghasilkan awareness tentang penawaran produk/layanan perusahaan Anda.

Berinvestasi dalam influencer marketing sangat penting jika Anda ingin status bisnis Anda saat ini di mata audiens potensial.

Karena hal ini bisa membangun kredibilitas terhadap produk/layanan/pengalaman yang ditawarkan, serta mendapatkan faktor kepercayaan di antara perilaku masyarakat umum yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis Anda dalam jangka panjang. 

Selain itu, Anda perlu menanggapi dengan cepat (dalam waktu 24 jam) terhadap pertanyaan layanan pelanggan.

Karena hal ini dianggap sebagai teknik menjembatani yang menunjukkan rasa kepemilikan dalam budaya perusahaan untuk memecahkan masalah sekaligus sikap peduli terhadap keluhan pelanggan.

4. Menyususun Anggaran

Bahwasannya menggunakan strategi marketing yang gratis saja itu dianggap kurang cukup untuk menarik pelanggan potensial, loh!

Apalagi, algoritme media sosial saat ini terus berkembang, hingga menyebabkan calon pelanggan melewatkan postingan Anda.

Oleh karena itu, ilmu pemasaran merekomendasikan untuk membuat anggaran iklan.

Banyak platform yang mengadopsi sistem bayar per klik, di mana pembayaran didasarkan pada jumlah klik yang diterima.

Sehingga Anda akan lebih ringan dan tidak terbebani untuk masalah biaya periklanan yang tinggi.

5. Melakukan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan faktor-faktor seperti lokasi, demografi, perilaku, dan psikografi.

Geografis ini termasuk segmentasi yang digunakan untuk mengklasifikasi pasar berdasarkan lokasi, aksesibilitas tembat agar Anda dapat mempertimbangkan biaya operasional dan variasi permintaan.

Segmentasi demografis membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan variabel demografis seperti jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan.

Segmentasi perilaku akan dikelompokan berdasarkan perilaku pelanggan, seperti tujuan, pengetahuan, sikap, penggunaan produk, dan respons.

Segmentasi psikografi ini melibatkan pembagian pasar konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan karakteristik psikologis, demografis, dan gaya hidup.

6. Melakukan Riset Terhadap Kompetitor

Perlu diketahui bahwa, menganalisis pesaing adalah pertimbangan utama saat membuat strategi pemasaran.

Menurut QLD, bahwa menggunakan strategi ini dapat di identifikasikan keunggulannya secara kompetitif dan bisa membedakan bisnis pesaing.

Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan proses kerja internal pada perusahaan Anda dapat membantu meningkatkan strategis dibandingkan dengan para pesaing Anda.

Melakukan Riset Terhadap Kompetitor

7. Menentukan Target Pasar

Langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi target pasar. Target pasar harus diidentifikasi dengan cermat, dengan begitu produk akan dijual ke segmen yang tepat, hingga bisa meningkatkan penjualan Anda.

Hal ini juga dapat membantu Anda menentukan langkah-langkah promosi yang diperlukan.

Anda juga dapat mengakses peta persaingan, yang memungkinkan Anda untuk menentukan apakah layak untuk memasuki pasar tertentu.

8. Menentukan Proposisi Penjualan Unik (USP)

Proposisi penjualan yang unik (USP) adalah hal yang membedakan Anda dari para pesaing di industri Anda.

USP dapat berupa fitur khas, kualitas produk atau layanan yang ditawarkan, atau pengalaman yang diperoleh dengan menggunakan produk/layanan Anda.

Selain itu, USP yang terdefinisi dengan baik harus dengan jelas, dan bisa menyatakan apa yang dilakukan bisnis Anda secara berbeda dari yang lain dalam industri/niche Anda.

9. Riset Keyword

Riset kata kunci digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci yang relevan, dan membantu meningkatkan visibilitas blog atau situs web dalam hasil mesin pencari.

Riset kata kunci juga dapat memberi tahu Anda tentang topik dan tren yang ditanyakan di mesin pencari. Selain itu, riset keyword ini merupakan kampanye pemasaran yang selaras dengan penelusuran yang ada.

10. Bagikan Konten

Penting untuk membagikan konten yang relevan dan signifikan, baik melalui media sosial atau saluran pemasaran lainnya.

Selan itu, Anda juga harus membagikan konten yang berkaitan dengan produk Anda kepada calon pelanggan dengan informasi yang bermanfaat secara teratur.

Dengan begitu Anda mendapatkan keuntungan dari algoritme platform.

11. Melakukan Branding dengan Baik

Selanjutnya, strategi marketing dengan cara brandingShopify menjelaskan bahwa, branding adalah proses menciptakan identitas yang berbeda untuk bisnis di benak target audiens dan konsumen Anda.

Branding sendiri terdiri dari logo perusahaan, desain visual, misi, nada suara, dan juga menentukan produk unggulan.

Penting bagi perusahaan untuk melakukan branding pada produk. Dengan begitu produk mereka akan menumbuhkan loyalitas pada konsumen, dan produk Anda akan lebih dikenal masyarakat.

12. Promosi dan Iklan

Setelah itu Anda harus melakukan promosi dan iklan pada produk Anda tujuannya untuk meningkatkan brand awareness produk yang akan Anda jual.

Ketika Anda melakukan promosi, Anda bisa menggunakan media berbayar agar dapat meningkatkan visibilitas media sosial Anda. Contoh media berbayar ini yaitu Facebook Ads, Google Ads, Instagram Ads, Twitter Ads, dan Tiktok Ads.

Strategi ini dapat membantu Anda untuk meningkatkan konversi produk dan perolehan leads.

13. Situs Website Dapat Membantu Memasarkan Produk

Banyak bisnis sekarang yang memanfaatkan situs web untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.

Situs web ini tidak hanya membantu bisnis kecil untuk mempromosikan dan menjual produk dan layanan mereka, tetapi juga memungkinkan mereka membedakan diri dari pesaing.

Apalagi bagi pelanggan yang sangat bergantung pada Internet perlu mempelajari segala hal tentang perusahaan melalui situs web.

Hal ini menjadikan situs web salah satu aset bisnis terpenting untuk membangun kredibilitas, dan menonjol di pasar yang ramai.

Sebab, situs web ini merupakan cara terbaik untuk memberikan informasi kepada calon pelanggan tentang produk yang akan ditawarkan.

Dengan sekitar 53% pembeli mengatakan mereka selalu melakukan riset sebelum membeli untuk memastikan mereka membuat pilihan terbaik.

14. Mengoptimalkan Strategi Pemasaran Menggunakan Social Media

Bahwasannya media sosial ini merupakan platform yang kuat bagi perusahaan untuk menjangkau dan melibatkan pelanggan Anda.

Selain itu juga, media sosial termasuk bagian dari strategi marketing yang dapat membantu bisnis dengan cepat, efisien, dan hemat biaya.

Media sosial juga akan membantu bisnis Anda dengan membidik target audiens berdasarkan demografi seperti usia, jenis kelamin, minat, dan lokasi.

Nah, jika Anda menggunakan dengan benar, maka media sosial bisa menjadi aset yang sangat berharga untuk mendorong kesadaran dan loyalitas merek.

Tak hanya itu, perusahaan dapat memanfaatkan konten menggunakan grafik, video, atau visual yang menarik lainnya, karena hal ini sebagai bagian dari kampanye pemasaran mereka.

Kemudian, dalam strategi pemasaran melalui media sosial perlu dilakukan kolaborasi dengan influencer. Dengan begitu Anda bisa menjangkau konsumen lebih luas.

Mengoptimalkan Strategi Pemasaran Menggunakan Social Media

15. Menawarkan Produk Secara Gratis

Menawarkan produk secara gratis kepada calon pelanggan adalah strategi pemasaran yang semakin populer.

Dengan menawarkan produk atau layanan tanpa biaya, perusahaan dapat menghasilkan keterlibatan yang cukup besar dan meningkatkan jangkauan pesan dalam waktu singkat.

Strategi ini sangatlah penting, karena masih banyak konsumen yang belum mencoba atau membeli produk Anda. Perusahaan Anda juga bisa menyelenggarakan acara atau memberikan sampel gratis kepada calon pelanggan.

Nah, tujuan dari sampel gratis ini agar dapat menarik minat calon pelanggan, hingga bisa mengenal produk Anda.

16. Memilih Tempat Strategis 

Tempat strategis masih menjadi salah satu contoh strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan.

Karena dengan tempat penjualan yang strategis berarti produk Anda memiliki kemungkinan terlihat lebih tinggi dan tentu saja memicu penjualan yang tinggi.

Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya.

Misalnya, jika Anda memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk Anda cepat laku dan terlihat.

17. Memberi Insentif untuk Rekomendasi

Sebuah produk akan terlihat bagus dan dapat dipercaya bila ada yang merekomendasikannya.

Untuk mendapat sebuah rekomendasi atau testimoni dari konsumen yang telah memakai produk tersebut, Anda harus memberi penghargaan berupa insentif yang menarik.

Insentif sebuah testimoni tidak harus selalu berupa uang, namun dapat berupa hadiah produk atau potongan harga.

Ini adalah salah satu contoh cara juga strategi pemasaran produk yang bisa dicoba.

Dengan adanya insentif ini secara tidak langsung perusahaan memenangkan dua pihak untuk sasaran marketing, yaitu konsumen yang loyal dan calon konsumen.

Rekomendasi produk kini menjadi strategi pasar yang digunakan hampir semua produk.

18. Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen

Membangun hubungan yang baik dengan konsumen sangat penting untuk kesuksesan dan pertumbuhan bisnis.

Hal ini membantu perusahaan untuk lebih memahami pelanggan mereka dan membangun kepercayaan, sehingga meningkatkan keterlibatan, loyalitas, dan advokasi pelanggan.

Dengan menciptakan hubungan yang bermakna dan memberikan pengalaman pelanggan yang mulus, merek dapat memperdalam hubungan mereka dengan konsumen dan meningkatkan penjualan mereka.

Ini berarti bahwa perusahaan perlu mengembangkan strategi komunikasi yang dipersonalisasi untuk menciptakan ikatan emosional antara mereka dan konsumen.

Perusahaan juga harus menyediakan lingkungan yang ramah bagi pelanggan, dengan menawarkan saran yang bermanfaat, mendengarkan umpan balik dengan saksama, dan merespons pertanyaan atau masalah dengan cepat.

Hal ini termasuk menggunakan teknologi seperti chatbot AI dan bentuk otomatisasi lainnya, serta menyediakan konten berbasis nilai yang berbicara langsung kepada individu.

Membangun hubungan yang baik juga dapat membantu perusahaan dalam memahami kebutuhan pelanggan sehingga mereka dapat mengantisipasi pergeseran permintaan sebelumnya.

Selain itu, perusahaan dapat mempelajari wawasan berharga dari umpan balik pelanggan yang dapat digunakan untuk meningkatkan desain produk, menyempurnakan kampanye pemasaran, atau mengoptimalkan pengalaman pengguna situs web atau aplikasi mereka.

Hubungan merek dan konsumen yang sukses membutuhkan konsistensi di semua titik kontak. 

Perusahaan juga harus memastikan bahwa mereka selalu mengikuti perkembangan tren industri agar dapat merespons dengan cepat ketika terjadi perubahan di dalam sektor atau pasar.

Perusahaan juga dapat mendorong pelanggan setia dengan menawarkan program hadiah eksklusif atau diskon berdasarkan pembelian yang sering dilakukan dan memberikan insentif kepada pembeli dengan menciptakan rasa penghargaan untuk pola pembelian berulang.

Dengan berfokus pada membangun hubungan yang kuat dengan konsumen, perusahaan dapat membangun hubungan jangka panjang yang dapat meningkatkan profitabilitas dari waktu ke waktu.

Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen

19. Manfaatkan Teknik Pemasaran Mulut ke Mulut

Strategi promosi langsung dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pemasaran mulut ke mulut ini.

Dengan cara ini tim pemasaran Anda akan berkomunikasi secara langsung dengan konsumen.

Setelah konsumen membeli produk dan merasa puas dengan produk tersebut, konsumen akan memberitahu konsumen lainnya yang berpotensi untuk membeli produk tersebut.

Oleh karena itu, strategi pemasaran sangat dibutuhkan agar produk yang Anda jual dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat dan tentu saja mendapatkan banyak konsumen.

Jika Anda tetap fokus pada hal yang satu ini, maka tentu saja penjualan Anda akan semakin meningkat.

20. Menjalankan Bisnis Sistem Dropship

Dropshipping adalah metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan produk yang dijualnya.

Sebaliknya, ketika sebuah toko menjual produk, toko tersebut membeli barang dari pihak ketiga dan mengirimkannya langsung ke pelanggan. Akibatnya, pedagang tidak pernah melihat atau menangani produk tersebut.

Sistem dropship bekerja dengan menghubungkan pedagang ke produsen, grosir, dan distributor lain melalui platform online.

Platform ini bertindak sebagai perantara antara pembeli dan penjual, memungkinkan pedagang untuk melihat produk yang tersedia yang ditawarkan oleh masing-masing pemasok mereka.

Pedagang kemudian dapat menambahkan produk tersebut ke toko online mereka sendiri dan mendaftarkannya untuk dijual.

Ketika pelanggan membeli produk dari e-commerce pedagang atau aplikasi yang didukung pasar, mereka Anda perlu membayar harga yang tercantum ditambah biaya pengiriman yang berlaku dengan dana yang ditransfer langsung ke rekening bank pedagang.

Sistem dropship juga dapat mengirimkan informasi tentang penjualan kepada pemasoknya yang menyiapkan dan mengemas (atau mengirimkan) barang langsung ke pelanggan atas nama pedagang.

Ada banyak manfaat yang terkait dengan menjalankan bisnis sistem dropship termasuk :

  • Biaya awal yang rendah karena kurangnya investasi inventaris
  • Proses pengembalian yang mudah difasilitasi
  • Tidak menawarkan batasan geografis
  • Berbagai macam pilihan akses ke beberapa vendor tanpa harus melakukan kontak langsung dengan masing-masing vendor
  • Pesanan biasanya dipenuhi dalam waktu 24-48 jam
  • Skalabilitas dengan mudah meningkatkan atau menurunkan skala sesuai dengan perubahan permintaan;
  • Mengurangi risiko melalui kontrol inventaris yang terbatas hingga penjualan terjadi;
  • Fleksibilitas yang lebih besar akan di tempatkan barang sesuai yang di inginkan kapan pun.

21. Customer Relationship Management

Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi untuk mengelola hubungan dengan pelanggan melalui penggunaan teknologi, analisis data, dan teknik pemasaran.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data konsumen untuk memahami dan mempersonalisasi pengalaman pelanggan.

Dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti kunjungan situs web, email, dan survei pelanggan, perusahaan dapat melacak perjalanan pelanggan dengan lebih baik.

Sistem ini juga memberikan wawasan tentang apa yang diminati pelanggan sehingga bisnis dapat menyesuaikan barang atau jasa mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Melalui CRM, perusahaan dapat mengoptimalkan interaksi dengan pelanggan sehingga memudahkan pelanggan untuk membeli produk/layanan serta menyediakan sistem penghargaan individual seperti program loyalitas.

Customer Relationship Management juga membantu menciptakan komunikasi yang dipersonalisasi antara perusahaan dan pelanggannya.

Komunikasi ini dapat berupa buletin, email, pesan teks, atau pemberitahuan push yang berisi informasi relevan yang dirancang khusus untuk jenis klien tertentu.

Selain itu, sistem ini membantu membangun hubungan yang lebih transparan antara perusahaan dan pelanggannya sehingga memungkinkan mereka untuk dengan mudah mengakses informasi produk secara tepat waktu sambil memberikan umpan balik.

Customer Relationship Management

22. Menerapkan Mobile Marketing

Mobile marketing adalah praktik memanfaatkan perangkat seluler untuk menghasilkan prospek dan membangun keterlibatan pelanggan.

Melalui jenis pemasaran ini, pesan dikirim ke ponsel pengguna dalam bentuk pesan teks, pemberitahuan, iklan, dan bentuk komunikasi lainnya. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran merek dan memberikan insentif bagi pelanggan untuk mengambil tindakan.

Ini adalah cara yang efektif bagi bisnis untuk menjangkau pelanggan potensial dan pelanggan yang sudah ada di perangkat pribadi mereka.

Mobile marketing dapat dibagi menjadi tiga kategori: pengoptimalan mesin pencari (SEO), kampanye iklan berbayar, dan iklan media sosial.

SEO melibatkan pengoptimalan situs web untuk perangkat seluler sehingga dapat dimuat lebih cepat di layar yang lebih kecil.

Iklan berbayar menampilkan iklan kepada pengguna ponsel yang dirancang khusus untuk perangkat mereka serta informasi berbasis lokasi jika diaktifkan oleh pengguna.

Situs media sosial juga dapat digunakan sebagai platform untuk kampanye yang mengarah pada keterlibatan pelanggan yang lebih tinggi dengan merek atau produk.

Setiap strategi pemasaran mobile haruslah untuk menargetkan pengguna yang kemungkinan besar akan berubah menjadi pelanggan yang membayar sambil membatasi biaya yang terkait dengan akuisisi pelanggan baru tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens target, membuat konten yang disesuaikan dengan pengguna tersebut, dan mengevaluasi berbagai strategi.

Evaluasi strategi yang dimaksud ini seperti penentuan posisi atau frekuensi komunikasi, memantau kinerja untuk mengenali teknik yang efektif dan menyesuaikan upaya yang sedang berlangsung.

Komponen Dalam Membangun Strategi Marketing

Selanjutnya, terdapat komponen penting dalam membangun strategi marketing yaitu :

  • Menganalisis target pasar
  • Menetapkan tujuan SMART
  • Menentukan indikator kinerja utama (KPI)
  • Mengembangkan proposisi nilai yang unik
  • Mengidentifikasi pesaing
  • Dan memilih saluran pemasaran yang sesuai

Target pasar sendiri merupakan adalah sekelompok pelanggan yang kemungkinan besar akan membeli dari merek Anda.

Menganalisis target pasar termasuk menganalisis demografi, psikografi, minat, perilaku pembelian, dan faktor lain yang relevan dengan pengambilan keputusan untuk menciptakan persona pelanggan.

Kemudian, menetapkan tujuan SMART melibatkan pembuatan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Tujuan harus menantang namun masih dalam jangkauan.

Menentukan indikator kinerja utama (KPI) berarti mengukur dan melacak kemajuan untuk mencapai tujuan tertentu. KPI dapat mencakup traffik situs web, tingkat perolehan prospek, atau persentase konversi.

Mengembangkan proposisi nilai yang unik berarti berfokus pada apa yang membedakan produk Anda dari pesaing. Hal ini berhubungan dengan pemahaman orang mengenai pemilihan merek Anda daripada yang lain, tapi di industri yang sama.

Mengidentifikasi pesaing melibatkan penelitian bisnis yang menawarkan produk atau layanan serupa dan menganalisis kekuatan dan kelemahan serta strategi pemasaran mereka.

Memilih saluran pemasaran yang tepat berarti memutuskan di mana memfokuskan sumber daya Anda seperti iklan media sosial atau kampanye email berdasarkan di mana audiens target Anda menghabiskan waktu online.

Strategi pemasaran yang efektif akan memanfaatkan beberapa titik kontak di berbagai saluran untuk meningkatkan keterlibatan secara keseluruhan dengan calon pelanggan.

Jika strategi ini solid, maka bisnis Anda dapat menonjol di pasar yang padat dengan mengukir niche yang unik sambil terhubung dengan pelanggan potensial.

Dengan mempertimbangkan setiap komponen dengan cermat dan menjalankannya secara efektif di seluruh saluran yang dipilih dari waktu ke waktu, pasti akan membuahkan hasil.

Komponen Dalam Membangun Strategi Marketing

Itulah penjelasan mengenai marketing, dengan begitu bisnis Anda akan lebih maju dan berkembang, hingga Anda bisa mendatangkan lebih banyak pelanggan.

Pengertian Marketing Secara Umum

Marketing ini dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan menawarkan nilai bagi pelanggan.

Strategi Pemasaran Secara Umum

Strategi marketing ini juga dijelaskan oleh investopedia, bahwa strategi ini akan mengacu pada rencana permainan keseluruhan bisnis untuk menjangkau calon konsumen dan mengubahnya menjadi pelanggan produk atau layanan mereka. Strategi pemasaran sendiri memiliki elemen-elemen penting yang terdiri dari 4P yaitu produk, harga, tempat, dan promosi.

Langkah Strategi Marketing Untuk Menarik Pelanggan

1. Menententukan Tujuan
2. Konsisten Saat Perencanaan
3. Mengenal Pelanggan Dengan Baik
4. Menyususun Anggaran
5. Melakukan Segmentasi Pasar
6. Melakukan Riset Terhadap Kompetitor
7. Menentukan Target Pasar
8. Menentukan Proposisi Penjualan Unik (USP)
9. Riset Keyword
10. Bagikan Konten
11. Melakukan Branding dengan Baik
12. Promosi dan Iklan
13. Situs Website Dapat Membantu Memasarkan Produk
14. Mengoptimalkan Strategi Pemasaran Menggunakan Social Media
15. Menawarkan Produk Secara Gratis
16. Memilih Tempat Strategis 
17. Memberi Insentif untuk Rekomendasi
18. Menjalin Hubungan Baik dengan Konsumen
19. Manfaatkan Teknik Pemasaran Mulut ke Mulut
20. Menjalankan Bisnis Sistem Dropship
21. Customer Relationship Management
22. Menerapkan Mobile Marketing

Safira Haddad, Penulis Konten Profesional yang berpengalaman 2+ tahun dalam dunia kepenulisan dan berdedikasi di Upgraded.id. Kemampuan utama, SEO dan Content Writing.

You might also like